Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 257. Kemelut Pedang Teratai Salju VI


__ADS_3

“Aku sudah dapat memahami delapan puluh persen dari cerita Lien Cici, Cici dan ketiga Penatua pelindung sudah pasti tidak membocorkan latihan tertutup ataupun mengeluarkan Pedang Teratai Salju secara serampangan, dan pastilah pengkhianat itu yang telah membocorkan serta menjual Klannya sendiri pada Sekte Racun Utara.” 


Berkata seperti itu Gou Long bangkit, berjalan perlahan ke arah Qiau Peng Bu, menamparnya keras sekali, “Plakk!”


Kasar dan asal tarik, Gou Long menyerat Qiau Peng Bu ke tempat mereka duduk bercerita serta menyusun rencana, “Sekarang giliran sampah ini yang akan berbicara,” ujarnya, seraya mendudukkan Qiau Peng Bu di tengah-tengah mereka semua.


Semua orang melihat Gou Long asal sentil.


“Dess!” 


Sebentuk hawa pukulan melesat dari sentilan anak muda itu, yang lantas membebaskan totokan pada urat gagu dari Qiau Peng Bu.


Di bawah tatapan semua pasang mata, tidak berbicara pun rasanya percuma saja, Qiau Peng Bu bukan orang bodoh yang sok gagah perkasa tidak mau buka mulut dan harus menerima berbagai siksaan dulu.


Jatuh ke tangan pemuda bermarga Gou ini sama seperti masuk ke dalam perangkap Iblis, tetap diam mati, namun terlebih dahulu mendapat siksaan parah, berbicara pun juga mati, tapi lebih baik memilih berbicara, yang sudah jelas terbebas dari siksaan.


“Lien Cici silahkan bertanya hal-hal yang mendatangkan rasa penasaran di hati Lien Cici, seperti alasan keparat ini rela berkhianat dan malah menjual Klan sendiri pada pihak luar.” Gou Long mempersilahkan Qiau Lien yang memulai interogasi.


Mendapatkan kesempatan, Qiau Lien tidak bertanya banyak hal, ia hanya ingin tahu alasan yang sama seperti Gou Long sarankan.


Qiau Peng Bu menjelaskan, alasan ia berkoalisi dengan orang-orang Sekte Racun Utara, adalah keputusan dari Patriark Klan Qiau yang menurut kurang adil dengan menjatuhkan pilihan pada Qiau Lien sebagai Matriark generasi selanjutnya.


Tidak dapat dipungkiri Qiau Lien memang generasi muda paling menjanjikan di Klan Qiau, tapi gadis itu tidak memiliki ambisi besar, “Seorang seniman bela diri harus memiliki ambisi besar untuk untuk menjadi lebih besar dan terkenal.”


Dan menurut Qiau Peng Bu, generasi muda lain yang setingkat dengan Qiau Lien serta memiliki ambisi besar, banyak di dalam Klan Qiau, dan salah satunya adalah putranya sendiri.


Sekte Racun Utara juga setuju membantu cita-cita Qiau Peng Bu, mereka juga bersedia terus menjadi kekuatan tersembunyi bagi Klan Qiau di bawah komando Qiau Peng Bu kelak, dengan kata lain, ia sendiri yang menjadi Patriark baru, sedangkan putranya hanya boneka saja.


Sekarang semua orang sudah mengerti alasan dibalik pengkhianatan itu, walaupun rencana jangka panjang ini belum bisa direalisasikan, setidaknya mengikat hubungan baik terlebih dahulu dengan perantara Pedang Teratai Salju menjadi langkah awal.

__ADS_1


Gou Long kembali bangkit dan menyeret Sun Wu Xiang, memperlakukan orang itu sama seperti yang ia perlakukan pada Qiau Peng Bu.


Memperlihatkan seringai setan, Gou Long berkata, “Jawaban kalian tidak sama, maka aku akan menampar kalian berdua,” tajam tatapan mata Gou Long, pada kedua orang itu silih berganti.


“Jawab dengan cepat, aku tidak mau ada jeda saat kalian menjawab,” lanjutnya pemuda itu, mengatur cara interogasi yang menurutnya paling benar.


Keduanya terlihat mengangguk paham.


Senyum Gou Long semakin lebar, “Bagus! Kuharap jawaban kalian secepat anggukan ini nantinya.”


Orang-orang yang melihat cara anak muda itu mengancam dan menekan kedua tawanan tersebut, ikut bergidik, “Pemuda ini benar-benar tidak bisa dibuat permainan, orang-orang kami alangkah baik kalau tidak terikat permusuhan dengannya,” begitulah pikir para Penatua Klan Qiau ataupun Patriark Sekte Lembah Es Utara.


Gou Long mulai bertanya dengan pertanyaan yang sangat simpel terlebih dahulu, “Kalian berdua tahu di mana letak posisi dari Sekte Racun Utara?”


Keduanya serentak menjawab, “Iya, tahu.”


“Bagus sekali! Selanjutnya, di mana posisi tepatnya Sekte Racun Utara itu?” tanya Gou Long, langsung ke pertanyaan yang sebenarnya ingin ditanyakannya.


“Ha ha ha…” Gou Long terpikal keras, ia sangat senang dengan perbedaan sikap yang diambil keduanya, “Bagus! Bagus! Kalian benar-benar pasangan yang sempurna, tidak hanya memberikan kesenangan bagiku saat bertarung tapi juga membawa kesenangan saat ini juga.”


Selesai berkata seperti itu, cepat tangan Gou Long dua kali menampar keras pipi Qiau Peng Bu dan Sun Wu Xiang.


“Plak!”


“Plak!”


Setelah menampar, ia mengulang pertanyaan yang sama, Qiau Peng Bu terus berusaha menjawab, sementara Sun Wu Xiang tetap pada pendiriannya.


Tamparan keras terus terdengar sampai lima kali berulang hal yang sama.

__ADS_1


Geram, Qiau Peng Bu memelototi Sun Wu Xiang, “Orang bermarga Sun! Kau mampus saja, akan kuceritakan setiap sudut dan inci dari Sekte Racun-mu. Aku tidak sebodoh kau, berkata-kata akan mampus, tidak berkata-kata juga mampus, Klan Qiau-ku jelas lebih banyak ruginya saat ini jika dibandingkan dengan Sekte Racun-mu…”


Qiau Peng Bu tertawa keras, marah, dan sedih bercampur aduk, “Ha ha ha…” puas melampiaskan gejolak hatinya, “Kerugian dari Klan Qiau-ku harus lebih banyak diderita juga oleh Sekte Racun-mu…”


Lalu ia mengalihkan pandangannya pada Gou Long, lanjutnya, “Pendekar Gou! Kau bunuh saja setan beracun ini, apa yang kau ingin dengar akan kujawab secara tuntas, bahkan akan kuberi sepotong peta untukmu, peta letak dari posisi Sekte Racun Utara.”


“Baik sekali! Pilihan yang kau lakukan ini lebih cerdas,” Gou Long mengulurkan tangannya, “Serahkan peta itu terlebih dahulu, baru akan kubunuh dia.”


“Huft! Pendekar Gou! Kenapa kau menjadi bodoh, peta itu ada dalam cincin penyimpananku, kau bisa mengambilnya langsung,” jawab Qiau Peng Bu, sambil memaki Gou Long.


Gou Long mengabaikan ejekan dari Qiau Peng Bu, cepat tangannya menarik kasar cincin penyimpanan dari jari tangan orang tersebut.


Mengedarkan kesadaran spiritual ke dalam cincin, ia menemukan sepotong lembaran peta, Gou Long mengeluarkan peta itu dan menyerahkannya pada Patriark Pan, “Coba Patriark Pan perhatikan peta ini! Patriark lebih mengenal daerah Utara jika dibandingkan kami semua.” 


“Benar! Ini peta dan lokasi-lokasi tertentu daerah Utara.” Patriark Pan menjelaskan setelah menerima dan melihat-lihat isi peta tersebut.


Dengan mendapatkan peta, bagi Gou Long interogasi ini tidak dibutuhkan lagi. Ia menatap Qiau Lien, “Lien Cici! Terkait pengkhianat ini… Apa Klan Qiau akan turun tangan sendiri atau aku yang membereskan ia sekarang juga?”


“...” Sekian lama Qiau Lien belum menjawab, “Pendekar Gou, silahkan turun tangan, tak perlu menunggu kami yang harus turun tangan lagi.” Qiau Bei Hu menjawab, ia tahu Qiau Lien mungkin belum pernah membunuh orang. Sehingga ia tidak tahu harus menjawab apa.


Mendapatkan kepastian, Gou Long membentuk pemadatan pedang dari energi murni, dua kali tangannya bergerak cepat.


“Cess!”


“Cess!”


“Bukk!”


“Bukk!”

__ADS_1


Dua kepala jatuh menggelinding di atas tanah bersalju, berikut kemudian dua sosok tubuh itu juga terkapar di atas tanah, setelah berkelonjotan sesaat.


__ADS_2