
Bwee Siang dan Na Hong-Hong terus menatap Ding Jia Li, sekian lama mendengarkan cerita Gou Long, otak keduanya yang cerdas dengan cepat menganalisa segala kejadian lalu yang telah mereka alami, terlebih kejadian saat ancaman Gou Long di Tanah Suci Para Pendekar.
Keduanya semakin meyakini, adanya permainan kata-kata dan retorika antara Ding Jia Li dengan Gou Long saat itu.
Na Hong-Hong menuntut penjelasan, “Jia Li! Kau harus menjelaskan segala yang kau sembunyikan dari kami, sekian lama kau tega membodohi kami.” Suara lirih dengan tenaga dalam dikirimnya, hanya bisa didengar Ding Jia Li.
“...” tidak ada jawaban, anggukan kecil terlihat dari gerakan Ding Jia Li yang duduk di sisi Guru mereka.
Gou Long menjeda kata, berhenti dari ceritanya, mengambil arak serta menuangkannya ke dalam cangkir, menikmati kehangatan yang dibawa setiap tegukan arak.
Menunggu jeda tersebut, antusias! Matriak Li berkata, “Penatua Gou bisa melanjutkan, poin kedua yang ingin Penatua Gou jelaskan, terasa masih mengambang bagi Matriak ini.” Tuntutnya.
Gou Long menghela nafas, “Haaaah!” seperti agak ragu untuk melanjutkan, beruntungnya tidak ada Penatua Sekte Teratai Biru lain yang hadir, hanya ada Li Lan Sian dan ketiga muridnya, “Sebagian besar mungkin Matriak Li sudah bisa menebaknya...” menghentikan ucapan, tiba-tiba saja Gou Long teringat beberapa kejadian terkait Tanah Suci Para Pendekar.
Dia menebak apa yang diinginkan Li Lan Sian dari sana, tidak melanjutkan ceritanya, terlebih dahulu memastikan tebakannya, “Junior teringat saat awal berjumpa dengan murid-murid Matriak Li di Tanah Suci Para Pendekar, tebakan Junior ini, Matriak Li mengincar barang yang bisa membuat Matriak Li terlepas dari belenggu Ranah Surgawi, benarkah begitu!” tegasnya.
Senyuman merekah indah dari wajah perempuan tua itu, “Penatua Gou juga mengetahui adanya Ranah yang lebih tinggi di atas Ranah Surgawi! Ini menjadi lebih menarik, tepat seperti yang Penatua Gou maksud! Matriak ini memang sedang mencoba menelusuri rahasia Ranah Kultivasi yang lebih tinggi,” Li Lan Sian berkata jujur, tidak menyembunyikannya.
Raut keterkejutan kembali terlihat dari wajah Na Hong-Hong dan Bwee Siang, baru hari ini keduanya mengetahui pengetahuan adanya Ranah Kultivasi lain.
“Terima kasih pada Penatua Gou, Pil pemberian Penatua Gou membawa efek luar biasa bagi Kultivasi Matriak ini,” Lanjut Li Lan Sian, ucapan ini keluar dari topik pembicaraan mereka.
__ADS_1
Namun wajah Gou Long dan Ding Jia Li sesaat terlihat memucat.
“Rupanya ini maksud perkataan dia ‘Ilmu Berbohong’ yang kuajarkan pada Ding Jia Li...” batin Gou Long.
Ucapan terima kasih itu hanyalah spekulasi semata yang dilakukan Matriak Li, dia masih menebak-nebak, cerita Ding Jia Li tentang telah melakukan Kultivasi Ganda dengan Gou Long.(Ch.179)
Kemudian berlanjut dengan Pil yang diberikan Ding Jia Li padanya, juga melihat sendiri keahlian Gou Long meracik pil, seakan ini kejadian beruntun yang tersembunyi namun tersusun rapi, sehingga mudah saja Li Lan Sian menebaknya dengan tepat, wajah pucat Ding Jia Li dan Gou Long sesaat tadi menjadi buktinya.
“Akan tetapi, khasiat Pil itu juga tidak bisa membongkar tabir Ranah Kultivasi di atas Ranah Surgawi.” Matriak Li mengakhiri ucapannya.
Menentramkan hati, coba melupakan sindiran halus Matriak Li, “Junior juga tidak terlalu yakin dengan Ranah Kultivasi di atas Ranah Surgawi, Junior pernah mendengar It Hong Taysu juga menyebut-sebutkan hal serupa...”
Sikap Gou Long yang tidak membantah dan tidak mengelak membenarkan spekulasinya, Matriak Li tidak mempermasalahkan ‘Ilmu Berbohong’ lebih lanjut, “Haaaaah!” ia juga menghela nafas panjang, “Apa yang Matriak ini ketahui juga sangat terbatas, namun Matriak ini juga tidak merasa keberatan untuk berbagi pengetahuan...”
Li Lan Sian menatap ketiga muridnya seksama, “Kalian dengarkan sebaik mungkin pengetahuan baru ini!” perintahnya.
“Matriak ini pernah membaca beberapa literatur-literatur lama, yang menyinggung tentang Ranah Kultivasi di atas Ranah Surgawi, berdasarkan literatur itu, ada tiga Ranah Kultivasi lainnya...”
“...” Li Lan Sian terlihat seperti sedang berpikir, ia melanjutkan, “Yaitu Ranah Kaisar, Ranah Kaisar Surgawi, dan Ranah Kaisar Agung. Ketiga ranah ini juga memiliki tiga tingkatan, awal, menengah dan puncak...”
“Konon, untuk mencapai ranah itu, harus melalui proses pemurnian Qi yang sudah ada di dalam tubuh...” Matriak Li tidak melanjutkan, tersenyum coba menutupi pengetahuannya yang sedikit, “Pengetahuan Matriak ini tentang Ranah Kultivasi tersebut hanya sebatas itu, Matriak ini tidak bisa menjelaskan hal lain dari ranah tersebut.” mengakhiri ucapannya.
__ADS_1
“Hemm! Pengetahuan yang Matriak Li sampaikan sudah lebih dari cukup untuk kami para Junior ini,” Gou Long menanggapi.
“Maka terkait hal ini, secara keseluruhan menjadi lebih mudah, Matriak Li ingin melepaskan diri dari belenggu Ranah Surgawi, sedangkan Junior ini terikat janji, yaitu mengantar kembali makhluk lain ke Alam/Dunianya, bukankah ini terikat hubungan saling membantu?...”
“Semua ini berawal dari pedang, Kelak! ketika saatnya itu tiba, Junior ini meminta kesudian Matriak Li dan para Patriak tertentu lainnya untuk meluangkan waktu, sama-sama kita buka portal tersebut, kemudian kita juga bisa bersama-sama masuk ke Alam itu dengan tujuan kita masing-masing, bagaimana menurut Matriak Li?” tanya Gou Long, ingin melihat tanggapan Li Lan Sian.
Tersenyum simpul, “Matriak ini selalu menunggu kesempatan itu kelak.” Jawab Li Lan Sian singkat, menunjukkan kesediaannya.
“...” Na Hong-Hong, Bwee Siang dan Ding Jia Li tidak bisa berkata-kata, mereka hanya terus mendengarkan, berharap agar Sang Guru juga akan bisa menembus Ranah Kultivasi lebih tinggi.
Setelah meneguk arak, Gou Long kembali berkata, “Dengan kesediaan itu, maka perkara kedua yang ingin Junior minta tercapai sudah, lalu bagaimana dengan Organisasi Pembunuh? Mohon pencerahan dari Matriak Li.” Gou long mengalihkan ke persoalan pertama yang ia tanyakan sebelumnya.
“Di Daratan Tengah ini ada sekumpulan manusia culas yang gila harta, mereka membentuk Organisasi Pembunuh Bayaran, bayaran mereka harus sangatlah tinggi, setelan kuning yang mereka pakai menandakan identitas bayaran mereka haruslah emas...”
“Organisasi ini menamakan diri dengan Organisasi Iblis Emas Pembunuh, mereka bergerak secara rahasia, sangat susah melacak mereka, orang-orang yang menyewa mereka pastilah orang-orang yang memiliki sumber daya tidak terbatas...” Matriak Li terlihat keheranan, “Kenapa mereka mengejar Penatua Gou?” bingung akan pola pikirnya sendiri.
“Besar kemungkinan tiga orang Patriak yang telah Penatua Gou singgung sebelumnya yang menyewa mereka, saran Matriak ini, Penatua Gou harus mengusut masalah tersebut dari mereka bertiga.” Lanjut Li Lan Sian, bertanya dan menjawab sendiri, sekaligus menyarankan pendapatnya pada Gou Long.
Gou Long bangkit, mengepalkan tangan di depan dada, “Terima kasih tak terhingga Junior haturkan pada Matriak Li, dua perkara yang ingin Junior ini bicara sudah tuntas, nah! Sekarang Junior ingin menyampaikan perkara ketiga...” Gou Long tidak melanjutkan kata-katanya.
Menatap mereka semua di aula tersebut persatu.
__ADS_1