
Malam itu Gou Long tidak berburu siluman seperti yang biasa dia lakukan, saat ini ia lebih memusatkan kultivasi pada lembaran baru Kitab Emas Peri, semenjak berhasil menerobos Ranah Langit tahap menengah Kitab tersebut memang belum pernah dikultivasikan.
Perlahan Gou Long yang duduk bersila dan tenang di atas atap kereta mulai hanyut dalam kultivasinya, Kitab Emas secara virtual muncul dan terbuka lembaran baru. Pada kultivasi kali ini yang berhasil dibuka Gou Long tidak hanya satu lembar, tapi dia bisa membuka dua lembar.
“SEGEL SUCI TELAPAK PERI” Lembaran pertama yang tadi dibuka Gou Long tertulis sebuah jurus gaib, ini adalah jurus yang sangat simpel berupa membuat segel tangan lalu akan muncul sebuah array besar gaib. Dalam jangkauan 20 meter, array tersebut bisa muncul di mana saja yang diinginkan si pengguna jurus.
Kemudian dari dalam array tersebut akan keluar sebuah telapak dari hawa murni. Semakin cepat membentuk dan mengganti segel tangan semakin banyak telapak yang dikeluarkan.
Lembaran lainnya yang dibuka Gou Long adalah penjelasan tentang elemen yang dikeluarkan dari Segel Suci dan bagaimana cara membentuk pola segelnya. Gou Long terfokus pada cara membentuk segel dari elemen petir dan elemen es.
Jurus ini terlihat sangat simpel, tapi daya curah dan kontrol tenaga dalam yang dibutuhkan harus sangat besar. Namun begitu jurus ini akan sangat cocok dengan Gou Long untuk membombardir musuhnya sambil melayang terbang, dia tidak perlu repot-repot untuk bergerak menyerang atau bertahan dengan menggunakan jurus ini.
Gou Long hanyut dalam kultivasi jurus baru ini semalaman lebih, bahkan dia baru tersadar tepat di saat magrib esoknya. Dia langsung turun dari atas atap kereta kuda, perjalanan mereka biasanya memang tidak dilanjutkan saat malam tiba.
“Aku akan berkeliling, tidak perlu menyisakan makanan untukku, mungkin aku akan kembali tengah malam nanti.” Ucap Gou Long, tidak menunggu tanggapan mereka semua, Gou Long terus melesat ke arah hutan lebat.
Dia ingin berlatih jurus yang baru dipelajarinya dalam pertarungan nyata dengan siluman. Tidak butuh waktu lama, setelah beberapa kali mengembangkan Teknik Memindah Jasad, Gou Long bertemu dengan gerombolan siluman serigala bulan kelas ke-2.
Serigala bulan memiliki keunikan tersendiri, mereka jenis siluman yang dapat mengontrol petir. Pertemuan dengan serigala ini juga menggugah minat Gou Long untuk mengikat roh dari siluman ini ke dalam dantian di dadanya. Dengan jumlah mereka yang banyak, ini merupakan sarana yang sangat cocok untuk berlatih.
Gou Long langsung melesat tinggi melayang di udara, dia memfokuskan tenaga dalam dan mulai mengerakkan tangan membentuk Segel Suci Telapak Peri, yang di coba Gou Long ini adalah elemen es.
__ADS_1
Tepat di atas tanah di mana gerombolan siluman serigala berdiri muncul array besar satu telapak es timbul dari dalam tanah. Hawa dingin menyebar dengan cepat. Menyadari ada serangan dari Ras Manusia, siluman serigala bulan meraung keras. Efek dari raungan mereka memekatkan langit dan awan, yang kemudian tiba-tiba saja bergemuruh.
Kilatan-kilatan petir mulai muncul di langit, kemudian serentak menyambar Gou Long. Inilah bentuk serangan balasan dari siluman serigala bulan. Namun yang mereka serang adalah Gou Long, petir sudah menjadi bagian dari tenaga dalamnya, rasa sakit tetap ada walaupun itu dapat dinetralkan Gou Long.
Sambil tersenyum Gou Long membuat lima segel tangan, lima buah array gaib muncul, satu di langit dan 4 lainnya di keempat sisi yang berbeda. Dari array ini keluar telapak es berkekuatan dahsyat, gerombolan siluman serigala bulan hampir saja membeku. Namun, suara raungan menggelegar terdengar sangat keras dan memecahkan balok-balok es telapak gaib Gou Long.
“Bocah! Apa yang telah kau lakukan! Sebaiknya kau panggil Cici Hauri untuk membantu!” Eira tiba-tiba keluar dari cincin budak dan memberi peringatan pada Gou Long.
“Ada apa? Kenapa harus memanggil Hauri?” tanya Gou Long heran.
“Yang kau ganggu adalah gerombolan siluman serigala bulan, coba kau pikir kenapa mereka bisa akur padahal bergerombol!” jawab Eira, membiarkan Gou Long berpikir sendiri.
“Yang meraung keras tadikah asal dari kekhawatiranmu?” tanya Gou Long.
“Iya... itu adalah pemimpin mereka, besar kemungkinan ini adalah siluman kelas ke-1 yang hampir bisa menerobos ke Ranah Raja Siluman,” jawab Eira.
“Aku merasakan firasat yang buruk, bisa jadi ini siluman serigala bulan kelas ke-1 pengontrol petir hitam.” Lanjut Eira.
“Apa yang kau khawatirkan, bukankan aku juga pengguna elemen petir?” jawab Gou Long sambil tersenyum.
“Ini akan lebih merepotkan dari yang kau bayangkan, contoh kalau kau ditampar perempuan di pipimu pasti kau akan merasakan kesakitan, padahal tangan perempuan terdiri dari kulit dan daging, pipimu juga dari kulit dan daging, elemen yang sama tapi tetap saja akan terasa sakit. Petir hitam sedikit lebih tinggi kualitasnya dari petir perak pekatmu,” Eira menjelaskan dengan singkat.
__ADS_1
“Langit semakin tidak bersahabat, cepat kau panggil Cici Hauri!” perintah Eira.
Tidak mau mendebat lagi Gou Long memanggil, “Hauri!”
Sosok gadis peri muncul di sisi Gou Long juga sambil melayang.
“Tampaknya kau lagi-lagi membuat keributan besar. Kali ini, kau sangat berani masuk ke kandang siluman serigala bulan kelas ke-1.. hahaha.” Begitu muncul Hauri langsung meledek Gou Long. Tak perlu penjelasan lagi Hauri sudah mengetahui situasi mereka saat ini.
“Tampaknya kau sudah tahu kondisi kita saat ini, bantu aku mengalahkan siluman serigala bulan kelas ke-1, aku ingin mengikat rohnya ke dalam dantian kedua di rongga dada. Elemen petir hitamnya akan sangat berguna untuk meningkatkan elemen petirku.” Ujar Gou Long.
“Baik! Jelaskan rencanamu!” ucap Hauri.
“Kalian berdua tahan si Pemimpin silumannya, aku ingin bermain-main dengan gerombolan ini, dan mencoba jurus baru. Aku ingin menguji sepuluh telapak gaib secara bersamaan.” Jelas Gou Long.
Tidak menunggu tanggapan keduanya Gou Long segera membentuk 10 segel dari Jurus Segel Suci Telapak Peri, secara gaib muncul array di sepuluh tempat yang berbeda.
“Segel Suci Telapak Es!” teriak Gou Long, namun jurusnya terhentikan ketika sebuah petir hitam ganas datang menyambar Gou Long.
“Manusia kurang ajar! Kau berani mengacau di daerah kekuasaanku?!” terdengar teriakan keras, serak dan menggema seperti suara terbawa angin, dan juga seperti muncul dari dalam tanah.
“Hauri! Eira! Dia sudah muncul, tahan dia untuk sementara waktu.” Perintah Gou Long, saat ini Gou Long dapat merasakan sakitnya terkena petir hitam. Urat-urat dan ototnya terasa nyut-nyutan.
__ADS_1
Eira dan Hauri segera bergerak mengacaukan fokus dari pemimpin siluman serigala bulan. Sedangkan Gou Long mulai memainkan lagi Segel Suci Telapak Peri yang tertunda tadi. Dia melepaskan 5 telapak berhawa dingin, dan dilanjutkan dengan 5 telapak petir.
Hiruk-pikuk seperti bencana alam terjadi di tempat itu, hanya dalam 10 telapak gaib, semua siluman serigala bulan kelas ke-2 membeku kemudian dilanjutkan dengan hantaman keras 5 telapak petir. Siluman-siluman tersebut semuanya menghilang lenyap menjadi bubuk, meninggalkan kristal esensinya yang jatuh berkerontang di atas tanah yang membeku.