
Kota Lan Lianhua yang terletak di ujung perbatasan Daratan Tengah dengan daerah Utara sudah tentu menjadi Kota yang indah, apalagi saat itu bukanlah musim salju, sungai-sungai dengan air yang jernih dan dipenuhi dengan teratai biru yang sedang bermekaran.
Selebaran wajah Gou Long yang terpajang di pusat informasi Kota masih melekat rapi di sana, dengan lebel “Dicari hidup atau mati.”
Itu dipasang sejak tiga tahun yang lalu saat penghujung musim salju, ketika anak Penguasa Kota dipermalukan oleh Gou Long. Mungkin penduduk Kota Lan Lianhua dan juga Gou Long sudah melupakan perkara tersebut walau poster dicari masih terpajang, namun tidak demikian dengan Penguasa Kota dan juga para petugas perbatasan, pencarian Gou Long tetap dilakukan selama tiga tahun ini.
Ge Yizing yang masih menjadi Tuan Penguasa Kota jelas tidak mau melepaskan dan melupakan begitu saja perkara terkait penghinaan pada putranya.
Siang hari itu, di gerbang perbatasan Kota, dari kejauhan sudah terdengar suara roda dan derap kaki kuda yang akan memasuki Kota Lan Lianhua, itu adalah kereta kuda terbaik, yang hanya bisa dimiliki oleh pembesar-pembesar Kota atau orang-orang terpandang saja.
Tapi, semenjak tiga tahun yang lalu, setiap yang melintasi gerbang Kota, baik itu orang-orang yang akan memasuki Kota ataupun orang-orang yang keluar dari Kota akan diperiksa tanpa pandang bulu.
Antrean pemeriksaan, tidaklah terlalu panjang. Padahal saat itu orang-orang yang mengantre telah mempersilahkan kereta kuda tersebut untuk maju lebih dahulu, karena mereka berpikir pasti pemilik kereta kuda itu orang terpandang, namun anehnya, pemilik tersebut rela mengantre.
Bahkan orang-orang mendengar suara lembut memberi perintah pada kusir kereta, “Jangan memotong antrean Paman! Kita tidak tergesa-gesa.”
Setelah seperempat jam, giliran pemilik kereta kuda untuk diperiksa tiba, si Pemilik tersebut benar-benar lelaki yang baik hati, ia bahkan rela turun dari kereta kuda, dan melaporkan sendiri identitasnya.
Saat, pemilik tersebut turun petugas langsung mengenali, pemuda itu adalah orang yang telah di cari-cari selama tiga tahun ini, pasukan perbatasan segera mengepung ketat.
Salah satu dari petugas bergerak ke dalam memberi tahu pada komandan pasukan perbatasan. Sang komandan yang terus diwanti-wanti oleh Penguasa Kota, juga langsung meminta orang yang paling cepat dari pasukan perbatasan untuk melaporkan hal tersebut pada Tuan Penguasa Kota.
Pemuda pemilik kereta kuda tersebut adalah Gou Long, ia telah melakukan perjalanan selama tiga minggu dari daerah Utara, dan baru siang ini sampai di Kota Lan Lianhua.
__ADS_1
Segela permasalahan Klan Gou yang berkaitan dengannya telah ia selesaikan, sedangkan hal-hal lain, para Penatua dan Kakek Gou Wenzhi sendiri telah bersepakat akan menyelesaikan sendiri, tidak perlu campur tangan Gou Long.
Walau saat ini Gou Long tahu, Sekte Teratai Biru berdekatan dengan Kota Lan Lianhua, namun Gou Long tidak berniat mampir di sana, dia telah menetapkan niat, akan memulai penyelidikan kembali terhadap Organisasi Ordo Setan Hitam, dimulai dari tempat terakhir kali Gou Long terjebak, yaitu Toko Mantan Pendekar.
Kerinduan di hati Gou Long memang sangat besar, tapi dia tetap akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu, dia tidak berputar-putar dan terlalu menghabiskan waktu secara percuma.
Namun, sungguh tidak disangka sama sekali oleh Gou Long, tiba-tiba saja, sikap tidak bersahabat ditunjukkan para pasukan perbatasan Kota.
Mendapatkan kepungan dan todongan senjata tajam, Gou Long berlaku sangat tenang, ia terlalu terbiasa dengan keadaan seperti itu, hampir di semua tempat kemunculan Gou Long selalu diawali dengan todongan senjata tajam.
“Mohon tanya! Kenapa Junior ini ditodong dengan senjata, dan dikepung ketat? Padahal Junior ini baru melakukan perjalanan jauh dari daerah Utara.” Gou Long bertanya, ia sangat tenang dan tidak impulsif sama sekali saat bertanya. Anak muda itu juga mengepalkan tangannya di depan dada, layaknya pembesaran negeri saja.
Dengan sikap tenang yang ditunjukkan Gou Long, para petugas perbatasan menjadi serba salah, apalagi sikap garang yang mereka tunjukkan sebelumnya, padahal mereka belum bertanya dan hanya mengenali Gou Long dari selebaran yang terus diingatkan oleh pimpinan mereka selama tiga tahun ini.
“Maafkan sikap kami Tuan Muda! Kami hanya bawahan yang patuh pada perintah atasan,” Petugas itu berjalan pelan ke salah satu petugas lain, ia mengambil selembar dari rekannya, kembali menghadap Gou Long, “Atasan kami memerintahkan untuk menangkap, atau jika kami tidak memiliki kemampuan, cukup menghadang saja orang di poster ini…”
Petugas tersebut berjalan dan menyerahkan poster itu pada Gou Long, ia melanjutkan perkataannya, “Dan raut wajah Tuan Muda persis seperti orang yang ada di dalam poster. Mohon Tuan Muda tidak menyulitkan kami!”
Gou Long membuka dan melihat selebaran poster tersebut, ia menjadi heran, lantas ia bertanya “Sejak kapan poster ini menyebar?”
“Itu… Sejak tiga tahun yang lalu Tuan Muda.”
“Baiklah! Aku tidak akan mempersulit kalian, akan kutunggu atasan kalian di sini, hatiku juga penasaran, kenapa aku dijadikan buronan di Kota ini?” jawab Gou Long, ia kemudian berjalan ke kusir kereta kuda, “Paman boleh melanjutkan perjalanan, dan ini bayaran harga sewa selama tiga minggu ini…”
__ADS_1
“Terima kasih Tuan Muda!”
Kereta kuda itu segera meninggalkan Gou Long dan pasukan perbatasan, apalagi pasukan perbatasan tidak menghadangnya.
Sementara Gou Long, lantas menjeplok di atas tanah, uniknya anak muda itu mengeluarkan meja kecil, cangkir dan arak harum dari dalam cincin penyimpanannya.
Pengalaman bepergian jauh, membuat Gou Long telah menyiapkan berbagai bekal unik sebelum bepergian, meja kecil dan cangkir arak ini dibawa Gou Long dari Klan Gou, saat ia mengambil hal-hal unik ini, juga mendatangkan rasa heran di hati Paman Gou Fei, dan itu di luar harapan beliau.
Saat itu, beliau berharap Gou Long akan membawa bekal makanan untuk perjalanan jauhnya, namun anak muda itu malah mengambil beberapa perkakas aneh. Walaupun begitu Paman Gou Fei tidak bertanya tentang kelakuannya itu.
Bau harum arak segera merebak di tempat itu, Gou Long benar-benar tidak peduli dengan mata dan kecap lidah dari pasukan perbatasan yang ingin mencicipi arak harumnya.
Orang-orang lain yang sedang dalam proses pemeriksaan identitas untuk masuk ke Kota Lan Lianhuan juga menjadi kagum, mereka meleletkan lidah melihat sikap tenang Gou Long, di bawah kepungan dan todongan senjata, ia dengan santai duduk menjeplok dan menikmati arak.
Melihat raut wajah dari para pasukan, Gou Long menawarkan, “Apa kalian ingin mencobanya?”
Mengabaikan rasa ingin mencicipi arak tersebut, “Tidak Tuan Muda! Melakukan hal itu akan dianggap kelalaian saat bertugas!” Petugas yang terlihat bijak menjawab ringkas.
“Hemm! Turunkan senjata kalian, aku tidak akan lari.” Pinta Gou Long.
Pasukan perbatasan terlihat ragu-ragu, mereka kembali melihat satu dengan lain.
Namun, kemudian petugas yang terlihat bijak menurunkan todongan senjatanya, petugas lainnya juga mengikuti tindakan tersebut.
__ADS_1