
“Bagus sekali! Kalian berdua memilihku sebagai lawan! Lihatlah wajah para Penatua kalian, raut kelegaan tergambar jelas di wajah mereka. Ha ha ha!... Tak ada satu pun dari Penatua itu yang setia.” Berkata seperti itu Gou Long coba memecah fokus para lawannya kembali.
Mengabaikan ucapan Gou Long, Tong Kak San langsung menyerang dengan jurus Pukulan Api Iblis Ilusi, “Jangan coba memecah konsentrasi kami lagi Penatua Gou! Sambut dulu pukulanku!...”
“Baik…”
Dengan menggunakan tenaga dalam berhawa panas sebesar sembilan puluh persen Gou Long menyambut pukulan tersebut, “Sayang sekali! Mereka mencari lawan yang mudah. Pada kenyataannya, kedua Siluman itu memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi dariku.” Senyum Gou Long mengembang, karena memikirkan hal tersebut.
“Swoosshh!”
“Booomm!”
Keras beradu dengan keras, keduanya sama tersurut mundur ke belakang, Ouyang Sikuan datang dengan serangan pedang cepat, tebasan menyilang ke arah bahu Gou Long.
Tangan kanan Gou Long mengeluarkan pedang tipis beracun, menyambut serangan pedang dengan Jurus Pedang Petir Membelah Langit.
Tanpa melihat, dia mengarahkan pedangnya ke punggung, “Trannkk!” tepat dan jitu, serangan Ouyang Sikuan berhasil dipatahkan, tidak sekedar menerima serangan, Gou Long juga balas mengayun sembarangan saja, namun mata pedang selalu menuju arah mematikan yang tidak bisa ditebak lawan.
Hawa busuk memualkan keluar dari setiap ayunan pedang Gou Long, “Bagaimana? Apa kau merasakan langkah-langkah kaki serta gerak tangan semakin melambat?”
Ouyang Sikuan menyadari ucapan Gou Long, pedang di tangan pemuda itu sangat beracun, sepuluh gebrakan awal jual beli serangan berakhir cepat, Ouyang Sikuan melesat mundur, ia mengeluarkan pil anti racun, dan meneguk cepat, begitu juga dengan Tong Kak San.
Kesempatan itu juga dipergunakan Gou Long, memberikan perasaan takut yang sebenarnya pada kedua lawan dirasa Gou Long sangat penting, ia menyimpan pedang.
“Transformasi Roh!” suara Gou Long lirih, terdengar oleh kedua Patriark itu.
Momentum lonjakan tenaga dalam Gou Long menggila, perubahan tubuh mencolok, layaknya setengah monster naga, dengan sepasang sayap energi murni dari petir emas di punggungnya.
Itu adalah Transformasi Roh ketiga.
Dengan pupil mata yang berbentuk pupil ular, ditambah sunggingan senyum kejamnya, Gou Long terlihat sangat mengerikan di depan kedua Patriark itu.
“Apa kalian merasakan perasaan takut? Tenang saja! Akan kuberi kalian kematian cepat, tidak ada penyiksaan sama sekali…” entah sejak kapan Gou Long tiba-tiba saja telah berada di samping Tong Kak San, masih menggunakan Jurus Pedang Petir Membelah Langit, dengan ujung jarinya ia menusuk Tong Kak San.
__ADS_1
Terkejut, berusaha menangkis, namun ia kalah cepat, hanya bisa mengandalkan lapisan tenaga dalam yang menyelimuti tubuhnya.
“Slashh!”
“Jeddaarr!”
Gelegar guntur dan retakan ruang besar mengiringi tebasan tersebut, lapisan tenaga dalam yang menyelimuti tubuh Tong Kak San rontok, bahkan bajunya berlubang besar tepat di perut setelah menerima tebasan itu.
Tengkuk Tong Kak San terasa dingin, “Ada apa ini? Kenapa lonjakan tenaga dalam pemuda ini tiba-tiba meningkat pesat?”
“Hoo! Masih bisa bertahan! Lalu bagaimana dengan jurus ini?” serangan kedua Gou Long datang, dalam jarak satu tombak, Gou Long tidak berpindah, namun dia membuat gerakan menusuk ke arah Tong Kak San, percikan kecil keemasan terlihat di ujung jari Gou Long.
“Ada apa ini? Mana serangannya?” selagi berpikir seperti itu, hawa tenaga dalam sangat panas dirasakan Tong Kak San, itu tepat di tempat bajunya yang telah berlubang.
Percikan kecil yang meluncur dari tangan Gou Long adalah Naga Kecil dari pemadatan hawa murni, jurus ketiga Pedang Naga Petir. Menciptakan Naga Petir Kecil dari pedang dan terlihat secara kasat mata sudah sering dilakukan Gou Long.
Namun, yang tadi dilakukannya adalah menciptakan Naga Petir Kecil, bahkan sangat kecil dan juga kasat mata, walau itu sangat kecil, tenaga dalam yang terkandung di dalamnya sangat besar, itu seperti ledakan bom atom jika terkena sasaran.
Hebatnya, energi tersebut hanya akan merusak organ dalam, tidak memiliki daya hancur bagi organ luar, Gou Long menggunakan prinsip pelepasan energi pada Teknik Memindah Jasad dalam penggunaan jurus tersebut.
“Bukankah kau penasaran bagaimana Ouyang Kecilmu mati?...”
“He he he…” terkekeh, seakan menikmati rasa takut yang muncul di hati lawan-lawannya.
“Kau juga boleh mencoba bertahan dari pembekuan ini!” tangan Gou Long bergerak cepat, tidak bisa dilihat dengan mata kepala, “Segel Suci! Penjara Es!..”
Ouyang Sikuan terlihat masih coba memahami maksud perkataan Gou Long, “Terlalu banyak omong kosong!” teriak Ouyang Sikuan, seraya kembali melancarkan serangan tebasan, hawa pedang yang keluar darinya lebih kuat dari hawa pedang sebelumnya ia lakukan.
Penjara es yang dilepaskan Gou Long pecah terkena hawa pedang tersebut.
“Hampir saja aku melupakannya, kau tidak jauh berbeda dengan Ouyang Kecilmu, yang tadi itu bukanlah hawa pedang tapi Niat Pedang. Sekali lagi! Coba kau pecahkan penjara es ini…”
Cepat Gou Long mengulang jurus yang sama, namun kali ini ia mengempos tenaga dalam sampai sembilan puluh persen pada jurus itu.
__ADS_1
“Krakk!”
“Krakk!”
Pembekuan bersifat korosif membekukan udara dengan cepat.
Dengan Niat Pedang kuat, Ouyang Sikuan menebas, berusaha balas serangan Gou Long, tapi kali ini gerakannya melambat, ujung pedang mulai membeku dan terus menjalar, sesuai dengan pembekuan udara di sekitarnya.
“Ini… Kenapa udara dan hawa murni di sini ikut membeku?” batin Ouyang Sikuan, ia juga merasa dadanya berdenyut nyeri dan dingin, pembekuan juga terjadi di dalam jantungnya.
Kedua lawan Gou Long masing-masing sekarang bertarung dengan energi murni berbeda yang menyerang mereka.
Selagi bertarung dengan Ouyang Sikuan, sudut mata Gou Long terus memperhatikan Tong Kak San.
Patriark Sekte Awan Berkabut masih terus coba meredam energi murni yang masuk ke dalam tubuhnya, kulit wajah dan tangan terlihat memerah, dari ubun-ubun kepala Tong Kak San asap keluar tebal dan mengepul.
“Tong Kak San! Aku hampir tidak mengenali dirimu lagi, keadaanmu persis seperti Pot Alkimia…”
“Ha ha ha…” Gou Long tertawa keras.
Sekarang ia bisa dengan bebas melihat kedua orang lawannya.
“Hanya segini saja, ini bahkan belum sampai sepuluh gerakan.” Ejek Gou Long.
“Nah! Ini adalah akhir dari derita kalian berdua…” membuat gerakan segel tangan cepat, “Segel Suci! Domain Es!” Array domain es tercetak di bawah kaki Ouyang Sikuan dan Tong Kak San.
“Segel Suci! Penjara Es!”
Lawan yang sedang bertarung dengan serangan energi sebelumnya dan belum berhasil mematahkan itu, ditimpa Gou Long dengan serangan lain. Keduanya tidak dapat bertahan, mati dalam keadaan beku.
Yang sangat menyakitkan yaitu Tong Kak San, hampir saja ia menjadi kabut uap, karena panas dan dingin beradu, tapi cepat Gou Long mempertebal penjara es bagi dia, sehingga tubuhnya tetap utuh dalam balutan balok es.
Menarik kembali Transformasi Roh, Gou Long menjeplok di atas tanah, menonton pertarungan antara dua siluman yang mengikutinya dengan empat orang Penatua lain.
__ADS_1
Dia jelas tidak melupakan Bok Tong Wa, “Kau teruslah berusaha singkirkan racun itu… Ha ha ha… Masih banyak waktu yang kau miliki sebelum keempat orang di sana juga mati…”