Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 242. Halangan Akan Selalu Ada


__ADS_3

“Bagus Siu Lan! Apa yang kamu perlihatkan sekaligus menyatakan kekuatan kita jelas lebih kuat dari mereka semua di sini.” Puji Nyonya Muda tersebut.


Sementara itu murid-murid Sekte Lembah Tengkorak melihat apa yang telah dilakukan Siu Lan tadi berdecak kagum, membayangkan sendiri untuk mengangkat patung tersebut hanya menggunakan tenaga Gang jelas bukan hal yang mudah untuk mereka kerjakan.


Namun ada juga beberapa orang maju dan mencoba mengangkat patung tersebut, apalah daya berusaha sekuat tenaga tetap saja patung tersebut tidak bergerak.


Murid-murid Sekte Lembah Tengkorak akhirnya patuh dan menyatakan kesetiaan mereka pada Sang Nyonya, juga mengangkat Nyonya Muda itu sebagai Matriark baru dari Sekte Lembah Tengkorak.


Proses pengambilan alih Sekte Lembah Tengkorak yang dilakukan oleh Nyonya Muda itu tidak berjalan semulus yang ia harapkan.


Saat ia mengatur prosesi penobatan dirinya sebagai Matriark baru, tiga orang yang sudah sangat tua keluar dari kultivasi tertutup. Itu adalah para Paman Guru dari Kun Hong, mereka sudah sangat lama tidak pernah keluar dari kultivasi tertutup.


Bahkan Kun Hong mengira ketiga Paman Guru ini telah meninggal, saat ini usia ketiganya hampir seratus tahun.


Begitu keluar dan melihat prosesi penobatan Matriark Sekte Lembah Tengkorak, perasaan heran timbul di hati ketiganya, mereka jelas tidak mengenal Nyonya dan kelima gadis yang sangat berkuasa di Sekte Lembah Tengkorak.


“Perempuan Gila dari mana ini! Sangat berani menyatakan diri sebagai Matriark Sekte yang susah payah kami bangun?” teriakan keras terdengar mengiringi kehadiran dari ketiga orang tersebut.


“Kun Hong! Sejak kapan kau menjual Sekte pada orang-orang antah berantah?” orang tua lainnya bertanya.


Lalu orang tua ketiga juga tidak mau mengalah, “Kun Hong! Mana Kun Hong?” teriaknya, ketiganya jelas telah melihat tidak adanya kehadiran Kun Hong di sana.


“Hi hi hi…” terkikik geli Nyonya Dong balas memaki keras, “Tiga tua bangka yang tidak tau diri! Sadarkah kalian, dengan Nyonya ini yang menjadi Matriark Sekte Lembah Tengkorak, Sekte ini pasti akan lebih maju dan hebat, jika dibandingkan di bawah kepemimpinan Kun Hong, atau bahkan di bawah kepemimpinan kalian sekalipun.”


“Sundal gila! Dari mana asal keberanianmu berkata seperti itu!” salah satu dari Paman Guru Kun Hong memaki, orang ini memang berangasan, “Dasar pengacau! Coba kau rasakan Pukulan Telapak Tulang Putih milikku!” 


Dia langsung menyerang Nyonya Dong tanpa berlama-lama.


“Whusshh!” 


Sebuah telapak dari energi murni berbentuk tulang tangan, itu juga membawa hawa panas yang sangat menyengat. Meluncur deras ke arah Nyonya Dong.

__ADS_1


“Kau berani!” ujar Nyonya Dong.


“Hufft! Cari mati!” lanjutnya.


“Kalian mundurlah!” perintah Nyonya Dong pada lima orang gadis pembantunya. Patuh kelimanya segera melesat dan menghindar.


Nyonya dong dengan ringan menyambuti pukulan itu, jurus yang dikeluarkan sangat unik, itu adalah pukulan dasar Telapak Arhat.


“Dasar tiga tua bangka tidak tahu diri! Nyonya ini akan sangat senang untuk segera mengirim kalian ke neraka lebih cepat, Sekte Lembah Tengkorak ini akan mengalami perubahan yang sangat besar di bawah pimpinan Nyonya ini…” Ejeknya.


“Whuussshh!”


“Dhhuuaaarr!” 


Ledakan dahsyat dan menggetarkan tanah terjadi akibat adu pukulan itu.


Debu mengepul tinggi pasca ledakan terjadi, Sang Nyonya terlihat biasa saja, sementara orang tua yang menyerangnya terdorong mundur satu tombak ke belakang, dia merasa seperti pukulannya sendiri yang membalik.


“Ranah Surgawi Tahap Awal berani mengotori tangan Nyonya ini! Huft! Tidak ada kata selamat bagi kalian bertiga...” ucap Sang Nyonya, matanya menajam, raut wajah kelam membesi ia sangat marah pada ketiga orang tua tersebut.


Sekali adu pukulan dan melihat sorot mata dari ketiga orang tua itu saja, Nyonya Dong sudah bisa menyatakan dengan tepat Ranah Kultivasi dari tiga orang tua itu.


“Kemajuan dari Sekte Lembah Tengkorak ini akan dimulai dengan cara menghapus kotoran tua yang tidak akan pernah bisa berkembang lagi macam kalian! Menyimpan kalian dalam Sekte hanya akan menghabiskan sumber daya yang ada.” Nyonya Dong mengakhiri ucapanya, sekaligus berniat memperlihatkan contoh bagi murid-murid yang berani membantah kehendaknya.


Nyonya Dong bergerak perlahan, namun daya tekanan yang dibawanya terasa pada semua murid-murid Sekte Lembah Tengkorak, dia bergerak memukul lembut dan pelan.


Tiga Pukulan Telapak Arhat dilepaskan pada ketiga orang tua itu. 


“Whuussshh!”


Cepat ketiganya mengelak dan membalas, Pukulan tiga orang tua itu sama, “Boomm!” hal yang sama seperti sebelumnya kembali terulang kali ini ketiganya merasa seperti pukulan sendiri yang membalik.

__ADS_1


“Ilmu Telapak Kapas Sutra!” teriak ketiganya bersamaan. Mereka telah mengenali jenis pukulan yang dilepaskan oleh si Nyonya.


“Apakah anda orang yang disebut dengan Nyonya Gila Berwajah Malaikat?” tanya salah satu dari tiga orang Paman Guru Kun Hong.


“Apa yang kau katakan? Dengan perkataanmu itu, kau selangkah lebih dekat dengan kematian, kupastikan jasad mu tidak akan bersisa!” Nyonya Dong marah besar, dia tahu orang-orang Dunia Persilatan memberi julukan itu pada dirinya.


Namun tidak ada seorangpun yang berani mengatakan julukan itu secara langsung padanya. Panggilan dengan julukan itu merupakan hal yang tabu bagi seniman bela diri dan sangat dipantang semua orang.


Itu sama seperti memaki dia dengan perempuan gila, dan setiap orang yang berani berkata seperti itu secara langsung akan dibunuhnya tanpa meninggalkan bekas, dengan tubuh hancur menjadi daging cacah dan genangan darah.


Setelah mengeluarkan ancaman Nyonya Dong bergerak sangat cepat, hampir tidak terlihat mata kepala cara ia bergerak, ini sangat berbeda dengan gerakan sebelumnya yang ia perlihatkan.


Sebelumnya ia terlihat malas-malasan dalam menyerang, sekarang ia menjadi sangat ganas. Yang diserang yaitu orang tua yang memanggilnya dengan sebutan Nyonya Gila.


“Hi hi hi…” Mengikik seram, bagaikan gerakan setan, ia menyerang si Orang Tua dari segala sisi. Dasar Ranah Kultivasi yang berbeda terlihat mencolok, itu hampir tidak ada perlawanan, keduanya masih menggunakan Pukulan Telapak, namun si orang tua sudah tertekan hebat.


Dua orang lain, coba membantu rekannya, Nyonya Dong tidak peduli pada dua orang yang lain, dia secara asal-asalan melepaskan lagi pukulan yang sebelumnya pernah ia lepaskan pada dua orang tua yang datang membantu.


“Agar kedua tua bangka itu tidak bisa membantu, kau mampus saja sekarang.” Selesai berkata, gerakannya tambah hebat.


Bayangan telapak memenuhi udara, semuanya mengarah pada orang tua yang bertanya. Lalu Nyonya itu sendiri menghilang dari pandangan mata semua orang. Dia telah muncul dari atas kepala, tangan kirinya dengan tepat mengenai ubun-ubun dari si orang tua.


Kelima jari Nyonya Dong melesak masuk ke dalam kepalanya, orang itu tewas seketika itu juga.


Semua itu terjadi sangat cepat, orang yang diserang oleh Nyonya Dong sama sekali tidak dapat mengelak. 


“Adik ketiga!” teriak dua orang tua lain serentak, saat melihat kematian orang ketiga dari mereka.


Nyonya Dong membuktikan ucapannya, setelah membunuh, ia mengembangkan Teknik Terbang, dengan tangan kiri masih melesak ke dalam kepala mayat itu, ia mengelak semua serangan susulan yang datang padanya.


Lalu…

__ADS_1


__ADS_2