Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 218. Persiapan


__ADS_3

Berjalan masuk ke dalam aula pertemuan Paviliun, Gou Long memilih duduk di salah satu kursi batu yang ada di dalam aula. Dia tidak pernah merasa superior terhadap bawahnya yang lain, termasuk itu Feng Yueyin ataupun Leng Kun.


Lagi pula sejak awal ia mendirikan Paviliun Gunung Teratai, Gou Long hanya berniat menjadi Paviliun sebagai pusat perdagangan terbesar di Daratan Tengah, dia tidak memakai konsep Sekte Besar. 


Walaupun begitu, ia tetap akan merekrut orang-orang yang menurutnya cocok untuk bergabung memperkuat Paviliun, sedikit tapi berkualitas lebih baik dari banyak tapi hanya keronco tak berguna.


Mengikuti di belakang Gou Long, keempat lainnya, “Kalian semua silahkan duduk di tempat yang kalian sukai.” Melihat mereka semua satu persatu, Gou Long kembali menarik nafas panjang.


“Master Paviliun tidak perlu khawatir, Array yang aku atur sangat kuat, ini yang masih dilihat musuh adalah bentuk pertahanannya, kalau guncangan ini terasa semakin keras mereka akan merasakan mati di bawah serangan Array milikku.” Leng Kun menyadari rasa khawatir Gou Long. 


Berkata seperti itu, bukan saja bisa memberi kelegaan bagi Gou Long, namun pada mereka semua.


Kerutan di dahi Gou Long muncul, betapa keras ia memikirkan langkah, dia yakin orang-orang di bawah sana sedang menunggu bala bantuan, dan juga kedatangan Master Array yang bisa membongkar Array pertahanan ini.


“Bagaimana kalau mereka mendatangkan Master Array?” tanya Yu Yihua, pertanyaan ini seperti mewakili apa yang ada di dalam hati Gou Long saja.


“Tugas kalian hanya perlu percaya padaku dan Yueyin Siaumei,” Leng Kun menunjuk Feng Yueyin, “Dia sangat tidak berbakat dalam mengatur Array, tapi ia sangat ahli dalam mengontrol Array,” nada suara Leng Kun sangat meyakinkan.


Memperlihatkan tiagram piring pengontrol Array, “Saat ini tiagram lempengan ini hanya aku dan Yueyin Siaumei yang memiliki. Ini adalah tiagram pengontrol Array Gunung Teratai.” Leng Kun mengakhiri ucapannya, tersenyum bangga.


Gou Long menatap Feng Yueyin sejenak, “Benarkah seperti itu?” 


“Iya…”


Feng Yueyin seperti takut, dia merasa ilmu silatnya belum mengalami perkembangan.


“Bagus sekali…” menjeda kata, kembali Gou Long berpikir, ia sampai bangkit berjalan mondar-mandir di aula tersebut. Tidak ada yang berbicara, semua menunggu perkataan dari pemuda itu.


Menatap mereka kembali satu persatu, “Saudara Tua, Junior akan berkata hal yang sebenarnya padamu, saat di Tanah Suci Para Pendekar Junior tidak meracunimu, maka Junior ini menyampaikan permintaan maaf pada Saudara Tua! Saudara Tua tidak perlu minum pil apa pun dalam tiga bulan. Maaf Junior telah mengelabui Saudara Tua dalam jangka waktu yang sangat lama!”

__ADS_1


Sedikit gerakan tangan, Gou Long mengeluarkan botol giok berisi Pil Kondensat Ranah Surgawi, hasil dari saat adu racik pil dengan Ho Peng. Itu jelas Pil Ranah Surgawi Tingkat Tinggi, “Saudara Tua harus menerobos Ranah Surgawi malam ini juga, jadikan Pil ini sebagai pelecut. Jangan sia-siakan Pil yang memiliki tiga gurat nadi ini…”


Gou Long mengeluarkan sebiji pil dan menyerahkannya pada Duan Hong Ya, yang diterimanya dengan tangan bergetar.


“Terima kasih Master Paviliun… Duan tua ini tidak akan menyia-siakan kebaikan Master Paviliun.”


Duan Hong Ya tidak menyangka, Pil ini bahkan lebih hebat dari yang orang lain tahu, karena saat itu dijadikan taruhan hanya mengharuskan membuat satu guratan nadi pil. Gou Long juga tidak memperlihatkan pada orang lain pil tersebut.


“Pilihlah salah satu Bukit yang menyerupai kelopak di Gunung ini, pergilah sekarang juga!” perintah Gou Long.


Duan Hong bergerak keluar dari aula.


“Saudara Tua, tunggu sebentar!” teriak Gou Long.


“Ini ambillah! Berjaga-jaga dari kekurangan aura Langit dan Bumi, karena malam ini akan banyak orang yang akan menembus Ranah Surgawi di beberapa bukit berbeda.” Ucap Gou Long tersenyum misterius, seraya melemparkan dua Kristal Esensi Siluman kelas ke-2 pada Duan Hong Ya.


Gou Long menatap Leng Kun, dan Yu Yihua “Urusan pengontrolan Array, serahkan pada Yueyin Siaumei, sedangkan Leng Twako dan Nona Yu harus ikut bertarung! Ha ha ha…” Gou Long masih bisa tertawa saat genting seperti itu.


“Leng Twako dan Nona Yu juga harus menerobos Ranah Surgawi malam ini!” memperlakukan hal yang sama pada mereka berdua, seperti yang ia perlakukan pada Duan Hong Ya. 


Setelah mengambil Pil Kondensat dan dua Kristal Esensi Siluman, keduanya segera keluar dari sana, melesat mencari posisi yang cocok untuk menerobos Ranah Surgawi.


Hanya tinggal Gou Long dan Feng Yueyin di sana.


“Yueyin Siaumei! Bagaimana kultivasimu?”


“Mengalami peningkatan, tapi belum bisa menembus Ranah Langit…” jawab Feng Yueyin menyesalkan perkembangannya yang lambat.


“Apa yang Yueyin Siaumei khawatirkan, tidak perlu tergesa-gesa, perjalanan kultivasi masih sangat panjang...” Gou Long coba menegarkan gadis itu.

__ADS_1


“Oiya! Siauw Xiezy masih bersamamu? Atau kau biarkan ia berkeliaran?” Lanjut Gou Long, mengalihkan percakapan.


Feng Yueyin menyerahkan cincin budak pada Gou Long, “Bahaya yang datang belum ada yang menembus Array pertahana dari Leng Twako, jadi Siauw Xiezy selalu berada di dalam sana.” Ujarnya.


Menerima cincin tersebut, Gou Long menyentilnya dan mengirimkan suara dengan pengerahan tenaga dalam ke dalam cincin, “Siauw Xiezy! Sudah tidak ada waktu lagi untuk beristirahat! Sekarang musuh akan berdatangan, kita harus siap bertarung kapanpun, keluarlah!” perintah Gou Long.


“Eira! Kau juga, sudah cukup waktu tidurmu!” Gou Long mengeluarkan paksa rubah yang sebesar kucing dewasa itu dari dalam bajunya.


Menguap-nguap malas Eira menggerutu, “Aku lapar! Belum makan seharian…”


Feng Yueyin terkikik geli melihat tingkah Eira.


Tidak memedulikan tingkah Eira, Gou Long memanggil Hauri.


“Hauri…”


Lengkap sudah, tiga makhluk yang terikat dengan Gou Long telah muncul semua, merekalah kekuatan yang sesungguhnya.


“Ha ha ha…” Gou Long tertawa lepas, senang melihat ketiga makhluk itu, “Kita akan berperang! Kalian akan aku tugaskan berdasarkan keahlian masing-masing.” ujar Gou Long.


Hauri yang masih bingung dengan apa yang telah terjadi bertanya, “Ada apa ini? Raut wajah dari Siaumei-mu juga terlihat menegang.” Heran Hauri.


“Coba kau edarkan kesadaran spiritual ke Kaki Gunung ini! Merekalah lawan kita,” jawab Gou Long, menyuruh Hauri merasakan sendiri kehadiran musuh kuat, “Sebenarnya mudah saja kita bunuh mereka satu persatu sekarang juga, tapi… Aku ingin memberi kejutan pada mereka, dan memukul jatuh mental mereka, sehingga ke depan mereka tidak akan berani mengusikku lagi!” lanjut Gou Long, menjelaskan niat hatinya.


Hauri melakukan apa yang diperintahkan Gou Long, begitu juga yang dilakukan Siauw Xiezy dan Eira, “Hah! Orang-orang ini semuanya Puncak Ranah Surgawi!” kejut ketiganya, serentak.


“Ha ha ha…” Gou Long tertawa melihat mereka terkejut. 


“Kuyakin, esok atau lusa mereka bertambah lebih banyak, apa kalian merasakan niat pembantaian?” tanya Gou Long. 

__ADS_1


__ADS_2