
Tabib Shu merasakan pusing sejenak. Kemudian dia mendapatkan dirinya telah berada di platform lain. Riuh sorak sorai penonton pada Kompetisi Empat Keterampilan terdengar jelas di telinganya.
Di sana, dia melihat seorang pria muda tanggung dengan wajah yang sangat pucat.
“Jangan bergerak dan jangan melawan!” Suara dingin terdengar dari arah belakang Tabib Shu.
Meskipun dia mendapatkan perintah untuk tidak bergerak, tapi tetap saja dia berbalik dan berdiri terpaku di tempat saat mendapatkan pemuda lain dengan santai keluar dari ruang hampa.
Pemuda itu tersenyum ramah pada Tabib Shu. “Aku sangat berterima kasih padamu karena merawat Istriku dengan sangat baik.” Kemudian wajah si pemuda terlihat mendominasi, tegas serta kilatan kekejaman muncul dari sorot matanya. “Aku memiliki penawaran bagimu, dan ini hanya ada dua pilihan.”
“Engkau menolak, maka sekarang juga engkau mati. Jika engkau menerima ini adalah suatu kebaikan bagi dirimu.”
Tabib Shu baru sekarang menyadari, pemuda di depannya ini seorang dengan tingkat kultivasi yang tidak dapat dia ukur, mungkin saja ini adalah Puncak Ranah Kaisar Agung. Tapi, siapa dia?! Kenapa tidak pernah terdengar kabar tentang orang yang bisa melakukan teknik Kultivasi Ruang Angkasa?
Tabib Shu mengepalkan tangan di depan dada. “Bagaimana itu menjadi suatu kebaikan bagiku?!”
Gou Long tersenyum kecil. “Bing Feng! Perlihatkan aura mu yang sebenarnya pada siluman tua ini!”
Sambil terus mempertebal penghalang di platform itu, Bing Feng mengeluarkan aura dari Roh Suci. “Bagaimana penilaian mu terhadap kultivasi ku?!”
Tabib Shu berdiri gemetar. “R-roh S-suci ….”
Suara yang tercekat di kerongkongan, tidak dapat dilanjutkan. Begitu terkejutnya dia.
Gou Long kembali tertawa. “Aku memberimu pilihan; Satu mengikat kontrak jiwa dengan ku, dan ranah kultivasi mu pasti akan meningkat setara dengan Roh Suci. Atau yang kedua, engkau aku bunuh sekarang juga.”
Dalam keadaan gemetar, Tabib Shu tentu dapat berpikir jernih. Dia memilih untuk mengikat kontrak jiwa dengan anak muda itu. “K-kontrak J-jiwa ….”
“Baik sekali …” Gou Long membuat gerakan segel pengunci jiwa tingkat lanjut. “Buka kesadaran spiritual mu.”
__ADS_1
Tabib Shu melakukan semua perintah si pemuda. Dia bahkan menutup mata, kemudian Tabib Shu merasakan si pemuda telah menyentuh dahinya.
“Dess!” Sensasi peningkatan dan lonjakan kultivasi dirasakan Tabib Shu.
Siluman tua itu benar-benar berada pada posisi tidak mengerti dan senang. Pada saat dia membuka mata, si pemuda yang mengikat kontrak jiwa dengannya tadi sudah tidak terlihat di sana, dan hanya menyisakan pemuda tanggung berwajah pucat perwujudan dari Roh Suci.
“Kemana tuan?!”
“Abaikan saja dia, sekarang sebaiknya engkau menstabilkan ranah kultivasi mu.” Bing Feng berkata dengan acuh.
Gou Long memang telah kembali membuka void crack dan menuju ke tempat Ding Jia Li serta Siauw Xiezy. “Maafkan suamimu ini, Istriku! Apa yang Gege lakukan tadi pasti sedikit mengangetkan mu.”
“Bagi kalian berdua ini akan terasa sedikit pusing.”
Dalam kepanikan sesaat, Ding Jia Li dan Siauw Xiezy mendengar suara Gou Long perlahan di telinga mereka. Sama seperti Tabib Shu, keduanya tiba-tiba saja menghilang dari tempat duduk mereka dan telah berada di platform VIP.
Saat melihat Tabib Shu sedang menstabilkan peningkatan ranah kultivasi, Siauw Xiezy segera menyadari bahwa Tabib Shu mengikat jiwa dengan Tuannya.
Ding Jia Li tidak dapat menahan gejolak hati, dia langsung bergerak memeluk erat Gou Long. “Ge! Engkau sangat tega, engkau tidak tahu bahwa Jia Li ‘er dan Siauw Xiezy hampir saja tidak akan pernah bertemu dengan Gege lagi. Kenapa engkau sangat lama mencari kami?!”
Gadis itu langsung saja menyodorkan berbagai pertanyaan dan keluh kesah karena penderitaannya saat pertama kali terjatuh malah di domain siluman.
Gou Long tidak bisa menjawab, hanya terus mengelus lembut punggung istrinya. Ya, berdiam diri tanpa menjawab adalah hal yang paling baik dilakukan saat itu. Karena dia tahu, Ding Jia Li memang tidak membutuhkan jawaban, gadis itu butuh untuk didengarkan.
Puas dengan berbagai keluh kesahnya, Ding Jia Li baru teringat di sana bukan hanya ada suaminya saja. Namun, Siauw Xiezy, Tabib Shu dan pemuda tanggung berwajah pucat.
Gou Long memperkenalkan Bing Feng pada mereka semua. Ya, Bing Feng memang sebelumnya tidak diketahui oleh Ding Jia Li dan Hua Mei. Lagi pula siluman itu tidak pernah keluar sejak Gou Long membebaskannya.
Setelah suasana melepaskan rindu sesaat itu usai. Gou Long melemparkan senyum licik. “Sekarang kalian semua bersiap-siaplah dengan potensi adanya perkelahian.”
__ADS_1
Ruang hampa dibuka Gou Long, dia meminta ketiga siluman itu untuk mengecilkan diri dan masuk ke dalam jubahnya.
Sementara Ding Jia Li segera digandeng tangan oleh Gou Long. Si pemuda tidak menjelaskan mereka akan pergi ke mana. Masuk ke dalam void crack dan menghilang dari platform VIP yang dia sewa.
***
Di area sebelah timur. Platform VIP ini adalah tempat peserta dan pendamping dari Ras Manusia berkumpul. Penguasa Kota Yuan Liong, tujuh orang Puncak Ranah Kaisar Agung yang tersisa, orang-orang dari Kota Enghiong, dan yang paling aneh ada seorang kaisar agung pemilik penginapan elit dari Kota Yuan Liong.
Orang ini rupanya salah satu guru yang mengajar ilmu Alkimia pada peserta dari Kota Yuan Liong.
Pada saat itu semua orang di sana yang awalnya sedang asyik melihat Kompetisi berlangsung. Sekarang telah berubah. Suasana di tempat itu mendadak terasa menegangkan.
Itu tidak lain karena tujuh orang Puncak Ranah Kaisar Agung telah merasakan adanya fluktuasi energi dari ruang hampa yang tidak beraturan.
“Dia datang ke sini.”
Peringatan singkat dari tujuh orang Puncak Ranah Kaisar Agung pada semua orang dari Ras Manusia. Semua orang bisa saja bersikap bermusuhan pada orang yang akan muncul dari balik fluktuasi energi ruang hampa. Tapi, tidak demikian dengan orang-orang dari Kota Enghiong, mereka terlihat dengan ekspresi yang campur aduk dan tidak bermusuhan.
Eira dan Hua Mei tentu saja tahu, saat ini ranah Kultivasi Gou Long telah setara dengan tujuh orang Puncak Ranah Kaisar Agung di tempat itu. Hua Mei juga sangat yakin ada hal yang dapat dijadikan pegangan dari suaminya sehingga dia berani datang.
Sementara yang lainnya terlihat khawatir. Mo Xiaohu telah banyak belajar, dia melihat sikap Eira dan Hua Mei yang sangat tenang, gadis ini ikut menjadi tenang.
Lalu, ketegangan sesaat itu segera saja berakhir ketika Gou Long dan Ding Jia Li keluar dari balik ruang hampa. Si pemuda muncul di depan semua orang dengan tersenyum mengejek. Ding Jia Li memeluknya erat sambil menutup mata.
Sejak dia menyebarkan Kesadaran Spiritual secara meluas sebelumnya, Gou Long sudah tahu di tempat ini ada tujuh orang Puncak Ranah Kaisar Agung. Namun, setelah menghitung untung dan rugi juga memperkuat pihak sendiri dengan mengikat Tabib Shu sebagai bawahan baru. Gou Long sangat yakin tujuh orang Puncak Ranah Kaisar Agung ini tentu tidak akan berani sembarangan menyerang.
Ketika Gou Long muncul dari balik void crack, Hua Mei dan Eira langsung berdiri di sisi si pemuda.
Lalu, dari balik jubah Gou Long juga keluar tiga siluman yang langsung mengambil bentuk perwujudan manusia.
__ADS_1
“Apakah kalian ingin bertarung?!”