Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 318. Imbang


__ADS_3

“Saudara Gou! Pertandingan ini tidak bisa dilanjutkan, aku mengaku kalah.” Kesombongan yang sejak awal diperlihatkan Situ Wan, berganti dengan rasa takut. Dia berpaling dan menghadap pada semua pemburu di lantai satu. “Saudara sekalian, maaf! Sepuluh ribu kristal Kaisar kelas rendah milik kalian raib secara percuma.”


Gou Long tersadar setelah mendengar ucapan dari Situ Wan. Ia menolak pemberian kemenangan, sikap Gou Long juga menjadi lebih sopan pada orang-orang tersebut.


“Hal itu tidak dapat Junior terima, dalam kehidupan ini Junior tidak pernah mau menerima penghormatan dari orang yang kalah sebelum bertanding. Apapun ceritanya, pertarungan ini harus terus berlanjut.” Gou Long berbicara dengan tegas. Walau kristal kaisar sangat diinginkan, tapi penghormatan dan pernyataan menyerah sebelum bertanding benar-benar mengusik jiwa gagah dari si pemuda. 


“Saudara Gou, kami hanya orang kecil di Dunia Kaisar Peri. Bagaimana mungkin kami berani mengusik keturunan Kaisar Peri, kami tidak mau mencari ke–” Situ Wan sudah menyerah secara fisik dan mental.


Akan tetapi, Gou Long bersikeras dan ia memotong ucapan Situ Wan dengan teriakan penuh ejekan. “Apakah kau sangat pengecut? Ha ha ha … sejak awal kau tidak pantas menjadi lawan dariku! … Tidak! Bahkan kau tidak pantas tinggal di Kota Enghiong. Kau bukanlah seorang Enghiong … sampah! Ya! Hanya sampah julukan yang cocok disematkan pada manusia kerdil, berjiwa pengecut macam dirimu.”


Ejekan yang begitu menghina, dari Gou Long, sangat mengena di hati Situ Wan. Wajah yang klimis menghitam, ini suatu kemarahan yang sangat tidak tertahankan. Ingin rasanya ia memuntahkan seteguk darah karena makian bertubi-tubi dari Gou Long.


Dalam sekejap saja, kemarahan yang membara telah menutupi sifat pengecut dan pikiran hal-hal baik terkait Gou Long. “Setan kecil, keparat kurang ajar! Aku akan mengajar adat padamu. Kau mencari kematian mu sendiri. Bersiaplah untuk mampus!” 


Situ Wan bergerak gesit dan kembali menyerang Gou Long, Kaisar Qi meluap-luap di sekujur tubuhnya. 


“Baaamm!” Satu tangan kuat dan kokoh menghentikan pukulan tersebut. Tiong Ji Siang berdiri di depan Gou Long, dengan tangan kirinya menggenggam erat pukulan dari Situ Wan. “Kau boleh meluapkan kemarahan yang meledak-ledak. Namun, ini masihlah pibu dan harus dilakukan dengan adil. Pukulan yang kau lepaskan ini terlalu ganas dan berbahaya.”


Tanpa hadangan dari Tiong Ji Siang, sebenarnya Gou Long bisa menepis dan membalas serangan itu dengan mudah.


Tiong Ji Siang menghempaskan Situ Wan sejauh dua tombak. Ia mengontrol Kaisar Qi dengan sangat baik, sehingga Situ Wan tidak mendapatkan kerugian sama sekali.


Lelaki gagah itu kembali menginjak pedang terbang, dan melayang tiga tombak. “Kita sudah mendengar, bahwa Pemburu Gou bukanlah keturunan Kaisar Peri. Jadi tidak ada kata mundur bagi Pemburu Situ, pertarungan akan kembali dilanjutkan.”

__ADS_1


“Pemburu Gou sendiri juga yang meminta pertarungan untuk terus dilanjutkan.”


Ya! Pada dasarnya, memang sejak awal niat Gou Long ingin mencoba kekuatan dari Energi Murni di Dunia Kaisar Peri. Mendapatkan kristal kaisar hanyalah bonus dari taruhan saja.


Semua orang-orang kembali bersemangat, mereka masih memiliki keyakinan dapat mengambil keuntungan yang tidak sedikit dari taruhan pibu.


Situ Wan juga telah tersadar, tidak seberangasan tadi, serta tidak sesombong diawal. Ia membungkuk hormat, dan mengepalkan tangan di depan dada. “Maafkan kelakuan ku sebelumnya Saudara Gou, mari kita kembali bertanding dengan adil.”


“Aku telah menunggu sejak tadi, silahkan Saudara Situ memulai.” Gou Long masih dalam mode transformasi roh, minta Situ Wan membuka serangan.


“Baik! Saudara Gou berhati-hatilah, aku tidak menahan diri. Maaf andai pukulan dariku membuat Saudara Gou lebam membiru,” ujar Situ Wan memberi peringatan.


Tiong Ji Siang kembali memasang tabir gaib, kubah emas pucat Kaisar Qi.


Ia tersenyum, tangan yang mengepal, dibuka tutupkan, gesture ejekan secara tidak langsung. “Maju sini, akan aku layani semua serangan darimu.” Begitulah maksud dari gesture Gou Long.


Situ Wan segera bergerak, ia melesat cepat, siluet bayangan tubuhnya yang tinggi sangat mudah menyerang Gou Long, sekalipun anak muda itu dalam posisi melayang. 


Warna bayangan keemasan mulai bergerak cepat, elemen cahaya milik Situ Wan memperlihatkan kecepatan cahaya. Kaisar Qi yang meluap-luap membanjir keluar dari setiap pukulan dan tendangan Situ Wan. Itu bagaikan air bah yang telah menghancurkan tanggul besar.


Ia bergerak lincah dan berkedip-kedip. Hanya memperlihatkan cahaya emas samar. Bagaikan kupu-kupu kuning yang mengepakkan sayap tiada henti.


Akan tetapi, Transformasi Roh wujud ketiga Gou Long lebih kuat dari dua wujud lain. Cahaya emas yang lebih terang dari Situ Wan keluar dari tubuh Gou Long. Momentum lonjakan Energi Murni Gou Long juga mengejutkan orang-orang yang ada di luar kubah.

__ADS_1


Jual beli pukulan dan tendangan mendatangkan suara kesiur angin pukulan yang menghantam telak dinding kubah emas.


“Whosshh!”


“Pomp!”


Gerakan jurus Delapan Belas Tapak Penakluk Naga  yang dimainkan Gou Long menyembunyikan banyak gerakan tipuan. Tapi Situ Wan ini benar-benar hebat. Ia tidak hanya omong besar saat mengatakan setelah Huo Cin Lam, ia lah orang terkuat di lantai satu.


Setiap serangan tipuan dari Gou Long selalu dapat ia tangkis dan elakkan. Termasuk serang dalam gerakan yang sangat rumit, di satu kesempatan, Gou Long melakukan tiga serang beruntun. Tendangan sapuan di kaki, dilanjutkan dengan tonjokan uppercut, dan satu totokan ke arah rusuk.


Namun, tiga serangan beruntun Gou Long hanya dielak oleh Situ dengan satu liuk badan yang sedikit dicondongkan ke belakang.


Pertarungan terus berlanjut hingga dua ratus gerakan. Sampai saat itu, yang kalah dan menang benar-benar tidak terlihat, keduanya berimbang. Bahkan bila pertarungan terus dilanjutkan sampai seribu gerakan, itu tetap saja akan berimbang.


Kaisar Qi memang lebih unggul daripada Energi Murni, tapi Transformasi Roh lah yang mengacaukan kemenangan Situ Wan.


Keduanya sama-sama sadar dengan kedudukan dalam pibu tersebut. Gou Long lebih dahulu mundur keluar dari gelanggang pertempuran. Ia melesat ke belakang sejauh dua tombak. Situ Wan juga mengikuti tindakan Gou Long.


“Terima kasih Saudara Situ, sudah berlaku ringan dan tidak terlalu kejam,” ucap Gou Long ramah.


Situ Wan cukup sadar diri, pemuda di depannya hanya berbasa-basi. “Saudara Gou hanya merendah, tanpa Kaisar Qi–Saudara Gou bahkan bisa mengimbangi gerakanku. Benar-benar orang yang berhak memperoleh teknik milik Kaisar Peri.” 


Tiong Ji Siang membuka tabir kubah emas, dia juga mengumumkan bahwa pibu itu berakhir imbang. 

__ADS_1


Masing-masing pemburu yang bertaruh mendapatkan kembali kristal kaisar sejumlah yang mereka pertaruhkan, tidak lebih dan tidak kurang. Tiong Ji Siang menggunakan tenaga hisapan dan menarik kristal miliknya, ia melesat kembali naik ke lantai tiga.


__ADS_2