
Pertanyaan tersebut juga muncul di dalam benak Gou Long, dan itu masih menjadi rahasia, mungkin hanya Hauri yang bisa menjawabnya.
Mendengar ledakan tersebut Gou Long segera berbelok arah dan melesat menuju ke arah ledakan dengan mengembangkan Ilmu Walet Menunggang Angin.
“Boooomm!”
Masih sambil bersiul-siul kecil, Gou Long terus melesat. Ketika ledakan kedua terdengar serta berlanjut dengan gempa bumi yang terjadi, Gou Long tidak berleha-leha lagi, dia mengganti teknik dengan terbang secepatnya.
Nalurinya mengatakan ada bahaya yang sangat besar, akan melanda Tanah Suci Para Pendekar.
Tidak hanya Gou Long saja yang segera meluncur ke sana saat ledakan kedua terjadi, seniman bela diri lainnya yang berdekatan juga ikut melesat ke sana, namun itu semua bergantung kecepatan ilmu meringankan tubuh masing-masing.
Dengan kecepatan terbangnya, dalam waktu 20 menit Gou Long telah tiba di tempat terjadinya ledakan, pemandangan di situ sangat mengiriskan hati, banyak dari para seniman bela diri berjatuhan karena bertarung dengan 700 seniman bela diri yang terselimuti Energi Hitam Iblis.
Sebelum benar-benar mengambil tindakan, Gou Long dapat melihat di sudut jauh, Hua Mei, Murong Qiu, seorang gadis bercadar, dan Duan Hong Ya sedang terdesak hebat melawan 20 seniman bela diri yang sudah terpapar Energi Iblis.
Tanpa membuang waktu lagi dia segera melesat ke sana, sambil melesat tangannya membuat segel transformasi roh dan yang dipilih adalah roh kedua.
Dengan kecepatan terbang dalam sekejap tubuh Gou Long sudah berada di gelanggang pertarungan kelompok Hua Mei.
Melayang di udara, dengan cepat Gou Long membuat segel serangan kuat.
“Segel Suci! Domain Petir!”
“Segel Suci! Naga Mini Petir Kirin!”
Gelegar petir tiada henti terdengar di bawah domain petir hitam yang diciptakan Gou Long tepat di atas kelapa Hua Mei dan yang lainnya.
Dengan sedikit ayunan jari mengunci target serangan, Naga Mini Kirin bergerak menembus 20 seniman bela diri yang sedang mengeroyok Hua Mei dan kawan-kawannya.
Ke 20 seniman bela diri tersebut mati seketika itu juga.
“Ini Pil penyembuh dan penambah tenaga dalam,” Gou Long melemparkan 4 botol giok pada mereka.
“Ini sangat mendesak, tidak ada waktu untuk bermain-main atau berbicara, Mei ‘er! Saudari Qiu! Dan kalian berdua! Berhati-hatilah.” Setelah berkata seperti itu Gou Long kembali melayang serta membantai beberapa seniman bela diri yang mau menyerang Hua Mei dan rekan-rekannya.
__ADS_1
Kemudian dia melesat terbang ke arah Iblis Hitam yang jadi pemimpin.
“Long Gege! Berhati-hatilah!” teriak Hua Mei.
“Gadis bodoh! Tak perlu kau ingatkan dia, dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri, sekarang bukan waktunya bagimu untuk mengkhawatirkan orang lain,” Qiau Qinsi menggerutui Hua Mei, nada khawatir terdengar dari suaranya.
“Cepat makan pil yang dia berikan, kita tidak memiliki banyak waktu untuk memulihkan diri.” Lanjutnya.
Sungguh lucu, gadis ini memarahi Hua Mei yang mengkhawatirkan orang lain, sementara dia sendiri juga mengkhawatirkan orang lain.
Tepat seperti ucapan Qiau Qinsi, setelah kepergian Gou Long mereka hanya memiliki beberapa tarikan nafas untuk memulihkan diri, kemudian lawan-lawan lain segera berdatangan mengeroyok mereka.
Saat itu, dari 200 orang seniman bela diri yang tidak terpapar, setengah dari mereka telah tumbang, dan hanya menyisakan 100 orang lagi yang masih terus bertarung dengan sengit.
Bau amis darah, potongan-potongan anggota tubuh berserakan di mana-mana, membuat orang-orang ngeri bila melihatnya.
Di kejauhan sana, Gou Long yang melesat ke arah Iblis Hitam, sudah tidak bergerak sambil melayang lagi, namun dia bergerak di atas tanah, pedang hijau beracun milik Racun Tua tergenggam di tangan kanannya dan golok besar berat seperti papan besi di tangan kirinya.
Di sepanjang jalan yang dilaluinya pembantaian terjadi, satu gerakan satu nyawa, yang di sebelah kanan semuanya terpotong tepat di leher dan yang di kiri, kepala hancur berhamburan.
Seluruh tubuh, dan pakaian Gou Long penuh dengan darah, tak kurang 100 orang dibunuh Gou Long di sana. Hawa keseraman yang dibawa Gou Long tidak kalah dengan pembawaan Iblis Hitam.
Perlu diketahui, menjadi sangat wajar Gou Long terlihat sangat digdaya dan perkasa saat ini. Saat dia masih di Ranah Langit tahap menegah serta dua roh yang mengikat dantian saja, mudah baginya untuk bertarung dengan orang-orang di Ranah Surgawi walaupun menang kalah belum jelas.
Sedangkan saat ini, dia sudah menerobos Puncak Ranah Langit serta mengikat 3 roh yang berbeda di tiga dantiannya. Kemudian jangan lupakan kristal kuning kultivasi ganda yang masuk ke dantiannya, walau belum terlihat manfaatnya saat ini.
Iblis Hitam melihat seniman bela diri yang terpapar Energi Iblisnya tumbang satu persatu, meraung keras.
“Grroouuuuuurrrrrggggggg!”
Raungan yang menggetarkan langit dan bumi.
Dia melesat cepat, menyongsong Gou Long yang sedang membantai dengan ganas.
Tidak ada ucapan atau kata-kata yang dikeluarkan Iblis Hitam, hanya gagu mulut yang tak dapat dipahami Gou Long terdengar mengiringi serangannya pada Gou Long.
__ADS_1
Dia menggunakan senjata sejenis palu besar, setiap ayunan palu besar itu membawa deru angin kencang.
Gou Long menyimpan pedang hijau beracun, dia memilih berfokus pada penggunaan golok berat besar untuk mengimbangi palu besar milik Iblis Hitam.
“Whooosshh!”
“Whooosshh!”
“Trraaaankk!”
“Trraaaankk!”
Suara beradu kedua senjata mereka mengiringi suara gelegar guntur petir hitam serta deru angin ayunan kedua senjata.
Keduanya sama hebat, dan terlihat berimbang. Untuk saat ini bahkan keduanya juga belum terlihat sama-sama mengeluarkan puncak tenaga dalamnya.
Retakan-retakan ruang hampa terlihat lebih besar saat ini, serangan cepat Gou Long sekilas membuat Iblis Hitam terdesak karena palu besarnya yang berat tidak cocok digunakan untuk gaya pertarungan cepat.
Namun itu hanya dalam penglihatan semata, pada kenyataannya, serangan Iblis Hitam lebih cepat dari kelihatannya, angin dan daya hancur dari serangannya juga sangat menekan. Tidak hanya menekan Gou Long, namun juga menekan domain tenaga dalam Gou Long.
Anak ini memang hebat! Tertekan begitu, dia bahkan terus mengimbangi Iblis Hitam, golok berat besar itu kadang dilempar seperti gasing dan menangkapnya kembali setelah melepaskan pukulan-pukulan telapak berat pada lawannya. Kadang golok itu juga digunakan memukul dengan badan golok.
Hebat! Sengit! Dan Seru! Itulah perumpamaan perkelahian mereka berdua.
Kawah besar akibat adu pukulan dan tekanan tenaga dalam dari pertarungan mereka tercetak.
Lagi. “Boooommm!” ini adalah adu pukulan yang entah ke berapa terjadi, namun keduanya masih sama kuat, tidak terlihat serangan yang mengendur dari Iblis Hitam.
Dalam satu kesempatan Iblis itu bahkan berhasil menangkap kaki Gou Long yang sedang menendang, kemudian dia melempar Gou Long ke langit tinggi, riak udara akibat kecepatan tubuh Gou Long yang terlempar terlihat dengan mata kepala.
Tidak sampai di situ saja, Iblis Hitam kemudian terbang ke atas, lalu menendang kembali tubuh Gou Long tepat di punggungnya, yang membuat anak muda itu terjun meluncur deras ke bawah.
Kawah besar lain kembali muncul akibat luncuran dan tubuh Gou Long yang jatuh masuk melesak ke dalam tanah.
Beruntung, pertahanan tenaga dalam setebal 2 inci masih melindungi tubuhnya, namun akibat dari serangan tadi retakan armor tenaga dalam terlihat.
__ADS_1
Di atas sana Iblis itu terlihat melayang sambil memperhatikan kondisi Gou Long yang melesak ke dalam tanah.