Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 362. Ledakan Amarah Siauw Xiezy


__ADS_3

“Gadis muda ras manusia, tidak perlu engkau memuji ku. Aku tidak sebaik yang kau pikirkan, ini hanya sebagai bentuk balas budi ku pada salah seorang dari Ras Manusia dulu sekali, ia pernah menyelamatkan ku,” jawab Tabib Shu Hong.


Sementara itu Siauw Xiezy kembali telah mempermainkan dua siluman kuat dari Ras Pohon. Bahkan sampai akhir penghujung hari, baik itu Patriark Klan Shu dan Shu Cang sendiri tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Siauw Xiezy.


Upaya itu, berlangsung selama sepekan. Saat kondisi Siauw Xiezy telah membaik, Patriark Shu dan Shu Cang ganti siasat, keduanya menyiksa Siauw Xiezy agar siluman kalajengking itu bersedia buka mulut. Yah, begitulah saat tekad telah membulat di dalam hati, disiksa setengah mati pun, jawaban Siauw Xiezy masih jauh dari kata memuaskan.


Namun, kemudian nasib pasti akan berubah, tidak selamanya yang disiksa akan terus berada pada titik lemah seperti itu.


Setelah dua pekan berlalu dan tidak membuahkan hasil sama sekali bagi Klan Siluman Pohon. Saat itulah lonjakan energi siluman Siauw Xiezy meningkat dengan sangat cepat dan pesat, bahkan itu menghancurkan segel pengunci Hawa Energi Siluman yang dipasang Patriark Klan Shu.


Kondisi Siauw Xiezy saat ini sama seperti Bing Feng dan Eira, menembus Ranah Raja Siluman dengan pembentukan kristal esensi kedua pada ranah siluman kelas kedua.


Mendapatkan lonjakan tenaga dalam dan peningkatan ranah yang ia sendiri tidak menyangka sama sekali. Siauw Xiezy sangat kegirangan.


“Bagus, ranah kultivasi tuan kembali meningkat dengan sangat pesat,” batin Siluman Kalajengking itu.


Dalam hati tertawa senang, di luar Siauw Xiezy menjadi lebih senang. 


Kebetulan sekali, saat itu masih awal pagi, dan dua orang yang biasanya menyiksa Siauw Xiezy juga belum datang.


“Ha ha ha! … ” dengan sengaja ia memamerkan ledakan tawa yang sangat memekakkan dan menggetarkan.


Kemudian Siauw Xiezy meraung keras. “Pohon-pohon setan! Kalian adalah sekumpulan kayu mati hari ini! Shu Cang keparat, kepala mu pasti akan aku tanam di depan rumah tuan.”


Tawa, raungan, dan teriakan penuh amarah dari Siauw Xiezy jelas sangat mengejutkan penjaga penjara.


“Booomm!” 


“Kletak! … Kletak! … Kletak! ….” Rantai yang melilit tubuh Siauw Xiezy hancur berkeping-keping dan berserakan di atas lantai penjara.

__ADS_1


“Tahanan penting berulah! …” teriakan keras di luar penjara mulai diperdengarkan. Walau sebenarnya hal itu tidak diperlukan sama sekali. Teriakan dan raung keras Siauw Xiezy sebelumnya telah sangat menggemparkan Perkampungan Siluman Pohon.


“Brakk!” 


Pintu penjara dihancurkan Siauw Xiezy dengan mudah. Saat itu, ia telah mengambil wujud manusia paruh baya yang berpakaian hitam gelap. Wibawa sebagai Raja Siluman terpancar dari pembawaannya. 


Rasa kejengkelan dalam hatinya yang ditahan-tahan selama ini sudah mencapai puncaknya, dan kebaikan datang benar-benar di saat yang sangat tepat.


Hawa Energi Raja Siluman meluap-luap dalam tubuh Siauw Xiezy, begitu ia melangkahkan kaki di luar ruangan tahanan. 


“Baik yang pertama sekali yang kuhancurkan adalah penjara ini.” Siauw Xiezy langsung mengayunkan tangannya. Seberkas pukulan keras dengan cepat menghancurkan pintu-pintu penjara. Sebagian tahanan yang tidak diikat dengan rantai dan dibiarkan bebas di dalam tahanan, keluar dan bergabung dengan Siauw Xiezy.


Kebanyakan mereka adalah para siluman pembangkang dan tidak patuh pada peraturan Klan.


Satu-dua siluman penjaga penjara yang coba menghentikan gelombang kekacauan itu, terhempas keras oleh pukulan Siauw Xiezy, dan mereka dengan resmi menjadi korban pertama dari amukan kedongkolan hati Siluman Kalajengking itu.


Saat sudah di luar. Siauw Xiezy sekali berteriak keras. “Keparat para pohon tidak berguna! Hari ini kalian semua; Mati!” 


Menunggu sejenak di sana. Siluet bayangan Siluman Pohon Kuat mulai bermunculan satu persatu. 


Patriark Shu Qin, Tetua Shu Cang dan tiga orang tetua lainnya. 


Di belakang mereka, para Siluman Pohon lain juga ikut berdatangan.


Yang paling kuat sudah pasti pasti Patriark Shu Qin. Sedangkan empat siluman lainnya, dapat dirasakan oleh Siauw Xiezy kultivasi mereka sedikit di bawahnya.


“Ha ha ha! … Keparat! Kalian hari ini harus mampus, yang lain masih bisa aku maafkan, tapi keparat ini berdua, akan ku tanam kepala kalian di depan pintu rumah tuan yang mulia.” Ledakan amarah Siauw Xiezy berlipat ganda saat ia melihat Patriark Shu Qin dan tetua Shu Cang.


Sementara itu, dari sudut pandang yang berbeda, para Siluman Pohon menjadi sangat terkejut melihat Siauw Xiezy. “Bagaimana cara dia meningkatkan kultivasi secara mendadak, dari ranah Siluman Kelas Kesatu. Hawa Energi Siluman yang disegel, tapi tiba-tiba malah menembus Ranah Raja Siluman dengan Energi Siluman yang sangat menekan dan meluap-luap.”

__ADS_1


Sesaat mereka semua berdiri terpaku, seakan-akan akar pohon mereka menjadi lebih banyak dan sangat susah untuk dicabut dari tanah.


Perkataan Siauw Xiezy selanjutnya, benar-benar telah mencabut akar tersebut. “Keparat! Apa kalian ingin mengeroyok? Aku akan meladeni kalian semua. Sini maju!” tantang siluman itu.


Namun, Patriark Klan Shu, masih coba bernegosiasi dan mencari informasi, setelah melihat lonjakan tenaga dalam Siluman Kalajengking itu, dia mulai bisa merangkai teka-teki perkataan Siauw Xiezy sebelum ia pingsan tempo dengan fakta yang terpampang di depan mata saat ini.


“Tunggu! Apakah kau benar-benar memiliki tuan yang menjadi pemilik dari jiwa dua roh suci?”


Siauw Xiezy benar-benar sudah tidak peduli dengan pertanyaan atau segala hal. “Hal itu sekarang sangat tidak penting, yang terpenting adalah kepala kalian berdua.”


Setelah berkata seperti itu ….


“Swoosh!” tonjokan cepat dengan tangan kanan Siauw Xiezy langsung tertuju ke arah Shu Cang. 


Hawa Energi Siluman yang keluar dari tubuhnya jelas sangat besar dan sangat kuat, itu lebih kuat dari Shu Cang sendiri.


“Keparat! Mana kesombonganmu kau bawa pergi sekarang?!” bentak Siauw Xiezy, lalu dia mengancam sambil menyerang bergantian antara Patriark Shu Qin dan Tetua Shu Cang. “Yang mau nyawa ikut melayang silahkan bergabung dengan dua makhluk lemah ini.” 


Siluman Pohon lain tidak berani bergerak, mereka menjadi sangat takut pada pembawaan Siauw Xiezy, pertarungan satu lawan dua sekarang pecah di depan pintu goa tahanan.


Angin pukulan keras dan memperdengarkan kesiur tajam menerpa dan menusuk kulit siluman pohon lainnya yang berdiri tidak berani ikut campur dalam pertarungan. 


Dua lawan satu, akan tetapi sementara ini pertarungan masih terlihat berimbang.


Ini bukan karena Siauw Xiezy yang terlalu kuat, tapi karena masing-masing masih menahan diri. Siauw Xiezy menahan diri, ia ingin mencoba ledakan hawa Energi Siluman yang sangat nyaman dan melonjak dengan momentum yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.


Patriark Shu Qin dalam keragu-raguan, sehingga ia masih terus menahan diri, agar tidak hanyut dalam pertarungan yang masih bisa ia coba negosiasikan.


Yang tidak menahan diri di dalam kancah pertarungan itu hanya Shu Cang. Apalagi serangan Siauw Xiezy terasa lebih berat saat di arahkan padanya

__ADS_1


__ADS_2