
Sementara yang bergerak sendiri-sendiri adalah para seniman bela diri independen yang tidak terikat oleh Sekte ataupun Klan, juga beberapa seniman bela diri dari daerah lain.
Mereka jelas tidak memiliki peta, dan info yang lengkap tentang Tanah Suci Para Pendekar. Orang-orang ini hanya bermodalkan tekad dan keberuntungan masing-masing.
***
Karena tidak ada seorang pun yang ditemuinya, dan ini hanya lahan kosong, dengan warna tanah yang sangat hitam. Di kejauhan mata tajam Gou Long dapat melihat reruntuhan.
Itu seperti sebuah kota yang sudah tidak berpenghuni, lumut dan pohon-pohon besar tumbuh di antara bangunan-bangunan di sana.
Gou Long melesat cepat menuju reruntuhan tersebut, sebelum benar-benar sampai, dia mengedarkan tenaga dalam dan kesadaran spiritual sebagai jaga-jaga dari adanya makhluk lain.
Ya! Dia dapat merasakan adanya sosok lain. Sosok tersebut segera menyadari ada orang lain yang merasakan dan mengunci keberadaannya.
Ia keluar dari persembunyian dan menyongsong ke arah kedatangan Gou Long.
“He he he! Ini namanya mau menyelam malah dapat ikan besar, Pil racikanmu seperti tahu saja pemiliknya, dia mengantarmu padaku,”
“Rasakan dulu jurus pukulanku, Cengkeraman Dewa Kematian!” orang itu begitu menyongsong kedatangan Gou Long, dia langsung mengambil inisiatif menyerang.
Bayangan telapak pukulan warna hitam pekat berbentuk seperti tangan yang mencengkeram lengkap dengan kuku panjang di setiap jari-jarinya. Hawa kematian yang dibawa pukulan itu membuat suasana terasa mencekam.
Yang istimewa dari bayangan telapak itu adalah bau amis darah memuakkan juga ikut menyertainya.
Gou Long yang mendapatkan dirinya di bawah tekanan telapak tersebut, dalam tergesa, memforsir tenaga dalamnya sebanyak 90 persen. Dia tidak ingin mencoba-coba dengan menahan tenaga dalam, instingnya dapat merasakan bahaya yang dibawa tapak tersebut.
Tak ada jurus yang dikeluarkannya, hanya saja kedua tangan Gou Long bergerak dengan bentuk tepukan dan menyatukan kedua telapak tangannya.
Dari kedua tangan itu segera muncul bayangan tangan besar, satu berwarna perak pekat disertai suara mencicit keras serta hawa panas membara dan satu lagi berwarna putih pucat disertai membekunya udara yang dilewati tangan tersebut.
“Criiit! Criiit! Criiit!”
“Kraaak! Kraaak! Kraaak!”
__ADS_1
Kedua suara itu terus terdengar dan saling mengiringi.
Bayangan dua tangan besar milik Gou Long dengan tepat menangkap bayangan dari Jurus Cengkeraman Dewa Kematian milik orang yang menyerang Gou Long secara mendadak tadi.
“PLOOOK!”
“BOOOOOMM!”
Ledakan besar segera terdengar akibat dari benturan kedua tenaga dalam tingkat tinggi yang dilepaskan oleh kedua orang tersebut.
Keduanya sama-sama terdorong mundur 2 tombak ke belakang, Gou Long menyadari lawan yang dihadapinya memiliki tingkat tenaga dalam yang berimbang dengannya.
Setelah sama-sama terdiam sesaat, mereka saling meneliti satu dengan yang lainnya.
Gou Long dapat melihat itu adalah seorang yang sudah memasuki usia kepala tiga, berkisar 35-39 tahun, dengan tingkat kultivasi Puncak Ranah Langit. Orang ini berperawakan tinggi besar, dengan golok besar tumpul dan berat tergantung di punggungnya, yang mungkin sengaja tidak dimasukkan ke dalam cincin penyimpanan.
Raut wajahnya boleh dikatakan biasa saja, tidak tampan juga tidak jelek, dengan jambang bauk yang tebal, sehingga memperlihatkan kesan patriotik dan keperkasaannya.
“Ha ha ha! Pil racikanku sangat menggemparkan Kota Tian Yu, aku sendiri belum melihat bagaimana pil itu, tapi kalian ikut mengejar pil tersebut sampai ke Tanah Suci Para Pendekar ini,”
Orang tersebut setelah puas meneliti perawakan Gou Long berkata, “Bocah kau pantas menjadi lawanku, kau bukan Alkemis biasa, serahkan saja Pil itu! Aku akan mengampuni selembar nyawamu.”
“Baik, kau sendiri yang tidak mau mengatakan namamu, maka jangan salahkan aku ketika nyawa anjingmu melayang dan tanpa diingat orang! Ha ha ha...”
“Aku terlalu bosan dikejar-kejar hanya karena pil yang aku racik sendiri, sebelum kau mati maka kuucapkan selamat untukmu. Selamat telah menjadi orang pertama yang akan bertemu dengan Raja Neraka/Giam Lo Ong dalam kemelut pil ini,”
“Ha ha ha!” Gou Long mengakhiri perkataannya dengan tertawa keras.
Selesai berkata-kata, dia tidak membuang waktu sama sekali. Gou Long mulai menggerakkan tangannya membentuk segel tangan dengan cepat, “Tranformasi Roh!” lirihnya.
Orang yang menjadi lawannya dapat melihat perubahan mendadak yang terjadi pada Gou Long, baik dari rambut yang memutih secara keseluruhan, tenaga dalam yang meningkat secara pesat dan pembawaan seperti orang tua yang telah hidup ratusan tahun.
“Il-ilmu Si-siluman!” orang tinggi besar itu tergagap melihat kondisi Gou Long.
__ADS_1
Kepercayaan diri dan keperkasaan yang sebelumnya diperlihatkan menghilang entah ke mana.
“Ha ha ha! Apa kau menyesali kesombonganmu? Sayang ini sudah terlambat,”
“Aha!... akan kuberi Kau lima tarikan nafas untuk melesat pergi sejauh yang kau bisa, sebaiknya kau lepaskan dulu golok beratmu itu.” Lanjut Gou Long, kedua tangan terlihat menepuk seperti mendapatkan kesenangan, mulutnya memperlihatkan seringai iblis.
Benar saja, orang itu segera melepaskan golok beratnya dan melesat cepat dengan ilmu meringankan tubuh. Selama berlari ini telinga orang itu tiada henti mendengar hitungan Gou Long yang dingin, “Satu!... Dua!...”
Namun, setelah bergerak sepuluh langkah, dia seperti menyadari ada hal yang janggal, batinnya berkata, “Kenapa aku berlari? Tadi aku sudah mencoba tenaga dalamnya yang setara denganku, walaupun saat ini terjadi peningkatan drastis, kuyakin itu hanya sesaat saja.”
Kembali berbalik serta memperdengarkan tawa besar guna menekan rasa takut yang sempat melandanya, orang tersebut berkata, “Ha ha ha! Bocah keparat! Tak perlu kau menakut-nakutiku, aku Dian Tek Nau pantang diancam oleh seorang bocah sepertimu,”
“Mampuslah!...”
Kembali tanpa aba-aba orang tersebut menyerang Gou Long dengan keras, kali ini dia menggunakan goloknya yang besar dan berat sebagai media penyerangan setelah mengambil kembali golok yang sempat dilepaskan.
Deru angin menyambar keras ke arah Gou Long, kemudian baru golok berat menyusul deru angin tersebut, serangan yang sangat keras perpaduan antara tenaga gang dan tenaga dalam yang sangat sempurna.
“Kuberi jalan kabur dan kehidupan sedikit lebih lama, kau malah minta diantar ke Raja Neraka lebih cepat! Ckckckckc!” ujar Gou Long seraya mengecap penuh ejekan.
Sambaran golok berat tersebut dipapak Gou Long dengan gerakan tangan simpel dan lambat, lalu dengan tepat jari telunjuk serta ibu jari tangannya menjepit golok tersebut.
Sedikit tambahan tenaga dalam elemen petirnya, jari tengah Gou Long digerakkan menyentil badan golok yang terjepit di antara dua jari lainnya.
“Tiiiinggggggg!”
Dentingan keras yang memekakkan telinga terdengar akibat dari sentilan itu.
Tangan orang tersebut bergetar hebat, hampir saja golok berat yang dia pegang terampas Gou Long.
Dia berusaha menarik kembali golok yang terjepit jari Gou Long, akan tetapi jepitan itu sangat kuat.
Geram! Tangan kiri orang tersebut tidak tinggal diam dan malah melepaskan pukulan Cengkeraman Dewa Kematian tepat pada dada Gou Long, “Mampuslah!” teriaknya.
__ADS_1
______
Author sudah berusaha update 2 chapter setiap harinya, sekarang giliran reader yang juga harus berusaha tidak pelit dengan like, komentar dan Vote nya. Syukran Katsiran!