Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 176. Salah Tujuan


__ADS_3

Thio Chang menganggukkan kepalanya, dan memperlihatkan gerak tangan isyarat bahwa permasalahan mereka akan diambil alih oleh Gou Long. Mendapatkan isyarat itu, kelegaan terlihat dari wajah Patriak Shi.


Mereka yang baru masuk aula tersebut langsung menempati posisi semula tempat mereka duduk, sedangkan Yu Jiang dan Yu Yihua berpindah ke posisi yang berdekatan dengan Gou Long.


Sementara orang-orang dari Sekte Awan Berkabut tidak langsung memilih tempat duduk, menunggu instruksi dari Tuan Muda mereka.


Orang-orang ini berjumlah tiga orang, yang terdiri dari seorang pemuda berbadan kate yang berusia sembilan belas tahun, sorot mata tajam, rambut ikal, kulit berwarna sawo matang, mata yang mendelik tidak terlalu sipit, hidung yang tidak mancung juga tidak pesek, dengan bentuk bibir agak sedikit tebal dan memakai pakaian tanpa lengan berwarna merah darah dan mencolok.


Tidak ada yang istimewa dari penampilan pemuda ini, hanya saja matanya sangat jernih dan dalam seperti lautan yang tidak bertepi, dan yang paling aneh darinya yaitu telapak kaki yang besar tidak sesuai dengan postur tubuh yang kecil, dalam pembawaan auranya dia tidak menyembunyikan tingkat kultivasi Puncak Ranah Langit.


Begitu juga dengan kedua orang yang menyertainya, mereka lebih tua dari si pemuda, usia keduanya berkisar lima puluh tahun dengan setelan corak pakaian yang sama dengan si pemuda. Pembawaan kedua orang ini terasa sangat mendominasi dan menekan apalagi dengan tingkat kultivasi Puncak Ranah Surgawi yang juga diperlihatkan secara berterang.


“Bawa masuk semua barang hantaran kita!” Orang tua yang berdiri di samping kanan Tuan Muda tersebut, memerintahkan orang-orangnya membawa hantaran masuk. Suaranya terdengar lantang dan juga serak.


Begitu perintah dikeluarkan, dengan megah masuk ke Aula Pertemuan Asosiasi Alkemis delapan orang yang bertubuh tegap serta gagah seperti postur Ras Manusia pada umumnya, empat di sisi kanan dan empat di sisi kiri, di tengah-tengah mereka membawa empat peti besar lalu diletakkan berjejer di lantai aula.


Orang-orang yang membawa peti hantaran ini adalah orang-orang yang tadi malam dilihat Gou Long tertidur pulas sehabis mabuk.


Setelah meletakkan barang hantaran tersebut, salah satu dari delapan orang itu tidak lantas kembali ke barisan, dia terlebih dahulu membuka penutup peti-peti dari barang hantaran tersebut, baru kemudian kembali ke barisan.


Segera terlihat isi dari keempat peti yang terbuka itu adalah segala jenis perhiasan dan batu giok, juga termasuk pakaian-pakaian perempuan. Itu semua barang hantaran kelas ke satu yang boleh dikatakan menjadi impian semua gadis.

__ADS_1


Namun, barang hantaran ini sama sekali tidak menarik minat Yu Yihua, karena orang yang meminangnya juga bukanlah orang yang dia sukai.


“Kalian silahkan menunggu di luar!” orang tua tadi kembali memerintahkan orang-orang tersebut untuk keluar.


Tanpa berkata-kata, kedelapan orang tersebut dengan patuh keluar.


Patriak Shi kemudian bangkit dan mengepalkan tangannya di depan dada, “Silahkan para tamu memilih tempat duduk! Kami tidak memandang perbedaan dalam posisi duduk, semuanya kami pandang sama.” Ucapnya, mengekspresikan sikap ramah pada tamu.


Ketiga orang tamu itu juga mengambil sikap seperti Patriak Shi, “Patriak Shi! Kami tidak akan berlama-lama lagi, karena apa yang ingin kami sampaikan sudah Patriak ketahui, maka kami akan berdiri di sini saja.” Jawab orang tua yang berdiri di samping si pemuda, nadanya congkak, ucapan ini hanya sebagai bentuk tuntutan bahwa mereka hanya akan duduk di posisi Patriak Shi dan Tetua lain.


“Kalau kalian merasa nyaman berdiri, maka Aku sebagai Patriak Asosiasi Alkemis tidak akan memaksa kalian untuk duduk.” Cuek Patriak Shi.


“Patriak Shi! Seperti yang telah kami sampaikan di dalam surat kami, kedatangan kami dengan maksud mengikat persaudaraan lebih jauh antara Sekte Awan Berkabut dengan Asosiasi Alkemis, kami sangat ingin menjadikan salah satu dari Nona muda yang ada di sini, sebagai istri dari Tuan Muda kami,” Orang tua lainnya mengingatkan tujuan kedatangan mereka.


“Mohon tanya! Nona mana yang ingin kalian pinang?” balas Patriak Shi.


Hening...


Kedua orang tua itu tidak menjawab, si pemuda kate memalingkan wajahnya pada Yu Yihua, berjalan sedikit dan meneliti Yu Yihua dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan bola matanya yang jernih, “Gadis itu!” ujar pemuda kate, menunjuk Yu Yihua, “Ciri-cirinya sama persis seperti yang ayah jelaskan.” Lanjutnya bergumam.


Dia inilah putra muda dari tujuh orang anak Tong Kak San, pemuda kate ini bernama Tong Ko Song.

__ADS_1


Yu Yihua ditunjuk seperti itu oleh Tong Ko Song merinding, dia dapat merasakan bulu-bulu di kuduknya berdiri.


Kembali hening...


Patriak Shi terdiam tanpa kata, untuk sesaat belum bisa menjawab, akhirnya ia mengisyaratkan agar Thio Chang yang menjawab hal tersebut.


Paham akan maksud Patriak Shi, ia bangkit dan mengambil sikap penghormatan pada tamu, “Untuk permasalahan ini, kami tidak bisa mengambil keputusan. Orang yang kalian penujui bukanlah orang yang berada di bawah yurisdiksi Asosiasi Alkemis...” Wakil Ketua Thio kemudian tertawa lepas, “Ha ha ha!.. jadi kami tidak bisa menerima pinangan ini...”


“Bagaimana mungkin? Nona itu jelas orang-orang dari Asosiasi Alkemis!” salah satu dari orang tua itu terkejut, seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


Pada kenyataannya bukan hanya orang tua itu saja yang terkejut, namun semua yang hadir di sana terkejut kecuali Yu Jiang, Gou Long, Yu Yihua dan Thio Chang sendiri.


Gou Long memang sudah tidak tahan melihat sikap congkak ketiga orang tersebut, terlebih dua orang tua kate yang dengan sengaja memamerkan tekanan Kultivasi Puncak Ranah Surgawi sejak awal.


“Apanya yang tidak mungkin?” jawab Gou Long, dia tidak memberi penghormatan, memotong ucapan orang begitu saja sambil duduk, cangkir teh bahkan masih ditangannya dan diayun-ayunkan, bau arak tercium dari cangkir teh tersebut, “Kalian saja yang tidak tahu, Nona Yu adalah salah satu dari Kepala Bidang di Paviliunku, dia adalah Master Alkimia di tempatku...”


Gou Long meneguk arak yang tadi diayun-ayunkannya, “Macam kalian berani meminang orang-orang di bawah yurisdiksiku, ini masih terlalu cepat 10.000. tahun...” kembali dia meneguk araknya.


Dengan sorot mata tidak kalah menekan, lanjut Gou Long, “Pertama; kalian telah meminang pada orang-orang yang salah. Kedua; sikap kalian terlalu memuakkan dan memualkan perutku. Dan yang sudah pasti, aku tidak mau berkerabat dengan kalian... Hufft!” Gou Long mengakhiri ucapannya dengan ejekan tegas pada orang-orang itu.


Begitu perkataan-perkataan tersebut meluncur, sekarang beban dari Asosiasi Alkemis seluruhnya teralihkan kepada Gou Long, ini termasuk tatapan dari ketiga tamu itu, mereka serentak menghadap ke arah Gou Long yang berdekatan dengan Yu Yihua.

__ADS_1


Padahal sebelumnya, kehadiran Gou Long di sana tidak dianggap sama sekali oleh ketiga orang tersebut. namun sekarang, mereka kembali meneliti pemuda yang masih asyik minum arak setelah menghina mereka bertiga begitu telak.


__ADS_2