Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 250. Pertarungan Ulang


__ADS_3

Tidak menunggu jawaban dari Gou Long, Patriark Pan langsung menyerang, dia menggunakan Jurus Ilmu Pedang unik yang sebelumnya belum sempat dikeluarkan, ini adalah jurus hasil dari pemahamannya sendiri.


Kala senggang, Patriark Pan pernah melihat pohon liyu yang diterpa badai salju, daun-daun runcing bergoyang menghalau tetesan bunga salju yang datang menerpanya.


Hal itu memberikan ilham tersendiri bagi Patriark Pan, apalagi dia juga telah berhasil memahami niat pedang sampai pada puncaknya. Bahkan tebasan tanpa pedang menggunakan ujung jari dari niat pedangnya saja dapat menghabisi seniman bela diri Ranah Surgawi Tahap Awal dengan mudah.


Namun itu hanya secuil dari kehebatan dasar Patriark Pan, saat bertarung dengan Gou Long Kemarin dia belum mengeluarkan ilmu terhebatnya.


Gou Long sendiri tidak pernah berpikir sejauh ini, padahal Patriark Pan dengan para Penatua Sekte Lembah Es Utara sama-sama memiliki tingkat kultivasi Puncak Ranah Surgawi, akan tetapi para Penatua Sekte terlihat sangat patuh, bahkan berkesan takut pada Patriark Pan. 


Bukankah ini sebentuk perilaku yang tidak umum terjadi! Dengan kata lain, Patriark Pan masih menyembunyikan kehebatan yang sesungguhnya.


Gou Long masih tersenyum menyambut serangan pedang yang dilakukan Patriark Pan, serangan dari Patriark Pan bak daun-daun pohon liu yang diterpa angin. Itu bergerak teratur menyerang setiap titik di tubuh Gou Long.


Entah sejak kapan pedang yang sebelumnya dimiliki oleh Tong Kak San telah dikeluarkan Gou Long. Dengan pedang itu dia memainkan Jurus Tongkat Penggetar Langit, aneh memang menggunakan pedang namun memakai jurus tongkat. 


Inilah hebatnya, pemuda itu, dia selalu saja bisa memanfaatkan hal-hal yang tidak bisa dimanfaatkan orang lain.


Pada awalnya, Gou Long berhasil menangkis setiap serangan yang dilepaskan oleh Patriark Pan, bahkan ia bisa membalasnya dengan sama gesit, Jurus Tongkat Penggetar Langit memang sangat cocok untuk menghalau segala jenis serangan yang banyaknya seperti tetesan hujan.


Pertarungan semakin seru, Gou Long melihat banyaknya celah terbuka di sekujur tubuh Patriark Pan. Dia coba menutul, menusuk dan menebas setiap ruang kosong itu. 


“Apakah dia jenis seniman ahli pedang yang hanya tahu menyerang? Hampir di seluruh tubuhnya muncul ruang terbuka yang dapat ditusuk atau ditebas,” batin Gou Long, “Apakah dia melakukannya dengan sengaja, atau ini memang ilmu khasnya.”


Gou Long tidak sempat berpikir lebih jauh, sekarang serangan dari Patriark Pan semakin banyak dan berat saja. Bahkan kesempatannya untuk menyerang Patriark Pan sudah tidak ada.


Serangan-serangan dari Patriark Pan, cepat, ganas, dan jitu.

__ADS_1


“Ini tidak baik!” Gou Long ganti pola menyerang, sekarang dia menggunakan Jurus Ilmu Pedang Angin dan Petir, serta menggabungkannya dengan Teknik Memindah Jasad.


Gabungan tersebut membawa efek besar, Gou Long berhasil mengimbangi setiap serangan yang dilepaskan oleh Patriark Pan, tubuhnya yang berkedip-kedip tiada henti, bahkan bisa menusuk dan menebas beberapa sudut penting dari organ tubuh Patriark Pan.


“Trannkk!”


“Tiiinnkkk!”


Bunyi seperti beradunya lempengan besi keras terdengar, “Apa yang kau herankan! Ha ha ha.” Patriark Pan tertawa keras, mengejek tebasan dan tusukan yang mengenai tepat di tubuhnya tadi.


“Pendekar Gou! Kau boleh menang kemarin, itu hadiah dariku, namun hari ini akan berbeda,” terus menyerang Gou Long, Patriark Pan membuka percakapan di antara mereka.


“Seni dalam bertarung yaitu: seseorang tidak boleh langsung mengeluarkan ilmu terbaik yang dia miliki. Andai tergesa-gesa mengeluarkannya maka lawan pasti bisa mengalahkanmu dengan mudah.” Patriark Pan menasehati Gou Long, hal ini membuat Gou Long tambah kagum padanya.


Walau kesusahan menghalau setiap serangan dari Patriark Pan, Gou Long menyahut, “Nasehat, Patriark Pan! Sudah pasti Junior ini mengetahui, sama halnya seperti, Patriak Pan! Aku juga menyimpan beberapa ilmu yang belum sempat ku keluarkan.” 


“Suuuiiiitt!”


“Transformasi Roh!” teriaknya.


Dia mengganti, dari Roh Serigala Bulan pada Roh Naga Hitam, sehingga dalam sekejap saja momentum tenaga dalam Gou Long melonjak dahsyat.


Permainan pedangnya pun semakin lincah, bayangan Gou Long sekarang bahkan tidak bisa dilihat dengan mata kepala.


Begitu juga dengan Patriark Pan, tidak mau kalah dia juga bersuit nyaring, namun aneh serangannya masih sama seperti tadi, Patriark Pan selalu memberikan banyak ruang kosong untuk diserang.


Tidak mau berpikir terlalu banyak, Gou Long memanfaatkan lowongan yang diberikan Patriark Pan.

__ADS_1


Itu masih seperti tadi, setiap kali serangan Gou Long mengenai tubuh Patriark Pan, suara seperti beradunya pedang dengan pedang selalu terdengar.


Keanehan itu terjawab sudah ketika baju yang dipakai Patriark Pan robek besar, menyurut mundur dua tombak ke belakang, ia sengaja melepaskan baju yang dipakainya.


Di dibalik baju itu, tubuh berkilat-kilat Patriark Pan terlihat bersinar terang diterpa kilatan petir emas dari tenaga dalam Gou Long.


“Bagaimana! Apa rasa penasaranmu terjawab sudah? Ha ha ha…” Patriark Pan bertanya dan tertawa disaat yang bersamaan. Ia yakin Gou Long merasa heran dengan tubuhnya yang sebening giok dan sekeras lempengan besi.


Di depan sana memang begitu adanya, mata Gou Long terlihat berkilat-kilat menetapkan takjub pada tubuh Patriark Pan.


“Pantas saja dia membiarkan serangan yang kulepaskan mengenai tubuhnya begitu saja, begitu rupanya, dibalik pakaian itu ada sebentuk tubuh kuat yang bisa membuat wanita mana saja tergoda,” batin Gou Long.


“Agar Pendekar Gou tidak penasaran, Patriark ini akan menjelaskan,” dia tidak tergesa-gesa untuk kembali bertarung. Mungkin karena telah menyadari bertarung dengan Gou Long akan memakan waktu yang sangat lama, “Ini adalah Teknik penempaan tubuh, Kristal Suci Giok Salju…”


“Sudah tidak perlu Patriark Pan menjelaskannya lagi,” Gou Long memotong cepat, “Sekarang Junior sudah mengerti alasan kenapa kulit tubuh dan wajah Patriark Pan sejak awal sudah terlihat seperti giok, itu bahkan memperlihatkan garis-garis merah kecil dari tubuhmu.”


“Ha ha ha…” Gou Long tertawa, “Tebasan dan tusukan pedang tidak mempan, maka dengan berat hati Junior akan menggunakan ilmu pukulan…” Menyimpan pedang, ia membuat segel unik dengan tangan.


“Hati-hati Junior akan menyerang.” Gou Long tidak menunggu jawaban lagi, ia telah selesai dengan segel itu.


“Segel Suci! Domain Petir!” 


Sekejap saja, hawa panas yang melelehkan salju, merebak besar di bawah Array Petir Emas yang tercetak di langit.


Murid-murid Sekte Lembah Es Utara tidak sanggup bertahan, sebagian muntah darah, para Penatua yang sedang berkultivasi memulihkan diri terganggu, luka yang tadi hampir sembuh kembali membesar.


Tersenyum sinis dan mengejek mereka semua, “Apa ini masih mau dilanjutkan? Patriark Pan mungkin bisa bertahan, tapi… lihatlah ke sekeliling Patriark!” Gou Long menunjuk semua murid-murid Sekte Lembah Es Utara dan para Penatua yang ada disana.

__ADS_1


“Aku yakin dengan tubuh seperti itu, Patriark Pan sendiri saat ini, juga merasa sedikit kesusahan dengan hawa panas elemen petir emas milikku. Lalu bagaimana dengan mereka semua?” senyum kemenangan diperlihatkan Gou Long. Dia benar-benar tidak mau mengikat permusuhan lebih jauh dengan orang-orang Sekte Lembah Es Utara.


__ADS_2