Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 140. Satu Vs Lima


__ADS_3

Orang-orang yang menghadang Gou Long ini mereka telah terlebih dahulu melihat Gou Long di Kota Tian Yu, namun saat itu Gou Long sedang bersama It Hong Taysu sehingga mereka menunggu kesempatan yang tepat.


Dan saat berada di Tanah Suci Para Pendekar ini, mereka yang dari awal sudah memiliki peta serta menyatakan tempat pertemuan di jalan menuju daerah timur, pagi ini tidak sengaja bertemu Gou Long.


Bukankah ini seperti memperoleh mangsa tanpa harus mengejar, apalagi sejak percakapan antara Gou Long dengan Kui Ong Cinjin kemarin, Gou Long sudah seperti seekor kelinci yang akan diburu bersama-sama di tanah ini.


Walaupun sebenarnya dialah yang akan menerkam para pemburu ini.


Bercakap-cakap sekian lama, seniman bela diri ini mulai merasa dipermainkan Gou Long, salah satu dari mereka yang memiliki usia paling muda sejak tadi tidak berbicara hanya ikut tertawa saja mulai terlihat geram, “Banyak bacot!” ujarnya.


Dia langsung menyerang Gou Long dengan pedang, orang ini jenis seniman bela diri pengguna pedang ganda.


“Kami hanya butuh pil milikmu, bualanmu kau telan saja sendiri!” sambil menyerang dia berkata-kata.


Hawa pedang yang dikeluarkan orang tersebut terlihat melesat cepat bersilangan, besar dan tebal meluncur ke arah Gou Long.


Dasar bocah bernama Gou Long ini lagi kambuh penyakit isengnya, dia malah mengeluarkan golok berat milik Dian Tek Nau, golok itu diputarnya dengan kencang, kemudian dilemparkan memapak hawa pedang menyilang.


Suara berdesing dan deru udara terdengar.


Setelah melempar golok, Gou Long berpindah dengan Teknik Memindah Jasad, tubuhnya tepat berada di belakang orang yang menggunakan pedang ganda. Tangan Gou Long juga menebas ke dalam rusuk orang tersebut.


Di sana golok yang dilempar Gou Long dengan tepat membuyarkan hawa pedang, golok itu terus melesat berputar bagai gasing menghantam kelima orang tersebut.


Mereka bergerak menghindar, dan berpindah tempat berdiri.


“Gerakan yang bagus!”


“Refleks yang cepat!”


Dua kalimat pujian dilontarkan Gou Long pada si pemegang pedang ganda, dia dapat mengelak tebasan tangan Gou Long yang dilakukan dari belakang tubuhnya bersamaan dengan datangnya putaran golok berat.


Golok yang berputar dan meluncur deras ditangkap Gou Long kembali tepat di gagangnya.

__ADS_1


Inilah bentuk pamer keahlian serta membaca kondisi dengan tepat, dua serangan namun kelima lawannya harus menarik nafas dalam ketika mengelak, baik dari lemparan golok atau serangan tebas tangan.


Begitu terjadi tukar serangan tadi, pertarungan segera saja pecah, kelima orang ini tidak segan mengeroyok, terlebih setelah serangan yang dilakukan Gou Long bukan hanya untuk satu orang, namun untuk mereka berlima sekaligus.


Mereka merasa bocah itu seperti sengaja menantang pertarungan satu lawan lima sekaligus.


Kelima seniman bela diri ini memiliki keunikan tersendiri, baik dari jurus maupun dari senjata yang mereka pakai, pemegang pedang ganda, pengguna jurus kipas, pengguna tombak, pengguna pedang tunggal dan ahli pisau terbang.


Yang paling merepotkan yaitu si ahli pisau terbang, orang ini bertindak pengecut dan menyerang diam-diam saat ada lowongan kosong saja.


Bagusnya Gou Long yang iseng menggunakan golok besar sejak awal, mendapatkan keuntungan dari golok ini.


Senjata yang mengharuskan pengguna memiliki tenaga gang besar, serta kontrol tenaga dalam tinggi, dengan memutar keras saja, deru angin dan hawa yang dibawa golok ini bisa menjadi tameng tebal yang menghempaskan setiap serangan pisau.


Gou Long sambil mengayunkan golok berat, selalu berpindah-pindah dengan Teknik Memindah Jasadnya, dia membagi-bagi pukulan dan tebasan sama rata.


“Whuuuuuushh!”


“Traaaaaaaaannnk!”


Suara beradu senjata, ayunan berbagai senjata serta beradunya tendangan dan jotosan terus terdengar, satu lawan lima, namun sama kuat, bahkan yang satu terlihat lebih unggul.


Orang-orang ini baru sekarang menyadari semua ucapan bocah ini bukan seluruhnya bualan, “Kalau terlalu lama seperti ini akan sangat mencolok, dan dapat mengundang orang lain, kita tidak akan mendapatkan keuntungan apa pun dari bocah ini jika hal itu terjadi...”


“Bentuk formasi!” Orang yang menggunakan tombak berteriak pada rekan-rekannya yang lain.


Dengan sigap mereka mundur dari gelanggang pertempuran, tapi Gou Long tidak membiarkannya begitu saja, terlebih orang yang menggunakan pisau terbang.


Gerakan mundur mereka ini digunakan Gou Long dengan sangat baik, dua kali memindahkan jasad, dia tepat berada di depan pengguna pisau terbang.


“Salahkan dirimu yang berkelakuan licik dan pengecut!” lirih Gou Long, suara yang sengaja dikirim dengan tenaga dalam ke telinga orang tersebut.


“Bheeeeenkkk!”

__ADS_1


Golok berat dengan telak menghantam kepala si pengguna pisau terbang, kejutan serangan tiba-tiba dari golok tidak dapat dielakkan. Gou Long menggunakan tebasan Jurus Pedang Petir Membelah Langit.


Namun, dia tidak menebas dengan mata golok, tapi dengan badan golok yang berat.


Bau amis darah memenuhi udara, pecahan kepala yang tak berbentuk berhamburan ke segala arah, ini pembunuhan yang lebih sadis dari yang biasa dilakukan orang-orang dunia persilatan.


Si pengguna kipas yang berkesan seperti seorang sastrawan, tak sanggup menahan diri, dia sampai muntah karena kematian rekannya.


Padahal orang ini juga tidak sedikit telah melakukan pembunuhan. Tapi tetap saja tidak tahan dengan hamburan kepala kawannya yang bertebaran.


Dalam pertarungan para seniman bela diri jeda satu gerakan atau satu nafas akan sangat menentukan hasil akhir dari pertarungan itu.


Dan yang paling penting sudah tentu kesiapan mental, orang pertama kali membunuh akan kesusahan tidur dan kesusahan berkultivasi selama berhari-hari. Kemudian akan terbiasa ketika sudah sering membunuh.


Namun berbeda dengan orang pernah melihat kematian yang lebih sadis, bahkan jasad dan tulang tak bersisa sedikit pun. Kematian yang seperti ini baginya akan terlihat biasa saja.


Melihat si pengguna kipas sekilas, kondisinya yang seperti itu kembali di manfaatkan Gou Long, dengan gerakan kaki Teknik Memindah Jasad, Gou Long telah berada di sisi si pengguna kipas, satu ayunan golok berat dan membawa deru angin serta kilatan hitam dari logam berat tersebut ikut menyertai ayunan Gou Long.


Dalam sempoyongan menahan mual, pengguna kipas mencoba mengelak, dan menangkis dengan kipasnya, akan tetapi!


“Kraaaak!”


“Bheeennnnkk!”


Kipas itu patah, dan golok berat dengan telak melanda badan si pengguna kipas,


Perpaduan tenaga gang dan tenaga dalam pada Jurus Pedang Petir Membelah Langit dengan menggunakan golok berat, dalam 5 gerakan telah merenggut dua nyawa.


Tubuh si pengguna kipas terhempas 2 tombak kemudian jatuh bergedebruk di atas tanah, bagian dada dan perutnya terlihat gepeng dan melesak ke dalam. Baik organ dan tulang yang ada di dada serta perut hancur tak berwujud.


Darah yang merembes dari pusar, dari kedua lubang bawah dan lewat mulutnya dengan deras. Setelah berkelonjotan sesaat, nyawanya melayang meninggalkan raga.


Kedua pembunuhan cepat yang dilakukan Gou Long ini tidak dapat dicegah oleh tiga orang lainnya, gerakan mereka kalah cepat dengan Gou Long.

__ADS_1


Untuk sesaat tiga orang lain terpaku di tempat, dengan wajah pucat pias.


Gou Long sengaja mengambil jeda sesaat dan berkata, “Kenapa kalian melamun? Apa kalian ingin segera menyusul mereka? Ha ha ha....” ini adalah kata-kata yang sangat berbeda dengan sebelumnya, kepolosan dari wajahnya telah menghilang dan tergantikan seringai kekejaman.


__ADS_2