Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 364. Terselamatkan


__ADS_3

Melihat tingkah Siauw Xiezy, Patriark Shu Qin telah kalap dan gelap mata. Dia telah membulatkan tekad dan bersedia menghancurkan kristal esensi siluman cadangan kelas kedua yang ia miliki.


Dengan gerakan cepat, segel tangan dibentuk. Siluman Pohon Mode Berserkers dengan hawa siluman meledak-ledak dan sangat menekan.


Sangat pantas Shu Qin menjadi Patriark Klan Pohon, dengan tenaga dalam yang ia perlihatkan saat itu. Pertarungan kembali berlanjut, saat ini Siauw Xiezy sedikit terdesak, sehingga memberikan kesempatan pada Patriark Shu Qin untuk balas mengejek.


“Ha ha ha. Apa kau kesusahan sekarang?!” Patriark Shu Qin terbawa perasaan menang yang semu dan belum tentu terjadi.


Saat itu dia memang belum menyadari kekeliruannya, tapi saat Siauw Xiezy tersenyum mengejek baru dia menyadari telah terlalu terbawa perasaan. “Apa yang kau banggakan? Dasar Patriark tolol. Kau pikir hanya kau saja yang bisa melakukan Teknik Mode Berserkers. Apa kau lupa?! Huft, dasar tolol. Biarlah mereka semua menjawab dalam hati.” Perkataan Siauw Xiezy sangatlah tajam dan langsung mengena di hati semua siluman.


Saat Siauw Xiezy melanjutkan ucapannya, kembali semua siluman kagum, padahal Siauw Xiezy belum mengambil bentuk Mode Berserkers, dan terus melayani serangan dari Patriark Shu Qin walau ia masih terdesak. “Tapi … kebodohan mu itu, cukup untuk dirimu saja, jangan ajak-ajak siluman lain. Aku tidak setolol dirimu, lihatlah sebentar lagi, aku akan benar-benar mengalahkan mu tanpa harus menggunakan Mode Berserkers.” 


Untuk sesaat, Patriark Shu Qin terdiam dan serangan yang dilepaskannya pada Siauw Xiezy sedikit mengendur. Saat itulah Siauw Xiezy bergerak lincah membalas, jeda sesaat tadi sudah lebih dari cukup bagi Siauw Xiezy untuk membangunkan momentum pembalik keadaan.


Sekarang, arus pertarungan kembali berubah. Sampai saat ini, benar-benar tidak ada dari beberapa tetua lain ataupun juga siluman pohon lain yang berani turut dan ikut bertarung. Kehebatan Siauw Xiezy telah mereka lihat, dan itu begitu mengidikkan dan mendatangkan rasa takut, jerih dalam hati semua siluman pohon lain ….


Sebelumnya, di lembah obat perkampungan Ras Siluman Pohon. Dua pekan terakhir di sana, benar-benar menjadi berkah tersendiri bagi Ding Jia Li. Kesehatan dari Nyonya Gou perlahan membaik, di waktu senggang dia bermeditasi memantapkan pondasi tenaga dalam. 


Tapi, ini seperti kasus Gou Long dan juga Hua Mei, dia harus mengubah dan memurnikan Kaisar Qi ke dalam tubuh.

__ADS_1


Namun, di balik kemalangan ada keberuntungan. Di lembah obat ini, Ding Jia Li mendapatkan berkah kebaikan dari Tabib Shu Hong. Ia bahkan rela membagi beberapa kristal kaisar yang ia gunakan sebagai alat pertukaran dengan ras lain untuk kemudahan budidaya Ding Jia Li. 


Di waktu senggang lainnya, Ding Jia Li ikut merambah ranah baru yang belum pernah ia pelajari. Dia belajar Alkimia dari Tabib Shu Hong. Walaupun pada tahapan ini, Ding Jia Li baru belajar pola menanam herbal dan memilah-milah herbal langka. 


Selama hampir dua pekan tersebut, Ding Jia Li telah berhasil memurnikan Kaisar Qi ke dalam tubuhnya sebanyak Lima puluh persen. Gadis ini sama sekali tidak tergesa-gesa seperti Gou Long yang memaksakan diri semalam sepuluh persen.


Hingga tiba pagi hari saat Siauw Xiezy mengeluarkan tawa keras, umpatan, kutuk dan ancaman yang mengidikkan terdengar ke seluruh perkampungan Klan Shu.


“Tabib Shu Hong … itu adalah suara temanku. Kenapa dia meraung-raung seperti itu? Apakah ia telah disiksa.” tanya Ding Jia Li, kekhawatiran terlihat jelas di dalam raut wajahnya.


“Tidak apa-apa, dia adalah siluman. Di siksa pun akan kembali pulih setelah satu pekan. Dia tidak akan dibunuh oleh petinggi klan ini. Sudahlah, gadis Ras Manusia! Jangan terlalu khawatir. Engkau fokus saja pada pelajaran mu.” Jiwa siluman yang tidak terlalu peduli pada hal-hal yang dalam anggapan mereka sepele keluar dari kepribadian Tabib Shu Hong.


Ding Jia Li tidak bisa terlalu memaksa, dua pekan hidup di sana bersama Tabib Shu Hong, dia telah banyak mengenal kepribadian tersebut.


“Gadis Ras Manusia! Kau benar-benar terganggu dan tidak bisa menjadi fokus lagi pada pelajaranmu?! Baiklah, mari kita melihat saja.” Tabib Shu Hong mengalah, dia bersedia membawa Ding Jia Li ke tempat gadis itu dijadikan tahanan sebelumnya.


Tabib Shu segera saja memimpin Ding Jia Li melesat dengan perlahan ke arah penjara. Dari kejauhan mereka telah melihat pertarungan sengit. Itu adalah pertarungan satu melawan satu, Ding Jia Li segera mengenal, pria paruh baya yang berpakaian hitam. Terlihat begitu mendominasi dengan hawa penindasan yang mutlak, seakan-akan dialah yang terkuat saat itu.


Pria itu tidak lain melainkan Siauw Xiezy, sementara di sekitar gelanggang pertempuran, Ding Jia Li juga melihat sebatang pohon indah tumbuh dengan bunga-bunga yang tidak pernah ia lihat sebelumnya, mengeluarkan aroma harum semerbak.

__ADS_1


“Haaah!” Helaan nafas berat dan panjang dari Tabib Shu Hong terdengar di telinga Ding Jia Li. “Kenapa Tuan Tabib menghela nafas berat seperti itu?”


“Gadis Ras Manusia, salah satu petinggi dari Ras Siluman Pohon telah tumbang–”


“Maksud Tuan Tabib?!” Ding Jia Li bertanya, memotong ucapan dari Tabib Shu Hong sekaligus menunjukkan rasa penasaran dalam kepalanya.


“Lihatlah, pohon yang sangat indah dan berbunga dengan menyebarkan keharuman sampai ke kita ini. Itu adalah salah satu petinggi dari perkampungan ini.” Tabib Shu Hong, memutar bola mata. Dia menghitung satu persatu para petinggi Klan. “Besar kemungkinan yang mati adalah Tetua yang membawa kalian ke sini.”


“Ah, dia! Bagaimana bisa?! Bukankah dia sangat kuat, bukankan Siauw Xiezy tidak bisa berkutik melawannya?!” batin Ding Jia Li, tapi kemudian ia kembali bertanya, “Lalu siapakah yang sedang bertarung dengan teman ku itu?!” 


“Itu adalah Patriark Klan Shu ….”


Tabib Shu telah mempercepat gerak lesatannya, saat itu ia telah melihat sang Patriark besar kemungkinan akan ikut menyusul Tetua Shu Cang.


Siauw Xiezy dalam gerakan tebasan menyilang, dengan pedang yang terbentuk dari pemadatan hawa siluman akan benar-benar menebas leher Patriark Klan Shu.


“Bocah Siluman Kalajengking! Hentikan!?” Seiring dengan suara memerintahkan untuk berhenti, siluet bayangan Tabib Shu Hong telah menangkis pedang hawa siluman Siauw Xiezy dengan ulekan obat bubuk. 


Itu adalah Artefak kelas tinggi yang setara dengan Artefak Ranah Kaisar Surgawi.

__ADS_1


Tangkisan dan kedatangan tepat waktu itu menghentikan pertarungan. Andai tadi Tabib Shu Hong tetap kekeh dengan pendiriannya, dan menghiraukan kekhawatiran terbesar dari hati Ding Jia Li. Mungkin saat ini, dialah yang akan menjadi siluman paling menyesal tidak datang ke tempat tersebut.


Setelah menangkis serangan tersebut, Tabib Shu terlempar dan menambrak Patriark Shu Qin. Keduanya ikut terlempar jauh sampai tiga tombak. 


__ADS_2