Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Bab. 59. Manifestasi Langit dan Bumi


__ADS_3

Setelah pertarungan yang panjang, Gou Long berdiri sejenak tepat di depan mayat siluman kingkong, dia menghela nafas. Pertarungan tadi kurang lebih berjalan selama setengah harian.


Tongkat emas milik siluman itu sekarang telah diikat Gou Long, dengan cap segel pribadi milik Gou Long, begitulah Artefak Ranah Surgawi, harus diberi cap segel dari pemilik yang baru, maka akan bisa digunakan dengan potensi yang sangat maksimal.


Setelah diberi cap segel Gou Long, tongkat itu mengecil dan langsung melingkar di jari tengah Gou Long membentuk seperti cincin. Baru sekarang Gou Long mengerti, dari mana siluman itu mengeluarkan tongkat emas.


“Terima kasih, saudara seperguruan! Pertolonganmu membuat kompetisi yang kami jalani terasa lebih panjang beberapa hari,” ucap salah seorang dari kelompok yang diselamatkan Gou Long, berbasa-basi.


Gou Long mengerti mereka sedang ingin bercakap-cakap dengannya, ia berkata, “Tidak perlu berterima kasih, ini masih hari pembukaan, akan sangat tidak menyenangkan kalau di hari pembukaan harus sudah mengundurkan diri. Andai esok kalian berjumpa denganku lagi, akan segera aku kirim kalian ke zona aman ....”


“Aku berharap, dengan kejadian ini, ke depan kalian harus lebih sayang nyawa. Kalau berjumpa siluman yang tidak sanggup kalian lawan, langsung pecahkan saja token teleport yang diberikan sekte,” Gou Long, menasehati mereka dengan bijak.


“Di sini, beberapa pil penyembuh, pil penyambung daging dan tulang. Kalian beristirahatlah di sini sambil menyembuhkan luka yang kalian peroleh.” Gou Long melemparkan sebotol giok berisi pil pada kelompok tersebut.


Saat Gou Long berkelebat meninggalkan mereka, suara lembut dan renyah terdengar. “Saudara perguruan! ... tunggu! Siapa dirimu, kalau kita bertemu lagi kelak bagaimana kami harus menyebutmu?” Salah seorang gadis di dalam kelompok tersebut bertanya.


Tanpa melihat orang yang bertanya, sambil terus melesat ke arah Hua Mei dan Eira, Gou Long menjawabnya, “Kalian boleh memanggilku kelak saudara Long, Gou Long lengkapnya. Oiya kulit dan lain-lainnya dari bangkai siluman itu boleh kalian miliki dan bagi rata ....”


Siluet bayangan Gou Long yang melesat, meninggalkan decak kagum dari para murid-murid Sekte Naga Langit di situ, dalam hati mereka akan selalu mengingat nama Gou Long, salah seorang murid yang tidak boleh mereka singgung kelak.


Gou Long terus melesat ke arah Hua Mei dan Eira lalu dia menggandeng tangan Hua Mei dan berkata, “Mari tinggalkan tempat ini.”

__ADS_1


Hua Mei hanya bisa mengangguk, lalu melesat bersama Gou Long. Setelah pertarungan panjang tadi, baik Hua Mei maupun Gou Long, butuh tempat yang tenang untuk menjernihkan pikiran, duduk bersila dan menyerap hawa murni.


Hua Mei, yang menonton pertarungan Gou Long, berhasil memperoleh pemahaman baru dalam ilmu silat. Ia perlu mencerna, dan menjernihkan pemahaman tersebut.


Tidak berbeda jauh dengan Hua Mei, pengalaman bertarung tadi memberi Gou Long ilham untuk menambah beberapa gerakan pada jurus-jurus tertentu, terlebih dalam perpaduan jurus yang satu dengan lainnya agar tidak mandek atau terputus ketika digunakan kelak.


“Bocah! Jurus apa yang kau keluarkan tadi di penghujung pertarungan? Jurus itu sangat berbahaya bagi yang menonton. Sebaiknya ke depan kau jangan menggunakan jurus itu di keramaian. Efeknya, menyihir para penonton dan tanpa sadar mereka saling bertarung.”


Eira memecah kesunyian itu dengan bertanya pada Gou Long. Dia sudah tidak sanggup menahan lagi perasaan heran pada jurus yang terakhir Gou Long keluarkan tadi.


“Itu adalah ... Ilmu Pedang Tarian Peri, aku juga tidak tahu akan menjadi begitu hebat, ilmu tersebut baru saja aku latih dan sangat menguras tenaga dalam ku. Tapi, tadi aku tidak merasa kehabisan tenaga dalam sama sekali. Hmmm, sangat menguntungkan bagiku, kan!” jawab Gou Long.


Gou Long, mengecek kondisi dari gua tersebut, itu aman dan tanpa ada tanda-tanda bahaya. Gou Long memasang segel pertahanan agar terhindar dari gangguan, untuk berjaga-jaga kalau ada yang bisa membobol segel, Gou Long meminta Eira menjaga keselamatan mereka berdua.


Dengan penjagaan dari Eira, mereka bisa duduk bersila dengan tenang. Memantapkan pemahaman terhadap ilmu silat, hingga pagi akhirnya tiba. Gou Long yang duluan tersadar dari kultivasi, segera keluar dan mencari bahan makanan untuk mereka.


Saat dia kembali, Hua Mei sudah menyelesaikan kultivasi. Aura yang di perlihatkan Hua Mei tampak berbeda, Gou Long yakin Hua Mei akan menerobos ke Ranah Langit Tahap Awal dalam waktu dekat.


Setelah mereka semua makan, Gou Long berkata pada, Hua Mei. “Mari Mei ‘er aku akan membawamu ke tempat yang secara tidak sengaja ku lewati tadi, tempat itu sangat mengagumkan.”


“Benarkah, Long Gege! Mari kita ke sana,” jawab Hua Mei, antusias.

__ADS_1


“Long Gege, maukah kau mengajariku ilmu meringankan tubuh milikmu! Gerakannya, sangat cepat,” pinta Hua Mei. Ia ingin bisa melesat secepat Gou Long.


“Ilmu Walet Menunggang Angin?! Baiklah, saat ini Mei ‘er dengarkan teorinya saja, akan Long Gege jelaskan secara bertahap,” jawab Gou Long


Mereka melesat ke arah yang dibawa Gou Long, sambil menjelaskan teori Ilmu Meringankan Tubuh Walet Menunggang Angin.


Tempat itu adalah area kebun bunga yang seluas ratusan tombak, penuh dengan bunga-bunga indah, entah siapa yang menanam. Kupu-kupu kecil terbang di antara bunga-bunga tersebut.


Hua Mei dan Eira, sama-sama menikmati keharuman serta kenyamanan di kebun bunga itu. (baik manusia ataupun rubah kalau jenis kelamin perempuan tetap tergila-gila dengan bunga rupanya).


Berbeda dengan mereka berdua, Gou Long sejak awal tiba di kebun tersebut telah mencium, sesuatu yang sangat harum bagi hidungnya.


Dia tahu, ini adalah Manifestasi Langit dan Bumi dari Dunia kecil ini, memang itu belum muncul, akan tetapi dari aroma yang keluar, Gou Long sangat yakin bahwa Manifestasi Langit dan Bumi itu akan muncul di tempat ini dalam waktu dekat.


Gou Long terus mencium bau harum yang keluar semakin keras, hal itu juga segera disadari oleh Hua Mei dan Eira.


“Bocah! ... Bau apa ini, harum sekali? Apa bau ini alasan sebenarnya kau membawa kami kemari,” tanya Eira, mengejutkan Gou Long yang sedang mengendus-endus bau harum tersebut.


“Tidak! ... Aku mencium bau ini ketika baru saja tiba di sini. Ini adalah Manifestasi Langit dan Bumi dari dimensi ini. Manifestasi Langit dan Bumi merupakan herbal yang hanya muncul seribu tahun sekali, herbal yang sangat berguna bagi para kultivator.”


“Namun akan ... Lebih berguna bagi para Alkemis dalam pembuatan Pil Ranah Super.” Gou Long menjelaskan apa yang dipahaminya dari manifestasi langit dan bumi.

__ADS_1


__ADS_2