
“Mei ‘er! Harta jarahan yang ada di dalamnya untuk Mei ‘er dan Saudari Qiu! Long Gege belum memeriksanya. Harta dari jenius Klan Ouyang pasti tidak biasa.” Ujar Gou Long, lembut pada Hua Mei.
Perkataan dari Gou Long ini juga sebagai pemecah suasana yang mencekam dan tidak bersahabat sebelumnya.
“Rekan seniman bela diri! Kalian sudah tahu kondisi kita semua di sini, jadi junior ini tidak akan menghalangi atau berebut herbal dengan para senior ataupun junior di sini,”
“Masing-masing kita memiliki ketertarikan pada pilihan kita masing-masing dengan herbal yang ada di sini, seperti junior yang memberi muka pada rekan-rekan sekalian, junior juga berharap para senior memberi muka pada junior ini.” Lanjut Gou Long sekaligus mengakhiri perkataannya.
Ucapan ini sebenarnya diucapkan Gou Long karena dia menghormati orang-orang Asosiasi Alkimia dan Huan Tay Seng. Namun bagi mereka yang telah melihat cara Gou Long turun tangan, ucapan tersebut malah terasa seperti ancaman.
Termasuk Yu Jiang dan Huan Tay Seng sendiri, saat ini ikut merinding karena melihat sisi kejam Gou Long. Sebelumnya, padahal merekalah yang terlihat paling akrab dengan Gou Long saat pertama kali Gou Long muncul di Kebun Herbal tersebut.
Tak perlu Gou Long berkata apa pun, sebenarnya semua orang yang ada di sana juga tidak akan berani mengambil Herbal yang menarik minat Gou Long.
Itu adalah Chung Munna yang mencairkan suasana bak pahlawan kesiangan.
“Saudara Gou semakin hebat saja, padahal kita tidak bertemu hanya sebulan lamanya, saat ini Saudara Gou bahkan telah berhasil mencapai Puncak Ranah Langit,”
“Saudara Gou benarlah Naga dan jenius sejati dari generasi muda, karena sebelumnya Saudara Gou berkata seperti itu. Chung ini... sebagai teman lama Saudara Gou tidak akan berlaku sungkan.” Perkataan ini keluar begitu saja dari mulut Chung Munna.
Sikap berani Chung Munna ini merupakan tindakan yang wajar, dia dan adiknya Chung Bau Im mengenal Gou Long lebih lama dari seniman bela diri lainnya di sana, dia kenal watak Gou Long yang baik pada teman dan akan kejam pada lawan.
__ADS_1
Dengan merangkapkan tangannya di depan dada, Chung Munna langsung mengajak adiknya Chung Bau Im, kemudian memilih herbal yang menurutnya cocok dengan tingkatan Alkimia yang dia pelajari.
Suasana seketika itu mencair dan lebih bersahabat kembali, tidak muncul rasa takut kepada Gou Long dalam hati mereka saat itu.
Karena tindakan Chung Munna ini, yang lainnya juga ikut menyapa Gou Long dan memetik herbal-herbal langka dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Sikap berbeda kemudian juga diperlihatkan Yu Jiang, dia mendatangi Gou Long dan menggodanya, “Aihh! Baru sekarang aku mengetahui, Saudara Gou sangat dingin pada perempuan karena telah terlebih dahulu memiliki tambatan hati, Ha ha ha...”
“Padahal kukira saat itu, Saudara Gou bisa saja kecantol pada adikku Yu Yihua, rupanya dua bidadari ini lebih cantik dari Yu Yihua sendiri.” Lirih Yu Jiang pada Gou Long.
Gou Long yang tidak mau digoda terlalu jauh berkata, “Sudahlah! Tak perlu Saudara Yu menggodaku, tolong Saudara Yu ajak kedua gadis ini bergabung dengan para gadis dari Asosiasi Alkemis untuk memetik herbal-herbal yang ada di sini...”
“Sejujurnya aku sangat ingin berkultivasi sebentar saja,” ujar Gou Long, kemudian dia berpaling pada Hua Mei dan Murong Qiu, “Mei ‘er dan Saudari Qiu bergabunglah dengan Saudara Yu memilih herbal-herbal langka, kalian bisa belajar banyak dari mereka orang-orang Asosiasi Alkemis.” Lanjut Gou Long sekaligus mengakhiri ucapannya.
Yang hanya bisa ditatap iri oleh Yu Jiang dan Murong Qiu, kemudian mereka bertiga segera saja bergabung dengan anggota Asosiasi Alkemis lainnya, dan meninggalkan Gou Long yang berkultivasi di sana sendirian.
Waktu terus berjalan, melintasi jam dan hari. Hari dan hari pun kemudian berlalu sedangkan Gou Long terus berkultivasi di sana, dia mengabaikan orang-orang yang ingin berbicara banyak hal dengannya termasuk mereka yang merupakan kenalan lamanya.
Satu persatu kenalan Gou Long mulai pergi meninggalkan lembah tersebut, itu dimulai oleh Huan Tay Seng, setelah dua hari mencari-cari herbal yang sesuai dengan kebutuhannya. Huan Tay Seng yang memiliki sifat bajik ajaran kuil tidak tamak pada Herbal langka, sehingga ia hanya memetik sesuai kebutuhannya saja.
Dia melihat Gou Long masih berkultivasi dan di sana ikut duduk menemani di sampingnya Hua Mei serta Murong Qiu, Huan Tay Seng berpamitan pada kedua gadis tersebut setelah terlebih dahulu menitipkan salam pada Gou Long melalui mereka.
__ADS_1
Kemudian di hari ketujuh, rombongan Alkemis juga berpamitan pada Hua Mei dan Murong Qiu. Apa yang menjadi niat hati Gou Long tercapai sudah, untuk sejenak lembah itu terasa sunyi, “Apa mereka sudah pergi semua?” bisik Gou Long pada Hua Mei.
Yang sebenarnya terjadi dalam tujuh hari ini, hanya Hua Mei dan Murong Qiu yang tahu, Gou Long selama seminggu ini tidak pernah benar-benar berkultivasi, saat orang lain sibuk, dia bahkan membuka sebelah matanya, dan berbisik pada Hua Mei serta Murong Qiu untuk terus berpura-pura.
Kedua gadis itu patuh saja, padahal mereka juga tidak tahu apa yang direncanakan Gou Long. Kadang mereka juga ikut berkultivasi, dan berhenti saat waktunya makan, hanya Gou Long yang tahan tidak makan selama tujuh hari tersebut.
“Sebaiknya Gege tidak bergerak dulu, teruslah berpura-pura setengah hari lagi.” Jawab Hua Mei memberi saran.
Gou Long kembali berakting dengan kultivasinya, saat hari sudah menjelang sore baru dia tidak berpura-pura lagi, dia mengeluarkan makanan kering kemudian memakannya dengan lahap, makan kali ini termasuk pada kategori hajat yang tidak ditunaikannya selama tujuh hari.
Menunda selama tujuh hari, akhirnya Murong Qiu tidak dapat menahan rasa penasarannya yang sudah memuncak, “Kenapa Saudara Gou berakting seperti ini, bahkan rela menunda sampai tujuh hari?” tanya Murong Qiu, sorot mata antusias dan penuh harap tidak disembunyikannya sama sekali.
“Iya! Long Gege sangat aneh, bertemu kawan lama bukannya beramah-tamah, tapi malah mengabaikan dan berharap mereka pergi secepatnya.” Hua Mei menimpali dengan nada manja menggerutui Gou Long, tidak kalah penasarannya dari Murong Qiu.
“Aiiihhh! Kalian berdua, kenapa bisa kalian melupakan sosok keempat yang masih tinggal di tempat ini?” jawab Gou Long, belum menjelaskan secara pasti.
“Maksud Saudara Gou... Makhluk yang terus meraung dan mengeram sepanjang waktu itukah?” Murong Qiu memastikan.
“Tepat! Tidakkah kalian heran dengan makhluk itu, lagi pula ini pasti berhubungan dengan tanah yang menyebabkan tingkat pertumbuhan herbal di sini menjadi begitu pesat.”
“Apa hubungannya siluman dengan tanah di sini?” heran Hua Mei.
__ADS_1
“Coba kalian pikirkan! Siluman Kalajengking, habitat dan sarang utamanya di manakah? Itu pasti dia membuat lubang gua dia bawah tanah, namun kemudian dia tidak bisa bergerak karena tersangkut atau ada daya tarikan kuat alami yang membatasi pergerakannya.” Gou Long menjelaskan, namun tetap saja belum bisa dipahami oleh kedua gadis tersebut.