
Begitu hamburan salju mereda, terlihat di sana golok berat milik Gou Long tertancap di atas tanah, lalu dari atas Iblis Hitam dan Iblis Putih merasakan tekanan hawa pukulan yang sangat berat.
Itu adalah Pukulan Telapak Arhat yang dilepaskan Gou Long, untuk si Iblis Hitam Gou Long melepaskan pukulan berhawa sangat panas, dan untuk si Iblis Putih pukulan hawa yang sangat dingin, kedua pukulan itu menggunakan sembilan puluh persen tenaga dalam Gou Long.
“Swooosh!”
“Booomm!”
Keduanya menyambuti pukulan itu, sehingga kembali terjadi ledakan, “He he he! Bocah, bukankah kau terlalu meremehkan kami? Kau melepaskan pukulan pada kami, pukulan yang telah kami pelajari dan tekuni selama puluhan tahun,” ujar Iblis Putih.
“Ini sama saja dengan kau mengelus kami dengan lembut.” Ejeknya.
Dia kemudian mengeluarkan senjata, itu berupa tulang yang berwarna sangat putih, sedangkan diujung dua sisi tulang itu, terhubung dengan tulang tengkorak yang juga berwarna putih.
Hawa dingin dan menggidikkan terasa dari senjata yang dikeluarkan si Iblis Putih.
“Melihat Artefak yang kau keluarkan, semakin besar niat hatiku untuk melenyapkan kalian berdua,” balas Gou Long setelah memperseni mereka berdua dengan pukulan dia telah melesat sedikit menjauh.
“Kau bukan penduduk Utara, kau juga tidak memiliki intuisi khusus tubuh yin, menilik dari kultivasimu, besar kemungkinan inilah jenis kultivasi yin sesat yang mengorbankan banyak orang.” Lanjut Gou Long, menebak sumber tenaga dalam Iblis Putih.
Gou Long tidak berdiam diri, sambil berbicara dia kembali ke tempat golok beratnya tertancap, mengambil golok lalu menyerang si Iblis Putih, Teknik Memindah Jasad tiada henti dikembangkan Gou Long.
“Takk! Trangg!” bunyi beradu kedua senjata terdengar. Baik yang menyerang ataupun yang diserang sama hebat.
__ADS_1
“Ha ha ha! Tepat sekali, aku telah membunuh ratusan bayi saat bulan purnama, agar ilmu yang kulatih sempurna.” Tanpa menutupinya sama sekali, Iblis Putih tertawa senang menjelaskan pola kultivasinya, sambil menangkis setiap serangan Gou Long.
Ding Jia Li yang berdiri sedikit jauh dari area pertarungan dapat mendengar percakapan itu, bulu kuduknya berdiri, kengerian muncul di hati, dia tidak dapat membayangkan ada orang yang tega membunuh ratusan bayi hanya untuk berlatih ilmu bela diri.
Sementara di gelanggang pertempuran, Gou Long yang sedang menggempur Iblis Putih, mendapatkan serangan lain dari arah belakang yang dilepaskan oleh Iblis Hitam.
“Bocah! Lawanmu bukan satu orang saja!” Iblis Hitam ikut menyerang Gou Long dari belakang dengan Pukulan Arang Nerakanya.
“Whosshh!”
Sejak kedua orang iblis ini mengambil sudut yang berbeda, Gou Long dengan sengaja menyerang si Iblis Putih, dan agak sedikit membelakangi Iblis Hitam. Dia sadar sepenuhnya Iblis Hitam pasti akan memanfaatkan kesempatan itu, dan akan menyerangnya secara menggelap.
Dengan perhitungan yang sangat matang, begitu pukulan dari Iblis Hitam hampir mengenainya dengan telak Gou Long berkedip dan berpindah ke belakang tubuh Iblis Hitam.
Pukulan Arang Neraka milik Iblis Hitam terus melaju cepat dan menghantam Iblis Putih dengan telak.
Berada di belakang tubuh Iblis Hitam, Gou Long tidak mau menyia-siakan kesempatan dan pukulan, “Transformasi Roh!” lirih Gou Long.
Momentum lonjakan tenaga dalam terasa dari Gou Long, “Swoooshh!” sebuah pukulan telapak berhawa sangat panas, dengan menggunakan Elemen Petir berwarna keemasan meluncur deras ke arah Iblis Hitam. Salju mencair, dan rumput di bawahnya mengering seiring dengan arah lesatan pukulan itu.
Iblis Hitam berbalik dan menyambuti Pukulan Gou Long, dengan pukulan Telapak Arang Neraka.
“Boomm!” dua kali ledakan keras terdengar hampir bersamaan, itu adalah ledakan dari beradunya pukulan Telapak Arang Neraka yang dibalas oleh Iblis Putih, dan pukulan yang dilepaskan Gou Long beradu dengan Pukulan Arang Neraka lainnya.
__ADS_1
Kondisi ketiga orang itu terlihat berbeda, saat ini yang paling dirugikan di sana adalah si Iblis Hitam, dia tergencet di antara dua pukulan, kakinya melesak ke dalam tanah sampai sebatas lutut.
Iblis Putih tersurut satu tombak ke belakang, sementara Gou Long di sisi lain tersurut setengah langkah, namun saat itu kakinya tetap tidak menginjak tanah, melayang satu jengkal di atas tanah.
Begitu efek dari ledakan mereda, setiap orang dapat melihat kondisi dari masing-masing, sekarang kedua Iblis itu terkejut, “Iblis!...” tanpa sadar kata itu tercetus dari mulut mereka berdua.
Wajar saja, mereka melihat Gou Long yang ada di depan mereka saat itu dalam wujud yang sangat berbeda.
Tangan kanan Gou Long saat ini mengeluarkan sisik kehitaman, lengkap dengan cakar panjang, rambut Gou Long sekarang telah memanjang sampai pinggang, keras dan meruncing, telinganya juga meruncing, dengan pupil mata yang berbentuk seperti pupil ular, dan di punggungnya membentuk seperti sepasang sayap dari energi murni. Petir berwarna keemasan terus berputar di sayap itu.
Ini adalah bentuk dari transformasi roh ketiga Gou Long, transformasi dari Roh Naga Hitam. Gou Long tidak pernah mengira petir yang dihasilkan dari transformasi roh ini adalah petir emas, juga melengkapi sayap energi murni di punggungnya.
“Ha ha ha!...” tawa Gou Long lepas, “Mana iblisnya?” tanya Gou Long balas mengejek kedua orang lawannya.
“...” tidak ada jawaban dari keduanya, Iblis Putih melesat bergerak dan berdiri sejajar dengan Iblis Hitam yang baru saja keluar dari tanah yang membuat kakinya melesak tadi.
Salah satu dari kedua tangan mereka berdua disatukan, inilah Teknik menggabungkan energi murni secara seimbang, dan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang telah sepemikiran dan sehati dalam berkultivasi.
Sementara itu, Ding Jia Li menjadi sangat gemetaran setelah melihat perwujudan Gou Long. Tidak tahan, Eira yang dapat merasakan gemetaran itu, akhirnya buka suara, “Gadis cantik! Jangan takut dan jangan heran, itu salah satu dari teknik rahasia Long Gegemu, Kalau aku tidak salah itu teknik Transformasi Roh.” Eira menjelaskan.
Karena Eira buka suara, gemetaran dan rasa takut memang menghilang, namun tergantikan dengan perasaan terkejut, Ding Jia Li mengangkat Eira ke depan mukanya dan memperhatikan binatang itu dengan lebih jelas.
“Kau bisa berbicara?” tanya Ding Jia Li, heran.
__ADS_1
“Iya! Tentu saja, gadis cantik! Makanya jangan asal lari, Long Gegemu masih punya banyak rahasia yang belum kau ketahui, sudahlah mari kita perhatikan lagi pertarungan mereka.” Jawab Eira, sekaligus mengajak untuk kembali fokus melihat pertarungan.
“...” Ding Jia menganggukkan kepalanya, lalu membawa kembali Eira ke dalam pelukannya, bulu-bulu Eira yang hangat memberikan kenyamanan sendiri bagi Ding Jia Li di bawah cuaca musim salju.