Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Bab. 76. Menyerap Roh Iblis Salju


__ADS_3

Gou Long berdiri di tempat, dia masih belum yakin untuk menyerap Roh Iblis Salju dengan Kultivasi Tranformasi Roh. Pengalaman adu kekuatan ketika penyegelan yang sangat menguras hawa murni dalam tubuh masih membekas di hati.


Apalagi Roh Iblis Salju itu menggunakan elemen berhawa dingin sebagai dasar kultivasi, ini akan sangat berbeda dengan dasar kultivasi Gou Long yang mengunakan elemen panas.


“Hauri, makhluk yang benar-benar selalu saja berbuat sesuka hati, aku ganggu saja istirahatnya. Peri kurang ajar ini harus diberi pelajaran sesekali,” pikir Gou Long sambil menyunggingkan senyum iblis.


Dalam kesepian ini, muncul ide untuk mengganggu Hauri. Lagi pula Gou Long memang sedang butuh seseorang untuk bertanya tentang kultivasi, apa mungkin bisa menggabungkan prinsip-prinsip dasar kultivasi yang berlawan.


“Hauri! Hauri! Keluarlah!” panggil Gou Long


Hauri yang baru saja masuk ke dalam bentuk tato kembali muncul di hadapan Gou Long, raut wajahnya terlihat kesal. Gou Long mengganggu waktu istirahatnya, padahal sudah dua hari lebih dia tidak bisa beristirahat dengan tenang demi kepentingan Gou Long.


“Sudah kukatakan, jangan panggil aku kalau tidak ada perkelahian yang sangat berbahaya bagi dirimu, kau ingin merasakan tepukkan keras tanganku ya!” kesal Hauri.


Gou Long tersenyum melihat rasa kesal yang diperlihatkan Hauri, lalu dia bertanya, “Tadi kau menyarankan agar aku segera menyerap Roh Iblis Salju, apa ini memungkinkan? Iblis itu menggunakan hawa dingin sebagai dasar kultivasi, bukankah ini berbanding jauh dari dasar kultivasi-ku?”


“Terlalu banyak berpikir malah tidak bisa memperoleh kemajuan, serap ya tinggal serap. Jangan menghambat dirimu sendiri dengan terus berada di zona nyaman,” ujar Hauri, lalu dia mematahkan sepotong ranting kayu.

__ADS_1


Hauri berjalan ke hadapan Gou Long kemudian dia menggambarkan sebuah lingkaran bulat di atas tanah, di dalamnya ditambahkan dua gambar ikan paus yang saling membelit dengan arah yang berlawanan sehingga ketika Hauri menghapus lingkaran luar. Gambar kedua ikan paus itu membentuk lingkaran sempurna tanpa membutuhkan lingkaran pendukung lain, kemudian salah satu dari ikan itu diberinya arsiran.


“Apa yang dilakukan peri ini, lagi-lagi dia berkelakuan aneh. Berbicara tanpa ujung, kemudian malah gambar-gambar tidak jelas di atas tanah,” pikir Gou Long


“Perhatikan dengan jelas kedua gambar ikan paus ini! Yang kuberi arsiran anggaplah sebagai paus hitam, sedangkan yang tidak ada arsiran sebagai paus putih. Perhatikan! Bukankah mereka saling mendukung dan menghubungkan? Sehingga membentuk lingkaran sempurna dengan perpaduan keduanya ....”


“Begitulah bentuk keseimbangan tenaga dalam, sekarang bayangkan paus putih itu dasar tenaga dalam darimu yang berhawa panas elemen petir, sedangkan ikan paus hitam itu bentuk dari Roh Iblis Salju yang berhawa dingin.”


“Bisa mencapai puncak dengan tenaga dalam unsur panas saja, ini sudah sangat hebat, atau dengan dingin saja, bisa jadi tidak akan ada yang bisa mengalahkan kita. Tapi tetap saja itu bukan bentuk keseimbangan, ketika kultivator bisa menggabungkan dan memperoleh keseimbangan dari kedua hal yang berlainan maka dia telah berada di puncak kultivasi.”


“Manfaat yang diperoleh jelas di luar nalar para kultivator yang hanya berfokus pada satu dasar tenaga dalam. Namun, tetap saja ada resiko, ingat semakin besar manfaat yang diperoleh semakin besar pula resiko dan bahaya yang harus dihadapi. Semua tergantung dirimu, jangan panggil aku lagi, berani kau panggil akan aku ketuk kepalamu. Selamat mencoba!”


Penjelasan yang diberikan Hauri sangat mudah dipahami, apalagi Gou Long memang mudah untuk belajar hal-hal baru. Pemahamannya juga menjadi lebih luas, seperti tidak ingin melupakan pemahaman ini begitu saja, lantas Gou Long mulai mempersiapkan tempat yang baik untuk Kultivasi Tranformasi Roh.


Hal yang pertama sekali dilakukannya memasang segel array pertahanan yang kuat di ngarai ini, dia tidak mau terjadi gangguan nanti. Penjelasan Hauri terngiang di telinganya. “Semakin besar manfaat, semakin besar pula resiko.” Gou Long mengerti, resiko dalam berkultivasi seperti ini adalah kematian atau cacat seumur hidup jika terjadi gangguan yang tidak diinginkan.


Maka segel pertahanan yang kuat sangat diperlukan. Gou Long juga mengeluarkan tiga kristal esensi siluman kelas kedua sebagai cadangan hawa murni jika nanti kekurangan hawa murni.

__ADS_1


Segala sesuatu yang dirasa Gou Long sudah terpenuhi, seketika itu juga dia duduk bersila dan mengeluarkan botol giok yang berisi Roh Iblis Salju.


Dia menyentil bola segel dari hawa murni itu dan berkata, “Percuma kau melawan, ini bukan hutan hujan salju, aku tidak harus membagi fokus pada hawa dingin dari luar. Tenaga dalam ku berada pada puncak kesempurnaannya saat ini, jadilah makhluk yang patuh.” Ucapan ini jelas tidak bisa di dengar oleh Roh Iblis Salju yang tersegel.


Gou Long segera memfokuskan niat dan mengumpulkan semangat, setelah menarik nafas dengan dalam dia mulai mengedarkan hawa murni ke seluruh tubuh. Lalu tangan Gou Long membentuk beberapa pola array segel di udara.


Ini adalah pola array yang menghubungkan antara segel pengikat yang terletak di dantian Gou Long dan segel pengunci roh. Setelah menutup kedua mata dia mulai menarik Roh Iblis Salju ke dalam ikatan dantian. Gou Long dapat merasakan hawa dingin mulai menyerang.


Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari Hauri, Gou Long berusaha menyeimbangkan hawa dingin itu, dia tidak melawan hawa dingin yang menyerang, tapi dia menerima hawa dingin itu sedikit demi sedikit dan menyalurkan ke dalam dantian.


Proses ini sangat sulit, Gou Long harus membagi dan membentuk ruang kosong yang dapat diisi oleh hawa dingin di dalam dantian. Sedikit demi sedikit kekosongan dalam dantian terisi dengan hawa murni dingin. Pada awalnya seperti ditolak oleh hawa panas. Namun, lambat dan pasti itu mulai menyatu di antara hawa panas.


Entah berapa lama proses ini dilakukan Gou Long, dia sudah tidak dapat menghitung hari ketika proses tersebut berjalan. Rasa sakit yang menyerang lebih hebat dari hantaman petir. Sedikit saja terburu-buru dan salah langkah dapat dipastikan Gou Long akan mati di tempat. Setengah dari tubuh akan membeku dan setengah lagi akan terbakar dan menjadi debu karena kebocoran hawa yang berlainan, dimulai dari dantian dan terus menjalar ke semua meridian dalam tubuh.


Saat itu tepat pagi hari keempat belas sebelum ditutupnya Lantai Ketiga Pagoda Dimensi Lain. Di dalam ngarai tersembunyi Gou Long masih hanyut dalam Kultivasi Tranformasi Roh. Bola segel dari hawa murni yang berisi Roh Iblis Salju telah lenyap seluruhnya.


Gou Long sudah berhasil menyerap roh itu, namun saat ini kondisi tubuh Gou Long belum stabil, itu terlihat jelas dari aura dan pancaran warna dari tubuhnya yang terus berubah-ubah. Sesekali berwarna perak terang dan panas kemudian berubah tidak berwarna pucat dan dingin.

__ADS_1


Kondisi seperti itu sudah terjadi sejak semalam, namun intensitas perubahan kondisi tubuh Gou Long sudah berubah banyak. Tadi malam perubahannya seperti lampu yang berkelap-kelip. Pada saat ini, jeda perubahannya terasa lama, yang menandakan kultivasi berhasil dan akan segera stabil dalam rentang waktu dua dupa kemudian.


Gou Long terus berkultivasi sampai rentang waktu yang diperkirakan, hingga akhirnya dia berhasil sepenuhnya menstabilkan dua hawa yang berlainan dalam dantian.


__ADS_2