Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 119. Informasi Sempurna


__ADS_3

“Saudara Jung! Kudengar keluargamu sudah mempersiapkan segala keperluan untuk berpartisipasi di Tanah Suci Para Pendekar kelak, ini pasti menghabiskan banyak tabungan kalian kan?”


“Benar yang Saudara Huang katakan, kali ini aku dan saudara tertuaku dianggap generasi muda terbaik yang dimiliki Keluarga Jung, sehingga Patriak Keluarga Jung dengan rela merogoh simpanan bertahun-tahun dan mempersiapkan berbagai Array dan Artefak terbaik agar kami bisa memperoleh sesuatu yang lebih berharga nanti di Tanah Suci Para Pendekar.”


“Memang begitulah adanya Tanah Suci Para Pendekar, itu tempat yang tidak boleh untuk dibuat sebagai taman bermain, menurut cerita Tetua dari keluargaku, tanah itu dulu tempat bertarung para pendekar 3000 tahun yang lalu, mereka saling menguji dan menukar ilmu di sana,” ini adalah orang ketiga yang tidak diketahui marga/she-nya oleh Gou Long yang berbicara.


“Tapi kemudian tanpa alasan yang pasti setiap pertarungan latih tanding menjadi pertarungan mati-matian, sehingga mereka meninggalkan segala jenis ilmu kanuragan yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya.” Lanjut orang tersebut.


“Bukan peninggalan dari para pendekar itu saja yang menjadi daya tarik minat dari Tanah Suci ini Saudara Mo, di tempat itu juga terdapat banyak makam dari pesilat agung dan makam dari roh-roh suci, juga termasuk berbagai herbal surgawi yang tidak pernah kita lihat sebelumnya, pesilat mana yang tidak akan tertarik dengan harta yang seperti?” orang yang bermarga Huang kembali menjelaskan


“Namun sekali lagi, tempat itu memang sangat menggiurkan, tapi tanpa Artefak dan Array yang bagus sama saja mengantar nyawa, Ingat! Semakin tinggi manfaat, semakin tinggi tingkat bahaya, baik itu dari siluman atau Roh Iblis tanpa jasad,”


“Apalagi ketika kita masuk ke tempat itu, sudah pasti kita tidak bisa meminta bantuan dari pesilat Ranah Surgawi di sana, setiap pesilat Ranah Surgawi tidak bisa masuk ke sana, di tempat tersebut seperti ada penghalang khusus, 20 tahun yang lalu salah satu tetua dari keluargaku pernah memaksa masuk, tepat ketika beliau menginjakkan kaki di tanah tersebut, jasad beliau langsung hangus menjadi debu seluruhnya dan hanya menyisakan cincin penyimpanan beliau.” Orang bermarga Huang mengakhiri kisahnya.


“Ha ha ha... Mau memiliki Artefak dan Array terbaik atau tidak sama sekali, aku akan tetap masuk ke sana, ini hanya kesempatan sekali selama 10 tahun, bagiku ini merupakan hal yang bagus ketika yang bisa masuk ke sana hanya kita-kita dari Ranah Langit,” orang bermarga Mo kembali bebicara.


“Kali ini pasti akan banyak bidadari-bidadari cantik dari 7 Klan Utama dan 6 Sekte ternama yang ikut berpartisipasi ke Tanah Suci tersebut, He he he... Aku tidak akan menyesal kalaupun mati setelah melihat orang-orang ini,”


“Mereka sudah pasti akan berpartisipasi, tidak mungkin mereka mau memegang kunci segel Tanah Suci ini selama ratusan tahun dan membukanya setiap 10 tahun sekali, kalau tidak mendapatkan apa-apa atas jerih payah mereka selama ini.” Orang bermarga Mo mengakhiri ucapannya.


“Ha ha ha... Sifat mata keranjangmu dari dulu tidak pernah berubah Saudara Mo, pantas kau sangat suka makan di warung ini, kau hanya ingin menikmati pemandangan indah di sini setiap hari...”

__ADS_1


“Hufftt! Menyebalkan, asal kau tahu Saudara Jung! Saudara Mo, matanya saja yang keranjang Saudara Jung! Tapi keberaniannya terhadap perempuan....” Orang bermarga Huang memotong perkataan kawannya


“Ha ha ha... Dia akan pucat dan gemetaran tiap kali Nona-nona cantik itu menatapnya.” Ledek orang bermarga Huang.


“Ha ha ha.. Sudah cukup Saudara Huang! Jangan terlalu kau ledek dia! Aku sudah sejak dulu mengerti sifat Saudara Mo yang takut perempuan! Ha ha ha... Oiya! Saudara Mo dan Saudara Huang tidak perlu khawatir nantinya, kedua saudara bisa ikut bersamaku dan kakak tertuaku nanti, kita sudah berteman sejak kecil kedua saudara sudah seperti saudaraku sendiri, tak mungkin aku mengabaikan kalian berdua.” Ujar Orang bermarga Jung.


Gou Long kembali fokus pada makanannya, dia merasa informasi yang diperolehnya dari mereka bertiga sudah lebih dari cukup, hanya satu informasi lagi yang dia perlukan yaitu kapan tepatnya Tanah Suci Para Pendekar ini dibuka, Gou Long sudah bertekat dalam hati akan ikut masuk ke Tanah Suci Para Pendekar juga saat waktunya nanti.


Selesai menyantap makanan, Gou Long segera memanggil Nona yang mengantarkan hidangan baginya tadi, “Tolong Nona hitung semua tagihanku malam ini.”


“Ini semua hanya 10 keping perak Tuan Muda, dan ini arak Tuan Muda, sudah kembali memenuhi kendi ini.” Jawab Nona tersebut.


“Itu akan dibuka bulan depan Tuan Muda, hari ke 12 terang bulan tepatnya Tuan Muda.”


Gou Long kemudian menyerahkan dua keping emas pada gadis tersebut, “Ini bayaran untuk makananku dan juga untuk tiga orang dipojok sana, kalau mereka bertanya, katakan saja seorang teman kultivator yang telah membayar makan dan minum mereka, sisa kembaliannya simpan untuk Nona!” ujar Gou Long, kemudian dia bangkit dan langsung keluar dari warung tersebut, dia mengabaikan tanggapan dari Nona putri pemilik warung seutuhnya.


Dia melesat dan menggunakan teknik terbang agar segera sampai di Gunung Teratai tepat tengah malam nanti.


Dengan terbang kecepatannya menjadi lebih meningkat dibandingkan menggunakan Teknik Memindah Jasad, Gou Long bahkan tiba di Gunung Teratai lebih cepat dari perkiraannya.


Semua orang memiliki kesibukan tersendiri saat Gou Long tiba, tapi ini bukan pekerjaan namun lebih bersifat relaksasi diri, Feng Yueyin yang sedang berkultivasi di ruangnya, sedangkan Leng Kun terlihat sedang duduk bersenda gurau dengan para pekerja sewaan, memang orang-orang ini juga tinggal di Gunung Teratai sejak hari pertama Gou Long menyewa mereka.

__ADS_1


Para pekerja ini memiliki tenaga gang(tenaga yang menggunakan otot) yang besar, namun demikian Gou Long juga mengajarkan cara menghimpun tenaga dalam bagi para pekerja yang masih berusia muda, agar pembangunan Gunung Teratai lebih cepat dari perkiraan Hauri.


Karena mendapat bimbingan tersebut, orang-orang muda ini banyak yang mengenal Gou Long dan menghormatinya, sedang yang sudah mulai berumur hanya mengetahui namanya saja, tapi tidak terlalu mengenalnya.


Gou Long melakukan itu juga karena berniat menarik mereka yang berbakat dan cepat dalam memahami jalan kultivator sebagai bagian dari Paviliunnya kelak, ketika Gou Long datang mereka yang belum beristirahat segera menyambut dan menyapanya, yang kemudian dibalas dengan anggukan kecil.


“Leng Twako, ini semua keperluan yang Leng Twako butuhkan!” Gou Long berjalan ke arah Leng Kun dan menyerahkan cincin penyimpanan hasil belanjaannya tadi.


“Master Paviliun tidak perlu khawatir! Tidak akan kusia-siakan satu pun bahan-bahan penting yang sudah Master cari dengan susah payah!” Leng Kun mencandai Gou Long dengan sapaan Master, memang begitulah adanya Leng Kun, dia orang yang suka bercanda dan dengan cepat bisa mencairkan suasana yang formal.


Gou Long hanya bisa memelototi Leng Kun sambil mengulum senyumnya, dan tidak bisa berkata apa-apa terhadap candaan Leng Kun, para pekerja yang melihat tingkah mereka berdua ikut tertawa, sehingga malam itu menjadi hidup dengan masing-masing seperti menghilangkan segala beban pikiran yang tergantikan dengan canda tawa.


***


Klan Hua yang terletak di Kota Zhenzu telah lama menancapkan kaki dan membuat nama besar tersendiri di kota ini, Klan Hua seperti menjadi penguasa tunggal di sini, dan hampir sebagian besar dari keluarga terpandang di kota itu membentuk aliansi tersendiri dengan mereka.


Kota Zhenzu sendiri, terletak pada posisi yang sangat berdekatan dengan Kota Tian Yu, berbeda dengan Kota Tian Yu yang memiliki Penguasa Kota, di Kota Zhenzu orang-orang utusan dari Klan Hua lah yang menjadi Penguasa, semua yang dilakukan oleh Penguasa Kota berdasarkan keputusan dari Klan Hua, dan semuanya demi kepentingan Klan Hua.


Kekuasaan mutlak ini tetap berlaku adil bagi penduduk Kota Zhenzu, walaupun tetap ada satu atau dua orang yang berlaku sewenang-wenang karena merasa memiliki kekuasaan mutlak.


Hal ini bisa terjadi karena Klan Hua juga merupakan Klan terbesar dan terkuat di antara 7 Klan Besar lainnya di Daratan Tengah, setelah diadakan pertarungan antara Klan setiap tahunnya, dan Klan Hua selalu menempati posisi pertama.

__ADS_1


__ADS_2