
“Sanchai... Sanchai... Sicu mau memenuhi permintaan terakhir terkait dengan Kuil kami, maka Sicu telah melakukan satu kebaikan pada kami,” ujar It Hong Taysu setelah mendengar cerita Gou Long.
“Dengan begitu, Lolap tidak akan memperpanjang masalah Sicu minum arak di Gunung Qingzhu, tapi... Bagaimana dengan tindakan Sicu yang merusak Hutan Bambu?”
“Taysu boleh melanjutkan apa yang ingin Taysu katakan.” Ujar Gou Long sepenuhnya percaya pada kebijakan It Hong Taysu.
It Hong Taysu menatap Jin Hong Taysu, “Persiapkan Barisan Toya Lima Unsur!” kemudian It Hong Taysu kembali menghadap Gou Long, “Lolap tidak akan memberi Sicu hukuman, karena Sicu bukan murid kuil kami, tapi...”
“Sicu juga harus merenungi kesalahan Sicu di kuil ini selama setahun...” It Hong Taysu bermain kata, dia seperti mengetahui reaksi Gou Long terhadap perkataannya.
Benar saja, Gou Long lantas memotong ucapan dari It Hong Taysu, “Taysu berkata tidak mau menghukum junior, tapi Taysu malah bermaksud mengurung junior di sini,”
“Apa Taysu pikir kebijakan ini tidak terlalu menindas junior yang masih muda ini?”
“Sanchai... Sicu jangan terburu nafsu! Sicu boleh pergi dari kuil ini dengan aman, tapi Sicu harus bisa melewati Barisan Toya Lima Unsur dari Kuil ini!” It Hong Taysu menjelaskan, “Bagaimana? Apakah Sicu berani?” tantangnya.
Memang itulah niat hati It Hong Taysu yang sebenarnya, walaupun ia seorang yang sudah sangat pandai dalam menahan keinginan duniawi, namun dia tidak sepenuhnya bisa melepaskan diri dari belenggu itu.
Terlebih dalam hal Ilmu Silat, dengan sikap Gou Long yang tenang, usia yang muda, kemudian fondasi tenaga dalam yang luas, Biksu seperti It Hong Taysu yang sangat bijaksana pun akhirnya juga ikut penasaran terhadap pribadi Gou Long ini.
Sehingga ia mengatur cara agar bisa melihat langsung kehebatan dari pemuda yang sempat dikiranya seorang senior yang telah berhasil melepaskan diri dari belenggu Ranah Surgawi.
Mendapatkan tantangan itu, Gou Long tidak langsung menyetujuinya. Ia terlebih dahulu menghitung hari, “Aku hanya memiliki sembilan hari lagi sebelum dibukanya Tanah Suci Para Pendekar,”
“Tiga hari sudah jelas akan kuhabiskan dalam perjalanan, tiga hari harus kugunakan untuk meracik pil, sedangkan sisa tiga hari untuk persiapan mental dan kebugaran fisik, aku tidak boleh berlama-lama di sini.”
“Baik! Tapi... kalau nanti Taysu dapat merasakan gelagat yang kurang baik terjadi pada murid-murid Taysu, berarti junior yang menang, dan...” Gou Long mengambil jeda.
__ADS_1
Ia mendekati It Hong Taysu, “Sebaiknya jangan biarkan murid-murid Kuil ini menonton, junior takut mereka akan saling bertarung nantinya, para Taysu yang menonton pun sebaiknya berkultivasi dan menahan diri dengan sebaik mungkin.” Lirih Gou Long.
Kepercayaan diri Gou Long sangat tinggi ketika berkata-kata tadi, setelah berkali-kali telah melalui pertarungan, baik yang mengharuskan dia kabur atau yang berhasil membunuh lawan-lawannya.
Gou Long semakin menyadari, kualitas Ilmu Silat yang diperolehnya dari Kitab Emas Peri memang berbeda dengan kualitas Ilmu Silat yang dimiliki oleh Sekte atau Klan besar, Kitab Emas Peri jelas lebih baik.
Kali ini pun Gou Long berniat menaikkan intensitas pertarungan secara bertahap, Gou Long sengaja memperingati, karena dia nanti berniat memakai Jurus Pedang Tarian Peri.
Dia yakin pertarungan ini bersifat satu lawan banyak, ya! Namanya saja barisan, sudah tentu itu lebih dari dua orang.
Dan jurus paling efektif untuk bertahan serta menyerang barisan adalah Jurus Pedang Tarian Peri.
“Sanchai... Peringatan dari Sicu akan Lolap perhatikan dengan seksama, mari!” It Hong Taysu segera memimpin mereka ke ruang berlatih.
Di sana sudah menunggu 5 orang murid dari Kuil Budha Emas dengan memegang Toya di tangan masing-masing, di samping mereka juga terlihat Jin Hong Taysu yang tadi diperintahkan untuk menyiapkan barisan ini.
Sudah tentu orang yang mengatur formasi barisan ini adalah orang yang paling kuat, dan tentu saja dia akan menjadi penyerang dadakan sekaligus pertahanan saat terdesak.
“Bun Hong! Lolap meminta kesediaanmu memimpin barisan kali ini!” Pinta It Hong Taysu, walau ini permintaan, tapi intonasinya bernada perintah yang tidak bisa di bantah oleh Bun Hong Taysu.
Kali ini semua Biksu terlihat bingung, Ciangbunjin mereka terlalu tinggi menilai pemuda yang baru berkultivasi di Ranah Langit tahap menengah, walau mereka mendengar sendiri sebelumnya, bahwa Ciangbunjin mereka mengira pemuda ini salah seorang senior.
Tapi tetap saja ini berlebihan, Bun Hong Taysu adalah orang terkuat di kuil ini dalam hal formasi dan barisan, murid yang akan memainkan Barisan Toya Lima Unsur juga ke semuanya berada di Ranah Langit Tahap Puncak.
Mereka saling pandang dalam keheranan itu, kemudian terdengar It Hong Taysu kembali memberi perintah, “Murid yang belum mencapai Ranah Surgawi tidak seorang murid pun dibenarkan menonton pertarungan ini,”
“Bagi murid-murid yang sudah mencapai Kultivasi Ranah Surgawi, dan memaksa menonton, maka berkultivasilah,”
__ADS_1
“Ketika kalian merasakan detak jantung menjadi lebih cepat, dan tidak teratur, segera perkuat kultivasi dan lindungi jantung kalian semua, hanya itu pesan Lolap.”
Setelah mendengar perintah itu mereka dengan patuh berkultivasi, serta menghilangkan rasa penasaran di hati, sudah pasti Ciangbunjin memiliki alasan tersendiri terhadap segala keputusannya.
“Sicu sudah boleh memulai tantangan ini!” It Hong Taysu berkata pada Gou Long.
“Baik!” ujar Gou Long yang segera melesat cepat ke arena latihan.
“Mohon para Taysu tidak menahan diri, Junior tidak akan berlaku sungkan.” Gou Long melanjutkan perkataannya, saat itu dia sudah berada tepat di depan 5 orang Biksu yang memegang toya serta Bun Hong Taysu yang menggantikan Jin Hong Taysu.
“Sicu tidak perlu banyak peradatan silahkan dimulai!” jawab Bun Hong Taysu.
Mendapatkan jawaban seperti itu, Gou Long segera memforsir tenaga dalamnya sebanyak 70 persen, suara mencicit dan cahaya keperakan menambah terang arena latihan para Biksu di pagi menjelang siang itu.
Di tangan Gou Long terlihat pedang energi yang terus mencicit keras dan memekakkan telinga. Di sekeliling tubuh Gou Long juga terbentuk cahaya keperakan pekat yang terus berputar tiada henti, membentuk pertahanan tenaga dalam setebal 1 inci.
Sekarang rasa takjub jelas terlihat di mata semua Biksu, padahal Gou Long belum bergerak menyerang, tapi aura tenaga dalamnya sudah terasa, panas dan menyengat.
Baru mereka sadar bahwa fondasi tenaga dalam pemuda itu setara dengan mereka semua. Wajar saja, Ciangbunjin terlalu memandang tinggi pemuda itu.
Gou Long bergerak menyerang, dia menggunakan Teknik Memindah Jasad, ini sengaja dilakukannya untuk mencoba kecepatan pertahanan dari Barisan Toya Lima Unsur.
Kuat! Saling menutupi! Saling melengkapi! Begitulah gambaran dari Barisan Toya Lima Unsur.
Begitu Gou Long bergerak mereka juga telah bergerak, menutup lubang yang akan dicoba susupi oleh Gou Long, apalagi Ranah Kultivasi mereka juga tinggi, dan yang paling unik dari barisan ini adalah lima unsurnya.
Setiap murid ini, memainkan toya dengan unsur yang berbeda, bukan mereka karena mereka memiliki jenis kultivasi lima elemen, tapi Artefak toya merekalah yang memiliki elemen berbeda.
__ADS_1