
Di luar ia terlihat patuh, tapi dalam hati Eleanor menyimpan penyakit. Gadis peri itu izin undur diri dari hadapan sang Ayah dengan perasaan yang sangat tidak puas.
Sepeninggalan Eleanor, King Erwin menghela nafas panjang. Kemudian ia bergumam, “Semua itu salahku, dahulu aku terlalu memanjakan Eleanor, kalau aku mengusut ini secara menyeluruh dahulu. Aku tahu kelicikan adalah milik Eleanor, tapi itu hanya setelah aku menjatuhkan hukuman bagi Hauri.”
King Erwin tampak lebih tua beberapa tahun, kebijaksanaan memang tumbuh kian baik seiring dengan bertambah usia dan pengalaman seseorang.
“Semoga saja anak itu sekarang menjadi lebih dewasa, juga semoga Eleanor telah bisa menghilangkan sifat iri pada kakaknya setelah ratusan tahun berlalu.” Florian mengungkapkan harapannya.
Mereka berdua telah kehilangan satu putri ratusan tahun yang lalu, sekarang itu tidak boleh terulang, saat ini mereka lebih tidak menginginkan keduanya tetap saling dendam dan malah berakhir dengan kehilangan keduanya.
Tapi sayang harapan kedua orang tua itu lebih banyak lika-likunya jika dibandingkan harus lurus-lurus saja.
Itu adalah Eleanor, gadis peri ini tidak pernah berubah, sifat licik dan iri pada kakaknya Hauri sudah sangat mengakar di dalam hati.
Keluar dari ruang ayahnya, Eleanor balik ke kamar sendiri. Ia mengganti pakaian dengan baju ringkas dan melesat keluar dari area istana kekaisaran.
***
Setelah setengah hari perjalanan, Gou Long, Huo Cin Lam, dan tujuh orang lain telah tiba di tempat Rumput Naga Bumi tumbuh. Namun, itu masih berjarak sekitar seratus tombak.
Sejak awal, Gou Long telah mewanti-wanti semua orang di sana untuk menekan jejak nafas. Para raksasa itu sangat lah peka, mungkin saja mereka akan langsung bisa merasakan kehadiran orang lain.
Ya! Walau bagaimanapun itu adalah hal yang pasti, lagipula para raksasa itu memang secara terus-menerus menyebar kesadaran spiritual. Mereka terus berusaha berkomunikasi dengan Rumput Naga Bumi.
Memantau selama setengah dupa. “Mungkin kekuatan mereka masih sangat kuat. Kita tidak bisa langsung menunjukkan diri secara bersamaan.” Gou Long mengelus dahi, coba memikirkan hal yang terbaik bisa mereka lakukan.
__ADS_1
“Ini mudah, kita berjumlah sembilan orang. Mereka berjumlah tiga orang. bagaimana kalau kita bagi tugas.” Jiang Huzi ingin menyampaikan pendapatnya.
Huo Cin Lam dan yang lainnya menoleh ke arah Jiang Huzi. “Silahkan Saudara Jiang, kami akan mendengarkan.”
Jiang Huzi tidak menahan diri lagi. “Pertama; aku rasa kita semua sudah memurnikan darah Naga, jadi siapapun dari kita akan mudah untuk berkomunikasi pada bayangan Naga itu.”
“Kedua; kita semua berada pada Ranah Kaisar Tahap Menengah, jadi bisa dikatakan kekuatan tempur kita hampir sama rata.”
“Sekarang setiap dari dua orang dari kita mengeroyok satu orang raksasa. Agar ini lebih efisien kita harus menyeimbangkan setiap pasangan nanti.”
“Yang terakhir, di sini kita masih memiliki tiga orang yang tidak melakukan apa-apa. Sisa tiga orang, yang satu bertugas berkomunikasi dan coba menjalin hubungan dengan bayangan Naga. Sedangkan yang dua lain, walaupun ini terlihat sepele, tapi tanggung jawab untuk menjaga keselamatan orang yang menjalin hubungan dengan Rumput Naga Bumi ada pada kedua orang itu–”
Jiang Huzi menghentikan penjelasannya sejenak, semua orang terlihat paham dengan strategi simpel dan mudah dari laki-laki itu.
Semua orang juga menyetujui, dan segera memilih orang-orang yang akan bertarung.
Gou Long sangat ingin membalas kekalahannya terdahulu. Dia secara otomatis tidak mundur, dan langsung mengajukan diri sebagai kelompok petarung.
Setelah mereka saling bermufakat, maka para petarung telah ditentukan. Gou Long berpasangan dengan Bei Cheung, orang ini walau tidak bisa dikatakan kuat, tapi dia juga tidak lemah.
Terlebih lagi karena dia adalah kategori kultivator serba bisa, sehingga banyak hal yang seharusnya bisa dikembangkan andai berfokus pada satu hal saja, karena hal itu banyak keterampilannya menjadi terhambat. Namun, di sisi lain sifat versatilitas dari orang ini akan sangat berguna ketika diadu dengan orang lain di ranah yang sama.
Huo Cin Lam berpasangan dengan Du Hiong, dalam kelompok Huo Cin Lam, Bei Cheung adalah orang terlemah. Sedangkan Du Hiong sedikit di atas Bei Cheung, tapi Du Hiong tergolong pada pemburu dengan spesialisasi khusus teknik melempar senjata rahasia. Ketika dipadukan dengan Huo Cin Yang merupakan petarung jarak dekat, kedua orang ini menjadi pasangan yang sangat serasi.
Sedangkan pasangan terakhir yang akan bertarung adalah Ang Cong dan Lau Ming. Pilihan ini ditentukan oleh Huo Cin Lam sendiri, kedua orang itu sebelum bergabung dengan kelompok Huo Cin Lam, merupakan kakak beradik perguruan. Keduanya sudah sangat paham pola serangan dan gerak jurus masing-masing.
__ADS_1
Liu Changhai, Jiang Huzi, dan Xin Qiang. Mereka bertiga mendapatkan tugas sebagai penakluk Rumput Naga Bumi dan dua penjaga si penakluk. Lebih tepatnya, Jiang Huzi yang harus menjalin ikatan dengan kesadaran spiritual pada Rumput Naga Bumi dan dua yang lain sebagai penjaga.
Tim telah terbentuk, tapi Gou Long tidak menyarankan mereka langsung menyerang. “Izinkan aku yang memberikan serangan kejutan. Raksasa yang memiliki tebasan besar di bahu itu tidak dapat aku lupakan, dia yang pertama sekali membokongku sebelumnya.”
Mereka mengangguk setuju, Gou Long lantas berpisah sepuluh tombak dari rombongan, di sana memang tempat paling banyak retakan ruang kecil dan tidak terlalu berbahaya, bisa dielakkan dengan mudah.
Gou Long memperbesar retakan ruang dan masuk ke dalam void, ia tetap menutup kembali void crack tersebut hingga tidak tersisa, walau hanya retakan kecil.
Dengan menyebarkan kesadaran spiritual, Gou Long sangat gigih mencari posisi dari raksasa yang menyerangnya. Seringai jahat terlihat di sudut bibir si pemuda.
Setelah dua kali mengembangkan Teknik Memindah Jasad di dalam ruang hampa, Gou Long telah merasakan nafas dari tiga raksasa di luar. Pemuda itu masih sangat hafal dengan jejak nafas raksasa menyerangnya.
Merasa jejak nafas itu cocok, Gou Long membuka retakan baru secara paksa. Di ketinggian dua puluh tombak void crack terlihat muncul dan lebih besar dari yang lain.
“Swoosshh!” Tanpa aba-aba, Gou Long melepaskan Pukulan Tapak Penghancur tulang ke arah bahu raksasa yang menyerangnya dahulu. Dia menggunakan tenaga dalam Kaisar Qi sebanyak tujuh puluh persen.
Hebat! Sinar kuning dahsyat serta memperlihatkan percikan-percikan kilatan guntur dalam pukulan itu mengeluarkan bunyi cicit yang memekakkan telinga.
Pukulan yang dilepaskan Gou Long tidak hanya satu, pemuda itu menjadi tamak, dia juga memberikan pukulan telapak arhat pada dua orang raksasa lainnya.
Seiring dengan itu, tubuh Gou Long juga menyurut mundur sepuluh tombak dan berdiri tegak di atas tanah.
“Booommm!” Dentuman besar karena adu pukulan terdengar.
Di sana, tiga orang raksasa berhasil membalas pukulan itu dengan jurus aneh bilah angin, mereka berpaling dan menatap Gou Long yang berdiri sepuluh tombak di belakang ketiganya.
__ADS_1