Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 285. Tidak Lunak Pada Musuh


__ADS_3

Gou Long tidak terlalu peduli dengan keadaan sekitarnya, ia terus menikmati setiap tetes dan tegukan dari arak harumnya.


Setelah satu jam menunggu, Komandan pasukan, Tuan Penguasa Kota, Putranya yang bernama Ge Kim dan seorang tua telah tiba disana. 


Sekilas melihat, Gou Long tahu, tiga dari empat orang yang baru datang tersebut merupakan Kultivator Puncak Ranah Surgawi, orang yang berpakaian mewah dan orang yang terlihat seperti Komandan Pasukan membawa aura yang biasa saja, namun orang tua lainnya memiliki aura yang lebih tebal.


Pembawaannya bukan seperti Kultivator biasa. Gou Long harus lebih mewaspadai orang ini, walau selama ini saat dia bertarung, Gou Long selalu memiliki daya loncatan yang berbeda. Dia dapat menyaingi beberapa tingkatan ranah kultivasi di atasnya.


Sementara satu orang lainnya, Gou Long segera mengenali, itu adalah pemuda yang pernah ia pecundangi, melihat Pemuda tersebut Gou Long segera bisa menebak asal masalah kenapa ia menjadi buronan.


Raut wajah yang memulai memerah karena efek dari arak, Gou Long tertawa lepas, “Ha ha ha… Rupanya kau tidak mau belajar dari pengalaman yang aku ajarkan,” dia menunjuk si Pemuda, kemudian juga menunjuk pada Penguasa Kota Ge Yizing, “Menurut tebakan ku, Senior ini pastilah Tuan Penguasa Kota…”


Para pasukan perbatasan, yang melihat kemunculan orang-orang tersebut, memberikan penghormatan, mereka menggelengkan kepala terhadap sikap yang ditunjukkan Gou Long.


“Habis sudah riwayatmu! Padahal sikapmu sebelumnya sangat baik, aih! Sangat disayangkan, orang baik dan masih sangat muda sepertimu harus mati muda… Semoga saja Tuan Penguasa Kota menganggap semua ucapanmu karena efek arak,” batin setiap pasukan perbatasan, mereka sangat menyayangkan sikap Gou Long.


Setelah menerima penghormatan dari Pasukan Perbatasan, Tuan Penguasa Kota menatap anaknya, “Diakah orang yang melakukan penganiayaan pada kalian?” tanyanya pada Sang Anak.


Wajah Tuan Penguasa Kota sedikit memerah setelah melihat Gou Long, ia sangat marah, anaknya yang terhormat harus menerima penghinaan dari pemabuk jalanan macam itu.


Belum sempat Ge Kim menjawab, suara Gou Long kembali terdengar, “Aih! Tuan Penguasa Kota salah paham, aku tidak menghina anakmu, aku hanya sedikit memberi ia pelajaran agar ia lebih berhati-hati dengan orang-orang Dunia Persilatan,” Gou Long menarik nafas dalam, dengan senyuman yang mengembang, “Bagaimana kalau Tuan Penguasa Kota dan kerabat-kerabat yang baru datang bergabung dengan Junior mencicipi arak harum ini…”


Gou Long kembali mengeluarkan beberapa cangkir arak dari cincin penyimpanannya.


Keempat orang yang baru datang itu memperhatikan Gou Long dengan seksama, wajah Ge Kim sudah sangat merah, Ge Yizing juga tidak kalah dengan anaknya. Komandan pasukan perbatasan, melirik pada orang tua yang memiliki pembawaan luar biasa, ia telah berharap orang tua itu saja yang menjawab perkataan Gou Long.


Memang orang tua itu tepat seperti perkiraan Gou Long, bahkan Ge Yizing dan Komandan pasukan tahu kekuatan orang tersebut sangat kuat, dia bernama Gongsun Yang, telah menjadi pembantu utama Penguasa Kota sejak lama sekali. Namun ia belum pernah benar-benar memperlihatkan kekuatannya.

__ADS_1


“Ha ha ha… Anak muda! Lagakmu terlalu besar! Kau tidak menghargai Senior ini sedikitpun,” orang tua dengan pembawaan luar biasa mulai berkata-kata, ia jelas tidak senang dengan sikap Gou Long, walaupun perkataannya diawali dengan tawa riang, “Dimana-mana orang yang mengundang selalu bangkit dan mengepalkan kedua tangan di depan dada, tidak seperti sikap yang engkau tunjukkan…”


“Kalian mengharap penghormatan dariku!?” Gou Long menegas, dia memperlihatkan senyum ejekan, “Aku bersedia mengundang kalian saja, ini sudah terlalu baik. Untuk orang-orang yang tidak bisa mendidik generasi mudanya, bagiku hanyalah kumpulan sampah Dunia Persilatan.”


Ge Kim sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi, dia langsung menerjang ke arah Gou Long, “Keparat! Kau mampus saja!” teriak pemuda itu, dalam pikirannya, dengan adanya Komandan Pasukan, Ayahnya dan Gongsun Yang, Gou Long tidak akan berani mengambil tindakan secara berlebihan.


“Whossh!”


Tapi, Ge Kim telah salah sepenuhnya, andai ia memperhatikan setiap ucapan Gou Long yang terlihat cuek sejak awal, dia tidak akan ceroboh seperti itu, namun hati anak muda tersebut telah terlebih dahulu dikuasai amarah.


Ge Yizing yang melihat Putranya menerjang, juga berteriak kaget, “Tahan Kim ‘er! Kau bukan lawannya…”


“Pomp!”


Namun, apalah daya, Sang Putra telah melesat cepat dan melepaskan pukulan keras pada Gou Long.


Mendapatkan serangan, Gou Long masih terlihat santai, menikmati arak. Samar-samar dari sorot mata Gou Long terlihat nafsu membunuh yang tebal, “Bukan karena aku yang tidak menghargai kehidupan, tapi aku tidak bisa terus menerus lunak pada musuh yang kian berkembang,” gumamnya.


Aura Gou Long tiba-tiba melonjak drastis, ia melepaskan tekanan Domain Ranah Surgawi, tiga orang Puncak Ranah Surgawi merasakan sesak nafas, sementara yang lainnya, baik itu para pasukan perbatasan, dan Ge Kim tertekan, tidak bisa bergerak sama sekali.


Nasib paling apes sudah pasti milik Ge Kim, dia yang sedang melesat, tiba-tiba mendapatkan tekanan layaknya gravitasi yang menjadi lima kali lipat, terjatuh keras dan terbanting ke atas tanah.


“A-apa…”


“A-apa yang akan kau lakukan?!” keringat sebesar jagung terjatuh dari dahi Ge Yizing, saat itu ia melihat Gou Long telah membereskan perkakas araknya, dan berjalan pelan ke tempat Ge Kim yang terbanting keras di atas tanah.


“...” Gou Long hanya memperlihatkan seringai jahat.

__ADS_1


Firasat jelek muncul di hati Ge Yizing, masih dengan nafas yang tersengal-sengal, “Gongsun Yang! Selamatkan Putraku!”


Memang saat itu, diantara mereka semua hanya Gongsun Yang lah yang dengan cepat berhasil melepaskan diri dari tekanan Domain Puncak Ranah Surgawi milik Gou Long.


“Anak muda! Di depan Raja ini, kau tidak akan bisa berbuat banyak!” teriak Gongsun Yang, dia bergerak sebat, berusaha menyelamatkan Ge Kim.


“Kau!...”


“Berlatihlah seribu tahun lagi!” gerakan Gou Long menjadi sangat cepat, ia yang pada awalnya hanya berjalan santai, tiba-tiba saja berkedip menghilang dari pandangan mereka semua dan telah ada tepat di atas Ge Kim, salah satu kaki Gou Long diinjakkan ke kepala Putra Tuan Penguasa Kota.


Gou Long melanjutkan ucapannya, “Saat Tuan Muda ini berniat membunuh, maka tanggal kematian telah Tuan Muda ini tetapkan, kalian tidak ada yang bisa menghalanginya…”


“Kau berani…”


Belum sempat Gongsun Yang menyelesaikan ucapannya, acuh tak acuh, dengan sedikit pengerahan tenaga dalam elemen petir, Gou Long menginjak hancur kepala dari Ge Kim.


Warna merah berhamburan ke udara bagaikan semangka yang diledakkan paksa.


“T-tidaaaaakk!....”


Ge Yizing berteriak keras, entah dari mana kekuatan itu muncul, dia bisa melepaskan diri dari tekanan Domain milik Gou Long, mungkin itu karena dilecuti oleh kematian anaknya.


“Anaakku…” dia melesat cepat, melepaskan tonjokan ke arah kepala Gou Long, kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh Gongsun Yang untuk menyerang Gou Long.


Pemuda tersebut mengelak satu langkah ke belakang, Ge Yizing lantas mengambil jasad anaknya, dan menangis meratapi kematian anaknya oleh pembunuhan sadis Gou Long, tepat di depan matanya tanpa ia dapat berbuat sesuatu.


“Kim ‘er! Tunggulah sebentar! Ayah akan mengirim keparat itu untuk menemani arwahmu sesegera mungkin…” gumam Ge Yizing.

__ADS_1


__ADS_2