
Kembali beberapa tarikan nafas terlewatkan, dan hamburan darah dari Ras Peri semakin memenuhi udara, memualkan serta berbau amis.
Eleanor dan Jenderal Legolas terlihat sudah tidak baik-baik saja. Baju armor tebal pelindung mereka telah pecah. Raut-raut kelelahan terlihat jelas di wajah keduanya. Gou Long sendiri juga tidak jauh berbeda, terlalu banyak tenaga dalam yang telah dikeluarkan si pemuda.
Eleanor menatap Gou Long dengan niat membunuh tebal. Dia telah bersiap memberikan perintah lanjutan penyerangan.
Gou Long balas menatap Eleanor. “Kau pasti adik perempuannya Hauri, rasanya aku harus membereskan sumber penyakit seperti dirimu terlebih dahulu.”
“Kedua orang tuamu terlalu sibuk mengatur kerajaan sehingga melupakan cara mendidik mu dengan baik. Maka, kali ini aku yang akan mendidik. Jika itu tidak cukup, nyawamu yang akan aku sekolahkan.”
Gou Long langsung membuktikan perkataannya. Tingkat tenaga dalam ditambahkan menjadi sembilan puluh lima persen.
Kaisar Qi meluap-luap dan meraung-raung dengan keras seakan-akan makhluk lain juga ingin keluar dari dalam tubuh Gou Long. Petir emas surgawi keluar dan mengambil bentuk tubuh si pemuda.
Dia juga memainkan Jurus Pedang Tarian Peri. Gou Long memperlihatkan seringai sadis. Cepat dan lincah bergerak di antara bayangan-bayangan para petarung Ras Peri. Di manapun si pemuda berhenti, nyawa prajurit melayang secara percuma.
Darah dan cacahan daging kian menumpuk, kebun yang indah tidak sanggup untuk dilihat mata kepala lagi.
Di sana, petir emas surgawi dalam perwujudan tubuh Gou Long tidak kalah sadis dari si pemuda sendiri. Tidak perlu pedang, setiap kali ayunan telapak tangan, prajurit yang coba mendekati kelopak bunga Pohon Peri Ilusi dipukul menjadi uap darah tak berbentuk sama sekali.
Petir itu benar-benar telah mengikuti kehendak hati Gou Long, tak perlu diperintah, dia bergerak dengan lincah. Dalam dua puluh tarikan nafas itu prajurit dari ras peri yang mati sudah ratusan.
Eleanor sangat marah, tapi lawan muda itu sangat perkasa. Padahal dia sudah bahu membahu dengan jenderal Legolas. Mata Putri Agung semakin terbuka lebar, kebencian pada Gou Long memuncak. Itu mendatang denyut sakit di kepalanya.
“Ras Manusia keparat! Aku akan membunuhmu.” Eleanor memforsir tenaga dalamnya. Tapi, Gou Long yang bergerak lincah terlihat semakin perkasa dan kuat.
Di tangan kiri pemuda itu sekarang terlihat satu Artefak lain, palu hitam dan berat. Setiap ayunan mendatang getaran udara yang menderu-deru.
“Phankk!” Pelindung tubuh Jenderal Legolas hancur dan rontok tak bersisa. Palu di tangan kiri Gou Long dengan telak mengenai Jenderal itu di dadanya.
Kejadian itu terjadi secara tiba-tiba, Gou Long dengan baik berhasil menipu sang jenderal. Dia tidak sekedar mengayun, tapi juga melemparkan palu itu dengan keras. Pertahankan sang Jenderal jebol. Jenderal Legolas terlempar ke belakang sejauh lima tombak.
__ADS_1
Meskipun dia coba melakukan tendangan salto di udara dan menstabilkan gejolak dari pukulan itu, tak sanggup ditahan Jenderal Legolas tetap terluka dan memuntahkan darah.
Dengan itu, pertahanan dari Eleanor semakin terbuka lebar. Gou Long memanfaatkan kesempatan dengan sangat baik. “Aku rasa ini adalah kebalikan dari perkataan mu. Kau yang akan mati.”
Eleanor merinding ngeri, bahkan ia dapat merasakan bulu halus di tubuhnya berdiri. Suara Gou Long sangat dingin. Itu terdengar begitu dekat dengan telinganya.
Pada saat Eleanor berpaling, dia mendapatkan wajah Gou Long sangat dekat. Gadis itu tersentak dan memukul dengan keras. Prahara dari pukulan si gadis berkecamuk. Gou Long telah menghilang.
Eleanor merasakan tengkuknya terjepit oleh tangan keras bagaikan jepitan kepiting raksasa, sakit dan tak dapat di lawan. Bahkan, tenaga dalamnya sendiri tidak dapat disalurkan.
Putri Agung itu telah mencoba berbagai cara, akhirnya dia hanya bertindak seperti anak kecil yang dipermainkan oleh orang dewasa.
“Lepaskan aku! …”
Gou Long mendengus. “Engkau tidak berhak untuk berbicara–”
Perkataan Gou Long terputus. Ada lonjakan energi yang sangat kuat dan nafas keagungan yang tak dapat ditolak oleh siapapun muncul di taman itu.
“Hentikan pertarungan! ….”
“Anak muda, jangan … jangan lakukan itu, kasihanilah perempuan tua ini ….”
Dua suara itu, yang satu penuh dengan keagungan dan kepedihan, dan yang terakhir merdu serta penuh dengan kepahitan. Orang lain benar-benar akan tahu ada hal yang sangat mengganjal dalam hati dua suara tersebut.
Siluet bayangan agung muncul dalam jarak yang sangat dekat dengan Gou Long. Belum sempat si pemuda melihat, ia merasakan lengan sedikit kesemutan.
Putri Agung yang dipegang, telah terlepas begitu saja dari tangan Gou Long.
Namun baiknya, siluet bayangan tersebut bertindak tegas. Setelah melepaskan sang Putri Agung dari tangan Gou Long, dia menotok Putri Agung.
Itu terjadi sangat cepat, hanya dalam dua tarikan nafas. Lalu, bayangan lain muncul berdiri di sisi bayangan pertama. Tenaga dalam pendatang kedua ini hanya sedikit lebih rendah dari yang pertama.
__ADS_1
“Kali ini aku harus bertindak tegas, Putri kesayangan mu tidak pernah berubah.” Bayangan pertama sedikit mengomeli pendatang kedua.
Gou Long tidak mendengar jawaban dari pendatang kedua itu. Dia belum sempat berpaling juga, keterkejutan lebih besar muncul dalam diri Gou Long.
Pada saat itu pertarungan telah benar-benar berakhir, dan Gou Long melihat semua prajurit di sana telah bersimpuh di atas lutut, penuh penghormatan. Hal ini juga membuat hasrat sadis dalam diri si pemuda mereda, dengan begitu petir emas surgawi telah menghentikan juga pembantaiannya.
Suara penghormatan dan puja-puji terdengar menggetarkan taman istana.
“Hormat pada Kaisar Peri dan Permaisuri ….”
“Panjang umur Kaisar Peri ….”
“Kaisar yang terkuat dan tak terkalahkan ….”
Gou Long mengabaikan berbagai puja puji itu, dia sadar orang yang memiliki keagungan ini adalah Penguasa mutlak Dunia Kaisar Peri.
Perlahan, si pemuda berbalik dan melihat wajah dari orang diagungkan itu. Dia adalah seorang pria paruh baya yang terlihat masih sangat gagah. Tapi, ada kerutan-kerutan bekas tekanan batin tergurat di wajahnya
Sedangkan yang berdiri di sisi laki-laki paruh baya itu adalah perempuan anggun yang terlihat sangat mirip dengan Eleanor dan Hauri tentunya.
Gou Long menyurut mundur beberapa langkah, dia juga memberikan penghormatan. Namun, itu tidak berlebihan seperti yang di perlihatkan oleh segenap prajurit di sana.
Kaisar Peri–King Erwin membalas penghormatan Gou Long sekenanya. dia melihat si pemuda dengan tajam. Dia juga mengalihkan pandangan ke arah Putri Agung Eleanor, kemudian matanya sedikit jelalatan ke seluruh area taman istana.
Kerutan semakin tebal terlihat di wajah pria itu, menggelengkan kepala dan menghela nafas penuh dengan penderitaan. Pada saat tatapan matanya melihat pada Pohon Peri Abadi, sorot mata itu berbinar, bahagia.
Meskipun hanya sebentar, mata tajam Gou Long telah melihat itu.
Sementara wanita yang berdiri di sisi King Erwin juga telah melihat segala sesuatu yang terjadi di taman istana, sekarang dia terlihat berdiri gemetar. Wanita itu lebih bahagia jika dibandingkan King Erwin. Sudut mulut wanita itu bergetar, ingin mengucapkan beberapa patah kata. Tapi, tetap ditahan sebisa mungkin, tidak mau mendahului sang suami.
Sekali lagi helaan nafas King Erwin terdengar, meskipun itu sangat lirih. “Kenapa pertarungan dan pembantaian ini harus terjadi?!”
__ADS_1