Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 383. Perjalanan Cepat


__ADS_3

“Ge, kenapa begitu tergesa-gesa? Setidaknya kami berdua harus memberitahukan perihal kedatangan Gege dan keberangkatan kami dari tempat ini kepada dua orang kepala suku di Oasis ini.” Hua Mei merasa tidak enak hati jika pergi begitu saja tanpa permisi atau atau tanpa berpamitan sama sekali.


Meskipun orang-orang yang tinggal dan hidup di Oasis ini adalah masyarakat primitif, tapi kehidupan yang luhur ataupun kesopanan simpel seperti itu mereka juga akan paham.


Tersenyum lembut dan memperlihatkan sorot mata hijau, bagaikan angin musim semi yang berhembus menggoyangkan daun pohon oak, lembut dan penuh kasih sayang. “Kalau begitu, mari jalan seperti keinginan Mei ‘er saja.”


Selanjutnya, ketiga orang tersebut kembali ke tempat tinggal Hua Mei dan Eira. Bermalam di sana, Gou Long dengan cepat menjadi akrab dengan kedua orang kepala suku. Dalam hal ini, ranah kultivasi Gou Long yang tinggi mengambil peran penting. 


Merasa apa yang ingin dilakukan selanjutnya akan sangat tergesa-gesa, Gou Long, Hua Mei dan Eira berpamitan dari Oasis pada kedua kepala suku di pagi hari.


Ini benar-benar perkara yang sangat mendesak. Gou Long telah berjanji akan menyusul rombongan Master Tian Long dan yang lainnya untuk mengikuti kompetisi empat keterampilan di Kota Yuan Long.


Tepat ketika mereka bertiga telah menjauh dari Oasis, pemuda itu berhenti. “Perjalanan ini akan sangat jauh, agar menghemat waktu dan perjalanan terasa lebih cepat. Maka kita akan memakai cara yang tidak biasa ….”


Setelah mengambil nafas, Gou Long melanjutkan ucapannya, “Kalian berdua mendekatlah kemari.”


Eira sangat paham, dia pernah terjebak bersama si pemuda selama tiga tahun di dalam kegelapan ruang hampa. Dari gelagat yang ditunjukkan Gou Long, apa yang akan dilakukan si pemuda mengarah ke sana.


Eira tidak berkata-kata, dia segera mengubah bentuk tubuh menjadi rubah kecil putih dan imut, masuk ke dalam jubah Gou Long, Hua Mei lantas mendekati Gou Long. 


Pemuda itu memadatkan Kaisar Qi elemen hitam kekosongan. Memeluk Hua Mei, bridal style. “Kalau nanti tidak sanggup bertahan tutup mata mu Mei ‘er, tapi Gege lebih menyarankan Mei ‘er untuk sedikit coba memahami prinsip-prinsip yang terkandung di ruang hampa.”


“Eum.” Hua Mei mengangguk ringan. Hatinya memang penasaran dengan apa yang akan dikerjakan sang suami, tapi dia tidak mempertanyakan. Hua Mei percaya sepenuhnya pada apa yang akan dilakukan Gou Long.

__ADS_1


Gou Long membuka celah ruang hampa. Retakan hitam muncul, dengan cepat sambil menggendong Hua Mei serta menyalurkan energi hitam kekosongan melapisi tubuh mereka berdua. Gou Long bergerak cepat berpindah-pindah jasad di dalam ruang hampa.


Pekerjaan ini memang berat bagi Gou Long pada saat ranah kultivasi masih di Puncak Ranah Kaisar, tapi sekarang berbeda. Daya ledaknya sudah meningkat dan bahkan jika harus bertarung akan bisa bersaing dengan para Kaisar Agung seperti Master Tian Long.


Tiga hari Gou Long melakukan perjalanan seperti itu. Hingga dia menyadari bahwa perjalanannya telah melewati Rawa Darah Raksasa. Setelah melewatinya rawa tersebut, perjalanan akan lebih mudah, itu berdasarkan penjelasan dari Master Tian Long. 


Hua Mei hanya sanggup bertahan tanpa menutup mata setengah harian, dua setengah hari selanjutnya, dia benar-benar tertidur pulas dalam pelukan Gou Long.


Saat mereka keluar dari dimensi kehampaan, Gou Long sengaja mencari tempat yang kosong. Itu hanya berjarak dua li dari Perkampungan Hutan Pinus, dan hanya membutuhkan dua hari perjalanan lagi agar tiba di Kota Yuan Long.


Hua Mei terbangun karena terik matahari menyinari mata. Menggeliat manja dalam pelukan Gou Long. “Ge, apa kita sudah sampai di tujuan?”


“Belum, ini masih membutuhkan dua hari perjalanan lagi.” Gou Long membiarkan Hua Mei turun dari bopongannya.


“Kita akan singgah di perkampungan itu sementara, sebelum benar-benar pergi ke Kota Yuan Long.” Gou Long menunjuk ke arah Perkampungan Hutan Pinus.


“Mari Gege!” Hua Mei menjadi sangat riang, dia bergerak duluan menuju ke perkampungan tersebut. Menyusul Eira juga mengimbangi Hua Mei di sisinya. Andai ada orang lain yang melihat pasti akan sangat cemburu melihat tiga makhluk itu. Si pemuda terlihat sangat tampan, dan dua orang gadis yang bersamanya juga sangat cantik dan ceria.


Jarak dua li bagi kultivator sangatlah dekat, mereka dapat bergerak hanya dalam beberapa tarikan nafas telah mencapai ratusan tombak, sementara jarak dua li hanya berkisar lima ratus tombak.


Pada saat dua orang gadis itu memasuki Perkampungan Hutan Pinus, boleh dikatakan terlihat sangat aman, tapi itu juga sepi, seperti tidak berpenghuni sama sekali. Eira tidak peduli, wajahnya datar seperti daun oak kering yang tidak tertiup angin sama sekali.


Berbeda dengan Hua Mei, Nyonya Gou yang pertama ini menyadari ada keanehan di dalam Perkampungan Hutan Pinus. 

__ADS_1


Tidak lama, Gou Long juga telah tiba di sisi dua perempuan itu. Si pemuda jelas lebih awas, dalam perkampungan yang sepi ini, Gou Long telah merasakan aura dan hawa pembunuhan yang sangat tebal.


“Eira, tidakkah engkau mencium bau darah?!” Gou Long mentransmisikan suara pada Eira. 


Dengan cara yang sama Eira berkata, “Aku tahu, aku menciumnya, dan aku bersikap seperti orang bodoh. Bersikap waspada malah akan membuat mereka juga akan waspada pada kita. Bersikap bodohlah.”


Gou Long mengiyakan dan menjelaskan pada Hua Mei apa yang dikatakan Eira. Ketiganya berjalan santai, seperti tidak merasakan keanehan dan tidak peduli pada bau darah yang kian menusuk hidung kultivator tingkat tinggi seperti Gou Long.


Daya tarik dari wanita cantik memang berpengaruh sangat besar dalam hal apapun. Apalagi pada saat wanita cantik itu, berlagak seperti orang bodoh yang tidak sadar bahaya besar sedang mengintainya.


Satu tarikan nafas selanjutnya, lima siluet bayangan manusia, melayang dengan pedang terbang menghampiri Gou Long, Hua Mei dan Eira.


Tampang kelimanya bengis dengan sorot mata merah seperti angin panas dari nyala api, siap membakar apapun, angin musim panas yang membuat kulit perih saat menerpa tubuh, atau seperti sorot mata serigala lapar berkilat merah seakan-akan gerombolan dia yang paling kuat dan perkasa.


Begitu juga dengan corak gaya penampilan mereka, kumuh, urak-urakan. Orang-orang ini merupakan kultivator perampok buangan(melarikan diri). Para sampah masyarakat, yang pernah diberikan kesempatan hidup untuk kedua kalinya oleh kultivator-kultivator kuat tapi naif semacam Tian Long. 


Namun sayang, kesempatan yang diberikan untuk memperbaiki diri malah tidak dipergunakan untuk berubah ke arah yang lebih baik, tapi malah dijadikan motivasi untuk memperkuat diri dan melakukan tindakan semena-mena dengan lebih sadis dan kejam.


Setelah tertawa lantang, salah satu dari lima orang tersebut berkata. “Tidak disangka sama sekali, dalam perkampungan kecil ini malah menyimpan mutiara yang begini bagus.”


Empat yang lainnya terkekeh menikmati ucapan dari orang tersebut.


______

__ADS_1


Satu li berjarak \= 500 meter.


__ADS_2