
Seharian melesat cepat serta melepaskan domain Ranah Surgawi secara terus-menerus dalam rangka melindungi diri sendiri dan Ding Jia Li dari cuaca musim salju, beristirahat dan berkultivasi semalam penuh sudah lebih dari cukup untuk mereka berdua.
Gou Long benar-benar akan menjalankan niatnya membuat kehebohan di Kota Tian Yu, yang menjadi sasaran Gou Long adalah Mansion Penguasa Kota, percakapan para petugas patroli yang dia dengar sembilan malam yang lalu sudah lebih dari cukup sebagai alasan dasar atas tindakannya ini.
Tidak menutupi gerakannya sama sekali, menyelesaikan administrasi rumah penginapan, sambil menggandeng tangan Ding Jia Li, Gou Long melesat cepat ke arah Mansion Penguasa Kota.
“Apa yang akan Gege lakukan?” tanya Ding Jia Li, dia juga tidak tahu niat Gou Long bergerak ke arah Mansion Penguasa Kota.
“...” Gou Long tidak menjawab, memperlihatkan sebuah senyum jahat. Dan terus bergerak cepat.
Begitu melihat gerbang dari Mansion Penguasa Kota, mereka berdua berhenti tepat di depan gerbang.
Para petugas penjaga gerbang mengenali Gou Long sebagai Penatua Luar Asosiasi Alkemis yang baru dinobatkan seminggu lalu. Mereka memberi hormat pada Gou Long, “Salam Tetua Gou!” sapa mereka seadanya.
Gou Long menganggukkan kecil, lalu mengabaikan para petugas itu sepenuhnya, “Jia Li ‘er mundurlah beberapa langkah ke belakang, ini keluhan pribadi Gege pada Penguasa Kota!” perintahnya lembut, berbisik pada Ding Jia Li.
Gadis tersebut patuh, dan bergerak mundur ke belakang punggung Gou Long.
“Gu Chuisan! Keluarlah, ada hal penting yang ingin junior ini bicarakan denganmu!” teriak Gou Long keras, menggunakan puncak pengerahan tenaga dalam miliknya.
Teriakan yang menggema keras, panjang dan lama. Dalam sekejap saja, Gou Long menjadi pusat perhatian orang-orang Kota Tian Yu, baik itu orang-orang yang berlalu lalang ataupun orang-orang yang tinggal di berdekatan dengan Mansion Penguasa Kota.
Yang paling membuat orang harus menggelengkan kepala, yaitu keberanian Gou Long meneriakkan nama Penguasa Kota begitu saja, tanpa embel-embel Tuan Penguasa Kota.
__ADS_1
Juga caranya memanggil sang penguasa kota seperti orang memanggil penjahat besar yang sedang asyik-masyuk menikmati kenyamanan dan kehangatan di bawah pelayanan para bawahan yang patuh padanya.
Ding Jia Li juga terkejut dengan apa yang dilakukan Gou Long, tapi dia segera memahami, ini yang di maksud Gegenya dengan kehebohan besar.
“Apa maksud Tetua Gou berteriak begitu tidak sopannya dengan memanggil keluar Tuan Penguasa Kota dari gerbang luar Mansion ini?” para petugas penjaga gerbang Mansion geram dengan apa yang telah dilakukan Gou Long.
“Hufft! Anjing penjaga, kalau ingin selamat diam saja, jangan mencampuri urusan Tuan Besar ini.” Ancam Gou Long, ketus. Sorot matanya yang ditujukan pada kedua penjaga gerbang itu tajam dan kejam.
Keder terhadap kata-kata Gou Long serta pembawaannya yang terlihat akan melaksanakan apa yang telah diucapkan, kedua penjaga itu terdiam sesaat.
Mengingat tugasnya sebagai penjaga, “Huft! Baru menjadi Tetua Luar Asosiasi Alkemis, sudah merasa sombong! Asosiasi Alkemis hanya kumpulan orang-orang yang bisanya meracik pil, apa hebatnya!” Salah satu dari penjaga gerbang mencemooh.
Tugas sebagai penjaga gerbang telah menghambat kedua orang ini untuk mengetahui secara lengkap informasi yang terjadi delapan hari yang lalu.
Mereka hanya tahu Gou Long telah dinobatkan sebagai Tetua Luar Asosiasi Alkemis, namun tidak tahu kualitas ilmu bela diri Gou Long.
“Keparat! Kau berani?” salah satu dari dua penjaga gerbang itu tak dapat berpikir lebih jauh, dengan tombak di tangannya di melayang dan menusuk Gou Long, orang ini memiliki tingkatan kultivasi Ranah Langit Tahap Awal.
Serangan tombaknya membawa hawa keras dan deru angin yang sedikit terasa pada Gou Long, terlebih serangan yang dituju olehnya tusukan ke arah leher.
Senyuman kemenangan terlihat dari wajah si penjaga, melihat Gou Long yang tidak bergerak, dia merasa tusukan itu pasti dapat membinasakan Gou Long.
“Tingg!” tepat saat mata tombak hanya berjarak satu jari lehernya, jari Gou Long dengan tepat menyentil mata tombak, sehingga mengeluarkan suara berdenting.
__ADS_1
Tak terlihat kapan ia bergerak, “Anjing penjaga selalu menggonggong lebih keras, padahal yang datang adalah seekor harimau! Kau sebaiknya tidur saja di bawah timbunan tembok!” seraya berkata seperti itu, pukulan telapak Gou Long telak masuk ke badan si penjaga, “Whoosshh! Brukk!” orang itu terlempar dan menabarak tembok, lubang besar muncul dari tembok yang roboh, sedangkan penjaga gerbang itu tertimbun di bawahnya.
Ia tidak bangun lagi, entah pingsan entah mati. Penjaga yang satunya, berdiri gemetaran, takut mengalami nasib sama seperti yang dialami oleh kawannya.
“Penatua Gou, kenapa sangat kejam? Begitu turun tangan penjaga gerbang Mansionku tetua Gou pukul begitu rupa.” Ujar salah satu suara yang muncul bersamaan dengan sekelompok orang-orang dari dalam Mansion Penguasa Kota.
Mereka semua berjumlah dua puluh lima orang, dengan rata-rata Kultivasi Puncak Ranah Langit, di belakang rombongan itu juga keluar berjejer, prajurit penjaga Mansion Penguasa Kota.
Jumlah prajurit ini secara keseluruhan hampir mencapai seratus lima puluh orang lebih, dengan rata-rata tingkatan kultivasi Ranah Langit Tahap Awal. Atribut pertarungan lengkap ditangan mereka, baik itu tameng ataupun tombak dan pedang.
Baru kemudian di penghujung keluar dengan memamerkan kebolehannya, Gu Chuisan sang Penguasa Kota Tian Yu, “Tepat! Apa Penatua Gou sudah merasa hebat, karena baru menjadi tetua Asosiasi Alkemis serta berhasil menerobos ke Ranah Surgawi di usia muda? Ha ha ha...” pengerahan tenaga dalam tingkat tinggi diperlihatkan Gu Chuisan saat berkata-kata seperti itu.
Dia berjalan pelan, namun tidak terlihat telapak kaki membekas di atas salju yang dilaluinya, betapa tinggi ilmu meringankan tubuh yang dimiliki orang ini.
Gou Long tidak membantah, dia memperhatikan sambutan megah dari Penguasa Kota Tian Yu terhadap teriakan ancaman yang dipancarkan Gou Long sebelumnya. Tiga orang prajurit keluar dari barisan, berjalan ke arah tembok yang roboh, membongkarnya serta mengeluarkan prajurit penjaga yang dipukul Gou Long tadi.
“Gu Chuisan!” sapa Gou Long, raut mengejek terlihat di sudut bibir yang menyapa, “Ha ha ha! Aku selalu membalas setiap tindakan orang lain yang, telah terlebih dahulu merugikanku, baik itu cepat atau suatu saat nanti...”
“Dan karena kau telah merugikanku, maka sepantasnya aku meminta kompensasi yang layak darimu.” Kasar, dan sangat blak-blakan. Setiap kata-kata yang dikeluarkan tanpa sopan santun sama sekali.
“Penatua Gou! Perbuatan apa yang merugikan Penatua Gou? Lahan yang Penatua Gou beli sudah orang bermarga Gu ini jelaskan dari sejak awal harus ditempuh dengan jalan perebutan, dan Penatua Gou setuju untuk membelinya. Apakah ini perbuatan yang merugikan Penatua Gou? He he he...” Gu Chuisan terkekeh.
Betapa liciknya orang ini, masih berpura-pura tidak melakukan kejahatan lain. Bahkan mengedepankan transaksi lahan yang terjadi antara mereka sebelumnya.
__ADS_1
“Ha ha ha!...” Gou Long tertawa lepas dan keras, bergerak melesat cepat dan menotok dua orang prajurit.
Saat orang-orang melihatnya kembali, Gou Long sudah berdiri di tempat semula, di kedua tangannya, terjinjing dua orang prajurit yang tertotok seperti orang menjinjing ayam.