Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 131. Berbohong


__ADS_3

It Hong Taysu yang sedang berkultivasi membuka matanya, dengan tergesa ia keluar dari kamar dan menuju kamar Gou Long, ledakan besar dan sambaran petir tadi menggetarkan seluruh bangunan penginapan.


Di lorong lantai 2 penginapan, kerumunan manusia terlihat membludak karena orang-orang yang keluar dari kamarnya masing-masing, beruntung kamar It Hong Taysu dan Gou Long berdempetan.


Biksu itu tidak langsung masuk ke dalam kamar Gou Long, dia memilih berdiri di depan pintu masuk yang sudah menghilang entah ke mana. Di dalam, It Hong Taysu dapat melihat kondisi dari Gou Long dengan jelas.


Kemudian It Hong Taysu segera berbalik menghadap keluar, dia berdiri membentuk tameng di depan kamar Gou Long, tekanan tenaga dalam Ranah Puncak Surgawi di keluarkannya.


“Sicu Muda! Pil apa yang sicu racik sehingga menimbulkan kegemparan seperti ini?”


“Junior juga tidak terlalu mengerti... Yang pasti junior telah meracik Pil Penyembuh selama 3 hari ini sebanyak 14 putaran, dengan tingkat keberhasilan 100 persen,”


“Dan tanpa ada bahan-bahan yang terbuang secara percuma... Mungkin karena itu, saat-saat putaran terakhir tadi, langit dan bumi memberkahi sehingga timbul kehebohan ini.”


Gou Long berbohong, tapi alasan yang dikemukakannya sangat masuk akal. di Benua Hijau, Alkemis mana yang bisa meracik pil dengan tingkat keberhasilan 100 persen? Walaupun itu hanya pil penyembuhan tingkat prajurit.


Potensi kegagalan tetap ada, dengan persentase tidak kurang dari 25 persen. Dengan usia Gou Long yang masih sangat muda, meracik pil tanpa gagal sedikit pun, wajar saja dia diberkahi langit dan bumi.


Berpikir seperti itu, It Hong Taysu tidak bertanya lebih lanjut, “Kegemparan sudah terlanjur datang, orang-orang ini tidak akan mengganggu Sicu muda karena memandang muka Lolap,”


“Tapi...” It Hong Taysu menghela nafasnya dengan berat, “Lolap tidak dapat menjamin keselamatan Sicu dari incaran mereka kelak di Tanah Suci Para Pendekar.” Lanjutnya.


“Taysu tenang saja! Junior punya cara tersendiri nanti untuk menghindar atau bahkan junior yakin bisa mengalahkan mereka semua.” Jawab Gou Long.


Mendengar jawaban Gou Long, It Hong Taysu teringat kehebatan yang ditunjukkan pemuda itu saat di Kuil Budha Emas, “Semoga Sicu selalu bisa melindungi diri sendiri! Sanchai...”


Selama percakapan ini Gou Long terus membenahi kamar yang ditempatinya, paska ledakan keras tadi, atap dari kamar itu berlubang besar, pintunya hangus seluruhnya.

__ADS_1


Kondisi Gou Long sendiri tidak jauh berbeda, rambutnya yang terurai acak-acakan, setelan pakaiannya, hilang setengah, bukan hanya pil yang ikut tersambar, bahkan Gou Long sendiri ikut tersambar, sedangkan ia saat itu tidak melindungi tubuhnya dengan tenaga dalam sehingga pakaiannya ikut hangus.


Dalam genggaman tangan Gou Long terdapat sebiji pil, yang dengan tergesa dimasukkan ke dalam cincin penyimpanan, agar tidak ketahuan It Hong Taysu.


Saat akan menyimpan kembali Pot Alkimia, Gou Long juga melihat pil lain, yang tidak beraroma di dalam pot, dia membiarkan saja pil itu tetap di sana, kemudian menyimpan Pot berserta Pil ke dalam cincin.


Menanggapi perkataan terakhir It Hong Taysu.


Entah setan apa yang merasuki Gou Long, padahal kondisinya saat itu boleh dikatakan sangat tidak kondusif untuk berkata-kata yang bersifat candaan, Gou Long tertawa sejenak.


“Ha ha ha!...”


“Terima kasih atas doa keselamatan dari Taysu...” dia berhenti sejenak, dan menunjukkan sikap polos seperti tidak berdosa, “Pernahkah Taysu mendengar ujaran ini?”


“Orang baik akan cepat mati, tapi...” kembali Gou Long tertawa sejenak, “Ha ha ha!... Tapi junior bukanlah orang baik sepenuhnya, banyak sifat-sifat jahat yang belum junior tunjukkan,”


It Hong Taysu tersenyum mendengar candaan Gou Long, “Sicu Muda ada-ada saja..” jawabnya singkat.


Yang di pintu dan dalam kamar terus bercakap-cakap, sedangkan kultivator lain jelas dapat melihat semua aktivitas mereka berdua, seandainya tidak ada It Hong Taysu, sudah sejak tadi Gou Long menjadi sasaran tenaga dalam atau senjata rahasia.


Semua kultivator memperlihatkan wajah tamak dan ingin memiliki pil yang terakhir diracik Gou Long, mereka dengan terpaksa mengingat wajah dan postur tubuh Gou Long serta terus mengunci setiap gerakan Gou Long.


Dalam hati semua kultivator saat itu dirasuki keinginan yang sama, membunuh pemuda tersebut dan mendapatkan pil racikannya.


It Hong Taysu menjadi risih dengan banyaknya tatapan mata serta hawa membunuh yang tebal ditujukan pada mereka berdua, sebagai Ciangbunjin Kuil Budha Emas, pantangan membunuh sudah menjadi hal mutlak yang dipegang teguh oleh It Hong Taysu.


Seandainya terjadi pertarungan dia hanya bisa menahan mereka sebisa mungkin, atau paling keras memberikan lawan-lawannya pukulan yang melumpuhkan untuk sementara waktu.

__ADS_1


Tidak ada perkembangan dari situasi seperti itu, dia berkata pada Gou Long, “Sicu Muda! Apa sudah Sicu bereskan semua kekacauan yang Sicu perbuat ini? Kalau sudah mari kita pergi.”


“Sudah Taysu, junior juga sudah meninggalkan 5 keping emas sebagai biaya renovasi kerusakan yang terjadi... Mari kita tinggalkan tempat ini lewat atap yang bolong itu.” Jawab Gou Long seraya mengembangkan teknik memindah jasad dan melesat keluar dari penginapan.


Tindakan Gou Long kemudian juga diikuti oleh It Hong Taysu.


Kultivator yang berkumpul di luar penginapan bahkan lebih ramai daripada yang menunggu di dalam penginapan, cahaya terang dan sambaran petir sebelumnya juga turut mengundang beberapa kultivator Ranah Surgawi.


Begitu siluet bayangan Gou Long muncul di atas atap, orang-orang itu segera melesat dan membombardir Gou Long dengan pukulan tenaga dalam.


Energi murni yang sangat kuat segera menekan Gou Long dari segala sisi, namun sekejap kemudian tekanan itu menghilang ketika It Hong Taysu muncul juga dari lubang atap.


Domain energi murni dari Puncak Ranah Surgawi, memang sangat berbeda dengan Ranah Surgawi tahap awal.


Setelah membatalkan tekanan yang diterima Gou Long, It Hong Taysu berkata lirih, “Ikuti Lolap! Kita akan bergegas menuju ke Lembah Gunung Berkabut.”


It Hong Taysu segera melesat di kegelapan malam yang kemudian juga diikuti oleh Gou Long.


Saat itu hari memang sudah malam, memanfaatkan gelap malam, pergerakan Gou Long dan It Hong Taysu menjadi lebih mudah dalam pelarian ini.


Walaupun tetap ada beberapa kultivator Ranah Surgawi tahap awal dengan puncak ilmu meringankan tubuh, berhasil mengejar dan terus mengunci pergerakan Gou Long.


Mereka ini adalah pesilat independen yang tidak terikat dengan Sekte atau Klan.


Saat di penginapan tadi, ada beberapa kultivator yang dikenali oleh It Hong Taysu dan mereka juga mengenalinya.


Mereka jelas tidak mau membahayakan Klan atau Sekte karena berseteru dengan It Hong Taysu, sehingga orang-orang tersebut hanya bisa menonton keramaian dan mendambakan dalam hati pil yang diracik pemuda itu.

__ADS_1


Kalau dipikir-pikir lagi, sikap para kultivator ini sebenarnya sangat aneh, mereka jelas tidak tahu jenis pil apakah itu, apa pil tersebut akan bermanfaat bagi mereka, tapi dalam ketidaktahuan ini, mereka tetap saja mengejar dan mendambakan pil milik Gou Long.


__ADS_2