Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 338. Manusia Raksasa


__ADS_3

Gou Long memalingkan wajah, ia tersenyum kecil menanggapi pujian dari mereka semua. “Apakah kalian tergesa-gesa? Tunggulah satu dupa lagi. Aku perlu memulihkan kekuatan jiwa dan kesadaran spiritual.” 


Sambil berkata Gou Long melempar botol giok ke dalam cincin penyimpanan. Kemudian ia menelan sebutir Pil Pemulihan Jiwa, tidak menunggu jawaban dari Huo Cin Lam dan rekan-rekannya, anak muda itu langsung duduk bersila dan mulai memulihkan kesadaran spiritual yang terkuras banyak.


Ketika Gou Long membuka matanya, saat itu satu dupa telah terlewatkan, dan sepotong roti kering melesat ke arahnya beriringan dengan ucapan ramah terdengar. “Gou Laote, makanlah dulu! Kami yakin engkau belum mengisi perut sejak semalam.”


Itu adalah salah satu dari bawahan Huo Cin Lam yang melempar. 


Gou Long mendapatkan mereka semua juga sedang makan roti kering dengan lahap. “Roti ini akan sangat nikmat jika dipadukan dengan arak.” Gou Long mengeluarkan kendi arak dari cincin penyimpanan. “Kebetulan aku juga memiliki sisa arak dari kampung halaman ku. Mari kita nikmati bersama!”


Ia meneguk arak dua tegukan, Gou Long melemparkan kendi arak pada yang lainnya ….


“Huo Twako! Ke arah mana kita akan menemukan Rumput Naga Bumi?” Gou Long memecah keheningan. 


Huo Cin Lam memvisualkan kesadaran spiritual, Ia menunjuk pada satu titik. “Dari tempat kita beristirahat ini menuju ke arah barat seharian perjalanan lagi.”


Hati Gou Long menjadi sangat senang, ini tidak sama dengan arah yang telah ia perbaiki void crack. “Bagus sekali, Kalau begitu aku berangkat duluan, saat kalian berjumpa denganku nanti kalian bisa langsung bergerak, jangan menungguku!” 


Perkataan itu ingin dibantah oleh Huo Cin Lam dan rekan-rekan lainnya, tapi begitulah adanya Gou Long. Dia tidak pernah membiarkan orang lain mengintervensi setiap keputusan yang telah ia ambil. 


Bahkan orang-orang di sana belum sempat buka mulut, Gou Long sudah melesat cepat meninggalkan mereka semua, dan hanya terdengar teriakan dari arah belakang.


“Gou Laote, berhati-hatilah!”


Hanya lambaian tangan Gou Long yang mereka lihat di kejauhan dari arah barat. Sedangkan si pemuda terus melesat cepat ke depan, mencari void crack yang akan muncul.

__ADS_1


Huo Cin Lam menghela nafas panjang. “Cepat selesaikan kegiatan kalian! Kita akan menyusul Gou Laote.” 


Hanya anggukan kecil terlihat dari bawahannya.


Sementara itu, Gou Long melesat jauh di depan telah menjumpai serangan dari retakan ruang hampa. Dia tidak menutup retakan itu, tapi hanya berusaha dikecilkan efek hisapan dan meninggalkan sedikit retakan kecil. 


Puas dengan hasil perbuatannya, Gou Long langsung duduk bersila, dan menyebarkan kesadaran ke dalam retakan kecil tadi. Mencari celah penghubung di sana memang sangat susah. Bahkan setelah retakan itu menghilang ia belum mendapatkan celah penghubung, niat hati ingin meninggalkan bekas retakan kecil tapi itu malah menghilang sepenuhnya.


“Kalau seperti ini terus, aku tetap tidak akan bisa membuka retakan ruang dari luar.” Gou Long memijat urat dahi yang berdenyut. 


Tidak mau membuang waktu percuma, si pemuda terus melesat jauh mencari retakan ruang lain. Sementara bayangan Hou Cin Lam dan tujuh orang lainnya sudah terlihat kecil di belakang Gou Long. Mereka juga tidak mau berleha-leha lagi.


Saat ia menemukan retakan ruang lainnya, Gou Long tidak mengulang cara yang sama, tapi ia masuk ke dalam, menstabilkan retakan tersebut. Kemudian ia berpindah-pindah dalam dimensi ruang hampa ke tempat yang ia rasakan banyak celah retakan ruang hampa, ini masih arah yang mereka tuju sejak awal.


Dengan kata lain, dua puluh tombak di dalam ruang hampa, bisa jadi sama dengan seratus tombak di luar sana. Tidak ada perhitungan yang tepat, itu tergantung pada benang penghubung.


Gou Long akhirnya menemukan banyak benang penghubung yang menyatukan retakan ruang hampa. Itu mencapai dua puluh celah penghubung. Sorot mata si pemuda tidak dapat menyembunyikan kesenangan, satu dari dua puluh retakan kecil itu diperbesar Gou Long.


Ia dengan mudah keluar dari ruang hampa, jaraknya saat itu bahkan telah tiba di tempat Rumput Naga Bumi tumbuh. Perasaan senang Gou Long tidaklah bertahan lama, tugas mengambil Rumput Naga Bumi benar-benar bukan tugas yang mudah.


Padahal Gou Long baru saja keluar dari retakan ruang hampa, tapi satu pukulan dengan hawa Kaisar Qi menekan si pemuda sangat keras.


“Keparat! Siapa yang menyerang tanpa memberi peringatan?!” Gou Long berkelit indah, seraya mengeluarkan sumpah serapah. Tak pernah ia bayangkan akan mendapat serangan bokongan secara tiba-tiba.


Saat ia berbalik, Gou Long menjadi sangat terkejut. Berjarak lima puluh tombak dari tempat ia keluar tadi–Rumput Naga Bumi terlihat cerah dan terang di bawah terik matahari. Tinggi rumput itu sepinggang manusia dewasa, serta bayangan Naga Merah bermain-main di atasnya sehingga penampilan menjadi setinggi manusia dewasa.

__ADS_1


Di samping Rumput Naga Bumi, dua manusia besar setinggi lima tombak berdiri angkuh. Sedangkan yang ketiga berjarak lima tombak dari Gou Long. Manusia inilah yang tadi telah melepaskan pukulan ganas pada Gou Long.


Bentuk pakaian mereka hanya celana pendek sampai ke lutut, dengan atasan yang terbuka lebar. Celana pendek itu pun hanya dijahit kasar serta terbuat dari kulit hewan buas.


Tubuh kokoh kuat jelas dan penuh otot, menandakan kehidupan yang keras dari manusia raksasa ini. Wajah mereka tidak terlihat menyeramkan, bahkan sama persis dengan wajah manusia biasa, hanya tubuh mereka saja yang tinggi besar seperti orang-orang yang kelebihan hormon tiroid.


Sesaat Gou Long terdiam, satu ayunan tangan dari manusia besar di depannya saja membawa deru angin besar hawa Kaisar Qi, padahal serangan yang menerpanya tadi hanya ayunan tangan.


Gou Long segera memindahkan jasad tiga tombak ke belakang.


Manusia raksasa yang menyerang Gou Long tadi tidak melanjutkan serangannya, apalagi setelah ia melihat makhluk itu hanya manusia kerdil bangsa kurcaci. 


“Ha ha ha! ….”


Tawa keras dari manusia raksasa itu terdengar memekakkan telinga Gou Long. 


Si raksasa berpaling ke arah kedua kawannya yang berada jauh lima puluh tombak di sana dan berkata-kata dalam bahasa yang tidak dimengerti Gou Long. “Saudaraku! Lihatlah ke sini! Aku menemukan bangsa kurcaci yang ingin mencuri Rumput Naga Bumi. Padahal kita telah merawat rumput ini selama berbulan-bulan.”


“Apa! ….”


Jawaban yang tidak kalah memekakkan terdengar, dan itu berdengung keras di telinga Gou Long.


Saat kedua orang manusia raksasa di kejauhan berpaling dan menatap Gou Long dengan tajam, si pemuda merasakan hawa membunuh yang sangat tebal. Bahkan lutut Gou Long seakan tidak bersahabat dengan perintah dari otak kecilnya, itu bergetar sangat keras.


“Keparat! Tekanan macam apa ini?! Kenapa aku bergetar dan tidak bisa bergerak.” Gou Long menggetarkan mulut dan berusaha menggigit bibir.

__ADS_1


__ADS_2