
Lalu Nyonya Dong berjalan menaiki udara kosong perlahan layaknya orang yang menaiki tangga, ia dengan sengaja naik hingga mencapai ketinggian dua puluh kaki, sehingga dua orang tua di bawahnya, tidak bisa mengganggu ritual kejamnya.
“He he he…” terkekeh sadis, tangan kiri yang menjinjing mayat itu diangkat sedikit lebih tinggi, sehingga wajah si mayat tepat di depan wajahnya, “Kau berani memakiku dengan julukan itu, salahkan mulutmu yang asal berbicara, jasadmu pasti tidak akan bersisa.”
Nyonya Dong benar-benar memperlihatkan sisi kejam dan gilanya, padahal orang itu jelas sudah mati. Ini sangat kontras dengan wajahnya yang cantik serta nada suaranya yang sangat merdu.
Murid-murid Sekte Lembah Tengkorak bergidik ngeri, mereka sering melakukan kekejaman, namun sifat kejam yang diperlihatkan si Nyonya itu baru hari ini mereka melihatnya.
Dari jari-jari nyonya yang menusuk kepala muncul warna merah api yang sangat menyengat, bau daging hangus memenuhi udara, perlahan mayat itu terbakar kering dan menghitam sedikit demi sedikit.
“Hi hi hi…” Kikik Nyonya tersebut tiada henti terdengar, mayat di tangannya sekarang sudah layaknya kayu bakar kering, hangus. Debunya terbang terbawa hembusan angin inci demi inci.
“Iblis! Kejam dan keji!” makian kembali terucap dari mulut dua orang tua yang tersisa.
“Siapa yang kalian maki keji? Siapa yang kalian maki Iblis?” tanya Nyonya Dong, menatap dua orang tersebut.
“Hari penobatan ku akan ditandai dengan pengorbanan darah dari kalian bertiga… He he he… Kalian susul saja si lemah Kun Hong, menghabiskan begitu banyak sumber daya dariku, dia hanya bisa mencapai Ranah Langit Tahap Menengah… Huftt! Dasar kumpulan orang-orang yang memualkan!” Nyonya Dong kesal, juga menggerutu Kun Hong yang telah mati.
“Nah, sekarang giliran kalian untuk mati, para orang tua yang tidak akan pernah mengalami perkembangan lagi walau berkultivasi seribu tahun.” Lanjut Nyonya Dong, selesai berkata tubuhnya melesat turun cepat, di tangan si Nyonya terlihat sebentuk pedang pendek.
Dia sudah bertekad akan membunuh dua orang yang tersisa dengan cepat.
Serangan hawa pedang dilepaskan Nyonya Dong dua kali.
“Whuusshh!”
“Whuusshh!”
__ADS_1
Ini sangat berbeda dengan hawa Pukulan Telapak Sutra Kapas yang berhawa lembut, hawa pedang yang dilepaskan Nyonya Dong menyengat sangat panas.
Kedua orang tua itu coba mengelak, mereka tahu tenaga dalam mereka kalah hebat jika dibandingkan dengan Nyonya Dong. Namun, hawa pedang yang dilepaskan Nyonya Dong semakin jauh terbang semakin melebar.
“Aih! Hidup ini sungguh naas, baru saja keluar dari kultivasi tertutup, malah mengikat permusuhan dengan Iblis betina ini, jangankan untuk kembali mengukir nama, untuk selamat dari Iblis ini saja belum tentu bisa.” Begitulah keduanya mungkin akan berpikir.
Mau mengelak pun percuma, lantas keduanya juga mengeluarkan pedang menahan hawa pedang panas tersebut dengan pelepasan hawa pedang juga.
“Whuushh!”
“Traannkk!”
Keduanya kembali tersurut mundur, lalu saat itulah mereka mendengar suara halus Nyonya Dong dari belakang, “Nah, sekarang silahkan menyusul adik ketiga kalian!” kejam dan cepat, keduanya tidak tahu kapan Nyonya Dong bergerak ke belakang.
“Crussshh!”
“Brukkk!”
Nyonya Dong membunuh tiga orang tua Ranah Surgawi Tahap Awal dengan mudah, bahkan bajunya tidak terlihat kotor oleh percikan darah.
Sungguh luar biasa dan juga sungguh kejam.
“Hik hik hik…” terkikik, ia menikmati pembunuhan yang baru saja ia kerjakan.
Nyonya Dong menunjuk sembarang tiga orang murid Sekte Lembah Tengkorak yang tidak dikenalnya, “Kalian bereskan mayat-mayat ini, dan bersihkan kembali tempat ini.” Perintahnya.
Walau tidak dapat menyembunyikan gemetaran, murid-murid itu patuh dan mengerjakan apa yang diperintahkan Nyonya tersebut.
__ADS_1
“Bagus! Kalian harus selalu patuh seperti itu, Matriark ini akan menjamin kemajuan kalian bakal lebih pesat daripada para tua bangka tak berguna itu. Kalian hanya butuh beberapa tahun saja untuk melangkah ke Puncak Ranah Langit…”
“Mari kita lanjutkan prosesi penobatan ini!” Lanjut Nyonya Dong, memberi perintah tegas.
Semua patuh pada pengaturan Nyonya tersebut, walaupun Sang Nyonya bertindak kejam dan keji, namun para murid Sekte Lembah Tengkorak juga merasakan semangat yang berbeda, mereka yakin Sekte tempat mereka berdiam akan sangat maju dalam beberapa tahun ke depan berkat Matriark baru yang sangat hebat ini.
Ranah Kultivasi dari Matriark baru ini tidak ada dari mereka yang bisa menebaknya.
Prosesi penobatan kembali dilanjutkan dan semenjak hari itu, Sekte Lembah Tengkorak mengumumkan bahwa Nyonya Dong Xue Ting menjadi Matriark mereka.
Kemudian faktor lain yang membuat kemajuan pesat terjadi pada sekte tersebut adalah; Sekte Lembah Tengkorak juga tiba-tiba menampung segala jenis seniman bela diri golongan hitam ke dalam Sekte, bagi golongan hitam yang awalnya masih ragu-ragu untuk bergabung karena pamor Sekte Lembah Tengkorak yang kecil.
Mereka diiming-imingi dengan sumber daya luar biasa yang jarang mereka dapatkan. Sekte Lembah Tengkorak juga memperlihatkan contoh nyata dari seniman bela diri yang berhasil melepaskan diri dari belenggu kultivasi yang menghentikan jalan kultivasi mereka.
Dalam sekejap saja, Sekte Lembah Tengkorak menjadi kekuatan baru di Daerah Selatan.
Terlebih lagi para Keluarga Utama Daerah Selatan akhir-akhir ini juga mulai menyatakan dukungan penuh pada Sekte Lembah Tengkorak, alih-alih berpihak pada Sekte Naga Langit, mungkin karena mereka merasa untuk memperoleh kemajuan dalam jalan bela diri akan sangat susah jika mengikatkan diri pada Sekte Naga Langit.
Apalagi Sekte Naga Langit terkenal dengan prosedur yang serba ribet walau hanya sekedar untuk menjadi murid mereka.
Akibat yang timbul karena pergeseran peta kekuatan di Daerah Selatan ini sangat luar biasa, Daerah Selatan sekarang menjadi Daerah yang benar-benar menerapkan Hukum Rimba, yang kuat menindas yang lemah, perampokan terjadi di mana saja, kejahatan merajalela, pembunuhan yang terjadi di dalam atau di luar Kota menjadi hal yang biasa.
Daerah Selatan menjadi Surga bagi para penjahat dan golongan hitam, sementara golongan putih tidak berani bergerak secara bebas, termasuk itu orang-orang Sekte Naga Langit.
Mereka lebih memilih untuk menyembuhkan sektor internal mereka pasca kecolongan yang terjadi, berharap para Penatua Sekte Naga Langit untuk turun tangan, itu merupakan hal yang mustahil.
Orang-orang tersebut jelas tidak akan turun tangan secara langsung, mencari dan membunuh para penjahat. Kecuali jika saat mereka bepergian dan melihat kejahatan terjadi di depan mata, saat itulah mereka akan turun tangan.
__ADS_1
Perkembangan dan pergeseran peta kekuatan yang terjadi di Daerah Selatan ini juga selalu dikabarkan oleh Patriark Song Ki pada Kakek Zhou di Klan Hua, namun hal-hal yang terjadi di Daratan Tengah selama setahun ini juga tidak bisa dipandang sebelah mata oleh Kakek Zhou.
Setidaknya ia harus mendidik kedua muridnya agar bisa melangkah lebih tinggi dan jauh di jalan Ilmu Bela Diri.