Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 427. Hukuman Sebab-Akibat


__ADS_3

Gou Long menatap iba pada King Erwin dan Ratu Florian, meskipun begitu ada kekaguman tersendiri dari si pemuda pada Kaisar itu. 


Suasana menjadi hening sejenak, King Erwin melihat dengan tatapan dalam dan lembut pada sosok istrinya, kemudian berpaling pada Putri Agung Eleanor yang tertotok.


King Erwin menggelengkan kepala, setelah memejamkan mata sesaat, tanpa berkata-kata. King Erwin telah mengambil keputusan berat dan pasti di dalam hatinya.


Pedang Peri Ilusi di tangan Gou Long tiba-tiba terhisap dengan kuat dan telah berpindah tangan ke tangan King Erwin. Itu sungguh cara memperlihatkan puncak kesempurnaan tenaga dalam yang sangat luar biasa. Eleanor merasakan gelagat yang tidak baik, wajah dari Putri Agung itu kian memucat.


“A-apa yang a-akan Ayahanda lakukan? ….”


King Erwin tidak menjawab, sekali lagi dia menutup mata dan berpekur diri untuk sejenak. Hati Kaisar Peri itu telah mantap seluruhnya. 


Semua prajurit yang ada di sana tidak ada yang berani berkata-kata, bahkan mengangkat kepala saja mereka tidak berani. Hanya coba mencuri-curi lihat ke arah King Erwin.


Permaisuri Florian juga tidak bisa melarang sang suami, saat kehadiran mereka di sana tadi bahkan ia telah mendapatkan omelan yang pedas dari King Erwin.


Gou Long terkejut saat merasakan Pedang Peri Ilusi di tangannya tertarik ke tangan King Erwin.


Kaisar Peri itu sekarang membuat segel cepat dengan satu tangan. Gou Long sangat kenal segel tersebut. “Segel Pengunci Jiwa Tingkat Lanjut!”


Tapi, itu sangat aneh saat melihat cara King Erwin membuat segel, satu tangan dan sangat cepat. Secara tidak sadar Gou Long juga coba meniru, dia tidak berhasil.


King Erwin menghilang dari tempat, dan telah berada di depan Eleanor, tangan dengan segel tersebut ditempelkan pada dahi sang Putri Agung.


“Tidaaaaak! ….”


Teriakan keras, mencerminkan ketakutan, panjang, lama dan perlahan menghilang. 


Jiwa Eleanor keluar dari jasadnya, dan dengan segera dimasukkan ke dalam Pedang Peri Ilusi oleh King Erwin.

__ADS_1


Sambil terus memegang pedang, King Erwin melihat ke arah beberapa orang prajurit, wajah Kaisar Peri itu terlihat sangat tegas. “Tanam jasadnya di bawah Pohon Peri Abadi!” 


Lima orang prajurit terdekat berjalan dan membawa jasad dari Eleanor ke bawah Pohon Peri Abadi.


King Erwin mengelus pedang dengan jiwa Eleanor untuk sesaat. Lalu, menyerahkan pedang itu pada istrinya–permaisuri Florian. “Ini adalah perpisahan mu untuk sementara waktu dengannya, manfaat waktumu sebaik mungkin.”


Permaisuri Florian terlihat sangat sedih, tanpa berkata-kata dia mengambil pedang yang disodorkan sang suami–hanyut dalam kesedihannya.


Gou Long terus memperhatikan apa yang dilakukan King Erwin. Pada awalnya, anak muda itu sedikit terkejut melihat King Erwin sangat tega memasukkan jiwa putrinya yang lain ke dalam pedang. 


Namun, ketika King Erwin berkata, “Anak Muda, dalam tubuhmu aku dapat merasakan energi dari Ras Peri, kultivasi milikmu juga dari Ras Kami, tapi ….”


King Erwin mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dan melihat tumpukan mayat, cacahan daging dan darah dari Ras Peri yang mati di tangan Gou Long. “Meskipun tujuanmu baik, bukankah ini sangat kejam?!”


Gou Long tersenyum, bahkan berkesan meremehkan. Anak muda ini tidak pernah merasakan takut. “Aku selalu berprinsip, selama apa yang aku kerjakan untuk kebaikan. Maka tidak ada yang boleh menghalangi. Kalau ada, aku juga tidak keberatan untuk menghancurkan penghalang itu. Kehidupan ku selalu berada di ujung pedang dan telapak pukulan orang lain, sekali telah memutuskan untuk terjun ke dunia kultivator, kenapa aku harus merasa ragu untuk bertindak?!”


“Aku juga sangat pandai dalam membedakan antara budi, dendam dan hutang. Untuk kejadian ini, sebenarnya yang harus engkau lihat adalah dirimu sendiri dan juga putrimu.”


Gou Long tertawa lantang, kemudian melanjutkan perkataannya, “Sedangkan aku?! Aku hanya orang yang tidak sengaja terikat takdir dan budi di antara kemelut keluarga mu.”


King Erwin berdiri terpekur, perkataan Gou Long menusuk tajam ke dalam hatinya. Kaisar Peri itu terlihat lebih tua beberapa tahun. “Perkataan mu sangat benar anak muda. Siapa nama mu?!”


“Gou Long!”


“Pendekar Gou! Lihat lah apa yang terjadi di taman ini, bukankah semua ini sangat kejam.” King Erwin tidak memberikan kesempatan Gou Long untuk kembali menjawab. Dia memanfaatkan kelengahan Gou Long yang melihat ke sekeliling, dengan cepat menotok si pemuda.


“Apa yang anda lakukan?! Bukankah ini menurunkan martabat Anda sebagai seorang Kaisar yang agung?!” Gou Long sangat marah, dia tidak sempat mengelak dan memberikan perlawanan terhadap siasat licik dari King Erwin.


Kaisar Peri itu tidak peduli, dengan menggunakan pedang di peri ilusi, dia menggores ujung jari Gou Long. 

__ADS_1


Darah si pemuda merembes dan diteteskan ke pedang yang tadi telah digunakan untuk menyegel jiwa Eleanor oleh King Erwin.


Pada saat itu terjadi, Langit kembali bergejolak. Nafas kuat lain kembali terasa. “Erwin, jika engkau berani menyusahkan pemuda itu. Peperangan antara domain pasti akan pecah sekali lagi. Aku akan menghasut seluruh Ras Siluman untuk bertarung dengan kalian.”


“Rubah betina, tenang saja! Aku tidak akan berbuat jahat pada anak manusia ini. Aku hanya memberikan sedikit hukuman sebab akibat padanya.” King Erwin menoleh ke langit, tempat asal suara itu muncul tadi. “Jadi, apa yang membuat engkau memiliki hubungan dengan anak muda dari Ras Manusia ini?!”


“Urusan ku?! Tentu saja tidak ada hubungannya dengan mu.”


Berikut muncul siluet bayangan perempuan berpakaian merah dan cantik di sana. Gou Long kenal dengan wanita ini, dia adalah ratu rubah betina. “Ini pasti terkait Eira.”


“Baik, kalau memang engkau tidak berniat jahat, aku ingin tahu apa yang akan engkau lakukan setelah engkau menotok pemuda itu.” Ratu Siluman Rubah turun dan berdiri di sisi Gou Long. Dia tidak berusaha membuka totokan si pemuda.


King Erwin menghela nafas, menatap Gou Long dan berkata, “Anak muda, aku melihat engkau memiliki hati yang bajik. Aku telah gagal sebagai orang tua dalam mendidik anak, ini adalah fakta. Tapi, apa yang engkau kerjakan juga sangatlah kejam dan brutal.”


“Karena hal ini, hukum sebab dan akibat tentu saja terikat padaku dan padamu. Hukuman ku untuk kedua kalinya kehilangan putri …” King Erwin menunjuk pada istrinya. “Lihatlah dia, apakah engkau tidak kasihan pada wanita ini?! Hanya karena dia aku tidak tega menghukum anakku yang bungsu dengan kejam.”


King Erwin kembali menoleh pada Gou Long. “Dan perbuatan mu ini juga harus ada hukumannya, kalau aku minta engkau mendidik dan mengikat kontrak jiwa dengan pedang ini, tentu saja aku yakin engkau menolaknya. Maka, aku bertindak sendiri.”


“Jadi, aku harus terikat dengan anakmu yang lain. Setelah sebelumnya aku terikat dengan anakmu yang pertama?!” Gou Long menjadi murka. Tapi, dia tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa melampiaskan kekesalannya dengan makian.


Sementara Ratu Rubah Ekor Sembilan tertawa mengikik melihat hukuman yang sangat unik bagi si pemuda.


Sedangkan prajurit peri di taman itu baru sekarang berani mengangkat kepala, mereka juga tersenyum mendengar model hukuman aneh itu.


Bing Feng dan Eira merasa tidak perlu menjaga kelopak bunga tempat Hauri sedang mempersiapkan kelahiran kembali melesat ke sisi Gou Long, keduanya juga tidak berusaha membuka totokan si pemuda. 


King Erwin memejamkan mata dan kembali berkata, “Anak muda! Meskipun engkau memberontak, sekarang engkau tidak memiliki kesempatan untuk mengelak. Karena–Teknik ini sangat berbeda dengan segel pengunci jiwa tingkat lanjut. Engkau boleh coba membuktikan itu nanti.”


“Putriku akan kubiarkan mengikuti mu selama sepuluh tahun. Tentu saja dalam bentuk pedang dan jiwa. Selama masa sepuluh tahun itu berlalu, engkau bisa menjumpaiku, untuk mengangkat kontrak ini.”

__ADS_1


“Ketika totokan ini terbuka, dia akan masuk sendiri ke dalam lengan mu. Engkau telah paham dan sangat berpengalaman dengan putriku yang lain sebelumnya, aku tidak perlu menjelaskan banyak hal.”


King Erwin menancapkan pedang itu di sisi kaki kanan Gou Long, dia perlahan berjalan ke tempat Permaisuri Florian. “Apa engkau puas dengan pengaturan ini?! Ya, engkau harus puas.”


__ADS_2