Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 393. Antusias


__ADS_3

Ding Jia Li berpikir sejenak, kebaikan dari Tabib Shu sudah tidak dapat ia sangkal. Andai tidak ada Tabib Shu, nyawa gadis itu sejak lama mungkin tidak akan selamat. “Boleh, tapi untuk Tabib Shu harus kita kecualikan, tanyakan pendapatan dia terlebih dahulu.”


“Seperti keinginan Nyonya.” Siauw Xiezy tidak akan pernah membantah apapun yang diinginkan sang Nyonya. Pencapaian kultivasi ini, semua berkat suami sang Nyonya.


Tidak perlu masuk ke dalam untuk menjumpai Tabib Shu. Pada saat percakapan itu berakhir, Tabib Shu terlihat muncul secara perlahan dari balik lubang pintu gua tempat ia tinggal. “Kompetisi Empat Keterampilan kali ini memang akan dilakukan di Domain Peri, jadi pada saatnya nanti, akan banyak ras berkumpul di sana.”


“Sayangnya, Domain Ras Iblis dan Siluman telah memiliki ahli yang tetap untuk Kompetisi Empat Keterampilan itu, sehingga Ras Iblis dan Siluman tidak melaksanakan Kompetisi tingkat prefektur seperti yang dilakukan oleh anggota ras lain.” Tabib Shu menjelaskan apa yang telah lebih dahulu ia ketahui.


Sebelumnya, ia tidak pernah membicarakan hal itu pada keduanya. Bagi Tabib Shu menjelaskan pengetahuan tersebut untuk saat ini, hanya mengganggu proses perkembangan Ding Jia Li. Tabib Shu tidak ingin pikiran Ding Jia Li bercabang.


“Ah, jadi kompetisi itu akan diselenggarakan di Domain Ras Peri. Kemudian semua ras diperbolehkan masuk ke dalam Domain Ras Peri, meskipun hanya sebagai penonton kompetisi.” Siauw Xiezy menegaskan. Namun, kemudian dia teringat akan hal tersebut merasa seperti ada yang janggal. “Hai, Tabib Shu! Engkau telah mengetahui informasi ini, kenapa engkau terus menyembunyikannya dari kami?”


Aura siluman yang muncul di dalam tubuh Siauw Xiezy mulai menggila, dia akan melakukan penindasan pada Tabib Shu. Tapi, Tabib Shu sangat sadar akan hal itu, ia tidak peduli bahkan berkesan cuek. Perlindungan Ding Jia Li padanya pasti dapat menghentikan tingkah gila Siauw Xiezy.


Satu tarikan nafas selanjutnya, apa yang diinginkan dan diketahui dengan jelas oleh Tabib Shu terjadi.


“Siauw Xiezy, tahan!” Ding Jia Li segera menyadari luapan aura Siauw Xiezy. “Tabib Shu pasti memiliki alasan tersendiri.


“Tapi Nyonya–”

__ADS_1


“Engkau telah sangat lama melihat kehidupanku yang sangat baik di sini, kenapa masih meragukan Tabib Shu.” Ding Jia Li menjadi lebih tegas membela Tabib Shu. Dia bahkan memotong perkataan Siauw Xiezy dengan cepat.


Siauw Xiezy menunduk dalam.


“Ingat siluman muda, tidak selamanya kekuatan dapat menindas. Kadangkala keteguhan hati bisa menjadi lebih kuat dari kekuatan yang besar.” Tabib Shu tersenyum sinis, menghina Siauw Xiezy yang terus menerus memperlihatkan tekanan dan penindasan tenaga besar.


Tapi, pada saat itu Ding Jia Li berlaku sangat adil. “Tabib Shu, tolong engkau jelaskan alasan dari tidak engkau sampaikan pengetahuanmu itu pada kami.”


Tabib Shu menarik nafas panjang. Tidak terlihat raut tertekan dari wajahnya. “Aku hanya mencoba sedikit lebih realistis pada kalian berdua.”


Tabib Shu menatap hamparan luas langit biru. “Dunia Kaisar Peri ini sangatlah luas. Kepandaian yang dimiliki oleh Nona Ras Manusia ini sangat lah cetek. Aku tidak ingin usaha pengobatanku menjadi sia-sia hanya karena ketergesa-gesaan yang muncul ketika aku membicarakan hal itu pada kalian ….”


“Lagipula, pergi dari sini juga tidak akan memberi manfaat bagi kalian berdua. Lebih baik kalian belajar dan terus memantapkan kultivasi di sini sambil menunggu saat Kompetisi Empat Keterampilan antara Domian benar-benar akan diselenggarakan. Bukankah begitu lebih baik dari pada berkeliaran tidak jelas? Akhirnya hanya menerawang arah yang tidak pernah menentu.”


Perkataan dan penjelasan dari Tabib Shu telah benar-benar membuka mata Siauw Xiezy.


Siauw Xiezy menyadari kebenaran dari perkataan Tabib Shu. Tulus, dia mengepalkan tangan di depan dada. Bersikap layaknya Ras Manusia memberikan penghormatan. “Tabib Shu, maafkan sikap tidak sopan dan kurang ajar dari junior ini sebelumnya. Ke depan, kami berdua akan lebih mempercayai segala keputusan yang Tabib Shu pilihkan.”


“Ha ha ha …” Tabib Shu tertawa lantang. “Apa yang perlu dimaafkan? Nah, setelah percakapan ini berakhir. Urungkan saja niat kalian untuk pergi dari sini, kokohkan pondasi kultivasi. Pada saat itu tiba kelak, kita juga akan bisa bergerak dengan bebas di Domain Ras Peri.”

__ADS_1


Tabib Shu berbalik dan kembali masuk ke dalam gua tempat ia meracik berbagai jenis herbal. Perkataan yang mendatangkan kegembiraan di hati Ding Jia Li dan Siauw Xiezy juga ikut terdengar seiring dengan kepergiannya.


“Untuk kompetisi sebesar tersebut, jangankan itu untuk kalian berdua. Aku sendiri juga jelas akan ikut pergi menonton. Aku sangat menantikan, tiba saat-saat melihat para ahli alkimia mempraktikkan segala kepintaran dan keahlian mereka dalam meracik pil ketika kompetisi alkimia dipertontonkan.”


***


Wu Mofan memang mencari selamat, tapi dia juga tidak melupakan orang-orang yang ikut dan bersama-sama berpindah ke Dunia Kaisar Peri. Dalam hal ini, adalah Kakek Awan Putih yang terjatuh ke dalam Domain Ras Peri bersama Wu Mofan.


Eleanor melihat ada banyak ketulusan yang diperlihatkan Wu Mofan kepadanya. Sehingga, kebebasan bergerak bagi Wu Mofan menjadi lebih luas. Kakek Awan Putih yang pada awalnya hampir di setiap kesempatan memperoleh siksaan dari sipir penjara yang ditugaskan Eleanor sudah jarang mendapatkan siksaan.


Sebelum informasi terkait Gou Long diperoleh Eleanor, penyiksaan terhadap Kakek Awan Putih bisa dikatakan terjadi dalam setiap jarak rentang waktu tiga dupa. Namun, berkat usaha Wu Mofan, interval jarak secara perlahan berubah, menjadi lebih lama.


Wu Mofan benar-benar sangat pandai menjilat, mengupak dan melihat peluang dengan menyenangkan hati Tuan Putri culas tersebut.


Bahkan, Wu Mofan sendiri kadang kala berkunjung ke ruang tahanan Kakek Awan Putih, dia juga menyediakan sumber daya kultivasi bagi si kakek dengan alasan, ‘bukankah menyiksa, kemudian menyembuhkan, dan mengulang lagi siksaan akan lebih mengasyikkan daripada hanya sekedar menyiksa, biarkan begitu saja kemudian mati.’


Bisikan yang dilancarkan Wu Mofan itu benar-benar masuk ke dalam pola pikiran jahat para sipir penjara. Satu sisi memang ini sangat menyiksa Kakek Awan Putih.


Namun, dari segi positifnya, Kakek Awan Putih juga mulai bisa berkultivasi dan secara perlahan juga mulai memurnikan Kaisar Qi ke dalam tubuh.

__ADS_1


Orang tua itu, benar-benar telah sangat kenyang makan asam dan garam kehidupan. Selama penyiksaan yang dilakukan oleh para sipir penjara terhadap dirinya, ia tidak mengeluh sedikitpun. Tapi, Kakek Awan Putih malah berlaku sebaliknya, dia menganggap penyiksaan itu sebagai sarana latihan.


Kakek Awan Putih selalu tersenyum setiap kali mendapatkan penyiksaan. “Akan ada masanya, saat kalian para peri dungu ini mendapatkan penghinaan yang lebih rendah dari apa yang aku rasakan saat ini.”


__ADS_2