Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 207. Interogasi Gagal


__ADS_3

Gou Long menyadari tindakan lawan-lawannya, “Hooo! Apa kalian kesusahan untuk berbicara? Baiklah, tekanan domain ini akan kukurangi.” Lanjut Gou Long, sedikit memberi jeda pada lawannya.


Setelah lima tarikan nafas, “Nah sekarang kuharap kalian bisa memberikan kesenangan lebih,” Sambil berkata, tangan Gou Long membentuk segel cepat, “Segel Suci! Domain Es!” lirih Gou Long.


Lawan-lawan Gou Long tidak bisa berbicara dan bahkan tidak memiliki kesempatan untuk berbicara, pembawaan dan hawa keberadaan Gou Long terlalu dominan di sana.


Ketiga lawannya merasakan gelagat yang tidak baik, tapi saat ini tekanan yang mereka rasakan lebih hebat dari sebelumnya, si Gemuk Buntal terlihat tambah memucat, dengan gigi yang bergemeletuk menahan dingin.


Rasa dingin itu tambah terasa di kuduknya saat Gou Long tiba-tiba muncul dan memperlihatkan seringai kejam padanya, sebuah tonjokan keras datang mengarah dada, berusaha menangkis dengan tonjokan yang sama, namun itu hanya sebuah gerakan tipuan, tiba-tiba si Gemuk Buntal tidak bisa bergerak sama sekali, yang dia rasakan tubuh terangkat dan meluncur cepat.


Posisi si Gemuk Buntal tepat jatuh di samping Ding Jia Li dalam keadaan tertotok.


Berhasil menotok si Gemuk Buntal, Gou Long terus bergerak cepat kembali melakukan serangan dengan palu berat miliknya pada si Otot Besar. Setelah memperoleh jeda untuk mengambil nafas, si Otot Besar terlihat lebih bugar, dia berusaha keras membalas setiap serangan Gou Long, dibantu oleh si Kurus Tinggi.


Retakan besar yang tercetak di atas tanah sudah berjumlah puluhan, Pertarungan mereka bertahan sampai seratus gerakan, kemudian baik si Otot Besar maupun si Kurus Tinggi tidak dapat bertahan dari hantaman palu besar milik Gou Long.


Organ dalam keduanya hancur beserta tulang-tulang rusuk dan tulang punggung, Gou Long mengayunkan palu itu dengan tepat mengenai mereka secara berurutan, pada gerakan kesembilan puluh sembilan dan gerakan keseratus.


Keduanya terkapar dan berkelonjotan sesaat di atas tanah, darah mereka segera membanjir keluar. Hanya menyisakan sorot ketakutan di mata si Gemuk Buntal yang tertotok dan tidak bisa berbuat apa-apa.


Gou Long mengambil cincin penyimpanan ketiga mayat tersebut tanpa memeriksanya, lalu berjalan ke sisi Ding Jia Li, menatap tajam pada si Gemuk Buntal.


Membuka totokkannya, “Nah! Kalau kau ingin berlari silahkan berlari semampumu, kuyakin itu akan sia-sia saja, kau boleh mencobanya! Keluarkan saja ilmu meringankan tubuh terbaikmu.” Setiap ucapan itu dikeluarkan Gou Long tanpa peduli ekspresi lawannya.

__ADS_1


Ding Jia Li menatap heran pada Gou Long seakan tidak percaya pada pendengarannya, namun kemudian dia baru teringat, kecepatan Gou Long sangatlah luar biasa, si Gemuk Buntal pasti tidak akan bisa menjauh darinya.


Sadar pada posisi yang tersudutkan, “Mau bunuh lekas bunuh, kau pikir aku tidak tahu apa yang ada dalam otakmu itu.” Ketus si Gemuk Buntal, dia sudah dapat menebak Gou Long ingin menginterogasinya.


“He he he!...” terkekeh senang, Gou Long mengacungkan jempolnya pada si Gemuk Buntal, “Jiwa kesatriamu itu, akan terasa percuma saja. Karena aku tidak akan membunuhmu terlebih dahulu. Mari kita lihat seberapa lama kau bisa bertahan.” Balas Gou Long, cuek terhadap perkataan si Gemuk.


Menatap Ding Jia Li sesaat, tiba-tiba saja Gou Long kembali bergerak cepat dan menotok si Gemuk, “Apa Jia Li ‘er punya ide yang bagus terhadap apa yang akan kita perbuat pada babi gemuk ini?...”


“Terserah Gege saja, Jia Li ‘er akan menikmati setiap tontonan ini, hi hi hi.” dia terkikik geli mendengar Gou Long menyamakan si Gemuk dengan babi, sekilas pandang memang mirip dari segi malas dan gemuknya itu.


“Baik!” menjawab perkataan Ding Ji Li, Gou Long bergerak dan menotok urat tawa dari si Gemuk.


Dalam sekejap saja tawa si Gemuk meledak keras, mengiringi tawa itu Gou Long berkata, “sekarang terserah padamu apa mau mampus menyakitkan seperti ini atau mampus dengan cepat...”


Merasa si Gemuk Buntal sudah cukup kelelahan, Gou Long melepaskan kembali totokan pada urat gagu dan tawa si Gemuk.


“Jiwamu jelas tidak akan kuampuni...” Memperlihatkan senyum jahat, “kalau kau mau menjawab beberapa pertanyaanku, maka kau tidak perlu merasakan siksaan lain lagi. Nah pertanyaan pertama, siapa yang mengirim kalian untuk memburuku?...”


“...” si Gemuk tidak menjawab, auranya perlahan-lahan meredup seperti orang yang mati.


“Ada apa dengan dia? Apa dia tidak sanggup bertahan lalu mati karena tertawa?” pikir Gou Long.


“Gege...! tak perlu bertanya lagi dia sudah mati.” Ujar Ding Jia Li, setelah melihat Gou Long seperti orang yang berpikir.

__ADS_1


Gou Long mendekati mayat si Gemuk Buntal, dan mengambil cincin penyimpanannya, saat itulah Gou Long melihat lelehan darah di sela-sala bibirnya. Sedikit menarik di rambut agar kepala si Gemuk terangkat, baru terlihat dia mati karena menggigit lidahnya sendiri.


Rupanya kesempatan singkat itu dimanfaatkan si gemuk untuk bunuh diri, benarlah Organisasi Pembunuh yang menjaga kerahasiaan klien mereka dengan baik.


Berjalan ke sisi Ding Jia Li, “Mari kita tinggalkan tempat ini, mayat mereka biarkan begini saja, tim lain yang menunggu kabar pasti akan mencari mereka, dengan melihat mayat-mayat ini, mereka pasti akan terus mengejar kita...”


Melihat puing-puing kereta yang hancur, dan kuda yang mati, “Perjalanan kita akan menjadi lebih melelehkan.” lanjut Gou Long.


“Gege!... Kenapa harus repot-repot menunggu informasi atau menangkap mereka untuk memperoleh informasi, Guru pasti tahu Organisasi Pembunuh yang memiliki ciri khas seperti mereka, mari kita teruskan perjalanan ini secepat mungkin, udara dingin seperti ini sangat tidak nyaman untuk terus bepergian dalam jangka waktu yang lama.”


“Baik! Kalau itu yang Jia Li ‘er inginkan...” Tersenyum simpul, dalam satu gerakan cepat Gou Long membopong Ding Jia Li(bridal style), “Tutup matamu dan berpegangan lebih erat! Kita akan bergerak lebih cepat dari biasanya.” Bisik Gou Long lembut.


“...” Anggukan kecil dapat dirasakan Gou Long saat rambut-rambut halus Ding Jia Li bergesek menerpa lehernya.


Tidak melepaskan Teknik Transformasi Roh, Gou Long melesat cepat terbang dengan berkali-kali menendang udara agar lesatan terbangnya lebih cepat, andai ada orang yang melihat saat ia menendang udara, akan terlihat riak besar udara dari tendangannya.


Hanya tiga puluh menit terbang seperti itu, mereka telah tiba di Lembah Gunung Berkabut, Gou Long terus melesat dan saat melihat tugu batu yang dimaksud, lesatan tubuhnya digerakkan menuju puncak tugu batu.


Melesat turun, juga menurutkan Ding Jia Li, di puncak tersebut.


Sama-sama melihat ke arah kaki masing-masing, samar tertutup salju di antara kaki kanan Gou Long dan kaki Ding Jia Li, terlihat lubang yang dimaksud karena salju belum sepenuhnya memenuhi lubang.


Gou Long berjongkok meneliti lebih jelas, dia menyingkirkan salju-salju tersebut.

__ADS_1


“Apa benar ini lubangnya?” pikir Gou Long.


__ADS_2