Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Bab. 68. Iblis Salju


__ADS_3

Tidak butuh waktu yang terlalu lama, dengan kecepatan seperti itu, Gou Long segera saja sampai ke sisi luar dari Hutan Hujan Salju.


“Whossssh!”


“Whoosssh!”


“Whoosssh!”


Udara dengan hawa yang sangat dingin menerpa Gou Long, karena belum bersiap-siap dengan hawa sedingin itu. Rasa ngilu di gigi dan dingin yang merasuk ke dalam tulang seketika saja melanda si pemuda.


Menarik nafas serta mengedarkan hawa murni ke seluruh tubuh, Gou Long dapat menahan hawa dingin dari Hutan Hujan Salju. Hawa dingin di sini lebih ganas ketika sudah masuk ke dalam lebat hutan tersebut. Gou Long bahkan harus membentuk armor perlindungan dari hawa murni.


Hawa dingin ini juga mengandung racun dingin yang sangat ganas, serta mengakibatkan korosi pada tubuh yang terkena hawa dingin secara langsung.


Gou Long memasuki hutan berjalan dengan santai, seluruh indera dan kewaspadaan ditingkatkan. Dia juga sesekali menyebarkan kesadaran spiritual, guna melacak makhluk yang akan muncul di dalam hutan.


Setelah berputar dan berkeliling selama setengah jam, Gou Long mendengar suara erangan dan rintihan yang berkesinambungan dari arah depan. Seketika itu juga Gou Long melesat berkelebat ke arah suara tersebut.


Pemandangan di situ, tampak seorang gadis dengan gaun putih yang dilapisi jubah berwarna biru, dan gambar bunga teratai kecil di bawahannya.


Gadis itu yang mengeluarkan suara erangan dan rintihan, bukan karena sakit atau terluka. Itu adalah suara pancingan agar orang-orang datang menemuinya.


Gou Long dapat merasakan keanehan itu, hatinya tiba-tiba saja seperti diserang oleh sesuatu, muncul rasa takut yang tidak bisa dilawan. Namun dengan tekad yang kuat rasa takut itu dapat dihilangkan.

__ADS_1


Setelah diperhatikan dengan seksama, penampilan dari gadis tersebut juga tampak tidak biasa, ada hal yang menekan Gou Long, tidak hanya warna kulit yang pucat tidak berwarna, rambut yang putih secara menyeluruh, dan juga suara rintihan yang serak menyeramkan serta bola mata berwarna putih.


“Ha ha ha! Anak manusia, sangat tepat dengan kehadiranmu di sini. Bersiaplah, kau akan menjadi wadah baruku! Sudah terlalu lama aku mencari wadah untuk kelahiran kembali ke dunia fana.”


Suara serak yang menyeramkan terdengar bergelombang, Gou Long tidak melihat mulut dari gadis itu bergerak. Namun, nada suara bergelombang itu sama dengan nada rintihan dan erangan panjang yang didengar Gou Long.


Gou Long pada awalnya sempat bingung, kemudian dia sudah mendapatkan kembali ketenangan. Lantas, memanggil Hauri, Gou Long tidak dapat mengenali makhluk di depannya itu, dia butuh penjelasan dari Hauri.


Saat muncul, Hauri langsung berteriak, “Mundur! Akan aku tangani makhluk ini, kau siapkan segel-segel Jurus Pengunci Jiwa Tingkat Lanjut, lalu tunggu aba-aba dariku!”


“Entah beruntung atau buntung, telat sedikit saja kau pasti akan mati membeku. Arena tempat diadakan pra kompetisi dari sekte-mu, sungguh menyimpan banyak hal yang tidak terduga. Ha ha ha,” lanjut Hauri, di saat serius seperti itu, dia masih sempat-sempatnya tertawa dan bergurau.


Gou Long yang kebingungan, lantas bertanya pada Hauri, “Memangnya makhluk ini dari ras apa, kenapa kau tadi terlihat panik?”


“Namun, jikalau kau dapat mengikatnya dengan Jurus Segel Pengunci Jiwa Tingkat Lanjut, ia dapat digunakan dalam Teknik Kultivasi Tranformasi Roh. Bukankah ini suatu keberuntungan bagimu?”


“Makhluk ini, jelas bukan lawan bagimu, satu hembusan nafasnya, dapat membekukan jantung dan organ dalam tubuhmu. Ingat, tunggu aba-aba dariku baru lepaskan; Segel Pengunci Jiwa Tingkat Lanjut.” Hauri lalu mengabaikan Gou Long, dia terlihat fokus pada makhluk di depan mereka.


“Baiklah, karena kau lebih paham makhluk itu, maka kau saja yang membereskan dia,” jawab Gou Long, kemudian ia fokus membentuk Segel Pengunci Jiwa Tingkat Lanjut.


Roh Iblis Salju itu terlihat tidak senang dan marah dengan kehadiran Hauri di tempat tersebut. Dia mengancam dengan suara khas yang serak menyeramkan. “Minggir kau makhluk alam lain! Jangan merasa kuat, kau ingin melindungi wadah baruku? Hi hi hi! Kau akan ikut aku lenyapkan juga.”


“Kau?! Berani mengancam diriku?! Tahukah kau, bahwa aku telah melenyapkan sangat banyak jenis yang lebih kuat darimu, Ras bangsamu saat perang besar antara Ras Peri dengan Ras Iblis ribuan tahun lalu. Ha ha ha, tidak ada salahnya kalau aku menambahkan kamu ke dalam daftar panjang iblis yang terbunuh di tanganku,” jawab Hauri, balas mengancam.

__ADS_1


“K-kau! Ma-makhluk dari perang besar antara Ras Peri dengan Ras Iblis?” Roh Iblis Salju bertanya dengan nada yang ketakutan.


Wajah iblis salju yang pucat terlihat tambah pucat. Iblis ini memang belum hidup selama ribuan tahun seperti masa hidup Hauri, tapi dia pernah mendengar cerita tentang perang besar antara kedua Ras ribuan tahun lalu dari leluhur Ras Iblis.


“Apa kau sudah menyesal sekarang karena telah memancing pemuda itu ke sini. Bukankah kau tidak pernah tahu, aku selalu menyertai pemuda tersebut!? Sayang sekali, nasib hidupmu setelah ratusan tahun akan berakhir hari ini,” jawab Hauri, dengan nada mengejek.


“Akan kuberi kau kemudahan beberapa gerakan, aku hanya akan menangkis dan tidak akan membalas. Bagaimana menurutmu? Silahkan dimulai,” ujar Hauri, menantang iblis tersebut.


“Peri ini sungguh sombong, entah benar atau hanya sekedar menakuti ku dengan berkata; bahwa dia makhluk yang hidup di zaman perang besar. Mungkin dia hanya menakuti. Makhluk egois seperti peri kenapa pula mau mengikuti makhluk rendahan seperti manusia. Sebaiknya, aku lenyapkan saja dia saat ini,” pikir Roh Iblis Salju.


“Aku tidak percaya pada apa yang kau ucapkan, mampus lah!” Roh Iblis Salju menyerang dengan niat membunuh.


Dia melayang ke arah Hauri, dan menyemburkan nafas dingin. Setiap hembusan nafas dingin itu membuat daun-daun pohon membeku dan terlihat seperti kristal dengan ukiran daun.


Benar seperti yang diucapkan Hauri, dia tidak membalas serangan itu. Gou Long dapat melihat dengan jelas Hauri hanya menepis seperti orang yang mengusir nyamuk di wajah.


Hauri terus menerima beberapa serangan dari Roh Iblis Salju tanpa membalas, kemudian tepat di serangan ke sebelas menurut hitungan Gou Long, Hauri berujar kecil, “Sudah saatnya bagimu untuk menangkis, entah berapa gerakan kau bisa menangkisnya.”


Sekarang Hauri balas menyerang dengan gerakan indah bagaikan peri yang menari-nari.


Gerakan Hauri sangat anggun, akurat dan cepat. Seperti melihat seseorang yang sedang menari bukan bergerak dalam jurus ilmu silat.


Gou Long dapat melihat tenaga dan hawa dari Roh Iblis Salju itu hanya berada di kelas kedua ranah para siluman. Tapi, Hauri berkata Roh itu bukan lawannya. Ini agak mengherankan hati Gou Long.

__ADS_1


Gou Long pasti akan menuntut penjelasan dari Hauri nanti.


__ADS_2