
Pertarungan segera saja terhenti, “Bocah! Sebaiknya mundurlah! Gerak-gerik kalian sudah kuperhatikan sejak hari pertama kami kembali ke sini, kalian cemburu dengan keputusan Patriak Klan Hua! Ha ha ha...” ujar Kakek Zhou mengejek mereka berlima.
“Dengarkan dan perhatikan dengan jelas! Cucuku ini tidak akan menggunakan sumber daya dari Klan Hua sedikit pun ketika berpartisipasi di sana nantinya! Sumber daya yang kumiliki lebih baik dari yang Klan Hua miliki. Ingat! Kalau kalian masih mengganggu cucuku, kalian akan mati!” ancam Kakek Zhou dengan tegas serta raut wajah yang menyeramkan.
Dia kemudian melempar Hua Jiang yang masih dipegangnya ke arah pagar tembok.
“Bruuuukk!” tembok tersebut roboh terkena tubrukan badan Hua Jiang, walau dia masih bisa melindungi tubuhnya dengan perlindungan tenaga dalam, tapi Hua Jiang merasakan malu serta tidak bisa berbuat apa-apa.
Tanpa berkata-kata mereka berlima segera meninggalkan halaman rumah Hua Mei.
“Selamat pagi kek! Maafkan kami yang tidak menyambut dengan semestinya, kami bahkan tidak sadar dengan kehadiran kakek!” ujar Murong Qiu, berbangkit dan menyapa Kakek Zhou.
Murong Qiu tadi dapat melihat apa yang akan menimpa Hua Mei dan berniat menolong namun dia kalah cepat dengan Kakek Zhou.
“Kalian lanjutkan latihan! Tingkatan kalian masih terlalu rendah!” perintah Kakek Zhou lembut.
Hua Mei dan Murong Qiu segera berlatih di bawah bimbingan Kakek Zhou.
***
Sudah dua minggu ini Gou Long mengambil retret/menarik diri dan berfokus pada kultivasi serta memperdalam fondasi kultivasinya, tapi selama itu juga belum terlihat tanda-tanda penerobosan ranah kultivasi.
__ADS_1
Padahal dia tidak pernah keluar dari ruang pribadinya kecuali saat makan. Selama itu juga pemilik terakhir dari plakat tanda kepemilikan Gunung Teratai belum muncul, Gou Long segera menyadari, dia kurang fokus dalam kultivasi karena terlalu memikirkan pemilik terakhir tersebut, juga memikirkan Organisasi Ordo Setan Hitam.
Gou Long sudah bertekat ketika dia telah mencapai Ranah Surgawi, dia akan kembali ke Daerah Selatan dan berkunjung ke Sekte Lembah Tengkorak untuk memperoleh informasi yang valid tentang Ordo Setan Hitam, kalau info ini tidak diperoleh, Sekte Lembah Tengkorak akan diratakannya.
Sementara Feng Yueyin dan Leng Kun terlihat semakin akrab setiap harinya, mereka selalu bersama, daya tarik Feng Yueyin pada cara-cara membangun Array mulai membesar, namun dia jenis orang yang tidak berbakat dalam pemahaman Array walaupun belajar selama 1000 tahun. Sehingga dia mengurungkan niat untuk belajar pola-pola Array.
Itu adalah awal bulan baru, 12 hari menjelang dibukanya Tanah Suci Para Pendekar. Array pertahanan yang dipasang Leng Kun bahkan baru pada tahap permulaan dan belum dapat dikatakan sebuah Array.
“Ha ha ha! Sangat bagus! Inilah pemandangan yang sangat bagus untuk dilihat!”
Sebuah suara yang dipancarkan dengan tenaga dalam tinggi, tiba-tiba saja mengejutkan semua pekerja di Gunung tersebut yang dengan segera menghentikan aktivitas para pekerja.
“Ha ha ha! Rezekiku kali ini tidaklah sedikit! Aku tidak perlu bersusah payah untuk membangun Gunung ini lagi! Ha ha ha!... Bahkan kalian mulai memasang Pola Array pertahanan!”
Gou Long keluar dari ruangan kultivasinya karena mendengar gema suara tadi, dia sudah tahu itu adalah orang yang sudah ditunggunya tiga minggu ini.
Dengan sengit dia balas memanasi orang tersebut memalui pancaran suara yang sengaja dibuat lebih kecil, “Ha ha ha!... Kau tidak akan dapat menelan jika terlalu banyak makan!” suara Gou Long melengking ke dalam telinga semua orang, sebagian dari pekerja sampai bergulingan sambil menutupi telinga.
Gou Long menyindir orang tersebut, agar jangan terlalu tamak, saat orang tersebut belum mengetahui lawannya sendiri, “Ha ha ha!... Kau boleh memiliki Gunung ini jika kau sudah membunuhku!” tantang Gou Long, di sela-sela ujung jarinya, dengan sengaja dia memperlihatkan 4 plakat lainnya.
“Ahhhh! Sayang usia muda! Nyawa harus melayang secara percuma! Ha ha ha!...” Balas orang itu, nada suaranya terdengar arogan dan angkuh.
__ADS_1
Kemudian terlihat seorang pria paruh baya, yang keluar dari balik rimbunnya daun pohon tertinggi di Gunung Teratai, orang tersebut pantas berperilaku angkuh dan sombong karena cara dia keluar yang luar biasa.
Dia berjalan santai dan melayang di udara, riak udara terlihat di bawah telapak kakinya. Orang tersebut berpikir bahwa tidak orang yang bisa melayang seperti dia melayang saat ini, dia melupakan pepatah lama “Di atas langit masih ada langit”. Padahal orang yang sedang diremehkannya adalah seorang yang sudah sangat ahli melakukan trik tersebut.
Mungkin apa yang dia pikirkan ada benarnya karena banyak pekerja yang terkejut dengan cara dia datang tadi, bahkan ada beberapa orang tua yang tidak berlatih kultivasi dan yang berpikir manusia biasa tidak akan bisa melakukan seperti itu, sehingga mereka pingsan karena ketakutan.
“Ha ha ha!... Orang tua sombong! Kau siapa namamu? Kau percaya! Aku bisa menjatuhkanmu tanpa harus bergerak dari tempatku berdiri? Ha ha ha!...Baru bisa trik kecil seperti itu kau sudah pamer! ” ujar Gou Long, balas memperlakukan orang tersebut dengan sombong, bahkan dia dengan berani bertaruh bisa menjatuhkan orang tua itu tanpa harus bergerak.
“Bocah bau kencur! Ha ha ha... Orang tua ini Tan Koai, aku akan berlaku baik padamu agar kau tidak mati penasaran! Ha ha ha aku tidak akan percaya kau bisa menjatuhkanku!”
“Maka kau dapat segera merasakannya!” Potong Gou Long cepat.
Setelah berkata seperti itu, Gou Long langsung membuat segel tangan, “Segel Suci! Domain Petir!” segara saja Tan Koai terpenjara dalam Array besar domain petir yang muncul tepat di atas kepalanya.
Dengan terkejut Tan Koai berusaha keluar dari Domain Petir, tapi itu hanya usaha yang sia-sia, Gou Long melanjutkan dengan segel tangan lain, “Segel Suci! Petir Hitam!” lirih Gou Long.
“Ha ha ha!... Aku tidak punya waktu untuk bermain-main dengan kau orang tua sombong! Mampuslah!” teriak Gou Long, dia menjentikkan ujung jari telunjuknya, kemudian petir hitam yang sangat ganas muncul dari dalam Array Domain petir dan menyambar Tan Koai dengan telak.
Mendapatkan sambaran Petir Hitam dengan telak Tan Koai yang sedang melayang jatuh bergedebruk di atas tanah, dia bangkit dan berdiri dengan gemetaran, walau pernah merasakan sambaran petir saat penerobosan ranah, akan tetapi sensasi dari sambaran petir hitam berbeda.
Tan Koai ini memang salah satu orang kuat di Ranah Surgawi, yang kalau bertarung lebih serius sejak awal, maka pertarungan tersebut akan berlangsung dalam waktu yang lama, tapi Gou Long tidak memberinya kesempatan, bahkan Gou Long menjadikan dia sebagai korban pertama dari petir hitam sekaligus percobaan tingkat daya rusak dari petir hitam Gou Long sendiri.
__ADS_1
Tenaga dalam Tan Koai macet, seperempat meridiannya rusak parah, baju yang dia pakai hangus tak bersisa sehingga memperlihatkan kulit badan yang kemerahan karena terbakar, yang menyebabkan trik terbang tidak bisa digunakannya lagi. Namun, tidak ada organ dalamnya yang terluka.