
Chapter ini akan ada kata-kata yang tidak dipahami, karena POV dalam percakapan di ambil dari persepsi Hua Mei dan Eira.
__________________________________
Kedua suku primitif gurun benar-benar tidak ada yang mengangkat kepala. Terlebih saat ketika Hua Mei telah turun di atas pasir, gadis itu terlihat sangat menawan dengan aura keagungan dan kecantikan yang luar biasa.
Kemudian orang-orang itu juga mendengar Hua Mei berkata dalam bahasa dan logat yang tidak mereka pahami.
“Eira, keluarlah! Ada hal yang sangat menarik di sini, kita akan bermain peran dan memanfaatkan kondisi ini.” Hua Mei menyentil cincin budak tempat Eira berdiam diri.
“Gadis cilik, kau juga sudah kerasukan sifat iseng suamimu!” Saat itu Eira sudah muncul dalam perwujudan gadis cantik yang mendatangkan rasa isi dari wanita lain.
Orang-orang gurun, sudah pasti dapat mendengar suara lainnya walau mereka tidak bisa melihat. Gemetaran mereka semakin kuat saja, ini adalah perasaan takut yang tidak terhingga.
Hua Mei tersenyum jahat, ia berbisik pada Eira. “Lihatlah mereka! Mereka berpikir diriku Sang Dewi, sehingga sangat ketakutan. Apa kau memiliki ide agar kita bisa bercakap-cakap dengan mereka.”
Eira juga tidak menjawab, tapi ia menyunggingkan senyum dan mempertebal aura keagungan miliknya. Berjalan ke orang paling depan dan terlihat gagah dalam posisi sujud, bersikap layaknya orang yang bijaksana, Eira membangunkan orang tersebut. “Bangunlah!” ujarnya berwibawa.
Orang tersebut walau tidak mengerti perkataan Eira, tapi ia paham bahwa Sang Dewi tidak berniat jahat dan menyuruhnya berdiri.
Si Kepala Suku berdiri dalam keadaan bingung, menatap kedua sosok Dewi cantik di depannya dengan takjub. Suara keras dan berwibawa Eira, membuat ia tersadar. “Bagaimana agar semua orang di sini bangkit berdiri layaknya dirimu?” tanya Eira.
Jelas itu tidak dipahami oleh si Kepala Suku, dalam kebingungan mulutnya berkata, “Zaksl zilaakks zekkxx siiaaxdka vazzakq gzerrk zzzaw zzssu?”
Hua Mei tersenyum melihat percakapan aneh antara Eira dan Kepala Suku. Namun, di sana Eira tidak kehabisan ide. Seraya membentuk gesture tertentu. “Zaksl zilaakks zekkxx siiaaxdka vazzakq gzerrk zzzaw zzssu?” Eira meniru bunyi dan gerak mulut dari si Kepala Suku.
__ADS_1
Keduanya tampak semakin bingung. Tapi, kemudian tawa renyah Hua Mei terdengar. “Ha ha ha! Apa Cici Eira kebingungan? Sekarang biarkan aku yang mengambil alih,” ujarnya.
Hua Mei berjalan ke sisi Eira, satu tarikan nafas dalam, suara yang jernih dan agung diperdengarkan. Ia memainkan bahasa yang biasa saja, dengan gerakan tangan yang mudah dipahami meminta si Kepala Suku menyuruh mereka semua bangkit. “Suruh mereka semua bangkit dan berdiri.”
Kepala Suku mengangguk kecil, ia masih terlihat bingung, mulut yang berkata lirih, “Sszzska Zkkaha klahha!” Tapi, kemudian ia berbalik dan menghadap pada kedua suku yang sedang bersujud, teriaknya, “Uuazkaala chakaka rajaklala!”
“Czhajaka!” teriakan serentak dari kedua suku primitif tersebut, mereka bangkit lalu membungkuk dalam pada Hua Mei dan Eira.
Dengan menggunakan gerakan tangan Hua Mei berusaha untuk berbicara pada kedua Kepala Suku. Awalnya memang sedikit susah, tapi lama-kelamaan itu mengalir lebih mudah dengan sendirinya.
Berkat kehadiran Hua Mei dan Eira mereka berhasil mendamaikan kedua suku. Sejak saat itu, mereka berdua dianggap Dewi di sana. Walaupun itu terasa seperti membohongi masyarakat setempat. Namun, dengan tujuan kebaikan agar mereka berdamai ini merupakan sebentuk kebaikan tersendiri.
Secara bertahap Eira dan Hua Mei juga mulai mempelajari bahasa mereka, sambil memahami pola kehidupan dan cara-cara berkultivasi di Dunia Kaisar Peri.
***
Guna menarik pelanggan Gou Long telah membuka toko sejak awal pagi, dia terlihat sangat antusias begitu juga dengan masyarakat Kota Enghiong. Namun, orang yang tertarik hanya untuk melihat-lihat saja lebih banyak daripada orang yang benar-benar ingin meracik pil.
Terlebih lagi saat mereka melihat orang yang menyediakan jasa layanan Alkimia adalah wajah baru di kota tersebut.
Xiao Ziyan tidak membantu Gou Long hari ini, gadis itu mendapatkan tugas hariannya di guild pemburu. Bing Feng tidak mengubah bentuk menjadi seorang anak kecil, dia lebih nyaman menjadi seperti seekor burung.
Gou Long benar-benar terasa seperti sendirian saja di dalam toko.
Seharian menunggu bahkan ia belum mendapatkan seorang pelanggan pun. Tapi, Gou Long tidak pernah kehabisan ide, dia mengambil pamflet yang telah dipasang, dan mengganti daftar upah layanan.
__ADS_1
Apa yang dilakukan Gou Long ini masih juga belum mendatangkan seorang pelanggan pun. Hingga malam tiba, dia akhirnya menutup toko dalam keadaan tidak mendapatkan apapun.
Jasa layanan alkimia besok benar-benar tidak bisa dilakukan, pertarungan hidup dan mati antara Huo Cin Lam dan Kiat Cu Pat lebih menarik perhatian semua orang daripada memenuhi kebutuhan mereka masing-masing.
Memikirkan kembali apa yang telah dilalui hari ini, Gou Long memutuskan akan mengubah strategi pemasaran jasa Alkimia.
“Lusa akan kupasang pamflet jasa tanpa bayaran, semua orang bisa mendapatkan jasa penyulingan Alkimia tanpa harus membayar sepeser pun,” pikir Gou Long.
Mengambil keputusan yang tepat, dia mengeluarkan seribu kristal kaisar kelas rendah, memecahnya dan duduk bersila. Ini adalah kali ketiga Gou Long coba mengubah Energi Murni dalam tubuh menjadi Kaisar Qi.
Saat ini, dia baru berhasil menggandakan Kaisar Qi di dalam tubuh menjadi satu koma enam persen.
Setelah dua kali pengalaman, pada percobaan ketiga Gou Long sangat yakin akan bisa menambah satu persen Kaisar Qi. Kemudian keyakinan Gou Long ini benar-benar terbukti.
Dia telah sangat terbiasa dengan cara menyerap Kaisar Qi. Bahkan sebelum malam berganti pagi, Gou Long telah berhasil memurnikan semua energi Kaisar Qi dari pecahan kristal kaisar ke dalam tubuhnya.
Saat bangun dari duduk bersila Gou Long dapat merasakan perbedaan yang sangat signifikan antara Energi Murni dan Kaisar Qi. Padahal itu masih dua koma enam persen Kaisar Qi yang telah ia murnikan.
“Pantas saja pengguna energi Kaisar Qi lebih hebat jika dibandingkan dengan pengguna Energi Murni, ini memang lebih terasa meledak-ledak di dalam tubuh jika dibandingkan dengan Energi Murni.”
Merasakan manfaat yang sangat luar biasa semangat Gou Long meledak-ledak. Dia menjadi tidak sabar untuk segera dapat mengubah seluruh Energi Murni menjadi Kaisar Qi.
Namun begitu, keinginan itu telah ia tahan. Ini adalah hari yang ditunggu oleh semua orang, tidak terkecuali Gou Long.
Begitu keluar dari toko, Gou Long langsung melesat ke pusat kota. Arena pertarungan hidup dan mati menjadi tujuannya, hari ini Guild pemburu lantai satu juga tutup, hanya lantai tiga dan ke atasnya mungkin yang masih tetap bekerja.
__ADS_1
Saat Gou Long tiba di sana, Xiao Ziyan dan tujuh orang pemburu bawahan dari Huo Cin Lam sudah berdiri dalam satu kelompok.
“Pemburu Gou! Kemari dan bergabung dengan kami.” Xiao Ziyan melambaikan tangan pada Gou Long.