Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 264. Gou Long Menghilangkan Pulau


__ADS_3

Patriark Pan, menyerahkan kembali topeng kulit tipis yang bisa mengganti wajah dengan sempurna milik Gou Long, “Apa yang akan kita lakukan pada Pulau ini?” tanya Sang Patriark.


“Ha ha ha… Memangnya apalagi? Junior berniat meratakan semua bangunan di sini. Kalau Patriark ingin membantu, silahkan saja! Kalaupun tidak berniat membantu, silakan menonton saja!” tidak menunggu lebih lama, si pemuda langsung melesat melayang dan menjalankan aksinya.


Patriark Pan, hanya menggelengkan kepala, ia juga melesat melayang dan menonton saja apa yang akan dilakukan oleh si pemuda.


Bayangan Gou Long, menghilang dari ketinggian, sejenak Patriark Pan mencari-cari. Ketika kesadaran spiritualnya menangkap aura Gou Long di ketinggian sana itu hampir mencapai dua ratus tombak.


“Apa benar ia akan menghancurkan semua bangunan disini?” hati Patriark Pan bertanya-tanya. Dan hal itu segera terjawab tuntas.


Dua puluh bayangan Telapak Arhat besar berwarna hitam serta gelegar guntur yang menyertainya. Turun cepat dari ketinggian tersebut. Itu layaknya meteor besar yang akan menghantam Pulau tersebut.


Hawa panas menyengat segera dapat dirasakan oleh Patriark Pan, secara tidak langsung ia menolehkan kepalanya ke atas.


“Keparat konyol! Apa kau juga berniat membunuhku?” teriak Patriark Pan, ia melesat lebih jauh agar tidak terkena pukulan yang meluncur turun, “Kau tidak hanya menghancurkan bangunan yang ada di pulau ini saja, dengan dua puluh pukulan seperti itu, pulau ini juga ikut menghilang.” Patriark Pan melanjutkan, seraya menggelengkan kepalanya.


Di atas sana, Gou Long hanya tertawa keras, dan kembali melepaskan sepuluh pukulan seperti itu.


“Whoosshh!”


“Whoosshh!”


“Jeddaarr!”


“Dhuuuaarr!”

__ADS_1


Alam menjerit, langit dan bumi bergetar hebat, gelombang-gelombang yang muncul dari sungai besar yang mengelilingi pulau bergejolak kesana-kemari. 


Gempa bumi tak dapat dihindarkan, gelombang besar bak tsunami ikut muncul, mendorong perahu-perahu yang ditumpangi para pendapat ampunan dari Gou Long lebih cepat bergeser ke pulau-pulau lainnya.


Empat Gunung Es yang mengelilingi pulau itu juga ikut retak, dan menciptakan balok-balok es tebal lain di perairan tersebut.


Sebenarnya, sungai-sungai yang banyak dan mengelilingi banyaknya pulau-pulau di daerah Utara itu adalah lautan, namun karena jaraknya yang tidak terlalu luas, bahkan berdekatan dengan pulau-pulau lain sehingga itu terlihat seperti sungai saja.


Patriark Pan lagi-lagi menggelengkan kepalanya, tepat seperti yang ia teriakan tadi, bukan hanya bangunan yang hancur, setelah empat Gunung Es tersebut raib, Pulau itu juga raib, tenggelam perlahan-lahan setelah sebongkah demi sebongkah tanah lahan Pulau tersebut patah dan tidak ada yang menopang lagi.


Raibnya Pulau dan empat Gunung Es tersebut terjadi selama satu jam lebih, selama itu juga Gou Long terus melepaskan pukulan yang sama bertubi-tubi.


Dalam kengerian, muncul juga rasa takjub pada diri Patriark Pan, “Sekian lama dan banyak melepaskan pukulan, tanpa tempat yang bisa ia jadikan pijakan, bagaimana Pemuda itu terus memiliki tenaga dalam dan seperti tidak ada habisnya, intensitas pukulannya tidak berkurang itu selalu sama seperti pukulan awal…” 


“Andai Sekte Lembah Es Utara terus mengikat permusuhan dengan pemuda ini, bukan tidak mungkin Sekteku itu juga akan ikut lenyap seperti ini.” Patriark Pan bergumam, seraya terus melihat apa yang dilakukan Gou Long.


Gou Long telah menghilangkan satu Sekte berikut Pulau tempat Sekte itu berdiam malam itu. 


Namanya memang tidak akan menggemparkan. Namun, nama Organisasi Ordo Setan Hitam benar-benar telah menyebar luas dan menjadi momok menakutkan di daerah Utara sejak malam itu juga.


***


Hancur dan menghilangnya Sekte Racun Utara benar-benar menjadi topik pembicaraan hangat di daerah Utara selama dua hari ini, penduduk Utara jelas tidak tahu motif utama dari hancurnya sekte tersebut.


Termasuk itu kemelut dari Pedang Teratai Salju juga tidak terungkap sama sekali, segelintir orang telah sangat puas dengan apa yang telah terjadi, rahasia mereka tetap tersimpan rapi dan tujuan mereka tercapai sudah.

__ADS_1


Suasana daerah Utara betul-betul menjadi sangat tegang, terlebih karena pergerakan dari Ordo Setan Hitam yang orang-orang itu sendiri bahkan belum pernah mendengarnya, tiba-tiba saja dalam semalam, bisa menghancurkan Sekte Besar dan dan juga menghilangkan Pulau tempat ia bernaung.


Semua orang menjadi was-was, tingkat kewaspadaan dinaikkan, nama organisasi Ordo Setan Hitam benar-benar telah dijadikan sebagai darurat bahaya nomor satu di daerah Utara. 


Bahkan, hampir di setiap pusat informasi Kota-kota yang ada di daerah Utara, menempelkan informasi darurat tersebut, serta menjelaskan ciri-ciri khas dari organisasi Ordo Setan Hitam yang menggunakan pakaian hitam-hitam dengan topeng paruh burung elang di wajah mereka.


Karena tindakan itu pula, apa yang diinginkan Gou Long tercapai secara sempurna, organisasi Ordo Setan Hitam yang suka bergerak secara diam-diam di daerah baru, mendadak menjadi sangat terkenal bahkan sebelum mereka berpikir untuk melebarkan sayap di daerah Utara.


Sementara itu, Gou Long menepati janjinya, dia menetap di Sekte Lembah Es Utara selama tujuh hari. Meracik Pil Kondensat Ranah Surgawi, berkultivasi dan menceritakan kisah yang ia ketahui tentang organisasi Ordo Setan Hitam pada Patriark Pan.


Sedikit egois memang, ketika Gou Long minta agar Patriark Pan, membiarkan orang-orang dari Klan Qiau berlatih di Sekte Lembah Es Utara. Namun begitu, Patriark Pan yang berjiwa besar memenuhi permintaan si Pemuda.


Bagi Patriark Pan si Pemuda, telah memberi jasa yang tidak sedikit pada Sektenya, setelah ia mau meracik dua puluh lima Pil Kondensat Ranah Surgawi.


“Sudah sepantasnya aku menuruti permintaan dari pemuda edan itu, dua puluh lima Pil Kondensat Ranah Surgawi, bukan jumlah yang sedikit, memikirkannya saja membuat aku gila, tidak lama lagi akan muncul dua puluh lima orang yang akan segera menembus Ranah Surgawi di Sekte Lembah Es Utara.” Batinnya berkata-kata, wajah memperlihatkan senyum kebahagiaan.


Menanggapi rasa senang dari Patriark Pan, Gou Long juga senang, dalam hati ia berkata-kata, “Dasar kau tolol! Phoenix Es Suci milikmu aku yang mengambilnya, namun kau tetap tidak tahu, dan sekarang kau malah menganggapku pahlawan, hanya karena aku bersedia meracik beberapa pil untuk Sektemu ini.”


Di hari kedelapan, Gou Long meninggalkan Sekte Lembah Es Utara dengan nyaman, kali ini berbeda seperti sebelumnya, tidak ada yang menghalangi dan tidak ada yang mengejarnya. 


Bukan hanya Patriark Pan saja, bahkan para Penatua lain menganggapnya pahlawan, seorang Alkemis yang harus selalu dihormati oleh setiap seniman bela diri. 


Konyol memang, ketika Gou Long berjalan dan memikirkan, sikap yang ditunjukkan orang-orang Sekte Lembah Es Utara, mau tidak mau iya tersenyum sendiri.


Berjalan perlahan sambil tersenyum seperti itu, Akhirnya ia tiba di tempat orang-orang yang menjual jasa pelayaran ke Kota dan Pulau lain di daerah Utara.

__ADS_1


Kali ini dia hanya ingin menikmati waktu senggang satu-dua hari berpelancong ke tempat paling indah di daerah Utara berdasarkan saran dari Patriark Pan. Sehingga akhirnya ia berniat menyewa perahu yang bisa membawanya ke Pulau itu. 


Itu tepat di pesisir pantai, Gou Long hanya berdiam diri, ia belum menemukan kapal perahu yang sesuai dengan kriteria keinginannya.


__ADS_2