Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 198. Kembali Ke Kota Tian Yu


__ADS_3

“Iihh! Gege nakal!” Ding Jia Li melepaskan pelukan itu, bergerak ke belakang tubuh Gou Long, menekan sang pemuda di bahunya, bermaksud menyuruh Gou Long duduk berkultivasi.


“He he he!...” Gou Long terkekeh, beban di hatinya terangkat sudah, “Iya! Iya! Jangan berlarian lagi! Jia Li ‘er juga berkultivasi, hangatkan tubuh!” berkata seperti itu, Gou Long duduk bersila mengikuti tekanan tangan Ding Jia Li.


Candaan-candaan kecil seperti itu terasa penting untuk mengangkat kecanggungan serta mempererat perasaan, juga mendekatkan kembali jarak hati yang sempat menjauh di antara mereka sebelumnya. Sesaat Kemudian, Ding Jia Li juga mengikuti tindakan Gou Long duduk bersila di sisi Gou Long, berkultivasi di dalam gua itu.


***


Setelah kepergian Gou Long, para Patriak, Matriak dan seniman bela diri lainnya meneruskan kegiatan yang sedang berlangsung di halaman Asosiasi Alkemis. Menunggu seharian, baik Gou Long ataupun Ding Jia Li tidak kembali, akhirnya mereka berpamitan pada Patriak Shi, pulang ke sekte dan klan masing-masing.


Sementara itu Duan Hong Ya yang telah memutuskan bergabung dengan Gou Long sebagai anggota Paviliun Gunung Teratai menetap di Asosiasi Alkemis selama dua hari, kemudian di hari ketiga dia bersama Yu Jiang dan Yu Yihua dengan menggunakan kereta dan kuda jempolan berangkat menuju Paviliun Gunung teratai.


Yu Jiang yang lebih mengetahui posisi pasti dari Gunung Teratai yang mengusulkan perjalanan dengan kereta kuda, terlebih lagi karena ini merupakan musim salju, seorang kultivator juga akan terkuras stamina kalau terus-menerus menggunakan ilmu meringankan tubuh selama bepergian, walaupun itu hanya beberapa jam perjalanan.


Juga dengan pertimbangan selama perjalanan nantinya bisa saja akan terjadi badai salju, demi keamanan dan kenyamanan, pilihan menggunakan kereta kuda terasa sangat cocok.


Tiba di Gunung Teratai, dengan mudah mereka diterima di sana, Feng Yueyin sendiri yang menyambut kedatangan mereka, setelah Yu Jiang berteriak keras sejak di kaki Gunung, “Orang bermarga Yu dari Asosiasi Alkemis berkunjung! Mohon tuan rumah turun menjemput! Ha ha ha...”


Yu Jiang terpaksa berteriak seperti itu setelah perjalanan mereka terhentikan oleh Array kuat yang mengelilingi Gunung Teratai.


Mereka semua takjub akan Array kuat ini, baru sekarang mereka percaya pada ucapan Gou Long sebelumnya yang mengatakan pertahanan dari Gunung Teratai sangat kuat.

__ADS_1


Feng Yueyin begitu mendengar teriakan itu, segera mengambil token keluar masuk Array, melesat cepat menjemput mereka di kaki Gunung, kegembiraan jelas terlihat di wajahnya.


“Aih! Saudara Yu harus repot-repot berteriak keras hanya untuk memanggil turun Tuan Rumah, ini sungguh membikin kami sebagai Tuan Rumah merasa malu.” Ujar Feng Yueyin begitu tiba di kaki Gunung.


“Kenapa harus malu, lagi pula kami juga Tuan Rumah dari Gunung ini.” Jawab Yu Jiang, tersenyum misterius, tidak menjelaskan secara jelas.


“Mari kita naik dan berbicara lebih leluasa di dalam!” ajak Feng Yueyin.


Dipandu Feng Yueyin naik ke atas Gunung, rasa tak percaya terlihat di wajah mereka, ini tidak lain karena aura Langit dan Bumi yang muncul di Gunung ini sangat melimpah, bahkan lebih banyak dari banyak tempat yang pernah mereka datangi, termasuk lebih melimpah dari markas Tujuh Klan Besar dan Enam Sekte Utama.


Tiba di aula utama Paviliun Gunung Teratai, Leng Kun sudah menunggu di sana, dia langsung menghampiri mereka, tanpa basa-basi atau peradatan yang kaku.


Karena cerita inilah Feng Yueyin baru memahami maksud dari ucapan Yu Jiang sebelumnya.


Feng Yueyin kemudian membawa berkeliling dan menunjukkan mereka kamar untuk menetap, termasuk bagi Yu Jiang, dia diminta menetap di sana sementara waktu karena ganasnya cuaca musim salju.


***


Gua tempat mereka beristirahat itu sudah keluar dari wilayah Kota Tian Yu, walaupun masih berdekatan, karena hal inilah Gou Long dan Ding Jia Li memutuskan untuk terus tinggal di gua itu selama seminggu.


Keduanya memang orang-orang yang berpegang pada prinsip-prinsip dan norma-norma sosial, sehingga selama seminggu itu tidak pernah mereka berbuat hal-hal yang di luar batas kesusilaan.

__ADS_1


Hal yang pernah terjadi di Tanah Suci Para Pendekar dahulu, hanya dijadikan sebagai patokan pengikat hubungan mereka, bukan sebagai alasan untuk mengulang insiden yang sama dalam keadaan sadar. Begitulah sikap dari pribadi yang luhur selalu bisa mengendalikan diri, walau hanya tinggal berdua saja di sana.


Namun, Ding Jia Li tetap melakukan pekerjaan harian layaknya seorang istri yang melayani kebutuhan sehari-hari bagi suaminya.


Selama tujuh hari itu, selain digunakan sebagai sarana pemulihan diri, Gou Long juga memperkenalkan Hauri dan Eira pada Ding Jia Li. Terkhusus untuk Hauri, Gou Long sengaja memperkenalkan Hauri secara bertahap dengan memanggil bentuk pedang terlebih dahulu, kemudian baru memanggil dengan bentuk gadis peri.


Dia tidak ingin kesalahpahaman yang pernah terjadi antara mereka kembali terulang.


Gou Long yang penasaran dengan efek magis dari gabungan Pukulan Yin dan Yang milik Sepasang Iblis Hitam dan Putih, meminta Hauri untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai penggabungan itu, tapi penjelasan yang diberikan Hauri sama seperti sebelumnya.


Sehingga Gou Long secara khusus menggunakan dua hari memeras otak, dan berkultivasi mencoba menggabungkan kedua elemen yang berbeda, tapi usahanya sia-sia saja, dia tidak memperoleh apa pun dari usaha itu.


Berhenti dari kultivasi pribadi, fokus lain Gou Long dialihkan pada Ding Jia Li, yang menurut dari cerita si gadis, ia tidak bisa memperoleh kemajuan dalam kultivasinya dan hanya mentok di Ranah Surgawi Semu/Semi.


Gou Long yakin itu karena kristal kuning kultivasi ganda yang masuk ke dalam dantian Ding Jia Li, tapi dia ragu untuk bertanya pada Hauri tentang hal ini, sehingga hanya memberikan beberapa kristal esensi siluman pada Ding Jia Li agar ia memperluas fondasi kultivasinya.


Tepat saat pagi hari kedelapan, setelah mereka selesai menyantap makanan, Gou Long berkata pada Ding Jia Li sambil tertawa, “Ha ha ha!... Jia Li ‘er! Dirimu akan Gege antar ke gurumu terlebih dahulu, kelak akan Gege jemput kembali dan saat itulah pesta atas ikatan kita akan dilaksanakan...”


“Tapi sebelum itu...” Gou Long memperlihatkan senyum jahat, “Mari kita buat kehebohan lain di Kota Tian Yu!” ajak Gou Long, dia menggandeng tangan Ding Jia Li, lalu melesat ke arah Kota Tian Yu.


Hanya seharian melesat dengan cepat, mereka berdua tiba di kota Tian Yu. Tidak kembali ke Asosiasi Alkemis, Gou Long memutuskan menginap di penginapan, dia hanya memesan satu kamar untuk mereka berdua, juga berpesan agar makan dan minum di antar ke kamar saja.

__ADS_1


__ADS_2