Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 422. Permainan Meriah


__ADS_3

Mendapatkan pertanyaan yang penuh dengan arogansi dari si pemuda, ketujuh Puncak Ranah Kaisar Agung itu hanya menatap Gou Long tajam. Tapi kemudian, salah satu dari mereka menyadarinya. “Ho! Rupanya engkau telah menembus Puncak Ranah Kaisar Agung juga. Tidak heran engkau menjadi sangat sombong anak muda.”


Gou Long terlihat acuh tak acuh. “Ini belum tentu benar seperti yang engkau katakan semuanya, orang tua!”


Seraya berkata seperti itu, Gou Long juga memainkan petir emas surgawi di ujung jari. Sikap ini jelas sekali memamerkan bahwa dia telah menjinakkan petir emas surgawi serta mentasbihkan diri sebagai pemilik baru dari petir itu.


Orang lain yang ada di sana hanya terus bisa melihat dengan berbagai macam ekspresi. Apa yang terjadi saat ini terlalu luar biasa dan tidak masuk akal sama sekali bagi mereka. Bagaimana bisa seseorang menembus Puncak Ranah Kaisar Agung dalam jangka waktu dua pekan lebih sedikit?


Kadangkala mereka melihat ke arah Gou Long dan beberapa orang yang berdiri di sisi si pemuda. Kadang pula menatap pada tujuh orang Puncak Ranah Kaisar Agung yang terlihat tidak heran sama sekali pada perkembangan si pemuda.


“Pertarungan antara dia dan mereka sebelumnya pasti sangatlah sengit.” Jika mereka bisa berbicara dan bercerita dengan lancar, mungkin kalimat itu yang pertama sekali akan diucapkan pada orang di samping masing-masing.


“Jadi, apakah engkau berpikir kami tidak berani membunuhmu setelah engkau berhasil menembus Puncak Ranah Kaisar Agung dan berhasil menjinakkan petir itu?” Orang yang tadi menegur kesombongan Gou Long kembali buka mulut. “Kau boleh coba, trik mu sudah kami lihat berkali-kali. Itu tidak akan berhasil sama sekali.”


Gou Long masih dengan sikap acuh, hanya tidak ingin membuat para kenalannya tersiksa karena pertarungan mereka jika itu benar-benar harus terjadi.


“Siauw Xiezy, Tabib Shu, dan Bing Feng! Perlihatkan aura kalian yang sebenarnya.” Gou Long belum menyuruh Eira untuk juga memperlihatkan aura siluman milik Eira.


Ketiga makhluk itu segera saja memperlihatkan dominasi tekanan dari kultivasi Roh Suci para siluman. Hawa meluap membuat mereka yang berada pada kultivasi tingkat rendah sesak nafas segera terasa. Para peserta kompetisi ada yang hampir pingsan. Tidak sanggup bertahan dari tekanan tiga siluman kuat itu.


Beruntung, tujuh orang Puncak Ranah Kaisar Agung berusaha menolak tekanan itu dengan tekanan milik mereka.

__ADS_1


Gou Long tertawa sinis. “Bagaimana kalian menilai kekuatan mereka bertiga? Owh, kalian mungkin masih coba meremehkan mereka. Baiklah, aku akan mengatakan suatu perkara lain yang tidak kalian bayangkan.”


Anak muda itu sangat pandai dalam bersilat lidah, menekan mental lawan dengan fakta-fakta yang tidak terbantahkan.


Ketujuh orang Puncak Ranah Kaisar Agung tidak menjawab, tapi raut wajah mereka jelas sekali tergambar rasa keingintahuan akan kelanjutan dari perkataan si pemuda.


“Bing Feng! Selama ini engkau terlalu pendiam. Lantas, bagaimana jika engkau menjelaskan pada orang-orang tolol ini apa yang baru saja terjadi akhir-akhir ini?” Gou Long sekarang malah mempermainkan Bing Feng yang kaku, dingin serta tidak pandai berbicara.


Bing Feng menatap Gou Long, dan kemudian gantian melihat ke arah tujuh orang Puncak Ranah Kaisar Agung. “Kau ingin aku yang menjelaskan pada mereka?! Baik, ini bukanlah hal yang sulit.”


Entah sejak kapan Phoenix Es Suci itu bergerak, dia telah berada di sisi salah satu dari Puncak Ranah Kaisar Agung. Hawa dingin meluap di dalam ruang tersebut, bahkan itu terasa sampai keluar ruangan. Meskipun ras lain tahu ada keributan di platform tempat Ras Manusia, mereka tidak mau ikut campur dan ambil pusing. Ini secara tidak langsung juga menambah potensi mereka untuk menjadi juara.


Satu pukulan keras melanda ke arah orang tersebut. Puncak Ranah Kaisar Agung yang diserang Bing Feng secara tiba-tiba menjadi sangat marah. “Keparat, engkau berani ....”


Dua pukulan itu masuk ke dalam tubuh Gou Long. Seperti batu yang dilemparkan ke dalam lautan. Hanya ada sedikit riak gelombang kemudian menghilang tidak bersisa. Mereka berdua menyadari kekeliruan.


Tapi, si pemuda melanjutkan ucapannya, “Engkau benar-benar tidak pandai berbicara, hanya menjelaskan beberapa patah kata saja harus dengan pukulan.”


Puncak Ranah Kaisar Agung tadi tentu saja mendapatkan teguran dari enam orang lainnya.


“Baik, kami akan mengabaikan sikap arogansi mu sejenak anak muda. Meskipun sikap itu memang pantas berdasarkan pencapaian ranah kultivasi mu. Kami akan mendengarkan apa yang ingin engkau sampaikan.”

__ADS_1


Pada akhirnya, ketujuh orang Puncak Ranah Kaisar Agung itu berdamai dengan keadaan sejenak.


Gou Long menertawakan ketujuh orang tersebut. Dia menunjuk Bing Feng. “Asal kalian tahu. Si wajah pucat ini adalah ras terkuat saat ini di domain siluman. Aku rasa kalian semua telah menyadari kejatuhan dari Ras Naga beberapa hari yang lalu—”


“Apa?! ....”


Baik tujuh orang Puncak Ranah Kaisar Agung maupun beberapa orang lain di sana tersentak kaget. Ya, mereka tentu saja tidak tahu karena terlalu sibuk dengan persiapan kompetisi empat keterampilan.


Gou Long tidak peduli dengan keterkejutan semua orang. Dia menunjuk Tabib Shu dan Siauw Xiezy. “Kedepannya, salah satu dari klan dua siluman bau ini, akan aku usahakan untuk naik ke jajaran Roh Suci.”


Tentu saja tujuh orang terkuat di sana berpikir Gou Long berbohong atau menggertak saja. Tapi, hal yang selanjutnya diucapkan oleh si pemuda benar-benar telah membuat semua orang merasakan bahwa pemuda di depan mereka ini bukanlah orang yang mudah untuk digertak ataupun dijadikan lawan.


“Eira, kenapa engkau masih berpura-pura? Sekarang sudah saatnya bagimu juga untuk ikut dalam permainan tekanan mental yang meriah ini. Tuan mu sangat ingin melihat mereka semua yang bermusuhan dengan tuan mu berdiri sambil gemetar.”


Dengan perkataan itu, semua orang otomatis mengalihkan pandangan pada perwujudan gadis anggun yang berdiri di sisi Hua Mei.


Eira tentu saja bersikap dengan tidak kalah sombong dan arogan dari Gou Long. Dia memang tidak mengambil bentuk rubah sepenuhnya. Masih dalam perwujudan gadis cantik dan anggun, energi yang melimpah keluar dari tubuh Eira. Itu terasa panas dan menyengat, lalu ekor putih dengan bulu-bulu lembut bagaikan kain sutra satu persatu muncul dari belakang tubuh si gadis, hingga akhirnya berjumlah sembilan ekor.


“Dia Roh Suci rubah putih berekor sembilan! ....”


Mo Xiaohu sangat terkejut, memucat di tempat ia berdiri. Ini benar-benar tidak disangka sama sekali.

__ADS_1


Master Tian Long, Bibi Xue Yue dan semua orang lain di sana juga tidak kalah terkejut. Sementara suara Gou Long kembali terdengar, “Bing Feng! Aku ingin engkau juga memperlihat wujudmu yang sebenarnya!”


Ini adalah perintah yang tegas, bahkan nada suara Gou Long terdengar membentak dan memekakkan telinga mereka semua.


__ADS_2