Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 295. Hari Pernikahan


__ADS_3

Feng Yueyin menyerahkan Pedang Phoenix Es pada Gou Long, saat menerima pedang tersebut, si Pemuda menemukan adanya sedikit getaran energi es yang dari pedang tersebut.


Getaran itu bahkan masih terasa saat ia memasukkan pedang ke dalam cincin penyimpanan, akan tetapi Gou Long tidak menjelaskan apa yang ia rasakan saat ini pada Feng Yueyin.


“Gege! Yueyin Siaomei merasa sangat lelah karena latihan yang hampir merusak diri sendiri tadi. Mari kita kembali saja!” Feng Yueyin langsung bergerak cepat, berkelabat meninggalkan Gou Long di sana.


Gadis itu memang tidak berbohong, wajahnya masih jelas terlihat pucat dan kelelahan. Lantas Gou Long juga menyusul si Gadis, gerakan anak muda itu yang lebih cepat dari si Gadis, membuat ia dalam sekejap mata saja telah melesat bersisian dengan Feng Yueyin.


“Hmm, Yueyin Siaomei! Kultivasimu belum mencapai Ranah Surgawi, Siaomei harus segera melangkah ke Ranah Surgawi. Saat di puncak nanti, sebelum Siaomei kembali ke kamar, mampirlah ke kamar latihan Gege–”


Belum lengkap ucapan Gou Long, ketika Feng Yueyin segera memotong perkataan itu. “Iya … Gege, yakinlah Yueyin akan segera bisa meningkatkan kultivasi, bukankah di antara semua orang di sini, hanya Yueyin yang paling cepat meningkat fondasi kultivasi, bahkan hampir menyaingi Gege!?”


Gadis itu tersenyum riang, memperlihatkan lesung pipi di sela-sela wajah cantiknya yang pucat.


Tidak terasa mereka berdua telah tiba di puncak, Gou Long memimpin cepat ke dalam ruang kultivasi khusus miliknya, dan Feng Yueyin mengikuti.


“Duduk bersila di sini!” Gou Long memerintahkan Feng Yueyin, sementara dia sendiri juga duduk bersila. Pemuda itu kemudian memainkan beberapa segel unik di tangannya, lalu seberkas cahaya terang keperakan terlihat muncul di ujung jari. 


Gou Long menggerakkan jari, dan menekan ke dahi Feng Yueyin. Dia telah mentransfer teknik Kultivasi khusus pada si gadis, ini terkait cara meningkatkan elemen Yin dalam tubuh si gadis. “Yueyin Siaomei! Hanya perlu berkultivasi dengan teknik ini untuk sementara waktu, Pedang Phoenix Es akan Gege kembalikan ketika Yueyin Siaomei sudah menguasai teknik itu.”

__ADS_1


Berkata seperti itu, Gou Long langsung melesat keluar dari ruang kultivasi, meninggalkan Feng Yueyin yang coba memahami teknik ajaran Gou Long tadi.


Di puncak Gunung Teratai, pohon pek besar berdiri kokoh, walau diterpa angin kencang. Di bawah pohon rindang itu, Gou Long terlihat mengerutkan kening, tiga titik heran dan tujuh titik perasaan menebak-nebak tersorot dalam pupil mata jernihnya.


“Hmm, apakah keduanya beresonansi dengan Phoenix Es Suci! Bukankah ini saat-saat terlemah dari makhluk tersebut.” Gou Long hanyut, terbawa arus pikirannya sendiri.


Setelah menghela nafas panjang. “Slaashh!” bayangan tubuh muda Gou Long menghilang dari sana. “Tak!” satu cincin budak terjatuh ke atas daun-daun kering di bawah pohon pek tersebut. Gou Long telah masuk ke dalam cincin budak tempat Phoenix Es Suci yang sedang sekarat.


“Hai! Bagaimana kabarmu setelah lima bulan berlalu? Maaf! Aku baru bisa melihatmu sekarang.” Gou Long menyapa makhluk yang terkulai lemah di dalam ruang cincin budak. 


Phoenix Es Suci, membuka mata yang tertutup perlahan. “S-sangat baik, w-walau ini adalah saat terlemah, tapi ini hanya tinggal beberapa hari lagi, sebelum kembali pada kelahiran kembali.” Dia tetap menjawab sapaan Gou Long meskipun itu sedikit terbata-bata.


“Kau mungkin tidak ingin diganggu saat ini, tapi … maaf ini sangat mendesak.” Gou Long, mengeluarkan Pedang Phoenix Es dari cincin penyimpanan, bertanya, “Apakah pedang ini beresonansi denganmu?”


Phoenix Es Suci tidak memerlukan banyak penjelasan Gou Long, dari aura dan jejak nafas yang muncul di pedang, ia sudah tahu, ada bagian dari Ras Phoenix Es yang ditanamkan si penempa ke dalam pedang. Entah itu; bulu, tetesan air mata, atau darah.


“I-iya … s-sebaiknya, untuk s-sementara waktu jangan berlatih dengan menggunakan pedang itu, hal ini bukan saja akan m-membahayakan orang yang berlatih, tapi juga akan mengganggu proses kelahiranku kembali.” Phoenix Es Suci menjelaskan panjang lebar, nafas makhluk itu kian tersenggal saja.


“Baik! Kau beristirahatlah, aku menunggu saat kelahiranmu kembali … sampai jumpa lagi!” Tanpa menunggu tanggapan dari Makhluk yang sedang sekarat itu, Gou Long langsung keluar dari cincin budak. Keduanya sama-sama saling memahami, sehingga tidak butuh banyak kata di antara mereka.

__ADS_1


Siluet bayangan tubuh muda Gou Long kembali muncul di bawah pohon pek rindang, dengan sedikit tenaga hisapan, cincin budak yang tadi terjatuh tergenggam sempurna dalam telapak tangannya. 


Kembali ia menghela nafas. “Keputusanku menyimpan pedang itu menjadi sangat tepat,” batin Gou Long. Mengingat hari pernikahan kian dekat, Gou Long melesat kembali ke kamar istirahat. Dalam hati ia telah mengambil beberapa keputusan yang tidak boleh diubah sama sekali.


***


Hari pernikahan akhirnya tiba juga, raut-raut kebahagiaan terpancar dari setiap wajah orang-orang yang datang serta tuan rumah dari pesta pernikahan besar ini.


Bisa dikatakan, ini adalah pesta pernikahan terbesar yang pernah terjadi di Daratan Tengah. Bagaimana tidak!? Ini melibatkan tiga kekuatan besar di Daratan Tengah. Murid pertama dan terkasih dari Matriark Sekte Teratai Biru, Putri dari Patriark tua Klan Hua, dan Master Paviliun Gunung Teratai yang sedang naik daun.


Tamu yang hadir di Gunung Teratai juga telah berdatangan sejak kemarin sore, mereka dari berbagai kasta dan golongan.


Jangan dikata penjahat kecil, momok besar Dunia Persilatan saja tidak berani mengusik acara pernikahan besar ini, gabungan dari tiga kekuatan besar itu saja sudah sangat menggetarkan. Ditambah lagi, Master Paviliun Gunung Teratai itu sendiri, dalam usianya yang masih muda, telah sangat terkenal dan bisa berhubungan baik dengan Tujuh Klan Besar dan Enam Sekte Utama.


Jadi, sangat wajar ketika pesta dan resepsi pernikahan ini menjadi sangat besar. Itu bukan hanya karena kekuatan saja yang bermain, tapi koneksi yang berhasil dibangun oleh si Master Paviliun itu sendiri menjadi nilai lebih, yang muncul di hari itu.


Pesta pernikahan ini, telah dimulai sejak pagi tadi, itu dibagi dalam tiga bagian, bagian pertama menikmati hidangan yang telah disajikan. Kemudian dilanjutkan dengan resepsi ikatan dan pengambilan sumpah suami istri antara pengantin pria dan dua orang istrinya, lalu diakhiri kembali dengan menikmati hidangan penutup serta pesta arak sepanjang malam.


Saat ini, bagian pertama dari pesta tersebut sudah berakhir, di atas platform megah, pengantin pria dengan memakai hanfu merah, duduk bersanding dengan dua orang pengantin wanita yang juga mengenakan hanfu merah, serta wajah yang tertutup cadar merah. Sehingga orang-orang tidak dapat melihat wajah kedua pengantin wanita.

__ADS_1


Namun, wajah pengantin pria terlihat sangat tampan, kulitnya yang putih dan halus, sedikit kemerahan karena pancaran rona dari hanfu merah yang ia pakai. Ia terlihat sangat gagah dalam balutan pakaian pernikahan.


Di depan, agak sedikit ke arah kanan dari ketiga mempelai, altar sembahyang pada Langit dan Bumi telah dipersiapkan.


__ADS_2