Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 124. Gunung Qingzhu


__ADS_3

Di dalam cincin itu Gou Long kembali menemukan 500 keping emas, beberapa surat, sebuah token berwarna hitam pekat, dua pasang pakaian hitam lengkap dengan jubahnya, sebuah bundelan dari kulit binatang yang menurut perkiraan Gou Long itu adalah sebuah peta, dan yang terakhir dua pasang topeng dengan bentuk paruh burung elang.


Dengan penemuan ini apa yang dipikirkan Gou Long sebelumnya tentang Tan Koai berubah total, Tan Koai jelas merupakan seorang petinggi dari Organisasi Ordo Setan Hitam melihat dari bentuk topeng yang dimilikinya di dalam cincin ini.


Statusnya mungkin lebih tinggi atau dia dari divisi khusus lain, karena isi cincinnya yang sangat berbeda dengan orang-orang Organisasi Ordo Setan Hitam lain yang pernah dibunuh Gou Long sebelumnya, termasuk itu Penatua Mu Yuan dan Pendeta Sesat Pembawa Petaka.


Bisa jadi orang ini adalah pencari lahan baru di Benua Hijau, lahan yang bisa ditempati oleh orang-orang dari Organisasi Ordo Setan Hitam. Gou Long mengeluarkan surat-surat tersebut, itu adalah surat yang belum sempat dikirimkan orang ini ke markas pusat Organisasi.


Surat itu berisi tentang gambaran kecil lokasi tertentu serta koordinat daerah yang menurut Tan Koai cocok untuk lahan markas kecil Organisasi, termasuk di situ lokasi dari Gunung Teratai.


Setelah melihat isi surat tersebut Gou Long segera mengetahui, bahwa untuk saat ini tidak akan ada bahaya lain yang mendatangi Gunung Teratai. Dia menyimpan kembali semua isi cincin yang sudah dikeluarkannya. Kemudian Gou Long menyentil dan menyalurkan tenaga dalam ke cincin budak tempat Eira beristirahat.


Mendapatkan guncangan akibat ulah Gou Long, Eira keluar, “Apa yang kau lakukan! Apa ada hal yang mendesak?”


“Aku akan bepergian sebentar, kau kutinggal di sini bersama Yueyin Siomei, bantu mereka kalau ada bahaya yang mengganggu Gunung ini!” jawab Gou Long menjelaskan.


Rubah itu hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti kemudian kembali masuk ke dalam cincin budak.


Gou Long lalu keluar dari ruang pribadinya untuk menjumpai Feng Yueyin yang sedang menemani Leng Kun memasang Array pertahanan di sekeliling Gunung Teratai.


Tidak sulit bagi Gou Long untuk melacak posisi kedua orang itu, setelah beberapa kali bergerak memindah jasad Gou Long sudah ada di depan kedua orang tersebut.

__ADS_1


“Yueyin Siomei! Long Gege akan bepergian sebentar, ada pesan terakhir orang yang sudah meninggal harus segera disampaikan!” Gou Long sengaja tidak mengatakan jangka waktu dia bepergian, tapi malah mengedepankan pesan terakhir dari Pendeta Sesat.


“Eira akan membantu kalau ada bahaya yang mengancam!” Gou Long menyerahkan cincin yang menjadi kandang Eira pada Feng Yueyin.


Sekalipun Gou Long yakin tidak ada bahaya dalam waktu dekat, namun untuk berjaga-jaga, alangkah baik mempersiapkan antisipasi terlebih dahulu.


“Baik Gege! Gege berhati-hatilah!” ujar Feng Yueyin menerima cincin tersebut.


Gou Long kemudian mendekati Feng Yueyin dan berbisik lirih, “Eira sebaiknya jangan dibiarkan beristirahat di kandang, biarkan dia berjalan-jalan di sini atau hinggap di pundakmu seperti binatang peliharaan. Dan ini! Dalam cincin ini ada 1000 keping emas. Yueying Siomei pergunakan dengan bijak!” Gou Long juga menyerahkan cincin lain pada Feng Yueyin.


Kemudian dia berbalik dan menghadap pada Leng Kun, “Saudara Leng! Aku titip adikku padamu sementara waktu! Sampai berjumpa kembali!” ujar Gou Long berpamitan.


“Saudara Muda jangan khawatir, aku yang bertindak sebagai kepala bidang di paviliunmu pasti akan menjalankan semua tugasmu dengan baik.” Jawab Leng Kun.


Gou Long segera melesat pergi dari Gunung Teratai.


Kuil Budha Emas yang akan ditujui Gou Long berjarak 2 hari perjalanan bagi kultivator dari Kota Tian Yu, Kuil itu terletak di Gunung Qingzhu. Setelah bertanya pada beberapa orang yang ditemuinya, Gou Long bisa dengan mudah mengetahui posisi Gunung Qinzhu.


Seperti namanya, Qingzhu(Bambu Hijau), Gunung ini dipenuhi dengan bambu di sepanjang sisi jalan setapak yang membawa pengunjung ke puncak Gunung.


Manfaat dengan banyaknya pohon bambu yang tumbuh secara alami di sini terasa sangat nyata, energi langit dan bumi yang melimpah serta letaknya yang strategis, menjadikan Gunung Qingzhu sebagai tempat yang sangat bagus untuk membangun sebuah sekte.

__ADS_1


Namun, sangat disayangkan karena di sini telah berdiri sebuah Sekte Besar dari kaum pendeta yaitu Kuil Budha Emas.


Pohon-pohon bambu yang tumbuh di Gunung itu sebagian juga hasil dari bambu yang ditanam dengan sengaja oleh para pendeta dan membentuk hutan bambu dengan pola Array pertahanan 8 sisi. Ketika seseorang terjebak di dalam hutan ini, maka jangan harap bisa keluar kecuali dengan pertolongan para pendeta yang mengaturnya.


Jika orang itu berniat memotong habis hutan bambu tersebut, belum tentu niat itu akan tercapai, karena ada kelompok pendeta lain yang mengatur agar hutan tersebut bisa digerakkan dengan alat yang dipasang di bawah tanah.


Setelah dua hari bergerak cepat akhirnya Gou Long tiba di Gunung Qingzhu, sejak dari jalan setapak yang dijumpai di kaki Gunung Gou Long mulai berjalan santai tanpa menggunakan ilmu meringankan tubuh.


Dia memang tidak tergesa-gesa, mengingat waktu dibukanya Tanah Suci Para Pendekar sepuluh hari ke depan. Dalam perhitungan Gou Long waktu yang akan dihabiskannya di sini paling banyak seharian, lebih tepatnya esok hari, karena saat ini matahari telah tenggelam.


Gou Long berjalan santai dengan tujuan mencari tempat yang cocok untuk bermalam, karena perjalanan ini sendirian, dia tidak perlu repot-repot memasak dan cukup mengisi perut dengan roti kering yang sudah jauh-jauh hari dibelinya, bahkan hampir tidak pernah memakan roti kering selama ini.


Sementara Hauri memang sengaja tidak dipanggil Gou Long, karena tidak ada bahaya atau keperluan lain.


Lagi pula dia sangat berbeda dengan Eira yang doyan makan, Hauri makhluk yang berbeda, ia sanggup bertahan tanpa makan apa-apa selama berhari-hari. Kalaupun makan hanya ketika dia memang sangat ingin makan, atau karena penasaran dengan bau makanan yang belum pernah dimakannya.


Posisi yang cocok menurut Gou Long akhirnya ditemukannya, tanpa berpikir apa-apa Gou Long langsung masuk ke balik hutan bambu yang di tengahnya terdapat area lapang.


Gou Long lantas duduk sambil bersender di pohon bambu, dia mengeluarkan roti kering dan memakannya dengan perlahan dengan sesekali meneguk arak yang dijadikan sebagai pelunak roti kering.


Sisa malam itu dimanfaatkan Gou Long untuk berkultivasi, dengan tingkat aura langit dan bumi yang sangat melimpah, rasanya akan sia-sia kalau tidak dimanfaatkan dengan baik.

__ADS_1


Aura di tempat tersebut lebih banyak dari tempat mana pun yang pernah didatangi Gou Long, pantas saja fondasi tenaga dalam pendeta sangat luas dengan kondisi tempat yang seperti ini.


Tak terasa pagi telah tiba, Gou Long yang berkultivasi membuka matanya dan beranjak bangkit, setelah menggerak-gerakkan bagian-bagian tubuh tertentu agar peredaran darah lebih lancar. Dia berniat untuk melanjutkan perjalanannya, tapi...


__ADS_2