
Karena mendapatkan tawaran seperti itu wajar saja banyak pasang mata menatap iri pada Gou Long, walau Kui Ong Cinjin orangnya berperilaku tidak dapat ditebak.
Menjadi murid dari orang ini juga berupa jalan yang diatur langit agar kultivator bisa terus naik ke puncak bela diri.
Terlepas dari pemikiran itu semua, beberapa pasang mata yang melihat Gou Long juga mengenali dia sebagai orang yang telah berhasil meracik pil yang diberkahi oleh langit dan bumi.
Tanpa sadar bahkan salah satu seniman bela diri ini berteriak, “Ahhh! Itu dia, orang yang semalam membuat kekacauan di penginapan Kota Tian Yu!”
Teriakan itu mengejutkan hadirin yang lainnya, mereka ikut melihat dengan seksama, memang penampilan Gou Long saat ini terlihat berbeda dengan semalam paska ledakan terjadi.
Namun setelah memerhatikan dengan teliti, benar seperti teriakan tadi. Itu memang orang yang berhasil meracik pil dan memberikan keuntungan tak terhingga bagi banyak kultivator semalam.
Apalagi kehadiran It Hong Taysu, sudah pasti pemuda itu adalah dia.
“Iya.. benar itu dia.”
“Pemuda yang sangat beruntung.”
“Andai aku bisa memperoleh sedikit saja keberuntungan seperti dia.”
“Itu lihatlah, Bukankah orang itu tadi malam juga bersama It Hong Taysu?”
Sahut-sahutan ini sudah pasti lain di mulut dan lain di hati, semua mereka jelas memiliki niat yang sama, “Di Tanah Suci Para Pendekar, tidak ada yang akan menjadi penolongmu bocah.”
Dalam sekejap saja banyak suara-suara, dan bisik-bisik terdengar. Itu semua berkaitan dengan Gou Long, sehingga saat itu bukan para Patriak lagi yang menjadi pusat perhatian, tapi dialah orangnya.
Kali ini semua Patriak yang sudah hadir ikut melihat ke arah Gou Long, namun mereka tidak mengambil tindakan lebih jauh, dalam hati bertanya-tanya.
“Benarkan dia berhasil meracik pil yang diberkahi langit dan bumi? Memang pil apa yang diracik? Dia tidak terlihat seperti seorang Alkemis, bahkan tidak punya lencana dan jubah resmi Alkemis,”
“Tapi.. tidak mungkin orang-orang yang melihat berbohong, semalam juga jelas terlihat cahaya terang tiba-tiba membelah langit.”
__ADS_1
Yang paling penasaran sudah pasti orang-orang dari Asosiasi Alkemis, mereka sudah sejak semalam penasaran dengan cahaya terang tersebut, dan mereka tahu itu adalah Pil yang diberkahi, berdasarkan literatur yang pernah mereka baca.
Namun, lebih penasaran lagi ketika bisik-bisikan riuh banyak kultivator yang menyebutkan bahwa pemuda yang mereka kenal dengan nama Gou Long lah orang yang meracik pil tersebut.
Pemuda ini bahkan pernah menginap dan mereka jamu, Patriak Asosiasi Alkemis Shi Chen, guna memastikan itu adalah Gou Long dia sampai bertanya pada Suma Xiulan.
Gou Long sendiri yang mendapatkan tawaran dari Kui Ong Cinjin menjawab dengan ringan, “Tawaran Cinjin tidak dapat junior terima, sejujurnya junior juga sedang membangun paviliun sendiri saat ini.”
Jawaban Gou Long ini juga memberi kejutan lain serta mendapatkan beberapa cemoohan dari banyak kultivator di sana.
“Sombong!”
“Orang Muda yang tidak kenal tingginya langit!”
“Hufft! Hanya bocah tanggung yang tidak tahu diri!”
Namun, tanggapan berbeda diperlihatkan oleh Kui Ong Cinjin. Orang tua itu benar-benar tidak bisa di tebak, hal yang bagi orang lain itu suatu kesombongan, dia malah akan memuji dan mengaguminya.
“Bagus! Bagus! Jiwa muda yang bersemangat dan telah melihat jauh ke depan, saat kau meresmikan Paviliunmu, maka kau harus mengundang orang tua ini sebagai tamu kehormatan atau sebagai tetua luar yang menjadi tameng pelindung pertama paviliunmu.” Ujar Kui Ong Cinjin.
“Junior akan mengundang...” Gou Long yang sedang berkata-kata, terhenti ketika ia terpana dengan kehadiran beberapa sosok lagi di tempat itu.
Yang terpana bukan hanya Gou Long, akan tetapi semua kultivator yang hadir di tempat tersebut. Kali ini adalah kehadiran dari Pemimpin Sekte Teratai Biru bersama 6 orang muridnya.
Di awali dengan melayangnya daun-daun berwarna biru, daun-daun ini sejenis elixir/atau cairan yang dipadatkan untuk sesaat dan bersifat menambah kesegaran.
Begitu menyentuh kultivator, daun-daun itu menghilang. Kemudian baru terlihat orang yang berjalan dengan santai di udara, tapi kecepatan mereka sangat cepat walau berjalan santai.
Ketujuh orang itu semuanya datang dengan cara yang sama, mereka itu adalah para perempuan semuanya, dengan pakaian berwarna biru, serta wajah yang ditutupi dengan cadar.
Aroma harum yang dibawa orang-orang ini tercium dan memabukkan, kalau Kui Ong Cinjin yang melayang menciptakan momentum dan suara dentuman keras, maka para perempuan ini sebaliknya.
__ADS_1
Tiap kali kaki mereka melangkah di udara, riak yang ditimbulkan terlihat bergetar pelan, kemudian melebar sedikit demi sedikit, tidak hanya Matriak Sekte Teratai Biru saja yang memperlihatkan hal seperti itu. Keenam muridnya juga melakukan hal yang sama.
Ini adalah puncak kesempurnaan tenaga dalam di ranahnya sendiri.
Suasana yang tadinya riuh, penuh dengan bisikan-bisikan dan cemoohan, sekarang berubah total, semuanya terdiam, terpukau, dan terpesona dengan daya tarik yang diperlihatkan Sekte Teratai Biru.
Setelah suasana hening yang sesaat itu, kemudian kembali pecah dengan suara takjub dari para kultivator.
“Waaaaahh! Ini adalah bidadari yang sesungguhnya.”
“Surga mengirim mereka hari ini, merekalah surga dunia.”
Suara berbagai pujian dan kekaguman terdengar di setiap sudut.
Namun, ketika di salah satu sudut lain terdengar ucapan, “Cantiknya! Asal dapat menikahi salah satu dari mereka aku rela mati di Tanah Suci Para Pendekar.”
“Bodoh! Kalau sudah mati bagaimana akan menikah dengan mereka?”
Kedua sahutan itu terdengar jelas di antara ribuan kultivator, sehingga suasana yang tadinya penuh dengan kekaguman kembali berganti dengan riuhnya ledakan tawa di Lembah tersebut.
Bahkan It Hong Taysu yang bijaksana juga ikut tertawa mendengar kedua sahutan tadi.
Dengan mengeluarkan puncak tenaga dalamnya yang sempurna, Matriak Sekte Teratai Biru mengeluarkan ucapan yang menekan semua riuh tawa barusan, “Kulihat semua pemegang kunci sudah hadir, mari langsung kita buka Tanah Suci Para Pendekar agar lebih menghemat waktu!”
“Perkataan dari Matriark Li ada benarnya, para pemegang kunci yang lain mari bergerak!” Patriark Klan Hua menanggapi, serta langsung melesat ke arah sebuah tugu kecil yang ada di sana.
Delapan siluet bayangan segera mengikuti tindakannya.
Matriark Sekte Teratai Biru, Patriark Klan Hua, Patriark Klan Wu, Patriark Klan Qiua, Patriark Klan Tang, Patriark Klan Ying, Kui Ong Cinjin, It Hong Taysu, Shi Chen, dan Patriark Sekte Awan Berkabut.
Kesepuluh orang ini kemudian mengeluarkan pedang, serta menancapkan pedang tersebut pada sebuah batu dengan lubangnya masing-masing di tugu tersebut.
__ADS_1
Dengan sedikit menyalurkan tenaga dalam pada pedang, tugu itu bergetar hebat kemudian berputar, pedang-pedang itu keluar dengan sendiri dari lubang batu, melayang dan membentuk lingkaran dengan ujung pedang saling menunjuk satu dengan yang lainnya.
Dari lingkaran itulah tercipta sebuah portal.