
“....”
Gou Long, Hua Mei dan Eira tetap tinggal di penginapan elite itu, sementara yang lainnya telah kembali ke penginapan yang mereka sewa. Mereka telah saling berjanji akan berjumpa kelak pada saat Kompetisi Empat Keterampilan diselenggarakan, tiga hari mendatang lebih tepatnya.
Para Master itu sangat paham, si pemuda pasti membutuhkan waktu dan kebersamaan dengan istrinya setelah sekian lama berpisah.
Setelah kepergian orang-orang dari Kota Enghiong, Hua Mei menarik lengan baju Gou Long. “Ge … bagaimana tanggapan Gege terhadap gadis yang bernama Mo Xiaohu itu?”
Gou Long menoleh, kerutan di dahinya terlihat nyata. “Dia … gadis yang sangat baik.” Gou Long memang tidak memiliki kesan lain pada Mo Xiaohu, mungkin kesan yang paling baik terhadap Mo Xiaohu hanya ketika gadis itu memiliki penyamaran yang sangat sempurna sebagai seorang laki-laki.
“Ge …” Hua Mei terlihat merajuk, “Apakah engkau tidak menyadarinya ataukah engkau berpura-pura buta?”
Gou Long menatap Hua Mei dalam dan lembut, jauh ke dalam pupil mata biru istrinya itu. “Apakah yang Mei ‘er maksudkan–perasaan dari gadis itu?”
“Iya Gege …” Hua Mei mengangguk pelan. “Gadis itu sangat baik, tentu saja ia sangat menyayangi dan mencintai Gege.”
Hua Mei terlihat sedih, itu bukanlah kesedihan karena takut Gou Long juga akan mencintai gadis bernama Mo Xiaohu. Tapi, itu kesedihan karena mengingat akan nasib gadis tersebut jika cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.
Baik di tempat asal mereka ataupun di Dunia Kaisar Peri, laki-laki memiliki pasangan yang lebih dari satu merupakan hal yang biasa. Bahkan sebagian pembesar dan kultivator kuat menumpuk pasangan sampai puluhan.
Malah, akan menjadi sangat aneh jika seorang kultivator kuat hanya memiliki satu atau dua pasangan saja.
Gou Long tersenyum. “Gege sangat mengerti, tapi saat ini Gege tidak mau memikirkan banyak hal lain, termasuk itu perasaan. Yang paling Gege pikirkan sekarang adalah nasib Jia Li ‘er. Jika kelak kita bertiga telah saling berkumpul baru terkait Mo Xiaohu kita bicarakan kembali.”
Penjelasan singkat dari Gou Long dengan mudah diterima Hua Mei, dia tidak bertanya lebih lanjut. Namun, perkataan yang membuat hati Gou Long terdengar keluar dari bibir merah ceri itu. “Kelak, Mei ‘er yang akan berbicara dengan Jia Li ‘er, dan … tentu saja, Mei ‘er juga akan berbicara urusan ini dengan Xiaohu ‘er.”
__ADS_1
Gou Long jelas sangat paham maksud dari perkataan Hua Mei, itu adalah sebentuk pengakuan dari istrinya pada Mo Xiaohu, bahwa gadis tersebut telah dianggap adik ketiga oleh Hua Mei.
“Iya, iya … hal itu bisa kita bicarakan di lain waktu.” Gou Long mengakhiri dan mengalihkan pembicaraan ….
Menunggu tibanya hari Kompetisi Empat Keterampilan dimulai. Gou Long, Hua Mei, dan Eira memilih pergi berpelancong di Kota Yuan Long.
Itu bukanlah suatu rahasia ketika Kota Yuan Long saat ini menjadi pusat keramaian di Domain Ras Manusia. Semua jenis manusia berkumpul di sana.
Tepat di hari mereka bertiga sedang berpelisir. Hua Mei melihat sosok yang familiar di matanya. Tapi sosok tersebut terlihat sangat lusuh.
“Ge …” Hua Mei menarik lengan baju Gou Long. “Aku melihat sosok yang sangat familiar, besar kemungkinan itu adalah orang-orang dari Dunia asal kita.”
Gou Long menoleh. “Benarkah?!”
“Sudah tentu benar.” Eira ikut nyeletuk, “Penciuman dari hidungku sudah terlalu mengenal aroma dari orang-orang tempat asalmu.”
Ketiga muda-mudi itu bergerak mengikuti sosok yang sedikit familiar di dalam pandang mata Hua Mei. Akhirnya, penguntitan itu berakhir di salah satu gang sempit.
Gou Long seperti pernah pergi ke tempat dengan nuansa seperti ini. “Ah, ini adalah pasar gelap. Tempat orang-orang memperjual belikan barang-barang yang tidak diperbolehkan oleh pemerintah kota.” Anak muda itu bermonolog di dalam hati.
Pasar gelap di sini, tidak serumit pasar gelap di tempat asal mereka. Gou Long, Hua Mei, dan Eira sangat mudah masuk ke sana. Tidak ada yang menghalangi jalan masuk mereka bertiga sama sekali.
Terus mengikuti, Gou Long telah mengenali sosok itu sekarang. Namun, sosok tersebut seperti diseret paksa oleh orang lain ke tempat tersebut.
“Ge, itu adalah Patriark dari Klan Qiau.” Hua Mei telah mengenali sosok yang terlihat familiar tersebut.
__ADS_1
“Jangan berbicara apapun, mari ikuti saja. Besar kemungkinan saat ini beliau telah ditangkap orang lain dan akan diperjual-belikan layaknya budak.” Gou Long, menutup mulut Hua Mei dengan tangannya. Sekarang, dia yang memimpin jalan di depan.
Apa yang dikatakan Gou Long memang sangat tepat, dan orang itu benar Patriark Qiau adanya. Laki-laki paruh baya itu sekarang terlihat begitu menyedihkan. Tidak ada kewibawaan dari seorang Patriark Klan besar dalam dirinya.
Dia benar-benar sangat lusuh. Dengan penampilannya saat ini, Patriark Qiau lebih seperti lima puluh persen seorang hamba sahaya dan lima puluh persen pengemis miskin yang kelaparan. Hanya sisa-sisa kecerahan dalam bola mata saja menandakan ia seorang kultivator.
Gou Long segera mengubah gaya dan sikapnya. “Hua Mei, Eira, kalian berdua mendekatlah.”
Kedua gadis itu belum memahami maksud dari si pemuda. Mereka sesaat terlihat celingak-celinguk, tapi kemudian tetap mendekat ke arah Gou Long.
“Kita harus bersikap layaknya saudagar besar.” Gou Long menggandeng kedua gadis itu di pinggang. “Bersikaplah sedikit lebih genit.”
Penjelasan singkat itu dengan cepat dipahami keduanya. Si pemuda berniat melakukan tawar menawar dengan orang yang terus memaksa Patriark Qiau berjalan.
Sambil menggandeng kedua wanita cantik itu, Gou Long mulai bermain sandiwara, berjalan perlahan ke tempat Patriark Qiau yang telah berkumpul dengan beberapa hamba sahaya lainnya.
Permainan peran yang dimainkan Gou Long, Hua Mei dan Eira terlihat sangat natural. Meskipun penampilannya tidak seperti seorang saudagar kaya raya. Tapi, lagak dan sikap dia mencerminkan seorang pedagang.
Patriark Qiau juga telah melihat kehadiran Gou Long beserta Hua Mei dan Eira. Dia tidak mengenali Eira, tapi, melihat sikap Gou Long. Patriark Qiau paham, bahwa pemuda itu sedang berpura-pura.
Sikap yang diperlihatkan Patriark Qiau juga seperti tidak mengenal Gou Long, dan hal itu memudahkan si pemuda melakukan aksinya.
Gou Long tidak bisa langsung melakukan transaksi dengan orang yang membawa Patriark Qiau. di sana, ia telah didatangi oleh penjaga sekaligus tangan kanan dari pemilik pasar hamba sahaya itu.
“Tuan Saudagar, aku melihat Tuan Saudagar sangat tertarik dengan barang-barang kami. Apakah tuan ingin memiliki beberapa di antara mereka? Aku bisa memilihkan yang terbaik untuk tuan.” Cara ia menyapa dan memberikan pelayan sangatlah ramah.
__ADS_1
Gou Long tersenyum lebar dan menjijikan. “Aku akan melihat-lihat dulu, mungkin standarku terlalu tinggi dan barang kalian tidak ada yang sesuai dengan selera ku.”