
Tuntutan dari Domain Peri ini benar-benar telah menggelitik sifat kikir mereka, padahal artefak yang mereka miliki juga tidak dipakai sama sekali.
Mereka adalah eksistensi tertinggi dari Ras Manusia. Apa salahnya mengorbankan satu dua Artefak tingkat tinggi sebagai hadiah bagi para juara.
Namun, pada akhirnya, Eleanor memaksa mereka, apalagi jumlah mereka, Kultivator Puncak Ranah Kaisar Agung sebanyak sepuluh orang, masing-masing dari mereka hanya diminta oleh Eleanor satu Artefak kelas tinggi saja.
Mau tidak mau para Kultivator Puncak Ranah Kaisar Agung ini akhirnya setuju dengan persyaratan tersebut.
***
Gou Long telah melewati dua puluh sembilan hari di dalam Pagoda Ruang dan Waktu lantai satu. Sayang sampai saat itu ia belum bisa menembus Puncak Ranah Kaisar.
Di hari terakhir juga dia tidak bisa menembus Puncak Ranah Kaisar. Ini adalah hal yang paling ia sesalkan sejak pertama kali masuk ke dalam Pagoda Ruang dan Waktu.
Perlahan-lahan pagoda tersebut kembali berubah seperti bangunan biasa. Gou Long keluar dari pagoda, dan mengecilkan artefak tersebut serta menyimpan kembali ke dalam dadanya. Itu adalah tiga hari lagi menjelang pertemuan yang ia janjikan dengan Nona Xue.
Baru saja pemuda itu menarik nafas dalam. Saat itulah suara tawa yang bernada tamak terdengar, ini benar-benar orang-orang tanpa nama yang hanya bermodalkan tamak saja.
“Ha ha ha! ….”
Dunia Kaisar Peri Domain Ras Manusia sangat banyak seniman bela diri dengan berbagai Ranah Kultivasi, sebagian besar hanya berkutat di Puncak Ranah Kaisar atau di ranah Kaisar Tahap Menengah.
Orang yang memperdengarkan tawa tamak tadi adalah orang-orang dengan ranah kultivasi seperti itu.
Setelah puas tertawa tamak, tiga siluet bayangan manusia muncul mengurung Gou Long rapat. Ranah kultivasi tiga siluet bayangan manusia itu adalah Puncak Ranah Kaisar. Mereka jelas sekali bukan pemburu dari Kota Enghiong, ini adalah puncak pegunungan jauh, empat dupa perjalanan ke arah Utara dari Kota Enghiong.
Gou Long pergi menjauh untuk menyembunyikan Artefak Spiritual dari khalayak ramai. Tak disangka, saat ia keluar telah dikepung oleh tiga orang Puncak Ranah Kaisar.
“Saudara muda! Kenapa begitu tergesa-gesa!” Salah satu dari tiga orang itu telah menyapa Gou Long, senyum penuh ejekan, dan wajah tamak jelas sekali tergambar pada tampangnya.
__ADS_1
Gou Long tersenyum, dia tahu orang-orang ini pasti mengandalkan Ranah Kultivasi yang sedikit lebih tinggi dari dirinya, berusaha mengancam atau merebut artefak atau hal-hal lain yang ada pada dirinya.
Namun, Gou Long tidak peduli pada hal itu. “Aku memiliki beberapa janji pertemuan dengan kawan-kawan ku di Kota Enghiong dan ini tidak bisa ditunda. Apa hal ini tidak cukup menjadi alasan agar aku harus tergesa-gesa?” Gou Long balas bertanya.
“Ha ha ha …” salah satu dari tiga orang itu kembali tertawa. Ini adalah orang yang berbeda dengan yang pertama sekali bertanya. “Anak muda?! Apakah kau mengandalkan nama Kota Enghiong dan orang-orang dari Guild Pemburu untuk menggertak kami?”
“Lupakan, itu benar-benar tidak akan berguna.”
Gou Long tidak menjawab, keinginan kuat untuk membunuh tiba-tiba saja muncul dalam hatinya, dia memperhatikan tiga orang ini sekali lagi. Ketiganya laki-laki paruh baya, dengan tampang biasa-biasa saja, hanya warna hanfu yang mereka pakai saja berbeda-beda.
“Para senior sekalian, apa kalian memiliki sanak keluarga di rumah?!” tanya Gou Long.
Sesaat ketiganya melengak heran. Lalu tawa keras pecah, ketiganya tidak dapat menahan diri terhadap pertanyaan aneh Gou Long. Tapi si pemuda terlihat tidak peduli, seakan-akan ia masih kukuh dengan pertanyaannya sendiri.
“Anak muda, sudah cukup kami tertawa karena tingkah mu. Sekarang perlihatkan artefak pagoda yang engkau simpan tadi. Kalau engkau bersedia menyerahkannya pada kami, kami akan melepaskan mu?” Orang ketiga ini tidak berputar-putar, dia langsung berbicara pada intinya saja.
Sekali lagi Gou Long bertanya hal yang sama, dia tetap dengan ekspresi acuh tak acuh dan tidak peduli pada permintaan mereka. Namun, apa yang ia tanyakan tak kunjung didapatkan jawaban.
Tiga orang itu masih saja tertawa dan mengolok-olok Gou Long jelas sekali mereka mengandalkan ranah kultivasi yang lebih tinggi dari Gou Long.
“Ah, kenapa? Di mana-mana selalu saja orang-orang tamak bertebaran? Apa mereka tidak bisa berusaha sendiri. Atau tamak akan harta orang lain adalah bentuk dari usaha mereka?” Gou Long bermonolog dalam hati, ia menggeleng kepala pelan.
Menghela nafas panjang ….
“Apa kalian sudah puas tertawa? Lihat serangan!” Setelah memperingatkan Gou Long langsung bergerak cepat, cahaya emas pucat terpancarkan seiring dengan meledaknya Kaisar Qi dalam tubuh Gou Long.
“Swosh! … Swosh! … Swosh! ….”
Dia langsung membagi-bagi tiga pukulan telapak dalam Jurus Tiga Belas Telapak Penghancur Tulang. Gerakan perpindahan tubuh dengan Teknik Memindah Jasad dikembangkannya.
__ADS_1
Tiga pukulan Gou Long benar-benar dilakukan dengan niat membunuh dalam satu pukulan, bukan sekedar gertak belaka.
Ketiga orang itu baru sekarang tersadar, tawa mereka mendadak berhenti. Tidak sempat mengelak, dalam tergesa-gesa dan Kaisar Qi yang belum sepenuhnya sempat disalurkan ke seluruh tubuh, dengan keras ketiganya menangkis tinju Gou Long dengan tinju juga.
Tapi, inilah kesalahan terbesar mereka, Jurus Tiga Belas Telapak Penghancur Tulang memang dikhususkan untuk bertarung dengan penggunaan Artefak keras atau pengguna teknik tubuh emas, dan teknik seperti milik He Fei, tangan pasir besi.
Saat tinju dengan tinju saling beradu, ledakan keras dari Kaisar Qi yang berbenturan terdengar keras.
“Booom! … Booom! … Booom! ….”
Menyusul kemudian tiga suara hancuran tulang terdengar.
Tiga gerakan, tiga tarikan nafas, dan tiga orang mendapatkan kerugian besar.
Ketiganya terhempas ke tiga sisi yang berbeda. Sementara Gou Long telah kembali ke tempat semula, yaitu tepat di tengah-tengah tiga orang tersebut.
Saat itu, tatapan mata ketiganya terlihat berbeda, ada tujuh titik keheranan terpancar dalam sorot mata mereka bertiga.
“Kenapa anak muda itu tidak mengalami kerugian sama sekali? Tapi tulang tangan kami bertiga telah hancur.” Mau tidak mau ketiganya bertanya-tanya dalam hati.
Setelah menotok jalan darah di lengan yang telah hancur tulangnya, ketiga orang itu mengeluarkan senjata masing-masing. Ketiganya merupakan pengguna pedang.
Kali ini, mereka berinisiatif menyerang, anak muda di tengah-tengah kepungan ini benar-benar tidak bisa diremehkan begitu saja. Ketiganya telah menyadari kekeliruan yang sempat mereka lakukan sebelumnya.
Tapi, Gou Long memang sudah tidak berniat melakukan pertarungan yang berlarut-larut dan lama. Kaisar Qi meledak dari dalam tubuhnya, teknik ruang angkasa dicoba Gou Long.
Saat serangan tiga orang itu tiba secara serentak, seringai iblis terlihat melebar di sudut bibir Gou Long. Pelan ia melakukan satu tusukan jari ke depan dadanya sendiri kemudian berputar tiga ratus enam puluh derajat putaran.
Retakan ruang hampa terbuka lebar mengelilingi Gou Long. Hanya satu kalimat terdengar di telinga ketiganya, “Sampai jumpa lagi di Neraka kelak.”
__ADS_1
“Celaka! ….”