Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 235. Kian Kun Bu Tek Keng


__ADS_3

Tidak dapat menahan rasa, Gou Long memberanikan diri bertanya, “Maaf Kek! Jadi bagaimana kelanjutan ceritanya?”


“...” Masih belum melanjutkan ceritanya, Kakek Kwee termenung lama, “Bocah! Selama kau berkelana di Dunia Persilatan, pernahkah kau mendengar tentang Kian Kun Bu Tek Keng?”


“Pernah! Baru saja aku mendengarnya langsung dari mulutmu Kek.” Canda Gou Long, ia coba mencairkan raut wajah penuh tekanan dari Kakek Kwee.


“Ha ha ha…” Gou Long tertawa.


Kakek Kwee tersenyum, “Bocah! Selera humormu juga sangat tinggi,” kerutan-kerutan dalam di wajah Kakek Kwee menghilang, “Dahulu kala di Dunia Persilatan pernah tersiar kabar tentang Kitab Langit dan Bumi Tanpa Tanding/Kian Kun Bu Tek Keng.”


“Namun, secara pasti tidak pernah ada manusia yang berhasil mempelajari secara menyeluruh Kitab tersebut. Konon Kitab itu hasil dari gubahan dua orang yang saling mengikat persahabatan…”


“Tapi, kedua sahabat itu berbeda Ras, yang satu Ras Iblis dan yang satu lagi Ras Peri. Masing-masing dari mereka coba memadukan dua keterampilan yang berbeda ke dalam Kitab, makhluk dengan Ras Iblis yang identik dengan Energi Yin menulis Kitab bagian Kun, sedangkan makhluk Ras Peri menulis bagian Kian…”


“Dasar keduanya merupakan makhluk-makhluk paling cerdik dari ras masing-masing, mereka berhasil memadukan dengan baik segala pemahaman mereka ke dalam Kitab tersebut.”


Kakek Kwee kembali mengambil jeda sesaat, ia terlihat kelelahan, “Dalam Kitab itu mereka berhasil menuangkan segala pemahaman tentang Langit dan Bumi, prinsip, hukum dan Ranah Kultivasi…”


Eira tiba-tiba keluar dari balik jubah Gou Long, setengah dari badannya masih basah, “Tidak aku sangka, cerita yang pernah kudengar dahulu kala kembali terdengar hari ini, aku pikir cerita ini dulu hanya dongeng yang tersebar di kalangan Siluman saja.”


“He he he…” Kakek Kwee terkekeh.


Ia tidak peduli dan tidak mempermasalahkan dengan adanya Siluman Rubah yang tiba-tiba keluar dari balik jubah Goh Long.


“Siluman Rubah coba kau lanjutkan cerita ini!” pinta Kakek Kwee.

__ADS_1


“Kau saja yang melanjutkannya Orang Tua, ingatan masa kecil yang kumiliki banyak yang telah hilang.” Jawab Eira.


“Baiklah! Kenyataannya, cerita yang beredar di Alam para Siluman pasti akan sedikit berbeda,” Kakek Kwee sedikit tersenyum, lalu ia melanjutkan, “Sejak kemunculan Kitab itu dunia menjadi sangat kacau, pernah beberapa kali berpindah tangan dan berganti masa. Seiring waktu Kitab tersebut juga menghilang…”


“Namun, orang-orang yang pernah mempelajarinya sudah barang tentu menjadi seniman bela diri terhebat di masanya. Orang-orang ini juga meninggalkan Kitab yang berharga untuk generasi selanjutnya…”


“Ada juga yang tidak menulis Kitab, namun tetap mengajarkan murid-murid dengan pemahaman yang sedikit ia peroleh dari Kitab tersebut…”


“Jadi…” Gou Long memotong cerita itu, dan bertanya, “Kakek Kwee belajar dari orang-orang yang pernah mempelajari Kitab itu kah?”


“Aku juga tidak tahu, besar kemungkinan iya…” Kakek Kwee menghela nafas panjang, raut wajahnya kembali terlihat marah, “Perempuan gila itu membisiki kedua adik perguruannya, bahwa aku memiliki Kitab tersebut…”


“Hanya karena aku mengajar si Iblis Hitam teknik Yang, si Iblis Putih teknik Yin, sedangkan untuk dia aku mengajar Teknik Tenaga Lunak. Ketiga teknik berbeda ini memiliki prinsip yang sama dengan prinsip-prinsip Kian Kun… Perempuan gila itu mengambil asumsi sendiri, ia meracuniku dengan jenis racun yang tidak memiliki bau dan rasa layaknya air putih biasa…”


“Haaaah!” Kakek Kwee menghela nafas, “Dasar memang saat itu hari yang naas bagiku, mereka bertiga menghancurkan seluruh meridian di tubuhku, dan mengurungku di sini. Setelah mereka mengambil cincin penyimpanan ku, mereka tidak mendapatkan kitab yang mereka pikir kumiliki…”


“He he he… Baiklah! Sekarang coba kau lanjutkan cerita menurut tebakanmu!” Kakek Kwee ingin mendengar cerita versi tebakan Gou Long.


“Sudah barang tentu pikiran ketiganya Kakek memiliki Kitab tersebut, mereka memaksa dan menyiksa Kakek, bahkan mencongkel kedua bola mata Kakek, namun usaha itu tetap sia-sia, karena Kakek memang tidak memiliki Kitab tersebut.” Ujar Gou Long.


“Sangat baik!” puji Kakek Kwee, dia melanjutkan, “Aku yang tidak pernah keluar dari sini tapi masih tahu tentang perkembangan Dunia Persilatan sekian tahun juga karena hampir setiap awal tahun salah satu dari ketiganya bercerita tentang situasi terkini dari Dunia Persilatan…”


“Dua puluh lima tahun terakhir mereka tidak bercerita lagi, mungkin mereka berpikir aku telah mati. Jejak nafasku pun semakin halus sehingga tidak bisa mereka rasakan lagi.” Kakek Kwee mengakhiri ceritanya.


Ada kelegaan dari raut wajah Kakek Kwee setelah bercerita sekian lama.

__ADS_1


Puas mendengar cerita, baru Gou Long teringat untuk mengisi perut, dia mengeluarkan roti kering dan arak. Menyuapi Kakek Kwee, “Makanlah Kek! Aku lupa dengan sedikit makanan yang kumiliki karena ceritamu.”


Kakek Kwee patuh, makan apa yang disuapi Gou Long, dia juga mengecap lidahnya berkali-kali setelah meneguk arak pemberian Gou Long, “Arak baik!” puji Kakek Kwee.


“Nah! Sekarang kau sudah mengetahui siapa tiga orang yang kumaksud.” Kakek Kwee kembali ke pertanyaan awal yang belum dijawab Gou Long, padahal ia sendiri sudah bercerita hampir dua jam, tapi ia belum lupa pertanyaannya belum dijawab Gou Long, “Jadi apakah kau menyinggung tiga orang itu?”


Sekarang gantian yang bercerita, Gou Long menjelaskan semua yang terjadi di Dunia Persilatan, termasuk huru hara yang ditimbulkan oleh Organisasi milik murid perempuan Kakek Kwee.


Gou Long bercerita secara jujur, bahwa ia tidak tahu Organisasi Ordo Setan Hitam murid Kakek Kwee lah penggagasnya, ia menjelaskan alasan ia dijebloskan ke dalam lubang ini hanya karena ia yang berlaku sok cerdas.


Dari percakapan dengan Kakek Kwee ia menebak, gedung ini memang dasarnya milik ketiga orang tersebut, namun dibuka dalam bentuk toko hanya baru-baru ini saja.


Akhir dari percakapan, Gou Long menghela nafas panjang, “Haaaaah!”


Kakek Kwee tahu apa yang dirisaukan Gou Long, “Bocah! Apa yang kau risaukan? Bukankah aku sudah berkata, kau pasti akan keluar dari sini dengan selamat.” 


“Iyaa… tapi ada satu hal yang belum kukatakan pada Kakek, dalam usia yang masih muda ini, aku berhasil mendirikan Paviliun, dan peresmian dari Paviliun itu akan berlangsung tiga hari lagi…” Gou Long juga ikut meneguk arak, “Akan sangat aneh jika pemilik Paviliun tidak hadir di hari peresmian.”


“Ha ha ha…” Tertawa, Kakek Kwee melanjutkan, “Itu bukan suatu masalah yang besar, biarkan saja bawahanmu yang mengambil alih sementara waktu…”


Kakek Kwee menahan nada suaranya menjadi sangat lirih, “Selama bertahun-tahun ini aku telah memperoleh pemahaman baru dalam tingkatan Ilmu silat, aku ingin kau mempelajarinya. Akan sangat disayangkan kalau aku harus membawa mati pemahaman ini.”


Sebuah tawaran yang sangat menarik bagi seorang seniman bela diri.


_____

__ADS_1


Terima kasih untuk dukungan reader yang baik hati semua, berkat kalian diriku yang amatir ini juga dapat juara harapan di event You Are A Writer S6 kemaren.


Terima kasih juga kepada reader yang pernah memberi Tips untuk Author ini.. hanya allah yang dapat membalas segala kebaikan kalian. jazakumullahu ahsanul jazak!


__ADS_2