
Gou Long tersenyum, “Kau anggap aku membual! Baiklah! Terus mendekam di sini selama ribuan tahun,” Gou Long mengabaikan Phoenix Es Suci.
Dia bergerak sedikit menjauh, “Bheenkk!” Pukulan keras Gou Long meninggalkan retakan kecil di dalam dimensi itu.
“Bocah Ras Manusia! Apa yang kau lakukan?” teriak Phoenix Es Suci. Sekalipun ia mengejek Gou Long, namun mendapatkan teman berbicara walau sesaat, juga membuat hatinya terasa tenang.
Melihat tindakan Gou Long, ia juga takut kehilangan teman berbicara, lagi pula anak muda itu akan meninggalkannya begitu saja, setelah ia menggugah selera hatinya. Padahal tadi dia hanya berusaha menjual mahal, dan berpura-pura tidak berminat.
“Memangnya apalagi! Aku akan keluar dari sini, tiga tahun dalam ruang hampa, terasa bagaikan berada di antara hidup dan mati bagiku.” Jawab Gou Long, bibirnya menyunggingkan senyuman penuh kemenangan.
Phoenix Es Suci mulai khawatir, “Bocah Manusia tunggu sebentar! Mari kita berbicara kembali!” Ia tidak mau kehilangan kesempatan yang sangat jarang diperoleh. Kesempatan ini hanya datang sekali setelah ribuan tahun.
Gou Long menoleh Dan tersenyum, “Sekarang apa kau sudah percaya dengan ucapanku!” anak muda itu menegas.
“Aku ingin kau membuktikan satu hal saja.” Ujar Phoenix Es Suci.
“Baik! Apa yang kau inginkan, aku dapat mempertimbangkannya untukmu.” Jawab Gou Long senyum lebar semakin merekah di bibirnya.
Phoenix Es Suci menggerakkan lehernya, “Benarkah kau dapat membebaskanku dari sini?” ia bertanya coba mencari kepastian.
“Itu sudah pasti, bukankah aku telah menjelaskan sebelumnya, aku adalah seorang Master segel yang paling muda. Segel ini mungkin begitu rumit bagi orang lain, namun bagiku ini hanya segel kelas menengah biasa…” Gou Long memperlihatkan raut wajah mengejek pada bentuk segel itu.
Mau tidak mau, rasa percaya juga mulai muncul dalam benak Phoenix Es tersebut.
“Aku bisa saja mengeluarkan kamu dari sini, namun ini…” lagi-lagi ia menjeda ucapannya, mengundang rasa penasaran yang lebih besar dalam diri Phoenix Es Suci, “Ini harus terjadi pertukaran yang adil di antara kita.” Gou Long mengakhiri ucapanya.
Tergesa-gesa, Phoenix Es Suci bertanya, “Jenis pertukaran yang adil bagaimanakah yang engkau maksudkan?”
Gou Long sengaja berjalan mondar-mandir, membuat gerakan seperti orang yang sedang memperhitungkan untung rugi bagi dirinya sendiri. Menepuk tangannya sekali, berlagak seperti orang memperoleh ide cemerlang.
__ADS_1
Maksud hatinya yang sebenarnya, telah sempurna ia sembunyikan, “Bagaimana kalau kau membuat kontrak jiwa denganku?” Tanya Gou Long, raut wajah penuh dengan keseriusan, sementara hatinya tertawa riang.
Sekarang, Phoenix Es Suci yang terlihat mempertimbangkan, setelah jeda dua puluh tarikan nafas, ia telah mengambil keputusan, “Baik! Aku bersedia melakukan kontrak jiwa denganmu.”
“Ha ha ha…” Gou Long tertawa keras, “Aku tahu pertukaran ini bahkan sangat menguntungkan bagimu, kau telah meneliti seluruh tubuhku sekian lama, dan juga kau telah melihat ranah kultivasi ku saat ini, aku yakin kau sangat paham arah dari pembicaraanku…”
“Baiklah! Tidak perlu memperpanjang lebar lagi pembicaraan ini, aku akan membuat kontrak jiwa terlebih dahulu denganmu, baru kemudian aku akan melepaskanmu.”
Pemuda itu melambaikan tangannya sedikit, pelan! Itu adalah gerakan tebasan pedang, ruang dimensi dimana tempat dikurungnya Phoenix Es Suci retak besar. Gou Long memasukkan kedua tangannya ke dalam retakan itu, kemudian ia menyobeknya menjadi lebih besar.
Mudah, badan Gou Long masuk ke dalam dimensi tersebut, setelah membuat gerakan segel cepat dengan tangannya, berjalan perlahan ia menyentuh lembut tangannya tepat di atas kepala Phoenix Es Suci.
Segel Kontrak jiwa yang tergambar di atas kepala Phoenix Es Suci, perlahan masuk dan menghilang.
Gou Long tersenyum, “Sekarang aku akan melepaskanmu!”
“Ah! Dia benar-benar tidak membual.” Batin Phoenix Es.
Gou Long membuktikan ucapannya, itu tidak lebih dari lima menit atau kurang lebih setara dengan dua ratus tarikan nafas. Rantai-rantai gaib perlahan menghilang, Phoenix Es Suci terbebas sepenuhnya.
“Apakah kau sudah mempercayaiku sekarang? Aku benar-benar tidak berbohong saat aku berkata bahwa aku adalah seorang Master segel,” tersenyum menatap Phoenix Es Suci, “Aku yakin konsekuensi dari melakukan kontrak jiwa kau sudah paham…”
“Sekarang masuklah ke sini!” perintah Gou Long, ia menunjuk cincin budak di tangan kirinya.
“Tolong kau saja yang masukkan aku ke dalam itu, saat ini aku sungguh tidak berdaya, ini hanya beberapa bulan saja sebelum aku mati, kau tunggulah saat kelahiran ku kembali! Aku akan selalu bertarung di sisimu.” Phoenix Es Suci mengikrarkan janjinya.
Gou Long mengayunkan tangan kirinya lembut, “Blessz!” Phoenix Es Suci menghilang masuk ke dalam cincin budak. Pemuda itu saat ini terlihat sangat puas terhadap apa yang diperolehnya tadi.
Berjalan keluar dari dimensi segel tempat Phoenix Es Suci terkurung, sebuah Pukulan Telapak Hitam Kehampaan dilepaskannya, “Pheennkk!” retakan ruang hampa tercetak besar.
__ADS_1
Saat itu, retakan yang muncul mulai mengecil, Gou Long ganti siasat, ia tidak melepaskan pukulan seperti tadi, “Menebas seperti tebasan pedang rasanya lebih efektif.” Batin Gou Long.
“Whuusshh!”
“Whuusshh!”
Dua bilah Energi Pedang dengan menggunakan Hawa Murni hitam kehampaan dilepaskan Gou Long cepat menuju ke arah retakan ruang hampa tadi.
“Bless!”
Lubang besar dan lebar tercetak di sana, cepat! Gou Long melesat keluar, sekilas ia merasakan banyak pasang mata menatap tajam ke arahnya, Gou Long mengabaikan semua tatapan mata itu, “Aku keluar!” teriak pemuda ini keras, “Ha ha ha…” tawa keras Gou Long bergema menggetarkan jurang itu.
Bongkahan salju ikut terjatuh, begitu kerasnya getaran yang disebabkan oleh tawa pemuda tersebut.
“Apakah sekarang sedang musim salju?” Gumam Gou Long.
“Pengemis gila! Bagaimana kau bisa kesasar ke Sekte kami!” bentakan keras menyadarkan Gou Long.
Ia melihat ke sekeliling, lima orang Puncak Ranah Surgawi, tiga orang Ranah Surgawi Tahap Menengah, dan lima puluh orang lainnya pada tingkatan kultivasi Puncak Ranah Langit, Gou Long mengepalkan tangannya di depan dada, “Rekan seniman bela diri sekalian, ini ada di manakah?”
Sikapnya ini semakin menegaskan bahwa ia layaknya orang gila, namun Gou Long benar-benar belum menyadari hal itu.
Sementara itu, dari sudut pandang Patriark, Penatua, dan para murid Sekte Lembah Es Utara, saat lubang hitam yang sejak tadi ditunggui mereka terbuka, dari sana meluncur keluar seorang pemuda, dengan pakaian compang-camping, rambut acak-acakan, serta cambang bauk memenuhi seluruh wajahnya.
Dengan penampilan kumuh seperti itu, begitu keluar sang pemuda berteriak dan tertawa terbahak, wajar saja mereka mengira dia itu seorang pengemis ataupun orang gila yang kesasar.
“Kalian, diamlah dulu!” Patriark Pan menghentikan sifat berangasan Penatua yang membentak Gou Long.
Mata tajam Patriark Pan melihat adanya keanehan dari pemuda tersebut.
__ADS_1