
Saat pelepasan Naga Petir Hitam tadi, sebagian dari Prajurit Mansion Penguasa Kota pingsan, sebagian lagi mengompol dalam celana, mereka berdiri gemetaran melihat makhluk yang mengerikan itu keluar dari Array Petir Hitam yang sejak awal sudah sangat menekan mereka.
Penduduk yang mengintip dari sela-sela jendela juga dapat merasakan ketakutan yang tak terhingga, untuk sejenak nafas mereka terasa akan berhenti.
Begitu kematian Tuan Penguasa Kota, prajurit-prajurit tersebut benarlah seperti ular yang kehilangan kepalanya, sekarang yang memimpin mereka hanyalah komandan mereka saja, itu sangat mudah untuk dikenali, karena warna helm dan pakaian pelindung yang dia pakai berbeda.
Gou Long mendatangi orang itu, menepuk ringan di pundaknya yang dengan segera menyadarkan dia dari kehilangan jiwa karena rasa takut, namun tepukan ringan Gou Long hanya menambah getaran yang ia rasakan di kedua kaki.
“Nyawa kalian semua kuampuni, kalian hanyalah prajurit yang mematuhi perintah dari atasan, cukup tiga puluh orang dari kalian yang menjadi contoh, kau perintahkan kawan-kawanmu untuk kembali mundur ke dalam Mansion!” perintah Gou Long padanya.
Seiring dengan ucapannya, Array Petir Hitam di atas langit juga telah menghilang, wujud Gou Long yang sudah kembali seperti semula, salju kembali turun tanpa terhalangi oleh Array Petir.
Genangan darah dan cacahan kepala yang berhamburan bercampur dengan bunga-bunga salju yang dengan perlahan mulai menutupi tanah basah.
Sejenak Gou Long juga berdiri melihat mayat-mayat dan genangan darah yang bercampur dengan salju putih, pemandangan itu persis seperti es campur basi yang berbau amis.
Gou Long berbalik, dan melepaskan totokan pada Prajurit Thi dan Prajurit Zen, “Kalian berdua! ajak beberapa orang prajurit lain, bereskan tempat ini, agar penduduk kembali nyaman dalam beraktivitas, juga beritakan informasi kematian Tuan Penguasa Kota pada Asosiasi Alkemis, biarkan orang-orang Asosiasi Alkemis yang mengendalikan kota ini untuk sementara waktu!” perintahnya.
“Katakan pada mereka, ini juga salah satu bentuk kompensasi yang diminta Penatua Gou dari Asosiasi Alkemis.” Ujar Gou Long, memperlihatkan senyum nakal.
Dia dapat membayangkan kemarahan dari Patriak Shi, karena diminta untuk menyelesaikan keributan yang ia ciptakan tadi.
Tanpa menunggu jawaban dari kedua orang prajurit itu, Gou Long berjalan, menggandeng tangan Ding Jia Li, “Mari Jia Li ‘er! Kita lanjutkan perjalanan kita!...” ajak Gou Long, suaranya sangat lirih, hanya bisa didengar Ding Jia Li.
__ADS_1
“Iya Gege!...” jawab Ding Jia Li, wajah gadis ini juga terlihat memucat yang menambah kecantikan dari parasnya di bawah dingin cuaca bersalju.
Dia juga sedikit merasakan keterkejutan saat Gou Long tadi melepaskan Jurus Naga Petir Hitam. Siapa yang tidak akan terkejut melihat wujud naga dari petir yang muncul ditengah-tengah kota?
Prajurit Thi dan Prajurit Zen masih berdiri linglung, roh mereka belum kembali seutuhnya, mereka melihat kepergian Gou Long dan Ding Jia Li tanpa bisa berkata apa-apa.
***
Apa yang telah Gou Long lakukan benarlah menjadi berita yang menggemparkan di Daratan Tengah, baru sehari berlalu, hampir di semua kota terdengar berita tersebut.
Nama pemuda itu benar-benar melambung sangat tinggi, julukannya sebagai si Pengendara Petir semakin bergema, walau orang-orang tidak mengenal wajahnya, namun nama Gou Long sangatlah terkenal, baik itu dikenal sebagai Penatua Asosiasi Alkemis atau sebagai pendekar yang tidak boleh disinggung.
Akibat dari kehebohan yang diciptakan Gou Long kali ini sudah pasti orang-orang Asosiasi Alkemis menjadi sangat kelimpungan, Patriak Shi menjadi sangat berang, “Pemuda itu benar-benar berbuat sesukanya, apa yang dia ucapkan sebelumnya, akan menguras harta dari Asosiasi Alkemis secara perlahan benar-benar akan dilaksanakannya!...”
“Ini dimulai dari Asosiasi Alkemis yang harus membereskan kekacauan yang dia perbuat di Mansion Kota... Huft! Bocah kurang ajar!” berang Patriak Shi, menggebrak meja kerjanya. Yang mengejutkan para petugas rumah tangga gedung Asosiasi Alkemis di sekitar ruang kerja Patriak Shi.
“Bocah itu! Setelah berbuat sesuka hati, sekarang keberadaannya malah menghilang seperti ditelan bumi, siapa yang tidak kesal!” Patriak Shi menyampaikan keluhan hati.
“Hemm! Baiklah, lantas siapa menurutmu yang cocok menjadi Tuan Penguasa Kota yang baru?” lanjut Patriak Shi, bertanya.
“...” Thio Chang terdiam, tidak bisa menjawab, dia juga belum memiliki bayangan orang yang cocok menjadi Tuan Penguasa Kota yang baru.
“Kumpulkan semua tetua dan kultivator ranah surgawi yang kita miliki, Posisi sebagai Tuan Penguasa Kota tidak boleh terlalu lama dibiarkan kosong.” Perintah Patriak Shi.
__ADS_1
Thio Chang keluar dari ruangan Patriak Shi, dan meminta pengurus rumah tangga untuk menyampaikan pesan dari Patriak Shi pada tetua lainnya, mereka akan mengadakan musyawarah cepat serta menentukan siapa Penguasa Kota yang cocok selanjutnya.
Hingga pada akhirnya Thio Chang terpilih sebagai Penguasa Kota yang baru untuk Kota Tian Yu.
***
Gou Long sambil menggandeng tangan Ding Jia Li melesat cepat meninggalkan jalan tempat berdirinya Mansion Kota, Ding Jia Li hanya mengikuti saja ke mana Gou Long membawanya.
Gou Long baru berhenti melesat saat sudah berada di pasar kota, dia langsung menuju pada penyedia layanan kereta kuda, memilih kereta dan kuda terbaik yang tahan cuaca musim salju, Gou Long tidak menyewa dia lebih memilih membelinya dengan harga yang sedikit mahal.
Tidak menunda sedikit waktu pun, dengan kereta kuda itu dia sendiri yang bertindak sebagai kusir, serta meminta Ding Jia Li masuk ke dalam.
Seharian bepergian seperti itu, Ding Jia Li meminta Gou Long berhenti, “Gege!... Masuk sini! Bukannya di luar sangat dingin! Kita istirahat sebentar.” Pintanya.
“Iya! Tunggu, Gege sedang memasang Array pertahanan seadanya, Array ini juga dapat menghangatkan area ini dalam radius lima tombak.” Jawab Gou Long dari luar.
Menunggu sejenak, Gou Long masuk ke dalam bilik kereta kuda.
Ding Jia Li tahu arah yang diambil Gou Long bukan menuju ke Kota tempat Sekte Teratai Biru berdiri. Melihat Gou Long masuk ke dalam bilik kereta dan duduk bersila di depannya, Ding Jia Li tidak dapat menahan rasa penasaran, “Gege!” sapanya, itu tepat sebelum Gou Long hanyut dalam kultivasi.
“Kita akan pergi ke mana? Arah yang Gege tempuh bukan arah ke Sekte Teratai Biru...”
“Kita akan ke Sekte Teratai Biru, hanya saja Gege perlu memastikan satu hal di Lembah Gunung Berkabut, di tugu batu tempat terbukanya portal menuju Tanah Suci Para Pendekar...” Gou Long terlihat seperti berpikir keras.
__ADS_1
“Kalau hal yang Gege pastikan ini benar adanya, akan ada kemungkinan lain yang belum pernah kita temukan sebelumnya di dunia persilatan, Gege pernah mendengar It Hong Taysu bertanya hal unik pada Gege.” Lanjut Gou Long.
“Apa yang beliau katakan Gege?” tanya Ding Jia Li, baik wajah dan sorot matanya terlihat penasaran.