
Gou Long melongo, sesaat ia berdiri terpukau akan sosok wujud penampakan Eira.
“Kau! …”
“Sejak kapan kau bisa mengambil bentuk seperti itu?” Gou Long seperti melupakan Gongsun Yang, karena perwujudan Eira.
Menyengir malu, saat teringat Eira yang sepanjang waktu berada di balik jubahnya, wajah Gou Long sesaat terlihat memerah.
Eira tersenyum indah, “Cici Hauri sangat cantik, aku juga ingin terlihat cantik seperti Cici Hauri,” yang ditanya lain, yang dijawab Eira juga berlainan, “Sudahlah! Sekarang akan ku bereskan makhluk sombong ini untukmu.” Eira menunjuk Gongsun Yang.
Raja Siluman Singa Api Emas, tidak kalah terkejut dengan Gou Long, namun keterkejutannya lebih bukan karena kecantikan Eira, tapi lebih kepada apa yang diperkirakan Gou Long sebelumnya, dia tidak habis mengerti. Bagaimana mungkin, keturunan Roh Suci mau dan rela mengikat Kontrak Jiwa dengan Ras Manusia.
Setelah menenangkan pikirannya, Gongsun Yang mencemooh Eira, “Huh, kau?! Keturunan siluman yang tidak memiliki harga diri sama sekali! Dasar keturunan hina yang rela bersekutu dengan Ras Manusia …”
“...” Eira mengeram marah, bahkan itu hampir terdengar layaknya suara harimau yang berniat menerkam mangsanya.
Akan tetapi, kemudian senyuman indah yang tergambar di wajahnya, “Kau tahu apa?! Seribu tahun pun kuceritakan padamu kisah ini, matamu tetap buta, dan pikiranmu akan selamanya tumpul. Sekarang coba kau rasakan beberapa pukulanku! …”
Berkata seperti itu, Eira langsung menyerang, dan uniknya, jurus-jurus serangan Eira sama persis dengan jurus-jurus yang dimainkan Gou Long, baik itu dalam gerakan Ilmu Meringankan Tubuh, ataupun Jurus Pukulan Tangan Kosong.
Kelincahan yang ditunjukkan Eira juga tidak jauh berbeda dengan kelincahan Gou Long, yang membedakan mereka berdua terletak pada tenaga dalam, Eira lebih dominan menggunakan tenaga dalam Energi Siluman.
Namun begitu, efektifitas dan daya serangan itu tetap saja terasa sangat kuat bagi Gongsun Yang.
Gou Long semakin bingung melihat cara Eira bertarung. Pada kenyataannya, hal tersebut tidaklah mengherankan, walaupun Eira tidak pernah belajar jurus-jurus Gou Long, namun dia setiap saat selalu bersama Gou Long, baik itu saat pertarungan ataupun saat anak muda itu berlatih.
Dengan dasarnya yang sejak awal lebih kuat dari Gou Long menjadi sangat wajar, Eira bisa meniru gerakan Gou Long secara sempurna.
Gongsun Yang menjadi sangat keteteran terhadap setiap serangan yang dilancarkan Eira, baginya bertarung dengan Eira ataupun dengan Gou Long terlihat sama saja.
__ADS_1
“Grouuurr!” auman akhirnya keluar dari mulut Gongsun Yang, tekanan dari auman itu meringankan serangan yang datang padanya.
Tapi itu hanya sesaat.
“Whoosshh!”
Hamparan hawa energi siluman dilepaskan Eira melalui pukulan tangan kosong, dan itu melesat cepat menuju Gongsun Yang, tidak hanya sampai disitu saja, Eira juga berkedip beberapa kali, lalu melepaskan pukulan tangan kosong dari arah yang berbeda.
Bayangan telapak tangan berwarna kemerahan meluncur dari lima sisi, dan menekan Gongsun Yang dengan berat.
Gongsun Yang menyadari tidak ada titik elak dari setiap pukulan yang dilepaskan Eira.
“Memang keturunan Roh Suci, sangat berbeda dengan Siluman biasa,” batin Gongsun Yang. Dia menggertak gigi serta menggigit bibir, “Keparat kau juga harus ikut menderita luka yang tidak ringan!”
Pembawaan Gongsun Yang berubah banyak, sedikit kewibawaan terlihat, tangannya membentuk segel cepat, momentum peningkatan Energi Siluman melonjak.
Kerikil kecil ikut naik, beriringan dengan momentum lonjakan tenaga dalamnya. Gongsun Yang menyambut semua pukulan yang dilepaskan Eira dengan kedua tangan.
“Boomm!”
“Dhuaarrr!”
Bentrokan Energi Siluman mengguncang jalanan setempat.
Keduanya terlempar menjauh dua tombak, Eira terlihat melemparkan senyuman penuh ejekan, tidak ada tanda-tanda terluka pada perwujudan sosok Eira. Sementara itu, garis-garis kerutan di dahi Gongsun Yang semakin menebal. Sudah mengeluarkan puncak tenaga dalam Energi Siluman, tapi tetap saja ia masih kalah dan terpaut jauh.
“Khuk! Khuk!” ini adalah yang kedua kalinya Gongsun Yang terbatuk dan memuntahkan darah.
Tapi, Eira di sisi lain, tidak memberi kesempatan pada Gongsun Yang untuk berbenah. Sambil tersenyum misterius, tangan Eira digerakkan ke arah bawah lalu telapak tangan dibalikkan dalam gerakan mencengkeram.
__ADS_1
Di bawah telapak kaki Gongsun Yang tiba-tiba saja, muncul bayangan tangan besar berwarna merah dari dalam tanah, dan meremas hancur kaki Gongsun Yang.
Raja Siluman itu tidak sempat mengelak, “Arrrgghh!” teriakan keras keluar dari mulut Gongsun Yang, seiring dengan percikan darah merah keemasan dari hancuran kedua kakinya.
Gou Long meleletkan lidah, cara Eira menghancurkan lawan terlihat sangat anggun, bahkan tidak ada setetes darah pun mengotori gaunnya.
Pasukan perbatasan, berdiri gemetaran, tiga dari empat orang terhebat dari Kota Lan Lianhuan telah mati, satu orang yang terakhir, sedang menggelepar-lepar dan bergulingan di atas tanah, coba menahan sakit dari hancuran kedua kaki.
Eira, berjalan perlahan ke tempat Gongsun Yang, dia seakan menikmati setiap detik yang berlalu dalam kesakitan yang dirasakan Gongsun Yang. Senyuman tetap menghiasi setiap gerak langkahnya.
Gongsun Yang telah dapat mengontrol diri, berhenti bergulingan, kedua tangan digerakkan cepat menotok titik tertentu di kedua kaki yang hancur. Namun usahanya ternyata sia-sia saja, karena saat itu, Eira telah tiba di sana.
Siluman Rubah ini mencontoh apa yang diperlihatkan Gou Long, dia mencubit tengkuk Gongsun Yang.
“Bagaimana? Bukankah lebih enak mengikat Kontrak Jiwa dengan anak manusia ini?” Eira sengaja mencemooh, sebelum benar-benar membunuh Gongsun Yang, “Ck ck ck! Sangat disayangkan, kultivasi selama ratusan tahun, hari ini menjadi sia-sia…”
Selesai berkata-kata, Eira tidak menunggu tanggapan dari Gongsun Yang, dia meremas hancur tengkuk dari Gongsun Yang.
“Brukk!” begitu kepala dan juga badan itu terjatuh ke atas tanah, perwujudan tersebut telah berubah menjadi sosok singa jantan, dengan warna bulu emas berapi-api. Setelah menggelepar-lepar sesaat, Raja Siluman Singa Api Emas benar-benar mati.
Gou Long memperhatikan keadaan di sekitarnya, “Haik! Haik! Tontonan menarik sudah berlalu, kalian sekarang boleh melanjutkan aktivitas masing-masing ….”
Anak muda itu Kemudian mendatangi Eira, dia bahkan berputar-putar beberapa kali, memperhatikan Eira dengan takjub.
“Saatnya bagi dirimu untuk kembali ke bentuk asli ….”
“Tidak! Aku ingin tampil terus seperti ini sementara waktu.” Eira memotong perkataan Gou Long, dia tidak memperdulikan Gou Long, lalu pergi ke tempat bekas-bekas pertarungan, menggunakan tenaga dalam, ia menghisap cincin penyimpanan dari para korban Gou Long ke dalam telapak tangan.
Gou Long hanya bisa menghela nafas panjang, ia berjongkok di depan mayat Raja Siluman Singa Api Emas dan mengambil kristal esensi.
__ADS_1
“Baiklah! Terserah kau saja, mari kita lanjutkan perjalanan!” ajak Gou Long, bergerak melesat ke sisi Eira, pemuda itu kemudian menarik tangan Eira dengan lembut. Mereka berdua melesat cepat, meninggalkan tempat tersebut serta rasa takut dari pasukan perbatasan yang melihat kematian orang-orang penting Kota Lan Lianhua.