Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 349. Misi Sukses


__ADS_3

Sementara itu, pertarungan yang terjadi antara Huo Cin Lam, Bei Cheung dan Du Hiong dengan raksasa terakhir juga terlihat hampir berakhir.


Huo Cin Lam benar-benar telah menjadi orang yang berbeda setelah ia melangkah ke Ranah Kaisar Tahap Menengah. Laki-laki ini harus berterimakasih pada Gou Long dalam segala hal saat mengingat apa yang ia peroleh saat ini.


Baik itu karena dua jenis pil, pagoda ruang dan waktu serta Teknik Memindah Jasad yang diajarkan Gou Long. Tiga jenis bantuan ini, seperti menghadiahkan kepada harimau sepasang sayap. 


Pada dasarnya, Huo Cin Lam sudah kuat juga orang yang sangat berbakat. Mendapatkan tiga jenis bantuan tersebut, pemburu itu benar-benar telah mencapai tahapan lain dalam ilmu bela diri.


Pertarungan benar-benar berakhir, setelah raksasa ketiga ini terkena banyak jimat peledak serta rentetan serangan senjata rahasia. Hal yang paling fatal tetap dua tusukan tombak dari serangan Huo Cin Lam yang menembus jantung raksasa itu.


Saat Gou Long, Lau Ming dan Ang Cong kembali ke sana, mereka sempat berpapasan dengan tiga orang lainya yang ikut pergi membersihkan diri. Tak perlu diceritakan lagi, ketiganya telah paham bahwa pertarungan hanya tinggal pada diri Jiang Huzi yang coba menjalin hubungan dengan Rumput Naga Bumi.


“Bagaimana? Apa ada perkembangan usaha dari Saudara Jiang?” Ang Cong bertanya pada Liu Changhai saat tiba di depan Rumput Naga Bumi.


“Perubahan telah banyak terjadi, mungkin ini akan selesai ketika malam tiba nanti.” Liu Changhai menyampaikan apa yang menjadi perkiraannya berdasarkan performa dari Jiang Huzi yang sejak awal telah ia perhatikan.


Gou Long memperlihatkan senyum senang, dia telah mengambil keputusan akan melanjutkan pelajaran yang tertunda. “Saudara sekalian! Aku memiliki satu-dua hal yang ingin terus ku coba, lagi pula ini terkait keamanan jalan pulang kita–”


“Ah, kami tahu, Gou Laote ingin menutup retakan ruang hampa yang muncul di sini.” Liu Changhai memotong perkataan Gou Long, setelah mengambil nafas pendek, ia kemudian melanjutkan, “Sebaiknya, Gou Laote jangan menutup semua retakan ruang yang ada di tanah kematian ini. Tempat ini sangat baik untuk melatih kewaspadaan para pemburu.”


Gou Long tersenyum nyengir, apa yang ingin ia kerjakan bisa dikatakan benar seperti tebakan Liu Changhai juga bisa dikatakan salah. “Tidak, aku hanya ingin berlatih. Sampaikan saja pada Huo Twako untuk tidak menungguku, aku yakin apa yang akan kulakukan ini berlangsung sangat lama.” 

__ADS_1


Gou Long tidak menunggu jawaban, dia langsung melesat jauh ke tempat terdapat banyak retakan kecil, duduk bersila di sana dan menyebarkan kesadaran spiritual pada retakan ruang hampa. Itu masih dalam jarak pandang Liu Changhai dan yang lainnya.


“Kemana perginya Gou Laote?!” Huo Cin Lam bertanya. Saat itu Huo Cin Lam, Bei Cheung dan Du Hiong telah kembali dan tidak menemukan Gou Long di sana bersama mereka.


Ang Cong menunjuk ke kejauhan tempat Gou Long duduk bersila. “Gou Laote berpesan bahwa; andai nanti Saudara Jiang telah berhasil mengamankan Rumput Naga Bumi, kita tidak perlu menunggunya.”


Huo Cin Lam segera paham, apa yang ia pikirkan lebih tepat daripada apa yang dipikirkan oleh Liu Changhai. “Kalau begitu pesan Gou Laote, maka kita akan terus melanjutkan perjalanan pulang tanpa dia nanti. Aku yakin apa yang ia pelajari pasti akan memakan waktu yang lama,” ujar Hou Cin Lam.


“Owh! Dia sedang mengolah teknik baru. Aku pikir dia mempermudah jalan pulang kita.” Liu Changhai memerah. Ia sadar telah salah dalam berkata-kata pada Gou Long sebelumnya.


Sementara itu, Gou Long terus coba mencari celah penghubung yang terkecil dan berpotensi bisa melakukan teknik membuka ruang hampa dari tempat lain dengan mudah tanpa harus melakukan pukulan seperti yang pernah ia perbuat pada orang lain. 


Secara gila-gilaan Gou Long mencari dan menyebarkan kesadaran spiritual. Akhirnya saat malam tiba, itu bersamaan dengan Jiang Huzi yang berhasil menjinakkan Rumput Naga Bumi, Gou Long juga secara samar telah menemukan celah terkecil penghubung dimensi antar ruang.


Dalam keadaan itu, dia juga telah menyadari bahwa kesadaran spiritual dan tenaga jiwanya telah meningkat pesat pasca kenaikan ranah kultivasi. 


Gou Long menandai celah-celah kecil penghubung yang sangat banyak ia dapatkan. Saat Gou Long membuka mata, tempat itu memang telah sepi. Huo Cin Lam dan yang lainnya telah pulang, mungkin itu sekitar empat dupa yang lalu.


Anak muda itu bangkit berdiri. Tanpa menutup mata dan tanpa konsentrasi sama sekali, kembali ia mengedarkan kesadaran spiritual. Celah-celah penghubung sangat banyak didapatkan.


“Rupanya engkau sangatlah dekat, tapi sangat jauh. Di cari berkali tidak didapatkan, tapi malah terlihat di ujung hidung,” gumam Gou Long, ia tersenyum lebar.

__ADS_1


Lalu dengan sedikit pengerahan tenaga dalam elemen hitam kekosongan pada ujung-ujung jari. “Blasshh!” Begitu mudahnya Gou Long menciptakan retakan ruang hampa lain di sana.


“Ini benar-benar berhasil,” batin si pemuda. Dia kemudian langsung masuk ke dalam retakan ruang yang tadi ia ciptakan. Gou Long kali ini memilih jalan pulang melalui retakan ruang hampa.


Dia memilih cara pulang seperti itu karena perkataan dari Liu Changhai masih terngiang-ngiang di telinganya. Selain ini berfungsi untuk melatih teknik ruang angkasa agar bisa mencapai puncak kesempurnaan, Gou Long juga berniat membuka kembali retakan ruang hampa yang sebelumnya pernah ia tutup dan stabilkan.


“Benar! Apa yang diucapkan Saudara Liu, tempat ini sangat bagus untuk melatih refleks dan antisipasi bahaya yang datang secara tak terduga bagi para pemburu.” Gou Long bermonolog selama perjalanan pulang itu. 


***


Sementara itu, kelompok Huo Cin Lam pulang melalui jalan awal yang mereka lalui sebelumnya, itu terasa lebih cepat dari saat mereka pergi.


Setelah dua hari setengah perjalanan pulang, penginapan dan warung makan milik Nyonya Xue, secara tidak sengaja menjadi tempat peristirahatan dan pengisian bekal mereka.


Tan Yun yang menjadi pengurus atau Manager dari warung itu melengak heran saat merasakan nafas delapan orang itu. “Bukankah mereka telah mati?!” Tidak bisa tidak, Tan Yun bertanya-tanya di dalam hati.


“Sangat aneh! Ini benar-benar belum pernah terjadi, bukan saja mereka tidak mati, bahkan nafas mereka terasa lebih kuat. Ah, ini … ini nafas orang-orang yang telah menembus Ranah Kaisar Tahap Menengah.” Tan Yun semakin terkejut saat mengetahui ranah kultivasi delapan orang tersebut. Ini hanya sedikit saja selisih dengan dirinya yang berada di Puncak Ranah Kaisar.


Saat itu memang sangat mudah bagi Tan Yun untuk memperoleh informasi atau mendengarkan apapun yang dibicarakan pengunjung warung tersebut.


Karena ia bertindak sebagai Manager baru, sudah pasti ia membuka kain ketat penutup setengah wajahnya, Tan Yun juga berbaur dengan baik bersama seluruh pelayan warung dan penginapan.

__ADS_1


Satu hal yang terus ingin didengar Tan Yun dari delapan orang itu adalah berita terkait orang termuda dalam kelompok itu, yaitu Gou Long.


Tapi, sia-sia saja ia menunggu berita itu, Tan Yun tidak mendengar sedikit pun dari mereka ada yang membicarakan perihal Gou Long. Padahal keberhasilan kelompok itu memperoleh Rumput naga bumi telah mereka bicarakan.


__ADS_2