Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 231. Pamflet Toko Yang Sama


__ADS_3

Gou Long dan Duan Hong Ya tidak berlama-lama berada di Klan Hua. Sehari di sana, ia izin kembali ke Gunung Teratai mengingat hari peresmian Paviliun Gunung Teratai yang semakin dekat, tidak jauh meleset dari perkiraan Gou Long perjalanan pulang pergi mereka ini, menghabiskan sembilan hari perjalanan.


Sehari sebelum tiba di Gunung Teratai, mereka berhenti di salah satu warung makan, itu terletak di antara Kota Tian Yu dan Kota Zhenzu, Gou Long memilih lantai dua dan duduk di dekat jendela hanya agar bisa melihat-lihat orang yang berlalu lalang.


Membawa Duan Hong Ya sebagai teman perjalanan sangat tepat, orang tua ini benar-benar sesepuhnya Daratan Tengah, dia tidak berbohong ketika berkata ia mengenal banyak Penguasa Kota di Daratan Tengah ini. 


Hampir sepanjang perjalanan pulang pergi, orang-orang yang mereka jumpai di jalan, lebih mengenal Duan Hong Ya jika dibandingkan dengan Gou Long. Hal ini sangat menguntungkan bagi Gou Long.


Selagi menikmati makan siangnya, mata tajam Gou Long melihat sebentuk pamflet yang sangat familiar. Memang agak sedikit tersembunyi, karena tertutup oleh dua toko besar di seberang jalan sana.


Gou Long mengeluarkan topeng pengganti kulit wajah, memakai topeng tersebut, “Duan Tua silahkan kembali lebih dahulu ke Paviliun! Kita berpisah sementara waktu di tempat ini!” berkata seperti itu, tatapan mata Gou Long tetap ditujukan ke arah Pamflet familiar tersebut.


“Urusan peresmian Paviliun, aku pasti akan kembali tepat waktu.” Lanjut Gou Long.


Meneruskan makannya, Duan Hong Ya sedikit kesusahan menjawab, makanan memenuhi mulutnya, agak tergesa-gesa menelan, Duan Hong Ya terbatuk-batuk, “Khuk! Khuk! Khuk! Seperti yang Master Paviliun inginkan, apa ada pesan lain yang ingin Master Paviliun sampaikan untuk orang-orang yang menunggu di Paviliun?” 


“Ha ha ha…” Gou Long tertawa melihat orang tua itu, yang terbatuk-batuk karena rasa patuh padanya.


“Tidak perlu terlalu sopan, juga tidak perlu memanggilku dengan panggilan Master Paviliun secara terus menerus, aku lebih suka di sapa dengan Saudara Muda,” tersenyum dan meneguk araknya, Gou Long melanjutkan, “Tidak ada hal lain yang ingin kusampaikan, katakan saja tidak perlu khawatir, aku akan tiba di Paviliun tepat waktu.” 

__ADS_1


“...” orang tua itu tidak menjawab lagi, hanya menganggukkan kepala, sambil melanjutkan makan dan minumnya.


Gou Long juga tidak peduli lagi akan sikap Duan Hong Ya, dia mengeluarkan Eira dari balik bajunya, “Sekarang coba kau lihat! Bukankah Pamflet toko itu terlihat familiar?” 


Dengan sikapnya yang malas-malasan Eira memicingkan mata, melihat arah yang ditunjuk Gou Long, “Iya!... Pamflet itu sama dengan nama toko yang membuatmu tidak bisa tidur dan terus kepikiran akan sesosok wanita yang menjadi Manager toko tersebut, saat kamu menginap di salah satu penginapan Kota Qing Mu.” Ledek Eira.


“Sudah! Sifat jahilmu selalu muncul kalau kau lagi tidak mood, mari kita berkunjung ke sana!” Gou Long bangkit, hendak melesat ke toko tersebut, “Saudara Tua bayarkan setiap makan dan minum kita tadi.” Meninggalkan sekeping emas yang melesak dalam di meja batu, Gou Long melesat ke arah toko di seberang jalan.


Duan Hong Ya menggelengkan kepala, “Apa orang-orang kuat semua berkelakuan esentrik seperti dia? Datang dan pergi semaunya.” Gumam orang tua itu, dia meneruskan makan dan minum, baru kemudian memanggil pelayan, membayar tagihan dan juga berlalu dari warung tersebut. 


Toko Mantan Pendekar, tertera indah dengan tinta emas di pamflet itu, nama yang sama dan motto yang sama, melihat dari warna cat yang sedikit lebih memudar, toko ini jelas lebih dulu berdiri jika dibandingkan dengan toko yang ada di Kota Qing Mu. 


Namun, warna cat yang memudar itu tidak dapat mengelabui mata tajam Gou Long, itu ada di bingkai dari pamflet, kalau tidak diperhatikan dengan teliti, tidak akan kentara, namun ada sedikit lelehan cat di sana, yang menandakan warna emas pudar tersebut di cat dengan sengaja, sedangkan lelehan itu menandakan cat yang masih baru.


Tersenyum melihat pamflet tersebut, Gou Long menekan dan menahan aura kultivator Ranah Surgawi dari tubuhnya, sehingga orang hanya akan mengira ia seorang kultivator Ranah Langit, ia berjalan masuk ke dalam Toko.


Seorang pelayan toko mendatangi Gou Long, ramah pelayan tersebut berkata, “Selamat siang Tuan Muda! Ada yang bisa saya bantu?”


Gou Long melihat-lihat setiap sudut dari ruang toko, seperti mencari barang yang sangat penting, “Kulihat pamflet yang terpajang di depan sedikit agak memudar warnanya, kalian pasti telah sangat lama berjualan di sini, dengan persaingan yang sangat ketat di Daratan Tengah…” ia mengambil nafas sejenak.

__ADS_1


Masih dengan gaya celingak-celinguk dan mata jelalatan, Gou Long melanjutkan, “Tapi masih bisa bertahan sampai sekarang, setidaknya barang-barang yang kalian jual juga memiliki kualitas yang sangat baik.” Ia mulai memancing.


“Benar Tuan Muda, Toko kami dapat bertahan karena kami menampung barang-barang yang berkualitas tinggi, tentunya yang paling menarik dari toko kami adalah pelayan tanpa pandang bulu, kami bahkan bersedia hanya melayani tanya jawab saja.” Pelayan tersebut mulai mempromosikan Toko mereka.


“Hemm!” Gou Long penasaran dengan Manager Toko ini, apa juga orang yang sama dengan orang di Kota Qing Mu? Berjalan lebih dekat dengan si Pelayan, “Aku memiliki barang yang sangat langka ingin kujual di sini, apa aku bisa bertemu dengan Manager kalian?” lirih, Gou Long tidak ingin orang lain yang ada di dalam toko ikut mendengar apa yang ia bicarakan.


Gaya dia berbisik serta gerak tubuh yang ditampilkan menarik rasa penasaran di hati si Pelayan, tersenyum ramah pelayan itu mempersilahkan Gou Long duduk dan menunggu, “Hamba akan memanggil Tuan Manager untuk berbicara langsung dengan Tuan Muda.”


Berlalu dari hadapan Gou Long ia masuk ke ruang dalam, hanya beberapa tarikan nafas, pelayan tersebut keluar bersama seorang tua, sesaat sorot mata Gou Long lebih menajam, serta memperlihatkan kerutan di sudut matanya, “Kenapa dia yang menjadi manager toko ini? Beruntung sebelumnya aku telah terlebih dahulu memakai topeng pengganti kulit wajah.” Batin Gou Long.


Bangkit berdiri, mengepalkan tangan di depan dada, “Selamat bertemu Tuan Manager! Aku ingin berbisnis dengan toko ini, apa bisa kita bicara di ruang dalam?” tanya Gou Long.


“He he he…” Terkekeh senang, Sang Manager berkata, “Mari Tuan Muda, toko kami sangat ramah dengan pebisnis-pebisnis handal.” 


Ucapan itu jelas mendatangkan rasa muak di hati Gou Long, dia sangat kenal dengan intonasi dari tawa mengekeh ini, ya! Inilah si orang tua yang memiliki kulit sangat hitam seperti pantat kuali serta memakai baju yang sangat kontras dengan warna kulitnya. 


Walaupun saat ini kakek tersebut mencoba menutupi warna kulitnya yang sangat hitam dengan semacam pigmen pengganti warna kulit, sehingga kulitnya yang terlalu hitam tidak kentara, tapi Gou Long tetap mengenal dia.


Manager ini adalah si Iblis Hitam.

__ADS_1


_______


Note : Kota Qing Mu adalah Kota Lightwood di chapter 42-45, sebelumnya berbahasa inggris sekarang diterjamahkan ke dalam Bahasa Timur/Tiongkok


__ADS_2